
bughh olivia menabrak aurora yang membuat aurora marah dan menarik rambut olivia
"eh lo kalau jalan pakai mata dong" kata aurora
"maaf, maaf nggak sengaja" kata olivia
"santai dong mbak" diandra mencengkram tangan aurora yang menarik rambut olivia
melihat itu bimo langsung mendekat ia takut aurora akan melakukan hal yang kasar
terhadap diandra
"auuu sakit...." kata aurora
mendengar itu diandra lalu melepaskan tangannya karena di cegah oleh olivia. olivia kemudian mengajak teman-temannya menjauh dari aurora ia tidak ingin kejadian waktu smp terulang di mana diandra pernah berkelahi dengan teman sekolahnya karena mereka merundung olivia dan mengakibatkan diandra dan olivia di keluarkan dari sekolah. hal ini di karenakan orang yang merundung olivia adalah anak kepala sekolah karena tidak terima anaknya di salahkan akhirnya diandra dan olivia di keluarkan.
"udaah ndra ayo pergi" olivia sambil menarik tangan diandra dan di turuti oleh diandra
"dasar cupu sok orang kaya padahal cuman anak supir" aurora dengan angkuhnya menghina olivia. ia tak mengetahui bahwa olivia adalah anak dari salah satu pemegang saham di sekolah ini
"udah biarin aja ndra" olivia terus mengajak diandra pergi, ia mengetahui bahwa diandra saat ini sudah emosi
"mm" dengan wajah datarnya diandra dan teman-temannya pergi
hari sudah mulai sore satu-persatu dari peserta festival membereskan dan menutup stand mereka begitu juga diandra dan bimo. setelah selesai membereskan stand bimo dan teman satu tim basketnya di panggil oleh pelatih.
"bim,,bimo" kata pelatih
"iya pak, ada apa ya" kata bimo
"panggil teman-temanmu untuk latihan basket sebentar saja sore ini" kata pelatih
"baik pak" kata bimo
bimo kemudian mengajak teman-temannya untuk berlatih. setelah selesai mengganti pakaian mereka pergi ke lapangan basket dimana pelatih sudah menunggu.
"baiklah anak-anak ini adalah hari terakhir kalian latihan dengan sungguh-sungguh setelah itu kalian boleh istirahat sampai hari pertandingan agar stamina kalian tetap terjaga ok.." kata pelatih
sebelum latihan pelatih memberi arahan pada mereka, tentang taktik-taktik permain yang harus mereka lakukan. berbeda dengan cara latihan kemarin yang mengundang penonton, hari ini mereka latihan secara tertutup tak ada seorang pun penonton hanya para pemain saja.
.
.
.
skip rumah bimo
"assalamu'alaikum...aku pulang" ucap bimo sambil memasuki rumahnya
"waalaikumsalam...bim tumben baru pulang jam segini ?" mama yang keluar dari dapur
"iya ma tadi latihan basket dulu" kata bimo sambil menyalami mamanya
"emm kau bau asem bim, sana mandi dulu habis itu langsung turun kita makan bareng ya. kebetulan papa kamu udah pulang dari tadi" kata mama
"ehh tumben papa pulang jam segini biasanya...adehhhhh telinga ku" bimo sambil memegangi telinga nya
"oh jadi kamu mau bilang papa jarang pulang gitu bim? haha..." papa bimo sambil menjewer anak laik-lakinya itu
"hehehe bukan gitu maksud bimo pa" bimo sambil cengengesan
"udah sana mandi" kata mama
"siap buk boss" bimo sambil hormat kepada mamanya
"dasar anak ini.." mama menggelengkan kepalanya
"tahu tuk anak siapa emangnya ke temu dimana sampai eror kayak gitu" goda papa
"tahu tuk anak ceo pramudia deh kayaknya" kata mama
"loh pramudia kan aku, brarti dia anak aku dong. pantesan kayak kenal" papa sambil cengengesan
"dasar" kata mama sambil memukul pundak papa
bimo yang kini telah berada di kamarnya membaringkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya tiba-tiba ia teringat wajah diandra yang datar. bimo selalu membayangkan wajah diandra.
"aduh apaan sih gua udah gila ya masa iya dia ngikutin gua mulu kaya hantu. tapi emang seperti hantu sih kemana-mana keinget lagi. aduh sadar bim sadar" batin bimo
bimo menampar pipinya sendiri sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi
"bim udah mandi belum" teriak mama dari luar kamar
"haha mampus gua gara-gara diandra sih" batin bimo
"belum ma ini baru mau" kata bimo
"udah cepetan papa kamu udah kelaparan tuh nungguin kamu" kata mama
"iya mama,,," bimo langsung masuk ke kamar mandi.
setelah membersihkan diri bimo turun dan pergi ke ruang makan disana papa dan mama telah menunggu bimo.
