Cold Heart

Cold Heart
bintang itu kamu


__ADS_3

“selamat dating nona” sambut bik Marni ketika melihat nona muda nya


itu dating


“nona, bapak dan ibu sudah menunggu nona di meja makan” ucap bik


Marni


“emm iya bik” ucap Diandra


“siang es batu…..”


"hus ana, kamu kok ngomongnya gitu sama adek sendiri" tegur oma


"hehhe maaf oma, tapi panggilan sayangku kepada adek tercinta ku ini memang es batu oma" jawab cendana dengan manja


"umur aja yang tua sikap masih aja kayak anak kecil kamu" kata mama


"hehehe, kalau engga ada ana engga rame ma" wajabnya


"ayo di, langsung makan aja" kata mama


"iya ma" jawab diandra cepat


"oh iya ma, gimana keadaan amanda ?" tanya steven


"iya seperti itulah masih belum stabil" jawab oma


"ana, nanti kamu temenin mama ya, jagain amanda soalnya malam ini adrew ada tugas. sementara om dan tante kamu belum pulang dari luar negeri" kata mama


"iya ma, cendana memang mau ke rumah sakit tadi adrew udah ngabarin kok" kata cendana


"ndra, nanti kamu keruang kerja papa ya" kata papa


"iya pa" jawab andra cepat


mereka pun melanjutkan makan malam mereka hingga selesai. setelah itu cidra mama diandra pergi ke rumah sakit bersama cendana yang di antar oleh beberapa orang pengawal.


tok..tok..tok.. diandra mengetuk pintu ruang kerja papa nya. setelah di persilahkan masuk diandra melangkahkan kaki nya ke dalam.


"ada apa pa ?" tanya diandra


"ini, coba kamu lihat ini baik-baik" kata papa sambil memberikan tablet yang berisikan vidio beberapa orang yang mencurigakan di kantor adrew


"papa sudah tahu" jawab diandra santai


"kamu juga sudah tahu di ?" tanya papa


"iya pa, dan kak adrew serta beberapa anak buahnya juga tahu. tapi kami punya rencana sendiri" kata diandra

__ADS_1


"di, papa tahu kemampuan mu. tapi bagaimana pun kamu tetap lah perempuan. papa tidak melarang kamu mengikuti misi ini tapi ini sangat berbahaya di. papa cuma mau kamu fokus pada sekolah mu" kata papa


"pa, ada hal yang harus andra pastikan setelah semuanya selesai andra akan turuti semua kata papa. tapi untuk saat ini papa boleh mengawasi andra dari jauh pa" kata diandra


" tapi di, ini sangat berbahaya" kata papa


"pa, sepertinya sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. kalau begitu andra ke kamar dulu pa" kata diandra yang berdiri kemudian keluar dari ruang papa nya


"huhh anak itu sungguh keras kepala. mirip siapa dia sampai sekeras dan sedingin itu" kata papa yang tak menyadari sifatnya sendiri


setelah mendengar sedikit ceramah dari papanya, diandra kembali ke kamar milik nya. ia kemudian membersihkan diri setelah itu mengerjakan tugas yang ada di buku sekolahnya.


diandra yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata membuat ia cepat memahami isi buku tersebut. bahkan hampir semua buku semester ini telah ia kerjakan. jadi di saat guru memberi tugas di kelas maka ia hanya tinggal santai dan tidur.


setelah selesai mengerjakan tugas diandra membuka laptop nya. ia ingin memeriksa data-data perusahan dan data butik milik kakaknya.


diandra melakukan hal itu karena ia tahu betul banyak sekali tikus kecil yang masih ingin menggerogoti perusahaan mereka.


tak jarang banyak hakcer handal yang mencoba menerobos. namun di hadang oleh diandra hingga mereka berbalik mendukung diandra.


malam sudah semakin larut diandra juga sudah merasa jika mata nya sudah ingin terpejam.


sebelum tidur diandra melihat keluar dari teras kamarnya. ia melihat banyak bintang malam ini. malam yang bersinar cerah di temani cahaya bulan sabit dan bintang-bintang bertaburan.


diandra tersenyum tak kala melihat satu bintang yang berada jauh dari yang lain. bintang itu terlihat sendiri namun ternyata diandra salah. ada bintang lain yang cahayanya mulai terlihat di samping bintang itu.


flashback on...


"ia kak dia sangat kasian" kata diandra


"kalau kamu merasa kasihan, baiklah biar kakak saja yang menemaninya bagaimana hem" kata cahaya


"kalau kak aya, ke sana aku sama siapa dong" kata diandra


"kamu di sini saja, kan kamu punya papa, mama, oma, kak adrew, amanda dan cendana" kata cahaya


"enggak mau ah. mereka itu ngeselin apa lagi amanda di ajak lari dikit udah pingsan apaan tuh lemah banget" kata diandra


"amanda bukan lemah dek, cuman dia enggak boleh lari sama dokter" kata cahaya


"iya sih" kata diandra


dan malam itu mereka terus memandangi langit yang indah hingga mereka di marahi oleh mama karena sudah tidur di halaman rumah.


flashback off..


"heh apa benar yang satu itu kamu kak ? kak aku sedikit lagi aku akan bertemu dengan orang itu. orang yang sudah membuat kakak pergi dari ku" gumam diandra


setelah puas memandang langit diandra kemudian tidur dengan pulas nya hingga pagi menjelang.

__ADS_1


.


.


tring....alarm diandra berbunyi pukul setengah enam pagi. seperti biasa diandra bergegas siap-siap kemudian berangkat sekolah.


hari ini ia tidak sarapan di rumah, ia membawa roti dengan selai coklat kesukaan nya. karena hari ini diandra berencana naik bus untuk berangkat ke sekolah.


saat ia berjalan dengan santai tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang sedang mengganggu seorang gadis.


namun diandra hanya melihat dari jauh. merasa bahwa gadis itu butuh pertolongan diandra mengambil batu kemudian mlempar pemuda tersebut hingga mereka lari ketakutan bak di kejar hantu.


"mbak besok-besok pakai baju yang pas jangan kesempitan" kata diandra pada gadis itu kemudian ia memberikan jaketnya pada gadis itu


"terimakasih" kata gadis itu


"kalau rumahnya masih dekat mending pulang ganti baju" kata diandra datar


"iya dek" ucap gadis itu


"heh udah kuliah tapi masih enggak bisa jaga diri" gumam diandra dalam hati


.


.


"pagi ndra," sapa olivia


"......" namun diandra masih santai dengan heandsfree yang melekat di telinga nya


" huh ni anak enggak berubah-ubah masih aja cuek" kata olivia


akhirnya mereka berjalan menuju kelas karena olivia yang dari tadi terus mengajak diandra mengobrol namun tak mendapat respon apa-apa dari diandra


sementara di tempat lain bimo terlihat murung karena dari tadi pagi ia menunggu diandra di parkiran mobil. namun orang yang di tunggu tak kunjung datang.


"kenapa muka lo bim, kayak orang enggak di kasih makan aja" kata ranza


"diem lo" jawab bimo kesal


"la lo kenapa bim ?" tanya danuar


"gua nunggu dia dari tadi tapi dianya enggak muncul-muncul" kata bimo dengan tatapan kosong


"dia, dia siapa bim" tanya ranza yang pura-pura tak tahu


"siapa lagi kalau bukan di...."


.

__ADS_1


.


Bersambung…….


__ADS_2