Cold Heart

Cold Heart
korban


__ADS_3

sebuah pabrik pembuatan sendal yang kini terlihat kusam akibat kebakaran yang terjadi malam tadi.


polisi sedang mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran tidak ada korban meninggal dalam kebakaran ini namun korban yang terkena luka bakar sangat lah banyak. hampir semua karyawan terkena luka bakar diantara mereka ada beberapa anak kecil yang terluka karena mereka mengikuti ibu nya yang bekerja sebagai buruh sendal.


dugaan sementara kebakaran terjadi karena konsleting listrik. namun ada beberapa kejanggalan yang di temui oleh polisi.


di tambah lagi selama beberapa bulan terakhir pihak pabrik tidak membayar upah para karyawannya. yang membuat beberapa utusan karyawan melakukan demo atas hak mereka.


namun hal itu tidak di perdulikan oleh pihak pabrik malah sebaliknya pihak pabrik meminta ganti rugi kepada karyawan karena dituduh dengan kelalaian saat bekerja.


"kak gimana keadaan para korban " tanya diandra ke pada adrew


"mereka sudah di larikan ke rumah sakit terdekat ndra, oh iya ayo ikut kakak sekarang ada yang ingin gua omongin sama lo" ucap adrew yang mengajak diandra ke dalam mobil


diandra mengikuti adrew, dan di saat perjalanan menuju mobil diandra melihat ada bekas botol dan botol itu tercium aroma minyak bensin.


tanpa basa-basi ia mengambil botol tersebut sebagai barang bukti.


"ada apa kak ?, " tanya diandra


"sepertinya kebakaran ini bukan karena kecelekaan biasa ndra, gua yakin ada yang melakukan nya dengan sengaja entah itu dari pihak karyawan atau pun dari pihak pabrik sendiri. dan lagi pihak pabrik tidak ingin bertanggung jawab atas kejadian ini" kata adrew


"tapi kak bukannya di televisi manager dari perusahan ini mengklarifikasi bahwa mereka akan membiayai semua biaya rumah sakit dan mengganti uang kerugiannya" tanya diandra heran


"ia mereka berbicara seperti itu karena takuot pihak media bisa merusak reputasi mereka" jawab adrew


"jadi apa yang harus kita lakukan kak ?" tanya diandra


"lo harus membantu gua buat nyelidikin kasus ini, kita akan bagi tugas gua dan tim bakal menyelidiki penyebab kebakaran sedangkan lo nyari bukti tentang dana dan informasi tentang perusahan. ingat jangan sampai orang lain tahu bahwa lo juga sedang mencari informasi tentang perusahan " kata adrew


"ok kak gua ngerti" ucap diandra


"kalau gitu lo mau mulai dari mana ?" tanya adrew


"gua mulai dari korban kak, gua ke rumah sakit dulu kalau begitu" ucap diandra


"ok lo harus hati-hati" ucap adrew


" iya gua bakal hati - hati kok, kalau gitu gua cabut dulu. oh iya anak buah gua masih ada disana kalau ada apa-apa suruh mereka cari tahu ok kak. gua cabut .." ucap diandra meninggalkan tempat yang masih di selimuti asap tebal akibat kebakaran.


saat berjalan diandra ada seseorang yang tak sengaja menabraknya dengan langkah tertatih orang itu langsung kabur.


"aneh kok gua pernah lihat tu orang ya tapi dimana ?, ah sudahlah mendingan gua ke rumah sakit sekarang" batin diandra


"ah sudah lah gua harus cepat-cepat ke rumah sakit sekarang" batin diandra


tanpa berfikir panjang diandra langsung memesan ojol untuk menuju rumah sakit di mana semua korban kebakaran di rawat. butuh waktu 30 menit untuk sampai di rumah sakit.

__ADS_1


.


.


sementara di rumah sakit kota x semua dokter dan perawat sedang sibuk lalu lalang banyak pasien yang mengeluh kesakitan. mendengar hal tersebut bimo dan yang lainnya merasa penasaran.


"ada apaan sih ribut banget ?" tanya bimo


"entah lah, coba gua cek dulu ke depan kalian di sini aja" ucap danuar


danuar pun pergi ke luar ruangan dan menuju meja resepsionis, ia juga melihat banyak pasien yang terluka bakar dan di bawa masuk bahkan juga ada beberapa pasien yang terbengkalai dengan alasan ke habisan ruangan.


"permisi mbak ada apa ya ?" tanya danuar pada salah satu suster di penjaga meja resepsionis


"oh itu mereka korban kebakaran perusahaan sendal yang pabriknya terbakar beberapa waktu lalu mas" jawab suster


"tapi kenapa sebagian pasien tidak di rawat mbak ?" tanya danuar


"maaf mas saya kurang tahu" jawab suster yang kemudian tidak memperdulikan pertanyaan danuar berikutnya


merasa kasihan terhadap salah satu anak kecil yang menangis kesakitan karena luka danuar pun menghampiri anak kecil itu.


"ini, " ucap danuar sambil memberikan permen pada anak itu


hiks..hiks..hiks "sakit buk" ucap anak itu sambil mengeluh pada ibu nya


"dokter,, dokter tolong rawat ibu dan anak ini" ucap danuar


"maaf mas tapi kami belum menerima data ibu ini dari perusahaan yang mengcover biaya pengobatan beliau" ucap dokter


"biar saya yang bayar biaya nya sekarang cepat tangani mereka" ucap danuar sedikit berteriak


"baik mas," dokter itu langsung membawa pasien dan merawatnya sementara danuar langsung menuju pihak administrasi untuk membayar biaya pengobatan ke dua ibu dan anak itu.


"pak bagaimana tanggapan bapak mengenai kebakaran yang terjadi, menurut bapak apakah kebakaran ini di sengaja atau memang kecelakaan murni ?" tanya salah satu wartawan pada pihak perusahaan yang di siar kan langsung di berbagai macam media


"iya kebakaran ini terjadi bukan kesalahan dari pihak perusahan namun karena kelalaian dari kariawan pabrik yang tidak memperhatikan setiap sudut pabrik"


"jika benar begitu apakah pihak perusahan akan bertanggung jawab pada korban?"


"oh tentu, meski pun kebakaran ini bukan kesalahan perusahan namun pihak perusahan telah membayar semua biaya pengobatan korban, dan telah memberikan donasi sebesar 10 juta pada setiap pasien"


"menurut beberapa sumber ada beberapa anak kecil yang menjadi korban, apakah mereka juga di beri ganti rugi pak ?"


"tentu,, tentu mereka juga telah kami berikan uang"


"wah ternyata peminpin perusahan benar-benar baik ya"

__ADS_1


"oh tidak juga kami hanya melaksanakan kewajiban kami selaku pemilik pabrik, kalau begitu kami pamit dahulu kami harus memeriksa keadaan pasien atau korban satu persatu"


.


.


"halo kalian urus semuanya jangan sampai detektif sialan itu mengganggu rencana kita"


"baik pak"


"oh iya pulangkan semua korban yang tidak terluka parah bayar beberapa korban saja"


"baik pak laksanakan"


"huh adrew,,adrew kau pikir ingin melawanku pada kasus penggelapan atm itu jangan mimpi kau. huh aku harus merelakan beberapa uang ku demi menutup mulut media itu sial"


.


.


.


diandra yang melihat berita itu setiba di rumah sakit merasa geram dengan pernyataan yang di lontarkan pihak perusahan.


"wah ternyata mereka ingin bermain kucing-kucingan dengan kami baiklah kita lihat sampai mana mereka akan bertahan" batin diandra kesal


"diandra lo datang juga" sapa danuar yang kembali dari mengurus admistrasi pengobatan ibu dan anak itu


"eh dan lo ngapain di sini ?" tanya diandra


"oh gua jenguk bimo terus tadi gua bayarin pengobatan ibu dan anak itu, kasian mereka. mereka korban kebakaran yang tidak mendapat ganti rugi" jelas danuar dengan menunjuk ke dua ibu dan anak yang sedang di rawat oleh dokter


"apa ?..sialan mereka berani berbohong ternya" gumam diandra yang terlihat sangat kesal


"ada apa ndra lo kenal mereka" tanya danuar bingung


"oh belum, gua duluan ya dan ada urusan" diandra berlari meninggalkan danuar yang bingung akan sikap diandra


"oh kenapa tu anak aneh banget" ucap danuar yang memutuskan untuk kembali ke kamar bimo


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya

__ADS_1


__ADS_2