"sudah lulurannya ..?" kata papa
"siapa yang luluran ?" kata bimo
__ADS_1
"terus kamu ngapain dari tadi lama sekali mandinya..?" kata papa
"hehe..maaf pa, ma ngayal dulu hehhe.." kata bimo
"dasar kamu yah apa enaknya menghayal..?" kata papa
"enak pa, hal yang paling enak dilakukan itu cuman menghayal pa, nggak butuh kerja keras tinggal duduk diam dan kosongkan pikiran" kata bimo
"nanti ke sambet baru tahu rasa kamu bim". kata mama
"setan mana yang mau masuk ke bimo, bimo aja udah kaya setan haha ohok..ohok" keasikan menggoda bimo akhirnya papa tersedak
"tuh kan pa, makanya jangan ganggu bimo terus ini minumnya" mama sambil memberikan minum kepada papa
"makasih ma" ucap papa
sementara itu bimo hanya diam ia tak ingin meladeni papanya sebab itu hanya membuat bimo yang kalah. memang berdebat dengan papa tidak akan membuat orang menang.
setelah makan bimo pergi ke kamarnya sambil main di sosmednya ia melihat ada berita yang viral yaitu tentang penggagalan perampokan di salah satu bank di kota A.
"wah hebat sekali orang yang bisa menghentikan boom itu dari jauh aku saja yang paham komputer belum tentu bisa melakukannya. kira-kira siapa ya orang itu aku penasaran" gumam bimo
selesai membaca berita itu bimo melanjutkan tugas sekolah yang belum selesai. setelah selesai bimo berbaring di ranjangnya.
tring..
grup wa trio gege
"guys kalian udah lihat beritanya kan ?" wa danuar
"berita apa ?" wa ranza
"itu penggagalan perampokan bank" wa danuar
"udah kenapa emang ?" wa bimo
"bim jangan-jangan lo lagi yang menjinakkan boom nya dari jauh..?" wa danuar
"iya bim lo ya, secara lo kan hacker handal buktinya lo sering ngambil folowwers orangkan hahaha" wa ranza
"gila lo bedua emang gua bisa kalau soal gituan tapi kalau tentang menjinakkan boom belum sampai kesitu otak gua" wa bimo
"ngaku juga lo sering curi folowers hahahhaa" wa ranza
"nggaklah ngapain gua curi folowers orang gua udah banyak penggemarnya juga lihat aja di sekolah gua idola semua kaum hawa" wa bimo bangga
"semuaa..? lo salah bim diandra nggaak tuh" wa ranza
"bener tuh lo nggak ngaruh buat diandra, tapi bim lo nggak suka kan sama diandra ?" wa danuar
"siapa yang suka sama diandra ? sama ea batu kayak gitu big no men" wa bimo
"berani lo.." wa bimo dengan emot marah
"hehehee kagak bim ampun" wa danuar
"udah ah gua mau tidur bye.." wa ranza
"gua jua bye" wa bimo
"lah kalau lo bedua tidur yang balas chat gua siapa dong.." wa danuar
real life...
diandra masih asik dengan layar monitornya, ia mengerjakan laporan keuangan butik kak cendana diandra melihat jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi melihat itu diandra dengan cepat menyelesaikan tugasnya agar selesai kurang dari pukul 4 pagi supaya ia bisa tidur beberapa jam sebelum berangkat sekolah.
setelah menyelesaikan tugasnya kemudian di print dan di susu rapi di atas meja kerjanya. diandra merenggangkan badannya kemudian cuci muka dan langsung tidur.
kringg...alarm pukul 6.40 berbunyi diandra bangun lalu mandi. setelah mandi ia turun untuk sarapan. di ruang makan keluarganya telah berkumpul hanya dia yang belum.
"pagi semua" ucap diandra
"pagi" ucap papa, mama, kak cendana bareng
"kak ini laporannya udah kelar" diandra sambil memberikan hasil prinannya
"makasih ya dek, nanti kakak transfer ya ongkos naik bus" ucap cendana sambil senyum
"mm" diandra sambil mengangkat alisnya sebelah
"aku duluan ya semuanya takut ke tinggalan bus" diandra menyalami semua orang dan berlalu pergi
di dalam bus diandra tidak kebagian tempat duduk akhirnya ia berdiri. ia melihat ada orang yang akan mencopet tas dari ibu-ibu. dengan cepat diandra mengambil pulpen di dalam tasnya kemudian menebak tangan si pencopet dan shot tepat sasaran pulpen itu menancap di jari pencopet. pencopet itu melihat ke arah diandra lalu diandra dengan bahasa tangannya seperti akan membunuh pencopet itu dan membuat pencopet itu merinding. alhasil pencopet itu terpaksa turun dengan alasan ia sedang sakit dan harus segera ke rumah sakit.
"buk maaf tasnya ke buka coba lihat barangnya ada yang hilang nggak ?" ucap diandra
"oh iya dek kok bisa ya ? tadi kayaknya ibu tutup deh tasnya" ucap ibu itu
"lain kali tasnya jangan di letakkan di belakang buk, zaman kini nggak ada yang tahu semua orang baik atau bukan" ucap diandra dan di angguki oleh orang di sekitar
diandra sampai di halte bus dekat sekolah perlu berjalan sekita 10 menit dari halte menuju sekolah. di tengah perjalanan bimo melintas bimo yang sadar bahwa itu adalah diandra ia memutuskan untuk memutar balik motornya agar sejajar dengan diandra.
