Cold Heart

Cold Heart
kecelakaan ?


__ADS_3

pagi itu semua media heboh di buatnya berita yang sangat memalukan bagi dua orang jahat tersebut telah tersebar bahkan sampai ke pelosok wilayah.


tring.."sisa nya lo yang urus gua harus sekolah". adrew mendapat pesan washap dari diandra


"hahaha pertunjukan dan hadiah dari lo bertiga bikin mereka menangis senang" balas adrew


"makanya itu hadiah terbaik buat lo dan tim lo" balas diandra


"sudah jangan pamer lo, sekolah sana belajar yang baik" chat adrew


"lo bantuin gua jelasin ke bokap nyokap ya, gua nggak berani pulang nih" balas diandra


"oooogahhhh" balas adrew sambil senyum-senyum


"okeh kalau gitu gua nggak mau bantuin lo lagi" chat diandra


"aihh jangan marah bos, aman dah gua bakal bantuin lo" balas adrew


"ok sip dah, kalau gitu gua sekolah dulu" chat diandra.


chat end..


hari ini sepertinya diandra akan terlambat karena urusan yang harus ia selesaikan tadi.


"bentar gua ganti baju" ucap diandra saat mereka berhenti di salah satu pom


"cepat sana"


"iya bawel lo pada" ucap diandra sambil berlari ke toilet sementara dua orang ini mengantri minyak.


.


.


flashback..


setelah menurunkan ketiga kardus tersebut diandra dan dua orang itu mencari tempat yang tepat untuk melepas les mobil mereka dan merubah bentuk mobil serta mengganti plat mobil dengan yang asli.


mereka melakukan hal tersebut agar tidak di ketahui oleh orang lain.


"huhh akhirnya selesai juga , aduuhh sial telah gua ke sekolah nih, cepat-cepat" ucap diandra


"ok.." mereka bergerak pergi


"ahh sial bensin harus di isi nih"


"ya sudah kita ke pom sekalian diandra ganti baju sekolah"


"oh iya ndra lo udah kasih tahu adrew tentang hadiah kita ?,"


"udah dia bilang hadiah dan pertujukan nya sempurna"


flashback off


.


.


"mana sih diandra.."


"tuh dia"


ceklakk diandra membuka pintu mobil kemudian masuk.


"lama kali nona" goda mereka


"nih gua nempelin plester di muka gua" ucap diandra sinis


"lo nggak pakai make up buat nutupin luka lo itu"


"nggak gua lupa, nih untuk ada lip tin di tas gua biar nggak pucat-pucat amat" kata diandra


"cepat kirim pesan ke guru lo kalau lo terlambat lagi"

__ADS_1


"ah gimana dong, gua nggak mungkin berhenti dengan mobil ini di sekolah. bisa-bisa gua jadi pusat perhatian lagi. lo harus antar gua pakai motor dan lo harus jadi kakak gua" ucap diandra


"siap bos"


saat mendekati sekolah mereka menurunkan motor dari dalam mobil dan mengendarai motor masuk ke sekolah.


setelah sampai di gerbang diandra melihat gerbangnya telah di tutup.


"permisi pak bisa bukakan pintu adik saya terlambat karena mengalami kecelakaan dan harus di antar ke rumah sakit terlebih dahulu"


"maaf mas tak bisa" jawab pak satpam


"tapi pak saya sudah izin dengan ibu siska ini buktinya" diandra memperlihatkan isi pesannya dengan wali kelasnya yang telah memberikan izin pada nya


"oh kalau begitu silahkan masuk nona, lain kali hati-hati dan jangan terlambat lagi"


"siap pak, kak gua masuk dulu ya" ucap diandra pada anak buah adrew


"iya nona muda, pak titip adik saya ya" ucap laki-laki itu sambil mengendarai motornya


"eh nona kamu harus melapor pada guru piket sebelum masuk" ucap satpam


"beres pak" teriak diandra sambil berlari


"dasar anak zaman sekarang" gumam pak satpam dengan menggeleng-gelengkan kepalanya heran.


setelah melapor pada guru piket diandra akhirnya di perbolehkan masuk. diandra masih beruntung karena sekarang jam ibu siska yang mengajar.


tok..tok.."permisi buk maaf saya terlambat" ucap diandra sopan


"oh diandra kamu sudah datang, gimana keadaan kamu ?" tanya ibu siska


"nggak apa-apa bu, cuman lecet dikit" diandra menunjukkan luka di wajahnya dan di sikunya


"syukurlah jika tidak terlalu parah, ya sudah kamu duduk ya. lain kali kamu harus hati-hati ya" ucap ibu siska


"iya buk, terimakasih bu" ucap diandra sambil berjalan menuju bangku nya


setelah beberapa waktu akhirnya waktu istirahat telah tiba.


