Cold Heart

Cold Heart
lo..sialan


__ADS_3

ting lift sudah terbuka kemudian mereka keluar dari lift tersebut dan menuju kamar dimana danuar sedang di rawat. mereka masuk kemudian beberapa dari mereka duduk di kursi yang sudah di sedia kan. mengingat ruang inap danuar vvip jadi semua nya lengkap. bahkan rasa nya bukan seperti rumah sakit melainkan apartemen kecil.


"gimana keadaan kamu dan, masih sakit nggak ?" tanya olivia lembut


"udah lumayan kok, kalian nggak apa - apa kan kemarin" kata danuar


"nggak ko kita baik" kata fely


"lo datang ndra ?" tanya danuar


"iya gimana keadaan lo ?" tanya diandra


"gua baik, makasih udah nolongin kita semua" kata danuar


"emm" kata diandra


sebenar nya banyak yang ingin mereka tanya kan pada diandra. namun mereka takut diandra merasa tidak nyaman.


melihat semua nya diam diandra berusaha menjelaskan tentang kejadian kemarin. dan mengapa ia mempunya senjata tajam.


"kalian pasti ingin tahu dari mana gua dapat senjata tajam itu kan ?" kata diandra memulai percakapan


mereka semua mengangkat kepala yang dari tadi hanya menunduk diam. mereka heran kenapa diandra mengatakan nya pada mereka.


"hemm ndra bukan maksud kita bikin lo nggak nyaman. tapi kalau lo nggak mau cerita juga nggak apa-apa kok" kata bimo


"iya ndra bimo benar" kata marvi


"inti nya gua dapat senjata itu dari kak adrew, karena gua sepupunya, bicara tentang beladiri. gua memang bisa beladiri dari kecil kalau nggak percaya tanya aja sama olivia" kata diandra


"iya diandra emang jago beladiri dan menembak sejak kecil, karena gua udah kenal diandra dari kecil" kaya olivia


"tapi tetap aja ndra, yang lo lakuin itu bahaya" kata bimo pelan


"gua tahu mana yang bahaya dan yang nggak" kata diandra


"ndra kalau ada apa-apa kita siap bantu lo kok" kata nindy


"dari pada bantu gua, kayak nya lo harus punya pengawal yang lebih banyak lagi" kata diandra membuat semua orang di dalam ruangan heran


"apa dia udah tahu siapa gua ?" batin nindy


"maksud lo ndra" tanya fely bingung


"karena mereka mengincar salah satu dari kita waktu itu" kata diandra yang menatap nindy sekilas


"maksud lo mereka mencari anak dari tuan clarison ?" tanya lexi


"emm, iya mereka mencari nya. hanya saja sekarang beberapa dari mereka telah tertangkap. namun itu hanya 6 % dari mereka yang tertangkap. yang artinya di luar lebih banyak lagi. gua saranin kalau kalian pergi jangan sendirian. bukan hanya kalian tapi semua orang yang berada dalam bus waktu itu" kata diandra


"gua kesini mau ngajak kalian kerja sama" kata diandra


"maksud lo ndra ?" tanya mereka


"ah lupakan saja inti nya kalian harus hati - hati" kata diandra


"tapi apa kalian nggak benci apa sama anak nya tuan clarison gara - gara dia kita semua terancam" kata nindy

__ADS_1


"justru kita khawatir sama dia, gimana bisa ia hidup dalam bahaya seperti itu" kata fely


"emm bener juga tuh" kata ranza


"maaf ndra, tadi lo bilang mau ngajak kita kerjasama. kerjasama apaan ?" tanya bimo penasaran


"nggak ada , nggak jadi" kata diandra


"tapi ndra beladiri lo hebat juga" kata marvi


"biasa aja" kata diandra santai


mereka pun mengobrol terkadang sesekali mereka menggoda fely dan ranza karena mereka suka sekali bertengkar. sementara diandra diam saja dia tak suka dengan obralan omong kosong seperti teman nya lakukan.


dret..dret..tiba - tiba ponsel diandra bergetar ia membuka ponsel nya. ia melihat sebuah pesan masuk dari ayah nya.


