
saat jam istirahat telah tiba diandra mengikuti olivia dan fely menuju kantin, padahal diandra sangat enggan mengikuti mereka namun mau bagaimana lagi olivia dan fely memaksakan kehendak mereka yang tak bisa di bantah oleh diandra.
seperti biasa mereka memesan makan dan minuman yang bisa membuat mereka kenyang.
saat mereka sedang asik menyantap makanan dan bercanda gurau datanglah ranza dan danuar yang telah kembali mengantar bimo pulang kerumahnya karena sakit.
"eh dan gimana keadaan bimo " tanya olivia
"dia di antar ke rumah sakit karena demam nya tinggi, oh iya nanti pulang sekolah kita pengen jenguk dia kalian ikut nggak ?" tanya danuar
"iya kita ikut, lo juga kan ndra" tanya olivia
"em" ucap diandra singkat
"jadi ndra lo ikut nggak ?" tanya fely
"entarlah gua pikir-pikir dulu" jawab diandra
"ya udah nanti kita kumpul di parkiran aja gimana ?" ucap danuar
"sip dah laksanakan" ucap olivia
"ok deh" ucap danuar sambil mengelus kepala olivia
"wah kayaknya banyak nyamuk nih" ucap fely
"syirik aja lo makanya cari pacar sono hahaaa" timbal olivia yang membuat fely terdiam mendengar candaan sahabatnya
"lo jadi lo belum punya pacar fel, gimana kalau jadi pacar gua aja" ucap ranza dan ia mendapat pukulan bertubi-tubi dari fely
"denger ya kalau gua pacaran sama lo yang ada gua semakin nggak waras tahu nggak dengerin lo ngoceh mulu huhh" ucap fely
diandra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku teman-teman nya yang benar-benar memalukan menurut diandra karena saat ini mereka menjadi bahan sorotan banyak mata karena kegaduhan yang mereka buat.
"ndra lo ngapain sih diem-diem baek sakit ya lo" tanya ranza
"kalian berisik tahu nggak bikin malu aja" ucap diandra
"ya elah ndra lo kayak nggak tahu kita aja, biasa kita tuh emang kayak gini orangnya udah bawaan lahir ndra nggak bisa di ganggu gugat lagi udah kemauan alam kita begini" jelas ranza
"bahkan anak paud aja nggak seberisik kalian saat makan" ucap diandra dingin
"udah lah ndra harap maklum aja ye" ucap danuar
"auh ah gelap" ucap diandra
mereka kembali melanjutkan makan mereka sementara diandra memilih memakai headset di telinga nya dari pada ia harus mendengar ocehan mereka yang menurut diandra sangat tidak berfaedah.
waktu pun berlalu mereka masuk kelas masing-masing kemudian belajar. setelah beberapa jam kemudian jam telah menunjukkan waktu pulang. semua siswa satu persatu keluar kelas begitu juga dengan diandra yang sedang membereskan barang-barangnya ia hendak pulang.
"eh ndra lo ikutkan jenguk bimo di rumah sakit ? lo ikut ya ndra gua mohon kalau lo nggak ikut bisa-bisa gua jadi nyamuk lagi ngeliat danuar sama oliv" ucap fely
"gua...." sebelum diandra melanjutkan kalimatnya, perkataan nya terpotong karena ponselnya bergetar.
dret..dret...dret..."halo ada apa ?" diandra menjawab telepon itu
"...."
__ADS_1
"apa chih sial jadi mereka lolos lagi, nanti gua ke sana untuk sementara lo yang ngurusin semuanya" jawab diandra yang berbicara pada ponselnya
"...."
"emm okeh.." tut diandra menutup ponselnya
teman-temannya menatap heran pada diandra ia terlihat seperti orang sibuk yang membuat teman-temannya penasaran.
"siapa sih ndra, yang nelpon lo ?" tanya olivia penasaran
"bukan siapa-siapa kok, udah dulu ya gua cabut ada urusan" ucap diandra yang berlari meninggalkan mereka
"beb gimana dong, anak nya nggak ikut lagi" ucap fely pada olivia
"udah nggak apa-apa biar kita aja" jawab olivia
.
.
skip rumah sakit
saat ini bimo tengah terbaring lemah dengan infus yang menempel pada tangan. bimo juga di temani mamanya yang merasa khawatir dengan keadaan bimo.