"hai bareng yuk.." ucap bimo yang masih di atas motornya
"......" diandra hanya diam dengan earphone yang masih terpasang di telinga
"lo budek ya" ucap bimo dengan nada tinggi
__ADS_1
"...." diandra masih tak mendengar dan terus berjalan di atas trotoar
tiba-tiba dari belakang aurora membawa bubur kacang hijau dengan maksud untuk menyiram diandra dari belakang namun sayangnya gagal karena ketahuan dari layar ponsel diandra. dan diandra menendang kaleng minuman kebelakang akhirnya mengenai kaki aurora dan aurora terjatuh serta bubur itu tertumpah semua di atas kepala aurora. bimo dan siswa lain yang melihat itu tertawa terbahak-bahak lain halnya dengan diandra yang masih berjalan dengan rasa tak bersalahnya.
"kenapa lo ra, belum sarapan sampai rambut lo perlu sarapan juga hahahaaa" ucap bimo
"bimo..." aurora menghentakkan kakinya kesal
bimo sudah memarkirkan motornya kemudian pergi menuju stand karena hari ini hari kedua festival.
"gitu dong anak buah harus lebih cepat dari pada bosnya" ucap bimo
"iya boss.." kata teman bimo serempak
bimo hanya bisa tersenyum ia melihat ke arah stand depan ia melihat diandra yang santai ia tidak menolong teman-temannya menyiapkan semua kebutuhan stand dan bersih-bersih tempat duduk. ia malah santai sambil mendengar earphonnya.
"ndra, kopi satu" kata ketua kelas
"...." diandra hanya mengganguk
"nih" diandra meletakkan kopi di meja bar
"makasih di.." ucap ketua kelas
"....." diandra mengangkat alisnya sebelah
ketua kelas hanya bisa menghela nafas melihat tingkah laku diandra. semua orang sibuk lalu lalang dan diandra juga berkutat di dapur kecil standnya karena diandra lebih memilih membantu di belakang dari pada harus jadi pelayan karena ia tak suka.
"di nasgor spesial satu" kata olivia
"...." tanpa banyak bicara diandra langsung membuat nasi goreng
"nih" kata diandra
"wah hebat ndra lo mau buka tempat makan ya...?" melihat tampilan nasi goreng yang di buat oleh diandra sangat menarik pletingnya juga cantik serta aroma yang membuat orang lapar seketika itu
melihat itu bimo juga ingin mencobanya bimo dan dua temannya memutuskan pergi ke stand diandra.
"mau pesan apa mas" ucap teman diandra yang bertindak sebagai pelayan
"nasi goreng spesial 3 sama minumnya..?" bimo sambil melirik kedua temannya bingung
"kami punya jus dan cula pelangi itu yang favoritnya" ucap gadis itu
"ok minumnya itu" kata danuar
"jangan lama-lama ya dek babang lapar" ucap ranza sembari mengedipkan sebelah matanya yang membuat pipi gadis itu memerah
"iya mas, eh bang" jawab gadis itu gugup
"ndra 3 nasgor 3 culpel" ucap olivia
"...." diandra mengangguk dan memulai tugasnya
"wah ndra suara lo irit banget ya kalau lo teriak pasti kenceng" ucap olivia dan di dengar oleh bimo dan kawan-kawan
"kenapa" kata ketua kelas
"nah itu suaranya udah di tabung gitu" ucap olivia dan di ikuti dengan tawa anak kelas
bimo hanya menggelengkan kepala melihat gadis yang ia suka sekarang di buly.
"diandra hanya membuka suar cuman untuk mengatakan satu kalimat" kata bimo menyela
"apaan bim..?" kata ranza penasaran
"bimo i love you" kata bimo dengan pedenya
"huh..? saraf..." gumam diandra
"lihat aja apa setelah makan nasgor gua lidah lo yang tajam itu masih bisa menari, dan juga gua pastiin kalo lo bertiga bakal nongkrong di toilet hari ini" batin diandra
"nih.."diandra memberikan nasi goreng itu kepada olivia untuk di antar ke bimo
"udah nih" kata olivia
"mampus lo makan tu cabai dan merica" gumam diandra
"apa ndra..?" kata ketua kelas
"huh nggak ada" diandra kembali ke belakang dan melepaskan celemeknya ia memutuskan untuk istirahat.
"gila bim pedas amat" kata ranza
"ia gua nggak kuat" kata danuar yang berlari mencari toilet dan di susul oleh bimo
padahal itu baru setengah porsi mereka makan tapi mereka merasa sangat kepedasan. biasanya bimo tahan pedas tapi sepertinya ini terlalu pedas dan akhirnya mereka bertiga izin pulang karena diare.
"bim mau kemana...." kata aurora
.
.
bersambung,,
maaf jika banyak kata yang typo ya reader
__ADS_1
jangan lupa like, and komennya..