"diandra ke kantor papa sekarang juga, ada hal penting yang harus kita bahas. dan ini menyangkut tentang keterlibatan mu dalam kasus yang adrew tabgani"


"huh pasti di marah lagi" batin diandra


"guys gua cabut duluan ya, ada yang harus gua urus" kata diandra sambil menyambar jaket hitam milik ya dan tas ransel


"oke ndra hati - hati, dan makasih ya udah jenguk gua" kata danuar


"yo i, liv gua duluan" kata diandra sambil menutup pintu ruangan


bimo yang penasaran juga ingin mengikuti diandra. setelah beberapa saat diandra pergi bimo juga memutuskan pergi.


"dan gua cabut bentar ya, gua lupa ngasih tahu ke nyokap bokap kalau gua udah pulang" kata bimo


"bim kalau lo ke sini lagi nanti bawain gua makanan ya, cake atau apa gitu" kata danuar


"iya iya nanti gua cariin" kata bimo


"gua cabut ya guys" kata bimo pergi


bimo berlari mengejar diandra untung nya ia masih sempat. ia langsung mengendarai mobil nya dan membuntuti diandra.


"gila nih cewek ngebut banget bawa mobil nya" kata bimo


"mau kemana dia ?" kata bimo


sementara diandra yang tadi fokus dengan kemudi nya merasa ada yang aneh. dan ia melihat dari spion mobil ada mobil yang mengikuti nya.


"siapa dia" kata diandra karena ia tak begitu mengenali mobil bimo


"oh mau main kejar - kejaran sama gua" kata diandra


diandra menambah kecepatan nya dan benar saja mobil itu juga melaju dengan kecepatan yang tinggi juga. diandra melaju kan mobil nya menuju jalanan sepi. ia memancing pengendara itu mengikuti nya.


setelah merasa jalanan renggang dan mobil yang di belakang masih jauh mengejarnya. diandra menghentikan mobil nya dan memarkir mobil itu di pinggir jalan.


melihat mobil yang di kendarai diandra berhenti di pinggir jalan itu. bimo pun memarkirkan mobil nya di belakang.


kemudian bimo turun dan melihat ke arah mobil untuk memeriksa orang yang berada di dalam nya. bimo berusaha mencari namun si pengemudi tak kunjung terlihat.


"kemana dia" kata bimo

__ADS_1


bruk..sebuah pukulan keras mengenai tulang tengkuk bimo. hingga ia meringis kesakitan untung saja bimo tidak pingsan. bimo merasa bahwa ia akan di serang kembali lantas bimo menahan serangan itu dan brukk. karena kehilangan keseimbangan akhirnya mereka terjatuh bersama.


"bimo" kata diandra tersadar


"sory ndra" bimo berusaha menopang tangan nya agar tak terjatuh di atas tubuh diandra


"lo lo ngapain cepat minggir" kata diandra sambil melepaskan tangan bimo


"ndra jangan gerak..." bruk bibir mereka saling bersentuhan


merasa ada sesuatu yang menempel di bibir nya diandra membelalakkan matanya. seketika bimo langsung bangkit dari posisi nya, ia merasa salah tingkah.


"ehem ..ehem...so ...sori gu..gua nggak sengaja" kata bimo


"lo, sialan" diandra menendang lutut bimo dengan keras "aw sakit" kata bimo


"biarin sukurin, nih sekalian" kata diandra sambil memukul bibir bimo hingga pecah


"aww ampun ndra gua nggak sengaja" kata bimo


"lo ngapain ngikutin gua hahh" hardik diandra


"gua..gua cuman penasaran lo mau ke mana ?" kata bimo sambil memegang bibir nya


"denger ya mulai sekarang jangan deket-deket gua lagi. kalau nggak awas lo,, lo bakal mati di tangan gua" kata diandra sambil gaya potong leher yang membuat bimo merinding


"mau ngapain lo" kata bimo yang melihat diandra mengempesi semua ban mobil bimo


"rasain lo emang enak jalan kaki jalan kaki dah lo pulang" kata diandra sambil masuk mobil


"woi ndra buka pintunya gua nebeng" kata bimo


"ogah" kemudian diandra pergi meninggal kan bimo sendiri dengan ban mobil yang sudah kempes


"ahh sialan" bimo mengacak rambut nya frustasi mengingat nasib mobil nya yang tak bisa jalan


"chihh tapi kenapa gua senang ya" kata bimo dengan senyuman kecil dan sambil memegang bibir nya


.


.


.


.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya

__ADS_1


__ADS_2