
tak terasa jam sekolah pun telah selesai dan semua murid berangsur keluar. begitu juga dengan bimo dan yang lain nya. bimo sudah menuju parkiran di sana ia melihat bahwa mobil hitam pekat milik diandra masih terparkir.
"berarti dia belum pulang" gumam bimo
"bim nunggu apa lagi ayo cabut" teriak danuar dari mobil nya
"kalian duluan aja entar gua nyusul" kata bimo yang masih menyandar kan diri nya pada mobil milik nya
"ya sudah kita duluan" kata danuar sambil menjalan kan mobil milik nya
bimo hanya melambai kan tangan nya dengan arti ia pergilah. sudah cukup lama bimo menyandarkan diri nya di mobil. dan para siswa juga sudah mulai pergi menjauh.
namun diandra belum juga muncul bahkan olivia dan yang lainnya juga sudah pulang dari tadi.
"kemana dia ?" gumam bimo
bimo masih setia menunggu diandra di luar meski pun panas namun ia tahan. tapi seperti nya ia tak bisa menahan rasa terik yang mulai masuk dari pori-pori nya. hingga bimo memutuskan masuk ke dalam mobil nya sambil menunggu diandra.
setelah menunggu sekian lama bimo melepas senyuman kecil di bibir nya saat mendengar alarm mobil yang di sambil berbunyi. itu menanda kan bahwa sang pemilik akan menggunakan nya.
namun bimo mengernyit kan dahi nya saat melihat seorang gadis dengan hodie hitam dan topi keluar dari sekolah. bimo menatap penuh selidik ia yakin bahwa wanita itu adalah diandra. sebab tas nya sama dan pose tubuh nya juga. meski sudah memakai masker tapi bimo masih bisa mengenal nya.
dan benar gadis itu masuk ke dalam mobil hitam tersebut. kemudian menjalan kan nya dengan kecepatan tinggi.
niat tadi ingin mengikuti diandra namun karena kecepatan mobil diandra jauh di atas
mobil bimo. akhirnya bimo mengurungkan niatnya dan kini bimo memutuskan pergi ke tempat latihan muai ***.
bimo berjalan dengan langkah gontai membuat danuar dan yang lainnya bingung. setelah sampai tempat tujuan bimo mengganti baju nya dan melakukan beberapa gerakan pemanasan.
"lo kenapa bim ?" tanya danuar
"gua nggak apa-apa" jawab bimo lesu
"ya udah yuk latihan" kata ranza sambil menepuk pelan punggung bimo
"eem" bimo mengangguk pelan dan berdiri dan melakukan latihan sebagai mana seharus nya
.
.
sementara di tempat lain diandra sudah berada di suatu tempat. ia sedang mengawasi gerak-gerik sekelompok orang yang ia curigai.
__ADS_1
"obat itu di buat cukup lama, dan membutuhkan beberapa waktu untuk menguji nya. pada hal banyak penelitian kesehatan yang lebih besar tapi kenapa harus di clarison labulatori ?" gumam diandra
ia masih fokus dengan layar di depan matanya. shettt...shettt...shettt alarm mobil bergetar karena salah satu sensor dari komponen mobil diandra menangkap bahwa ada yang mengawasi nya.
"black siapa yang mengawasi kita" ucap diandra
kemudian terbukaklah layar transparan di kaca depan mobil. di sana terdapat informasi tentang orang yang mengawasi mereka. diandra mengangguk mengerti setelah melihat semua nya dan memutuskan untuk pergi.
"black mode otomatis" ucap diandra dan secara otomatis mobil itu berjalan tanpa harus di kemudi oleh diandra. karena mobil tersebut sudah di pasang alat yang akan mesensor arah jalan yang akan di tuju, jarak antara kendaran lain.
di saat mobil nya melaju dengan kecepatan sedang diandra fokus pada layar ipad nya. kini ia mencoba mengambil alih kontrol kendaraan yang mengejar nya.
diandra terus memancing mobil mereka menuju jalan lurus dan sepi. namun karena ini jam pulang sekolah dan kerja jalan jadi sedikit ramai.
diandra sesekali melihat ke arah mobil yang mengejar nya dari kaca spion milik nya. akhir nya diandra memutuskan untuk menempel kan gps di mobil tersebut dengan mengirim lebah milik nya.