"baiklah anak-anak pelajaran kita cukup sampai di sini. oh iya untuk diandra kami tanyakan pada olivia ya. olivia berikan catatan mu pada diandra ya !" ucap ibu siska


"iya bu" jawab olivia


"iya bu, terimakasih" ucap diandra


"baiklah kalau begitu ibu permisi dulu" ucap ibu siska dan meninggalkan kelas di ikuti oleh siswa yang memilih keluar sebagian ke kantin sebagian keperpustakaan, dan sebagian bermain-main


"ndra lo beneran kecelakaan lagi, luka yang kemaren aja belum sembuh total. gua kasian sama muka mulus lo jadi jelek" ucap olivia


"ah berisik lo pada, sana pergi pasti danuar udah nungguin lo pada gua pengen tidur" ucap diandra


"lo bener kantin yuk" ajak fely


"kalian aja gua capek" jawab diandra


"sikat" akhirnya fely menarik diandra dengan paksa menuju kantin


di perjalanan mereka mendengar anak-anak sedang bergosip tentang berita tadi pagi. namun orang yang membuat berita tersebut hanya diam saja.


"lihat nih, biar tahu rasa emang enak"


"bener tuh, mereka memang pantas mendapatkan hal ini"


"gua juga baca berita katanya korban tidak mendapatkan gajinya selama ini"


"untung ada orang baik hati yang menolong mereka"


"iya bener-bener, tapi siapa ya orang itu gua penasaran"


setelah berusaha payah menarik diandra akhirnya mereka sampai di kantin. namun bukannya makan diandra malah tidur dengan menempelkan kepalanya di atas meja.


"huuhh ni anak benar-benar kebo kerjaan nya tidur mulu" ucap fely

__ADS_1


"tahu nih, eh ndra lo ngapain aja sih malam-malam sampai di sekolah lo ngantuk mulu" tanya olivia yang geram dengan sikap diandra


"gua buat game sampai pagi" jawab diandra


"lo nge game, wah gila lo" ucap fely


"siapa yang nge game sampai pagi ?" kata bimo tiba-tiba berada di belakang diandra


"nih" tunjuk olivia pada diandra


"lo hobi main game juga ndra" tanya bimo sambil duduk di sampingnya


"..." tak di jawab oleh diandra


"kacang mahal bro.." ucap danuar yang duduk samping olivia


"ndra lo di tanyain tuh jawab kek tuh mulut malas amat geraknya" ucap olivia geram


"cihh....apaan ?" ucap diandra sambil mengangkat kepalanya dari atas meja dengan malas-malasan


"gua nanya lo main game juga" tanya bimo


"siapa bilang gua main game huh ?" ucap diandra kesal karena merasa terganggu


"barusan olivia sama fely bilang" ucap ranza


"gua bikin bukan main ngerti, huhh ganggu aja" jawab diandra ketus kemudian ia meninggalkan mereka dan kembali ke kelas untuk tidur


drett diandra berdiri kemudian pergi "ahh nyesel gua bela-belain sekolah tadi" gumam diandra yang di dengar oleh bimo dan yang lainnya


"eh sory ya tu anak emang kayak gitu orang nya, tadi emang dia ngantuk banget terus kita paksaan pergi akhirnya gitu deh" ucap olivia yang merasa tidak enak dengan sikap diandra


"hehe iya" sambung fely


"udah santai aja, kita udah biasa sama sikap nya dia. gua heran lo berdua betah sahabat sama dia" ucap danuar


"soalnya anak nya baik meski pun kelihatannya ketus gitu padahal dia perduli sama orang lain" kata fely


"ia sih, tapi dia ketus banget" ucap ranza


"eh ngomong-ngomong wajah diandra kenapa kok pada luka gitu, siku nya juga luka ?" tanya bimo penasaran


"oh tadi dia terlambat ibu siska bilang kalau dia kecelakaan tadi pagi" ucap olivia


"kecelakaan ?" tanya bimo


"emm iya lihat aja muka nya banyak luka gitu" jawab fely


"eh bim, lo perhatian banget kita aja nggak sadar kalau diandra terluka, hayo lo" goda ranza


"apa mau ini" ucap bimo sambil menggenggam tangannya mengarahkan pada ranza


"nggak bim, becanda gua hehhehe" ucap ranza sambil menurunkan tangan bimo pelan-pelan


"oh iya liv, jadi nggak belanja keperluan kemah nanti siang ?" tanya danuar


"jadi dong, kalian ikut ya kita nggak ngerti harus bawa apa ?" kata olivia


"kalian berdua aja ceweknya ?" tanya bimo


"emm kayaknya sih iya, diandra mood nya lagi nggak bagus lagi pula dia pasti udah punya perlengkapan lengkap. soalnya kan dia sering daki gunung terus kemah-kemah di hutan gitu" kata olivia


"oh ya udah nanti tungguin di parkiran ya" kata danuar


karena makanan yang mereka pesan telah tiba akhirnya mereka makan. setelah itu masuk ke kelas masing-masing. sementara diandra masih tidur di dalam kelas guru tidak menegurnya karena tidak mempan lagi pula meskipun ia tertidur terus di dalam kelas diandra mampu memahami pelajaran yang di sampaikan.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.

__ADS_1


__ADS_2