
"bimo sayang..."......
"lo, ngapain lo di sini lepasin gua" bimo berusaha melepaskan pelukan wanita itu
"bim aku kangen sama kamu, bim maaf atas semua nya bim" ...
"lepasin gua dasar lo orang gila" bimo melepaskan pelukan wanita itu dan langsung menggandeng diandra
"sory gua udah punya" kata bimo sambil memeluk diandra.
sontak diandra membulatkan mata nya merasa kesal. dan berakhir injakan kaki yang diandra berikan ke pada bimo.
"niana..?" kata ranza kesal
"mau ngapain lagi lo" kata danuar
bimo yang masih bertahan sambil memeluk diandra akhirnya. bugh..diandra menyiku dada bimo yang membuat bimo meringis kesakitan.
"sayang kamu nggak apa-apa, eh lo kurang ajar ya lo" kata niana mendorong diandra
"lo yang apa - apaan" kata bimo yang langsung menangkap diandra yang hampir terjatuh
"kamu nggak apa-apa kan ?" kata bimo
"maaf ya mbak, jangan salah faham saya dan dia nggak ada hubungan apa-apa kenal aj nggak" jawab diandra datar tanpa ekspresi di wajah nya
"oh..lo emang nggak pantes buat bimo ngerti lo" kata nania dengan nada tinggi.
saat niana ingin melepas topi milik diandra diandra pergi meninggalkan mereka. namun ia berhasil di cegat oleh niana dan topinya terjatuh. karena rambut diandra yang jadi berantakan niana tak dapat melihat wajah diandra.
"apaan sih nggak jelas" diandra memperbaiki topinya yang jatuh kemudian pergi tak memperdulikan mereka.
ia berjalan menuju sebuah toko papan skeatboard dan di ikuti teman-temannya.
"siang koh, papan ku udah ..?" kata diandra
"oh andra, udah bentar ya koko ambil dulu" kata penjaga toko
sementara penjual itu mengambil papan milik diandra, diandra memutuskan melihat-lihat papan yang terpajang begitu juga danuar dan ranza.
"ndra lo bisa main ini..?" tanya olivia
"nggak.." jawab diandra
"kalau nggak ngapain lo beli ?" tanya danuar
"bukan urusan lo" jawab diandra
"aelah ndra judes amat lo, jangan judes - judes ndra nanti nggak ada yang mau sama lo" kata ranza
"...." diandra masih sibuk melihat-lihat barang
"kalian kalau mau cari barang cari aja gua masih lama soalnya" kata diandra
"lah emang lo mau ngapain di sini ndra ?" tanya olivia
"gua masih ada urusan" kata diandra
"ya udah kita lihat-lihat baju dulu nanti kabarin ya ketemu dimana" kata fely
"eem.." diandra mengangguk
akhirnya olivia, fely, ranza, dan danuar memilih pergi. sementara bimo masih sibuk dengan nania yang terus mengganggunya
"ini ndra.." penjual itu memberikan barang yang diandra inginkan
"ko gua pengen nulis nama di papannya, nih gua bawa cat nya koh" diandra mengeluarkan barang yang di perlukan
"sini kita catin" kata penjaga toko
tak terasa sudah beberapa jam berlalu akhirnya diandra selesai juga ia membawa barangnya menuju mobil.
tringg..
" em halo kenapa" diandra mengangkat ponselnya
__ADS_1
"lo dimana kita tunggu di kafe vv tempat biasa"...
"ok gua antar barang gua dulu ke mobil"
"berat nggak kalau nggak berat bawa aja ndra kita udah laper banget nih, kalau lo ke mobil ke lamaan"..
"ok ok.. gua kesana"..
tempat makan
"gimana diandra di mana.." tanya Fely
"Lagi Otw anak nya" kata olivia
.
.
" tuh anaknya noh, " kata ranza
mereka melambaikan tangan kepada diandra dan diandra Pergi menuju mereka sambil menenteng Papan Skeatboard di tangan. para Laki-Laki Itu merasa heran dengan tingkah diandra disaat gadis lain sibuk mencari baju dan make up diandra malah menghabiskan waktunya hanya Untuk papan Skeatboard yang biasa nya hanya di lakukan oleh kaum adam saja.
"widih baru ndra" tanya ranza
"em"...
"gila ni cewek beda banget sama cewek lain" batin bimo
mereka makan dengan penuh canda tawa hanya di anda yang fokus pada Makanannya. setelah selesai makan mereka pergi ke tempat ke taman permainan di salah satu kota A. melihat diandra yang melajukan mobil bimo mengikuti mobil diandra dari belakang.
"ndra kita mau kemana ?" tanya fely
" gua pengen ngetes papan baru bentar" jawab diandra
"lo mau main ndra ?" tanya olivia dari belakang
"nggak bukan gua ada teman gua" kata diandra
mereka pun sampai di sana terdapat banyak orang-orang yang main skeatboard. mereka turun dari mobil dan mengikuti diandra mendatangi segerombolan anak laki-laki yang seumur dengan nya.
"woi..nih papan lo" kata diandra memberikan papan itu kepada lelaki itu
"lo datang juga,," kata lelaki itu
"nih" kata diandra
laki-laki itu mengambil papan dari tangan diandra. bimo yang melihat kejadian itu langsung cemberut.
"bim tumben lo disini, mana papan lo yuk main" laki-laki itu merangkul bimo mengajak nya untuk main
"lo kenal sama diandra ?" kata bimo
"dia,, dia yang udah ngerusak papan gua" kata seno
"oh lo temenan sama dia ?" kata bimo
"gua temenan sama dia jangan ngaco lo bim yang ada gua bakal jantungan kalau dekat dia karena terlalu dingin" kata seno
"maksud lo, ?" kata bimo
"lo lihat aja dia sedingin apa gua pernah satu smp sama dia dulu sama kayak olivia juga. dia orang yang paling irit bicara tahu nggak" kata seno
"manusia yang irit bicara" batin bimo sambil memandang diandra dengan intens sambil mengangguk-anggukan kepalanya
sementara olivia sibuk menyapa teman-teman satu smp nya dulu. diandra duduk di bangku ia bersiap memasang alat pengaman untuk main skeatboard sebentar. ia ingin mencoba papan yang ia pesan sejak lama.
"ndra lo bilang nggak mau main" kata olivia
"nggak nolak" diandra melajukan papannya meninggalkan olivia yang jauh
"andra keren....." teriak olivia dan fely
diandra sibuk main ia memang ahli dalam hal itu. sementara bimo hanya duduk diam memperhatikan diandra yang sedang main. dia begitu cantik di mata bimo.
"nih gua kasih pinjam lo kasian dari tadi ngliatin aja" kata seno
__ADS_1
"thanks ya sen" kata bimo
bimo yang kini bersiap-siap ingin main juga ia tak mau kalah dengan diandra. bimo mengikuti permainan diandra ia selalu berada di belakang diandra. diandra juga tidak mempermasalahkan itu.
tiba-tiba semua orang berkerumunan berpusat dimana fely dan lainnya berkumpul. melihat itu diandra dan bimo mendatangi tempat. di sana olivia sedang ribut dengan niana.
"oi apa-apaan sih lo" olivia yang terkejut mendapati pukulan yang mendarat di pipinya tanpa ia tahu
"dengar yo nggak boleh deket-deket sama bimo. bimo itu punya gua" niana mulai emosi
"eh lo gila ya" danuar memegang tangan niana yang hendak menampar wajah olivia
"lo yang gila, lo juga dan, lo sengaja kan pengaruhin bimo biar putus sama gua" kata niana
"loh kok gua sih, eh lo yang sadar diri. seharusnya lo nyadar apa yang buat bimo ninggalin lo" kata danuar
"udah-udah, lo juga na lo nggak malu apa nampar orang yang nggak tahu apa-apa" kata ranza
"dan satu lagi yang lo tampar itu cewek gua" danuar yang mulai emosi mendongak ke arah niana. mendengar itu niana langsung pucat pasi ia merasa malu telah melabrak gadis itu.
"apaan si ?" tanya diandra
"eh ndra itu oliv di tampar sama cewek yang gandeng-gandeng tangan bimo waktu di mall ndra" kata fely
"lo keterlaluan ya na gua kecewa sama lo" kata bimo
" bim gua..gua..." bukannya minta maaf niana malah menangis di tengah kerumunan
sementara danuar dan teman-teman mengajak olivia pergi dari sana. banyak yang berbisik-bisik mengenai niana.
"dasar nggak tahu malu"..
"tahu tuh datang-datang main tampar-tampar aja pasti di rumah nggak di ajar sopan santun tuh"..
"kalau gua sih amit-amit punya cewek kayak dia kayak anj**** aja" ..
niana hanya terdiam mendengar cibiran semua orang tentangnya. sementara olivia telah di ajak oleh danuar teman-teman duduk untuk menenangkan diri.
"nih" diandra menyodorkan es batu untuk mengompres wajah olivia yang memar karena tamparan gadis gila itu tadi.
"makasih ndra" danuar mengambil es kemudian mengompresnya ke wajah olivia
"au sakit" olivia meringis kesakitan pada wajah nya membuat danuar naik pitam dan ingin membalas perbuatan gadis gila itu. namun di cegah oleh fely dan ranza.
"gila cewek bim," kata olivia
"dia bukan cewek gua liv, bahkan gua nyesel kenal sama dia" kata bimo
"iya iya, bim untung lo cepat putus ama tu cewek" kata ranza
"ndra lo kenapa diam aja ?" kata bimo
"gua emang gua harus ngomong apa ?" kata diandra cuek
"wah ndra lo bisa ngomong juga ternyata" kata danuar
pletak...
"au sakit beb" kata danuar
"maksud kamu bilang gitu apa ? maksud kamu diandra bisu gitu" olivia menjitak kepala danuar
"iya lah mengingat diandra itu ngomong dikit banget paling dia bilang, nggak, iya, emmm, nggak tahu, bodo. gitu doang iya nggak bim" kata danuar sambil menyenggol bimo
"iya sih, " kata bimo
sementara diandra kembali ke mode cool kembali. ia tak memperdulikan perkataan mereka mengenai dirinya. diandra merapikan peralatan skeatboardnya kemudian meletaknya di mobil. dan berinisiatif pulang ke rumah sebelum itu ia mengambil beberapa keperluan yang ia butuhkan untuk papan skeatboard nya dari seno.
melihat interaksi diandra dengan bimo yang datar bimo mengetahui memang sifat dasar diandra benar orang yang dingin.
...
*bersambung...
happy reading ya reader
__ADS_1
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya