Cold Heart

Cold Heart
gadis yang menarik


__ADS_3

prakkk suara kaleng minuman masuk ke kotak sampah yang berada di dekat siswa yang menggosip itu hingga membuat mereka kaget dan langsung terdiam.


"siapa itu.." kata salah satu mereka


"sial siapa sih ganggu aja" ucap mereka


"eh kayaknya ada yang nantangin lo tuh"


"gua bakal bikin perhitungan siapa pun yang nantangin gua"...


diandra hanya menggelengkan kepala nya mendengar apa yang mereka katakan.


"lo kenapa sih bim" tanya ranza


"tahu nih anak bengong aja dari tadi" kata danuar


"eh lo kalian denger nggak kita bakal kedatangan murid baru, katanya sih dari amerika ?" kata ranza


"......." bimo masih saja terbenam pada lamunannya ia tak memperdulikan perkataan sahabatnya itu


"ssst kenapa tu anak "? kata ranza


"......" danuar hanya mengangkat pundaknya tak tahu


"eh dan, gila ya tadi diandra keren banget mainnya, apa lagi ngeshoot nya behhh keren parah iya nggak ?" ranza memcoba mengalihkan pemikiran bimo dengan menyinggung nama diandra


"lo kenapa za nyinggung-nyinggung diandra lo. wa jangan-jangan lo suka lagi sama dia' kata danuar


"berani lo suka ama diandra gua kirim lo ke planet mars" kata bimo yang membuat kedua temannya tertawa geli


"bimo, bimo, lo udah jadi bucin akut banget lo" kata ranza


"apaan sih siapa yang bucin, gua bukan tipe orang bucin ya. gua itu anti bucin ngerti lo pada" kata bimo santai


"iya iya lo bukan bucin, tapi....hahhahaaa" danuar tak jadi melanjutkan kata-katanya ia malah terbawa entah apa yang membuat lucu.


"auk ah" ketus bimo


bimo memilih meninggalkan mereka yang makin lama makin menjadi. membuat bimo merasa jengkel.


bimo kini berada di atap sekolahnya, ia memang sering kemari untuk melepaskan penat.


saat asik menikmati angin ia tersadar bahwa bukan hanya dia yang berada di sana. ia melihat ada seorang wanita yang kini duduk di atas teras atap dan kaki menjuntai ke bawah. gadis itu sedang asik dengan ponselnya, entah apa yang ia perbuat terlihat jelas oleh mata bimo gadis itu sangat serius terlihat dari wajahnya.


"keluar lo" kata diandra yang mengetahui bimo yang berada di belakang pintu


"emm sory gua kira nggak ada orang tadi" kata bimo

__ADS_1


"....." diandra beranjak dari tempat duduk nya berniat turun dari sana


deg deg deg melihat diandra yang turun dari tempat duduknya dengan rambut yang terurai karena angin membuat jantung bimo berdegub kencang.


"so so sory,, gu gue nggak ta tahu kalau ada lo, ya udah bi,,biar gua turun lo lanjut aja" saking gugup nya bimo sampai menjadi gagap


"......" diandra tak memperdulikan bimo ia turun dari atap.


bimo yang melihat sikap dingin diandra hanya terdiam.


"gadis yang menarik" batin bimo


bimo pov..


gua nggak ngerti sama satu cewek, dia dingin dan tak bisa di tebak. namun itu yang membuat gua jadi semakin tertarik buat deketin dia. apa pun yang terjadi gua harus dekat dengan dia. dia benar-benar beda dari gadis yang selama ini berusaha dekat dengan ku.


hari ini di sekolah ada percampuran siswa, hal ini biasa terjadi di sekolah ku. guru melakukan ini untuk membuat kami dekat antara kelas lain.


dan kami mendapat bergantian siswa pada jam ke dua pelajaran. tepat pada mata pelajaran matematika.


kring....bel pertanda masuk berbunyi


"ok anak-anak hari ini kalian akan bergabung dengan ipa 4, nama-nama yang ibu sebutkan silahkan menuju kelas ipa 4" kata guru matematika


"yah buk masa ipa 4 sih, malas ah" kata fay protes


"kalau ada yang protes nggak usah ikut mata pelajaran hari ini, silahkan keluar" kata guru


guru pun menyebutkan nama-nama yang di suruh pindah kelas. kali ini gua bersyukur si fay tante girang itu tidak satu kelas dengan ku.


"oke anak-anak yang ibu sebutkan silahkan keluar" kata guru


satu persatu anak kelas keluar dan kami yang tinggal di suruh duduk dengan satu bangku satu. agar kami bisa satu bangku dengan anak kelas ipa 4.


"anak-anak silahkan masuk," ibu guru mengabsen dan memberi perintah anak kelas ipa 4 untuk bangku dengan siapa.


di saat bersamaan gua melihat ada diandra dan teman-temannya yang masuk di satu kelas yang sama dengan ku.


aku tak bisa mengelak senyuman terbit di bibir ku. aku pun tak mengerti apa yang tejadi dengan ku.


"diandra kamu duduk samping bimo" kata ibu guru


"....." ia tak menjawab perkataan guru


diandra berjalan menuju arah ku dengan gaya cool nya membuat ku terdiam. saat ia duduk aku berinisiatif untuk menyapa.


"hai ndra, kita satu kel..." perkataan ku terpotong saat diandra meletakkan headset nya ke telinga dan memilih tidur tepat satu meja dengan ku.

__ADS_1


guru mulai menjelaskan materi hari ini semua anak memperhatikan guru. kecuali, gadis yang duduk di samping ku ini. kini gadis itu mungkin lelap dalam dunia mimpinya. saat materi hampir selesai guru menyuruh kami mengerjakan soal di papan tulis. semua soal telah kami bahas dan tinggal satu soal lagi yang belum tiba-tiba guru mencari seseorang untuk mengerjakan soal di papan tulis itu.


"anak-anak siapa yang bisa mengerjakan tugas terakhir, bimo kamu bisa" kata guru


aku hanya menggeleng karena aku belum paham dengan soalnya.


"kamu yang juara dua sekolah" kata guru menunjuk gadis yang bermarga austin itu


"maaf buk saya belum mengerti" kata gadis itu


"diandra kerjakan sial di depan" guru sedikit berteriak memanggil diandra


aku menyenggol diandra dan dia terbangun, melihat mata nya yang sedikit memerah membuktikan bahwa ia benar-benar tertidur. aku merasa heran mengapa guru tidak menegurnya selama ia tidur. apa karena sikapnya yang tak pernah menganggap apa-apa menjadikan guru malas menegurnya ?.


diandra berdiri dan berjalan ke depan ia mengambil spidol yang di berikan guru. tanpa berkata sepatah kata pun ia mengerjakan tugas yang di berikan guru. kami di buat heran oleh nya saat ia menyelesaikan soal itu.


"lihat diandra yang setiap hari nya tidur di kelas saja bisa mengerjakan tugas, sementara kalian yang memperhatikan saja tak bisa" kata guru sembari diandra kembali duduk di samping ku


"ndra good job" kata olivia sambil mengacungkan jempolnya


diandra hanya mengangkat alisnya sebelah mata. ia benar-benar cuek entah apa yang bisa aku lakukan untuk mendekati dia.


.


.


.


kelas berlangsung dengan damai , akhirnya berakhir anak kelas ipa 4 kini telah kembali ke kelas mereka. dan anak kelas ipa 1 juga telah kembali.


"bim ternyata diandra diam-diam pinter matematika juga ya" kata ranza


"iya sih tapi gila tu anak dia tidurnya nggak pakek bosan-bosan, tidur mulu" kata bimo


"kantin yuk laper gua" kata ranza


"ayok" kata mereka mersamaan


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2