Cold Heart

Cold Heart
bucin akut


__ADS_3

setelah teman-teman nya pergi diandra mengambil beberapa buku dan pena. ia menuju roof top sekolah nya. diandra biasanya mengerjakan tugas-tugas sekolah nya di saat ada waktu luang.


karena di rumah ia tak bisa menyelesaikan nya. karena ia masih memiliki tugas lain yang harus ia kerjakan selain tugas sekolah.


diandra berdiri di atas roof top melihat sekeliling nya sambil membukakann botol minuman dengan satu tangan. karena tangan satu nya lagi ia gunakan untuk memegang ponsel.


di sisi lain ia tak sadar ada sepasang mata melihat diandra dari bawah. ia melihat diandra meminum dari botol minuman itu. membuat sepasang mata itu tak berkedip ia melihat diandra dengan tatapan penuh kekaguman.


"oi bim ngapain termenung" kata ranza


"ada apa di atas ?" tanya danuar melihat arah pandangan bimo. namun ternyata diandra sudah tak di tempatnya lagi


"eh nggak, tadi ada tupai cantik di atas atap lagi minum air" kata bimo kikuk


"oh kirain apa" kata danuar berlalu pergi menuju kantin


"huh hampir saja" gumam bimo dalam hati dengan di ikuti helaan napas yang dalam


bimo dan yang lain menuju kantin seperti biasa para siswa perempuan akan heboh jika bimo datang. hal itu membuat bimo risih akhir nya bimo memutuskan hanya membeli beberapa cemilan roti dan minuman kemudian pergi dari sana.


"lah bim, lo nggak makan ?" tanya danuar yang melihat bimo yang menenteng belanjaan nya


"nggak gua masih kenyang gua nyemil aja" kata bimo


"terus lo mau kemana ?" kata danuar


"gua ke....ke...kelas lah apa lagi. gua ngantuk bye" kata bimo berlalu pergi


"hhahh apa-apaan anak itu tumben nggak makan" kata ranza


"tahu" kata danuar dengan mengangkat kedua bahu nya


sementara itu bimo berjalan cepat menuju roof top dengan membawa beberapa cemilan dan minuman.


"hhhuhhh ayo bim semangat" kata bimo dengan hembusan napas kasar


bimo membuka pintu menuju roof top di sana ia melihat seorang gadis yang sibuk dengan buku-buku nya. dengan langkah pelan namun pasti bimo menghampiri diandra. di lihat nya diandra sedang mengerjakan soal yang terdapat di dalam buku.


untuk beberapa menit bimo masih terdiam melihat gadis itu masih fokus. kini tangan gadis itu telah beralih dengan buku satu nya lagi. bimo yang melihat diandra yang mengerjakan soal dengan cepat membuat bimo bulatkan matanya tak percaya.


bahkan bimo yakin bahwa soal yang diandra kerjakan pasti belum di pelajari. karena pelajaran mereka sama walaupun beda kelas.

__ADS_1


beberapa saat kemudian diandra menutup buku nya. dan menggetak beberapa jari nya yang terasa kaku.


"udah puas lo lihatin gua. kenapa mau gua contekin tugasnya tapi gua nggak yakin benar semua" kata diandra yang ingin beranjak pergi


"tunggu gua ke sini mau makan cemilan tapi kayak nya kebanyakan jadi gua ngelihat lo. lo mau makan bareng gua nggak. nih makanan banyak soal nya" kata bimo


"nggak" kata diandra berdiri dari tempat duduk nya


"em itu, itung-itung gua balas budi waktu itu kan lo udah ngasih gua cemilan. sekarang gua yang traktir lo nyemil gimana ?" kata bimo


"lo nggak usah salam paham gua cuman pengen berbagi soalnya ini makanan banyak" kata bimo lagi


"nih" bimo mengambil minuman yogurt yang sama persis yang di minum diandra tadi


diandra mengambil yogurt tersebut karena itu adalah minuman kesukaan nya. ia tak bisa menolak jika itu adalah yogurt. entah mengapa diandra sangat menyukai minuman asam manis itu.


saat diandra mengambil minuman tersebut ada sebuah senyuman yang tersirat di bibir bimo.


"nih makan juga" kata bimo sambil membuka kantong cemilan yang ia bawa


dan akhir nya mereka makan bersama walau pun dalam keheningan. hanya suara semilir angin yang membuat dedaunan saking bergesekan sesama nya.


sesekali bimo mengintip dan mencuri pandang pada diandra.


diandra masih menatap pemandangan sekitar nya. namun tidak dengan bimo sedari tadi ia hanya menatap diandra dengan penuh harapan.


diandra merasa risih dan memilih pergi karena ia rasa sebentar lagi jam makan siang berakhir.


"makasih makan nya" kata diandra yang sudah berdiri dan pergi begitu saja setelah membuang sampah pada tempat nya


"ndra nanti makan bareng lagi ya" teriak bimo yang tak bisa menahan kegirangan di hati nya


"ndra gua akan buktiin sama lo. kalau gua suka sama lo" kata bimo yakin


sepeninggalan diandra bimo juga kembali ke kelas nya. tanpa ia sadari ternyata danuar dan ranza sudah ada di sana.


"bim lo dari mana ?" tanya ranza


"habis kencan" kata bimo dengan senyum mengembang di bibir nya, hal itu memmbuat beberapa orang mengernyit kan dahi


tak mungkin kan kalau bimo sudah punya pacar. dan jika itu terjadi maka akan terjadi hari patah hati se sma. begitulah pikiraereka yang melihat bimo tak senang jika ada gadis yang menarik perhatian bimo.

__ADS_1


"wah lo udah bisa bercanda sekarang, bim sekarang lo seperti bimo yang lain. senyum sendiri, pergi sendiri kayak orang lagi bucin lo" kata danuar


"emang lo bukan bucin nya olivia" kata bimo


"emm itu kan.." kata danuar terputus karena merasa tertohok oleh perkataan sahabat nya itu


"lo bener bim, danuar itu udah jadi bucin tingkat akut tahu nggak hahhaha" mereka pun tertawa lepas melihat danuar yang kikuk


"rm gitu deh kalau udah cinta mah" kata danuar sambil menggaruk tengkuk nya yang tak terasa gatal menjadi gatal


"bim, tadi gua juga nggak lihat diandra makan sama oliv dan yang lain nya" kata danuar mengalihkan pembicaraan


"oh tadi dia di roof top ngerjain tugas terus gua bawain cemi...." kata-kata bimo terpotong saat ia sadar bahwa ke dua sahabat nya itu sedang menatap nya dengan penuh selidik


"apa ?" kata bimo kesal dengan tatapan sahabat nya itu


"jadi lo kencan sama dia..mmmpp" bimo memmbungkam mulut ranza dengan kedua tangan nya


"jaga mulut lo" kata bimo sambil melotot


"apaan sih bim" kata ranza sambil memegang mulut nya yang sakit karena bungkaman bimo


"habis nya mulut lo itu lemes amat sih" kesal bimo


"sory sory bim" kata ranza


"emm" jawab bimo


akhir nya menyudahi perdebatan yang tak berarti ini dengan ke datangan guru yang memulai pembelajaran. mereka mengikuti pelajaran yang di berikan dengan serius karena kelas bimo terkenal dengan kelas teladan tanpa murid yang bandel.


meski ada beberapa yang suka membuli karena ingin mendapat perhatian. dari orang sekitar dan ingin mendapat pengakuan bahwa hanya dia yang paling hebat.


.


.


.


bersambung...


happy reading all

__ADS_1


jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2