"heemm bagus" gumam diandra licik saat melihat bahwa gps tersebut sudah terpasang
"black mode manual" seketika diandra mengambil alih kemudi
ia mengurangi kecepatan dan sengaja menunggu mereka. saat ada celah diandra langsung banting stirnya kemudian meninggal kan mobil tersebut.
"gua belum mau melihat wajah kalian" gumam diandra
drett...dret..drettt ponsel diandra bergetar ia melihat nama mama nya di layar ponsel.
📱diandra :"halo ma" jawab diandra
📱mama : "sayang kamu di mana" tanya mama
📱diandra :" lagi di jalan ma baru pula sekolah, kenapa ma ?" tanya diandra penasaran
📱mama :" sayang cepat ke rumah sakit amanda kambuh nak. di sini cuman ada mama sama oma. kakak-kakak kamu masih pada kerja. tadi mama sudah hubungi adrew dia lagi di lapangan ada yang harus ia selidik sementara cendana lagi rapat. sayang kamu bisa ke sini kan ?" tanya mama
📱diandra :"iya ma, andra langsung ke sana"
setelah mendapat telepon dari sang mama diandra melajukan mobil milik nya menuju rumah sakit di mana amanda di rawat. jujur saja diandra paling malas jika harus berada di rumah sakit. karena rumah sakit mengingatkan nya pada kejadian yang menyakitkan bagi diandra.
iya melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi mengingat jarak nya dengan rumah sakit cukup jauh. dalam pikiran diandra ia hanya berharap agar sepupu nya itu baik - baik saja.
"aaarghhh sial pakai acara macet segala lagi" umpat diandra sambil membunyikan klakson dengan rada kesal nya
"black coba tunjukkan jalan tercepat menuju rumah sakit xxxx" ucap diandra dan seketika peta menunjukkan jalan
__ADS_1
"bagus" ucap diandra sambil mengikut arahan maps
setelah melewati jalan tikus diandra sampai di jalan raya yang menguhubungkan dengan rumah sakit. di sana ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi hingga ia berada di rumah sakit.
diandra berlari menuju arah ruangan di mana amanda di rawat. di sana sudah ada mama dan oma nya yang duduk di ruang tunggu dengan wajah yang cemas.
"mama, oma, gimana ke adaan amanda ?" tanya diandra yang mendekat pada mama nya
"di, hiks...hiks...hiks..." cidra menangis di pelukan putri nya ia tak tega melihat keponakan nya yang sedang di periksa oleh dokter
"ma ?" diandra memegang pundak mama nya seraya memggoyang-goyangkan pundak mama nya heran
"ma jawab andra ma, amanda kenapa ?" kata diandra
"oma ada apa ini ?" kata diandra yang beralih pada oma nya kerena tak mendapatkan jawaban pada mama nya
"hiks...hiks...hiks..di amanda ta...tadi tiba-tiba kejang-kejang di" ucap sang mama yang masih menangis
"tenang lah amanda akan baik-baik saja, kalian jangan berpikiran yang tidak-tidak" kata diandra menguatkan ke dua orang yang ia sayang
mama dan oma mengangguk pelan berharap amanda akan baik - baik saja
"dokter bagaimana ke adaan putri kami dok ?" tanya mama
"nona amanda sudah tenang nyonya" jawab dokter
"oh iya dok, kapan obat nya bisa di gunakan ?" kata diandra
"kami bekum bisa memastikan nya nona, namun akan kami usahakan secepat mungkin" kata dokter
"apa..., kalian bilang belum pasti apa kalian sudah gila" teriak amanda yang mulai emosi
"diandra....." teriak seseorang dari arah kejauhan
.
.
.
bersambung...
happy reading all
__ADS_1
jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya
maaf ya guys akhir-akhir ini jarang up sebenarnya author lagi galau sebab jadwal sidang skripsi author belum keluar-keluar karena pandemi dan kampus juga jarang buka apalagi waktu nya sudah mepet. belum lagi orang-orang yang selalu menanyakan kapan wisuda membuat author jadi down. jadi novelnya terbengkalai, tapi akan di usahakan agar tetap up kok.