Cold Heart

Cold Heart
nggak suka juara satu


__ADS_3

melihat interaksi diandra dengan bimo yang datar bimo mengetahui memang sifat dasar diandra benar orang yang dingin.


...


skip sekolah


pagi ini guru mengadakan rapat sehingga beberapa kelas menjadi kosong. mereka hanya di berikan tugas oleh guru. hal ini juga terjadi di kelas diandra karena guru tak ada banyak anak yang main-main.


"ndra.." fely


"emm" diandra merespon fely sambil menatap ke arah jendela. ia suka karena ada angin yang menerpa nya sehingga terasa nyaman.


"heheheee ndra nyontek dong lo sudah kan ?" kata fely


"nih" diandra memberikan buku latihannya kepada fely


"makasih ya ndra, guys nih cepat salin" kata fely sambil mengajak anak kelas menyalin tugas diandra


di saat anak-anak mulai menyalin tugas nya secara bergantian diandra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku anak kelasnya itu.


setelah selah selesai satu kelasnya mengucapkan terimakasih kepada diandra.


"gila lo ndra, otak lo terbuat dari apa sih ?, sampai selesai begitu cepatnya. gua aja yang juara kelas aja nggak bisa ngerjain secepat itu" kata ketua kelas diandra


"..." diandra hanya mengangkat kedua bahu nya tak tahu


"ndra lo pintar dalam segala mata pelajaran tapi kok lo peringkat 5 sekolah mulu sih ?, padahal seharusnya lo itu juara umum sekolah ndra" kata olivia


"bener tu ndra" kata fely


"gua nggak suka juara satu" kata diandra


"tapi melihat nilai lo yang tak kalah jauh dari bimo dan yang lainnya masak iya sih lo nggak bisa ngalahin zeria austin yang anak tukang laundry itu sih ndra, bahkan dia aja peringkat 2 sekolah terus iya kan ?" kata fely yang di angguki oleh anak kelas


"terus kalian bisa nggak ngalahin si anak tukang laundry ?" kata diandra dingin


mendengar perkataan diandra mereka hanya menggelengkan kepala.


"makanya jangan mengkritik orang lain, tapi lihat dulu diri kalian . sudah lebih baik kah dari orang lain" kata diandra


"iya ndra" kata olivia sementara anak kelas hanya diam saja setelah mendengar pernyataan dari diandra.


"mau kemana lo ndra?" kata ketua kelas


"mau ke toilet kenapa mau ikut ayok" kata diandra membuat anak kelas merinding mendengar perkataan diandra yang tak biasa berbicara seperti itu


.


.


saat diandra membasuh muka nya ia mendengar ada yang menangis di dalam kamar mandi itu. namun untuk memastikan itu orang atau bukan iya mengetuk satu persatu pintu kamar mandi di sana. namun semua pintu terbuka sekarang pintu terakhir diandra mencoba mendorong namun tak kunjung terbuka.


tok tok tok "ada orang di dalam ?" diandra sambil mengetuk pintu


"tolong, siapa pun tolong pintunya terkunci dari luar" ....


"tapi kunci nya nggak ada di luar ?" kata diandra


"tolong, tolong saya"....


"lo tunggu bentar gua nyari petugas buat bukain nih pintu" kata diandra


"iya tapi saya mohon tolong saya" ..

__ADS_1


tanpa mendengar lagi siapa orang yang berada di dalam diandra langsung berlari mencari penjaga sekolah untuk mintak kunci duplikat kamar mandi.


sudah lima belas menit diandra mencari namun tak kunjung ketemu. diandra pun memutuskan untuk kembali ke kamar mandi.


"eh lo masih ada di dalam ?" tanya diandra sambil mengetuk pintu


namun tak ada jawaban beberapa siswi yang berada di sana hanya melihat tanpa ada niat untuk menolong.


"ah sial kenapa mereka nggak ada yang mau nolong sih" gumam diandra


"woii lo masih di dalam kan mundur lo biar gua dobrak pintunya" diandra yang mulai kesal dengan sikap orang-orang yang acuh tak acuh


"eh iy..iya saya masih di dalam tolong saya"....


"mundur dikit dari pintu" kata diandra.


diandra beberapa kali mencoba mendorong pintu dengan siku nya namun gagal. dan kini ia bersiap-siap untuk menendang pintu itu. kini tendangan diandra melesat tepat di pintu ia menendang pintu itu sekuat tenaga.


brakkk pintu terbuka dan orang yang berada di sana tercengang dengan perbuatannya dan ada beberapa yang lupa menutup mulut mereka karena kaget.


"lo nggak apa-apa ?" diandra melihat siswi itu basah kuyup, kemudian diandra melepas sweater nya dan memberikan kepada gadis malang itu.


diandra membawa gadis itu ke uks terlihat jelas beberapa luka lebam di tubuh gadis itu. bahkan bekas tamparan terlihat jelas di wajahnya.


setelah mengantar gadis malang itu ke uks diandra kembali ke kelasnya. karena kini sudah jam istirahat tak sengaja ia bertemu dengan bimo cs.


