Cold Heart

Cold Heart
gaje (nggak jelas)


__ADS_3

"dia ngeliatin apaan sih sampai fokus gitu, asalkan yang dia lihat bukan cowok sih gua nggak apa-apa" batin bimo yang menatap diandra intens


brukk...suara keras terdengar dari ruangan itu sontak membuat anak-anak kaget dan membuat diandra penasaran.


diandra tahu apa yang membuat suara berisik itu, namun ia tak mau ikut campur.


diandra masih memperhatikan fely dan yang lainnya main. tapi hati diandra tak tenang ia masih melihat anak bayangan dari balik jendela kaca ruangan itu.


karena merasa tak tenang ia pergi ke atap ia merasa ada hal yang harus ia urus.


"mau kemana lo ndra" tanya fely yang melihat diandra beranjak dari tempat duduk nya


"toilet mau ikut ?" jawab diandra singkat dengan gaya judesnya


"ogah, kita masih mau main lagi pula jam pelajaran berikutnya kan kosong" kata fely


.


.


gudang sekolah


byurrr beberapa gadis tengah menyiram salah seorang siswa sekolah x. mereka sedang melakukan suatu kesenang menurut para gadis muda itu namun tidak bagi yang mendapat perlakuan.


"lo masih berani ya sekolah di sini, dasar tukang laundry"


"saya di sini karena sekolah yang meminta" jawab gadis itu dengan baju yang basah dan penuh taburan tepung


"dengar ya lo harus keluar dari sekolah ini kalau nggak lo bakal tahu akibatnya, gua nggak jamin kalau usaha laundry nyokap lo itu masih bisa bertahan" ancam wanita itu


gadis itu hanya diam ia tak bisa melawan karena di sini ia tahu posisinya yang hanya orang biasa. seorang anak tukang laundry baju yang mengandalkan beasiswa untuk masuk sekolah. gadis itu bernama zeria austin yang biasa di panggil ria.


gadis itu hanya terdiam sambil menangisi nasibnya yang jadi bulan-bulanan orang yang tak menyukainya.


setelah puas menyiksa ria, para gadis yang menyiksa ria meninggalkan nya sendirian di gudang yang tidak terpakai itu.


"awas lo kalau lo teriak gua bakalan ngelakuin yang lebih buat lo" ancam mereka yang membuat ria tak berkutik


beberapa saat setelah mereka pergi ada seseorang mengetuk pintu lalu meletakkan sebuah paper bag yang berisikan baju ganti untuk ria.


"siapa...?" kata ria


zia yang melihat pintu terbuka langsung keluar dari ruangan. ia juga melihat sebuah paper bag yang tergantung di gagang pintu.


"pakai baju ganti itu, baju mu jika kau butuh" zia membaca tulisan yang tertempel di luar paper bag sambil mencari siapa yang menolongnya.


"siapa yang meletakkan baju di sini ?" gumam ria


.


.


"dari mana aja lo ndra lama banget ke wc nya apa lo bertelor" kata fely


diandra tak memperdulikan perkataan fely pandangannya terfokus pada segerombolan gadis muda yang sedang mendekati bimo


"hai bim, kok kamu nggak main" kata fay yang di ikuti para dayang nya


"apa lo lihat-lihat" kata fey dengan nada tinggi kepada diandra karena merasa di lihat tak senang oleh diandra


dret drett drett..ponsel diandra bergetar ia mengangkat ponsel nya.

__ADS_1


"mm apaan ?" diandra menjawab telpon


"lo masih di sekolah"


"emm" jawab diandra


"lo harus ke markas pulang sekolah ini ada yang harus kita bicarakan"


"gua nggak bisa hari ini gua ada urusan" jawab diandra


"urusan apa..."


"gua nggak bisa" tuut diandra mematikan ponselnya.


bimo yang melihat ada nama adrew yang tertulis di layar ponsel diandra. entah mengapa bimo merasa sesak di dada nya melihat hal itu.