"assalamu'alaikum.." ucap mereka bareng
"wa'alaikumsalam,, eh kalian ayo masuk, bimo nya lagi tidur setelah di beri obat penurun panas sama dokter tadi
"selamat sore tante, gimana bimo nya udah sadar tan ?" ucap ranza
"belum za, kayak nya dia udah tidur tadi sudah di kasih obat penurun panas oleh dokter" jawab mama bimo
"oh iya kalian sudah makan ?, kalau belum kalian makan aja dulu" kata mama bimo
"sudah kok tan, sebelum kesini tadi kita mampir makan dulu hehhe" ucap danuar
"oh iya dan, za dua gadis ini siapa ?, kok tante baru lihat" mama bimo penasaran
"oh iya tan kenalin ini olivia pacar nya danuar dan ini fely temannya olivia tan" kata danuar
"olivia tante" kata olivia sambil salaman begitu juga dengan fely
"oh gitu ya ya. kalian duduk di sini sebentar ya tante mau keluar sebentar mau ngurusin administrasi nya bimo" ucap mama bimo
"oh iya tan, biar kita yang nemenin bimo di sini tan" ucap danuar
"ya sudah titip bimo ya anak-anak" ucap mama bimo yang akan keluar dari ruang rawat itu
"siap tan, aman" ucap ranza
mendengar ada yang berisik membuat bimo terbangun dari tidurnya. ia berlahan membukakan matanya sambil melihat sekeliling nya ia melihat ada danuar dan yang lainnya disini.
"eh bim lo udah sadar, gimana kepala lo masih pusing nggak ?" tanya ranza perhatian
"emm udah lumayan sih abis di bawa tidur tadi" jawab bimo berlahan
"bim kok lo bisa pingsan sih ? malu-maluin banget lo jadi cowok masa cowok paling hits seorang bimo pingsan di sekolah terus di tolongin sama cewek lagi" ledek ranza
__ADS_1
"emang lo pikir gua mau apa pingsan kayak gitu, gua juga nggak tahu tiba-tiba kepala gua pusing abis itu gua nggak sadar apa yang terjadi selanjutnya" ucap bimo
"udah,, udah,, yang penting lo udah sadar sekarang, nih kita bawain buah buat lo. lo mau makan nggak biar gua potongin mumpung gua lagi baik hati" ucap danuar
"boleh tuh tolong bukain apel buat gua dan" kata bimo
"siap bos ku" kata danuar yang bersedia memotong apel untuk bimo
"eh liv, fel kalian kesini juga ?" tanya bimo
"iya bimo kita bedua kesini tadi di ajak sama danuar" jawab olivia.
"oh iya diandra nggak ikut ?, gua pengen ngucapin terimakasih karena udah bawa gua ke uks terus makasih karena udah nungguin gua tadi di uks" ucap bimo lemas
"oh diandra nggak ikut tadi dia bilang ada urusan jadi dia pulang duluan deh, santai aja anak nya cuek juga" ucap fely
"iya sih cuek banget malah" ucap bimo
di ruangan itu mereka mengobrol dan berbagi cerita untuk menghibur bimo yang lagi sakit. mereka berharap dengan ke datangan teman-temannya bimo menjadi cepat pulih.
"oh iya kalian tahu di mana rumah diandra biar nanti gua ke rumahnya sekalian ngucapin terimakasih" ucap bimo
"modus-modus" potong ranza
"apaan sih lo za," ucap bimo kesal
"sori bim kita nggak tahu rumah diandra di mana soalnya kita nggak pernah ke rumahnya selama ini" ucap olivia dan fely merasa heran mengapa olivia menyembunyikan keberadaan rumah diandra. namun fely hanya diam mungkin memang diandra yang tidak ingin orang lain tahu bahwa dia adalah anak orang kaya.
"iya kita nggak tahu bim, soalnya diandra itu tertutup banget orang nya" ucap fely
perkata fely dan olivia kemudian di angguki oleh bimo seakan faham karena diandra memang tertutup.
.
.
di sisi lain diandra telah berada di depan gudang yang baru saja terbakar.
"bagaimana keadaan para karyawan, apa ada yang terluka"
"ada beberapa yang terluka, namun pihak perusahaan tidak ingin bertanggung jawab. bahkan pihak perusahan meminta ganti rugi kepada karyawan dengan tuntutan kelalaian kerja"
"cari tahu sedetil-detilnya''
"baik...
.
.
.
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya
oh iya maaf up nya lama soalnya author sedang ada pekerjaan yang membuat authornya lembur tapi mulai sekarang di usahakan up tiap hari