"bim coba lihat itu siapa ?" kata danuar


"......" bimo hanya diam melihat diandra yang berjalan dari arah yang berlawan dengan nya


"dan mau taruhan ama gua nggak ?" kata ranza


"taruhan apa ?" kata danuar


"kita taruhan kalau diandra nyapa bimo gua teraktirin lo makan selama seminggu" kata ranza


"kalau dia nggak nyapa lo ngerjain tugas fisika gua yang tadi gimana ?" kata ranza


"ok gua yakin dia bakal nyapa bimo secara bimo kan cowok paling ganteng di sekolah" kata danuar


"ok kita lihat aja" kata ranza


diandra semakin dekat berjalan menghampiri bimo sementara danuar dan bimo berharap diandra akan menyapa mereka setidaknya hanya senyum pun cukup lah. namun sayang sepertinya mereka sedang tidak beruntung di tambah lagi mood diandra yang kurang bagus. kini diandra telah melewati bimo tanpa perduli keberadaan bimo.


"sabar ya bim" kata danuar sambil menepuk pundak bimo


"ok dan kerjain tugas gua ya, semoga berhasil hahhaaa,, awas kalo salah" kata ranza


"kamp**** lo" kata danuar yang membuat ranza tertawa


sementara bimo hanya menatap punggung diandra yang semakin menjauh.


"apa sih yang dia lihat ? gua ngerasa kalau dia nggak pernah perhatiin siapa pun yang perduli padanya" gumam bimo


"udah bim dari pada lo sedih mending kita ke kantin yuk" ajak ranza


bimo hanya mengangguk dan mengikuti ranza dan danuar.


sesampainya di kantin mereka langsung di sambut oleh beberapa siswi yang mati-matian mengharapkan perhatian bimo dan dua temanya.


"bimo, bimo duduk di sini aja"...


"nggak bimo kamu duduk disini aja"

__ADS_1


bimo yang merasa kesal langsung melemparkan tatapan tajam kepada mereka serta aura yang menghitam. sehingga membuat para gadis itu terdiam ketakutan.


"eh gua duduk di saja aja samping olivia dan fely, kalian mau ikut nggak ?" kata danuar


"eh dan, bisa nggak lo sehari aja nggak pacaran" kata ranza


"nggak bisa" jawab danuar sambil berlari menuju olivia


bimo dan ranza yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dan merasa jijik dengan tingkah laku temannya itu.


"hai beb makan apa kamu ?" kata danuar sambil merangkul olivia


"nih bakso ,," jawab olivia


"kalian berdua aja diandra kemana ?" tanya bimo yang muncul dari belakang danuar


"biasa tu anak tidur di kelas kalau nggak di rooftoop dia" jawab olivia


"emm bener tuh, dia kan kebok tukang tidur" timbal fely


"emang dia nggak ada kerjaan lain apa selain tidur, gua juga nggak pernah lihat tuh dia ngikut kegiatan ekstrakulikuler" kata ranza


"anaknya emang kayak gitu, nih ya gua kasih tahu sama lo pada, kalau lo pada panas deket-deket dia aja" kata fely sambil senyum


"lah kenapa emang..?" tanya bimo penasaran


"soalnya diakan es batu yang dingin banget kayak kutub utara hahhaaa" fely dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak


"hahaha bisa aja lo" kata ranza


disaat asik makan tiba-tiba mereka tertuju pada seorang gadis yang memakai sweater milik diandra. ia terlihat basah kuyup melewati kantin kemudian ke ruang seragam mungkin ingin mengambil seragam ganti.


"tu anak dimana nyeburnya sampai basah kuyup kayak gitu" kata ranza


"au dah pengen jadi mermaid kali" kata danuar


"tapi bukannya itu baju punya diandra ya ?" kata bimo


"cieee perhatiin diandra sampai segitunya sampai baju aja di bilang punya diandra" kata danuar


"apaan sih nggak juga kali" kata bimo ketus


"aelah bim gitu aja marah" kata ranza


"ulluu ullu bang bimo marah sini coba lihat mukanya masih ganteng nggak hahhahaa" kata danuar.


bimo yang semakin kesal memutuskan meninggalkan mereka dia kantin. entah mengapa bimo berjalan menuju kelas diandra di sana ia melihat seorang gadis yang menempelkan kepalanya ke meja. mungkin ia tertidur bimo menghampiri gadis itu. bimo kemudian duduk di depan meja gadis itu bimo mencoba menyibak rambutnya yang menghalangi bimo untuk melihat wajah nya.


saat menyibak rambut gadis itu, gadis itu merasa tak nyaman. akhirnya dengan cepat bimo sembunyi di bawah meja. setelah merasa aman bimo kemudian bangkit dan kembali memandang wajah gadis itu.


"hemm imutnya biarpun tanpa ekspresi namun bagi ku sangat lah imut. wah gila jantung gua rasanya mau copot. ndra gua suka sama lo, ndra kapan lo bisa ngeliat gua my cold heart" batin bimo


bimo kemudian meninggal kan diandra yang masih asik dalam dunia mimpinya.


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2