"siapa yang barusan, cowok lo" tanya bimo pada diandra


"ngomong apa sih gaje nih orang" batin diandra


"gua tanya jawab dong, itu siapa cowok lo ?" tanya bimo sekali lagi pada diandra


"lo ngomong sama gua" diandra menunjuk dirinya sendiri


"menurut lo" bimo berdiri di depan diandra


"oh.." jawab diandra ia tak perduli


bimo yang semakin dekat dengan diandra membuat diandra sedikit menyandar ke kursi penonton. dan para siswa yang melihat mereka, mulai tak suka dengan diandra.


"lo udah nulis nama lo disini, dan lo harus tanggung jawab" bimo menunjuk ke arah hatinya


deg..deg..jantung bimo berdetak dan lagi-lagi wajahnya mulai memerah.


"lepasin gua" bentak bimo pada zia


"bim, kamu kenapa sih selalu dekat-dekat dengan cewek sialan ini. pada hal dia kan cuman..."


perkataan fay terpotong karena diandra memilih pergi dari pada melayani orang-orang yang menurut nya nggak jelas ini. diandra adalah tipe orang yang tak suka keributan yang hanya di mulut saja.


"eh mau kemana lo woi,, dengar ya urusan kita belum selesai" ancam fayzia


bimo yang melihat semakin kesal dengan tingkah laku fayzia. akhirnya ia memutuskan untuk pergi juga dari sana.


"dan, za cabut yok. panas telinga gua" ajak bimo


"yok" kata mereka sambil pergi


"sial tu cewek beraninya gangguin gua lihat aja. gua nggak akan bikin dia damai di sekolah ini, ayok girl kita cabut" kata fay dengan rasa marahnya yang besar terhadap diandra.


pulang sekolah diandra langsung mengikuti zeria, ia takut bahwa gadis itu kenapa-napa.


flashback


"halo gua punya kerjaan buat kalian"


"..."


"gua pengen lo buat gadis yang di dalam foto itu nggak bisa apa-apa lagi, serah kalian mau apain yang pasti jangan sampai orang tahu kalau gua yang nyuruh. pokoknya sore ini gua mau laporan tugas kalian selesai"


"mencelakai siapa ?" batin diandra yang mendengar di balik pintu

__ADS_1


"hari ini kalian tunggu anak laundry itu pulang jam 15.00 di gang d, buat dia nggak bisa sekolah lagi ngerti"


tut gadis itu mematikan ponselnya


"lihat aja lu anak tukang laundry mau ngelawan gua huhhh mimpi" kata gadis itu dengan nada sombong


flashback off


diandra menaiki bus yang sama persis dengan zeria. diandra memakai masker dan topi yang menutupi wajahnya.


brughh diandra tak sengaja menabrak seorang ibu-ibu yang sedang membawa belanjaan.


"maaf buk saya tidak sengaja" ucap diandra sambil menolong ibu itu membereskan barang bawaannya


"nggak apa-apa nak ibu juga yang salah nggak lihat-lihat" ucap ibu itu


"belanjaannya mau di bawa kemana buk, biar saya bantu" kata diandra sambil melepas maskernya


"nggak usah nak itu mobil ibu sudah datang"


"nggak apa-apa buk biar saya bantu, lagi pula saya yang salah jalan nggak lihat-lihat"


"panggil saya tante aja ya, ya sudah kalau gitu tante minta tolong bawakan ke mobil ya nak"


"ia tante" diandra membawakan barang belanjaan ibu itu menuju mobil.


"terimakasih ya nak"


"sama-sama tante, sekali lagi saya minta maaf karena sudah menabrak tante"


"ia nggak apa-apa"


"kalau begitu saya duluan tante"


"iya iya..."


diandra membungkukkan badannya, kemudian pergi mencari zeria.


"cih sial dia udah pergi, semoga dia nggak kenapa-kenapa. ya allah lindungi dia ya allah" gumam diandra


merasa putus asa diandra mengeluarkan lebah kamera dari dalam tasnya untuk mencari keberadaan zeria. diandra menyambungkan koneksi kamera dengan ponselnya. kemudian menerbangkan lebah itu sementara ia fokus dengan ponselnya.


.


.


"boss itu gadis yang di kita cari kan "


"bagus datang juga dia"


"ayo...


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2