
saat ini bimo masih berada di rumah sakit dia baru datang sebab ada masalah pada mobil nya. ia masih menunggu danuar yang masih menjalani perawatan akibat insiden waktu itu.
bimo yang berjalan di koridor tak sadar bahwa ia dari tadi senyum-senyum sendiri. sampai orang-orang melihat nya aneh hal itu berlangsung sampai ruangan danuar.
"lama amat lo bim, mana makanan nya gua laper" ucap danuar
"kenapa tu anak senyum-senyum sendiri" tanya marvi
"tahu tuh nggak jelas" kata ranza
"woi bim mana kue nya" kata danuar kesal merasa tak di gubris oleh bimo
"bim" kata lexi sambil menepuk bahu bimo dengan keras yang membuat bimo kaget bukan kepalang
"apaan sih lo pada" ucap bimo kesal
"lagian lo kita panggil dari tadi nggak nyaut-nyaut" kata marvi
"mana kue pesanan gua tadi" kata danuar
"iya iya nih kue nya" kata bimo
"dari mana aja lo bim jam segini baru datang ?" kata ranza
"lo tahu nggak gua udah jamuran di tinggal bedua sama danuar. untung marvi sama lexi datang" kata ranza lagi
"iya sory..sory tadi ban mobil gua kempes mana gua cari kue dulu baru ke sini" kata bimo
"oh gitu..kirain lo pacaran dulu ama diandra hehhheheeee" kata danuar
"kayak nya lo udah sembuh ya dan, sampai bisa bergurau" kata bimo dingin
"yang sakitkan kaki ama tangan gua bim, kalau mulut aman" kata danuar
"dasar lo, oh iya olivia dan yang lain nya udah pulang" tanya bimo
"em mereka udah pulang sore tadi, lagi pula nggak baik nyuruh anak gadis orang pulang malam-malam" kata danuar sambil memakan kue yang di bawa bimo.
bimo yang masih tersenyum memegang bibir nya pikiran nya masih teringat akan kejadian tadi siang.
"manis dan lembut" tak sadar ucapan itu keluar dari mulut bimo yang membuat teman-teman nya bingung
"apa yang manis bim ?" tanya ranza penasaran
"ya kue ini lah" jawab lexi
"gua nggak nanya lo kali" kata ranza
"bim oi..." kata ranza lagi
"ehh apaan,, tadi lo ngomong apa ?" kata bimo yang tersadar dari lamunan nya
"apa yang manis dan lembut" kata danuar kesal
"oh itu eh...ku kue nya lah apa lagi" kata bimo kikuk
__ADS_1
"ohhh" kata mereka bareng
.
.
di tempat lain diandra yang sudah selesai membersihkan tubuhnya berjalan menuju meja komputer di sudut kamar nya. diandra ingin mencari tahu tentang keluarga clarison yabg di mana saat ini keluarga tersebut menjadi target dari gank mafia dan beberapa kelompok dunia bawah lain nya.
dari pencarian nya di internet banyak terdapat informasi tentang keluarga clarison yang merupakan orang terkaya dengan peringkat kekayaan masih di bawah keluarga diandra dan bimo.
"oh jadi bimo putra dari keluarga pramudia pantesan semua barang yang dia pakai bermerk" kata diandra yang baru tahu kebenaran jati diri bimo
diandra kembali fokus pada pencarian awal nya tentang siapa saja orang dari keluarga clarison. namun pencarian yang diandra lakukan selalu gagal.
"oh jadi mereka menguncinya, baiklah jangan salahkan aku jika aku buka paksa" kata diandra
diandra mengotak - atik semua sistem keamanan clarison dan tak butuh waktu lama akhirnya ia bisa melacak nya.
"wah hebat, bahkan identitas mereka di lindungi oleh negara" gumam diandra
diandra membaca semua dokumen yang berkaitan dengan keluarga clarison. diandra cukup terkejut saat ia melihat foto gadis kecil yang sangat familiar baginya. ia mencoba mengezoom foto tersebut namun sayang ukuran nya terlalu kecil.
"kenapa foto nya foto jadul semua, dan gadis ini seperti nya aku mengenali nya. tapi siapa, siapa gadis ini apa dia salah satu teman ku ?. keluarga clarison memilik tiga orang anak dua laki-laki dan satu perempuan. di lihat dari gaya, begron, dan editan foto nya sepertinya gadis ini sebaya dengan ku" ucap diandra dengan penuh selidik
ia kembali melihat foto-foto tersebut dimana tidak banyak hanya beberapa foto jadul yang terlihat.
setelah melihat foto diandra beralih pada informasi lain yaitu sumber kekayaan keluarga clarison.
"wah jadi mereka juga merupakan pencipta teknologi dan pengobatan. mereka juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, sekolah, dan bandara" gumam diandra
ia mencoba memecahkan kode itu namun gagal. akhirnya ia mengurung kan niat nya untuk mencari tahu lebih banyak lagi.
tokk tok tok suara pintu kamar diandra terdengar bunyi ketokan dari arah luar.
"iya siapa ?" kata diandra
"ini kakak dek" sahut cendana
dengan langkah malas diandra membuka kunci kamar nya.
"kamu tuh ya kebiasaan ngunciin pintu dari luar. kalau kamu kenapa-napa gimana ha..hayo gimana coba haaa" kata cendana yang sedikit kesal dengan adik nya
"emang nya ada apa sih di kamar kamu ini sampai kamu nggak bolehin orang lain masuk" kata cendana
"nggak ada apa-apa" jawab diandra singkat
"kamu tuh ya di bilangan ngeyel terus dek" kata cendana
"kakak ngapain kesini kalau cuman mau ngomel mending kakak keluar deh" kata diandra
"kamu ngusir kakak, dasar kau ya adik nggak ada akhlak ya kamu" kata cendana sambil mengusap kasar kepala adik nya
"ahhhh apaan sih kak sakit tahu" kata cendana
"sakit, kalau berantem terus luka kayak ini nggak sakit" kata cendana
__ADS_1
"siapa yang berantem" kata kata diandra dengan wajah tanpa dosa
"ya kamu lah siapa lagi, mana luka nya sini kakak lihat" kata cendana yang menatap wajah adik kesayangan nya itu
"nggak ada luka kak, cuman lebam doang" kata diandra
"kamu tuh ya, kalau mama tahu dia pasti udah pingsan" kata cendana
"aku tutupin pakai make up kok" kata diandra
"tapi kok kakak tahu aku terlibat pasti kak adrew ya yang kasih tahu atau kak dovi hahh ?" kata diandra penuh selidik
"kamu tuh ya curigaan mulu kerjanya, dengar ya biar pun kakak nggak lihat kamu tapi mata kakak ada di mana-mana kamu tahu" kata cendana yang menggelitik adik nya gemes
"aduh aduh aduh ampun geli kak hahha hahaaa" kata diandra
"jadi kakak ke sini cuman mau nanya itu doang nih nggak ada yang lain" kata diandra
"wah adik ku peka juga ya hehhee" kata cendana
"tuh kan udah ke tebak pasti ada mau nya di orang" gumam diandra
"gini dek kakak mau kamu perketat sistem keamanan perusahan kakak yang sekarang soalnya kemarin hampir kebobolan, entah siapa yang membocorkan beberapa data pribadi perusahan" kata cendana
"yasudah mana laptopnya" kata diandra
"besok aja kamu ke kantor dan perbaiki semua karena data itu tidak bisa di copy ke tempat lain. sebab kakak takut ada orang yang mencoba mengopy nya" kata cendana
"lah kata nya nggak bisa di copy tapi kok bisa bocor" kata diandra
"itu dia kakak bingung dek, pokok nya kamu besok ke kantor kakak ya" kata cendana
"oke dek siap, tapi ada bonus nya kan ?" kata diandra
"aman lambo satu gimana ?" kata cenda
"aku nggak tertarik di garasi aja sering nggak di pakai. aku mau beli komputer baru boleh kan" kata diandra
"oke siap" kata cendana
"oh iya kamu tadi ngapain sih, terus komputer baru buat apa ?, apa buat apartemen mu juga dek kakak penasaran sama apartemen mu kakak boleh main nggak" kata cendana
"kak ana mau ke sana mending nggak usah deh palingan juga kakak bakal pusing lihat apartemen ku" kata diandra
"kakak, adek turun ayo makan......"....
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya