Cold Heart

Cold Heart
nggak capek apa ?


__ADS_3

setelah bel masuk kelas berbunyi semua murid masuk kelas. diandra masih tertidur di dalam kelas guru tidak menegurnya karena tidak mempan. lagi pula meskipun ia tertidur terus di dalam kelas, diandra mampu memahami pelajaran yang di sampaikan oleh guru.


guru masih menjelaskan pembelajaran mengenai pelajaran sistem periodik unsur atau spu.


"anak-anak kerjakan soal pada halaman 270 kemudian kumpul pada ibu setelah 50 menit. kemudian kita bahas bersama" perintah guru


"baik buk" jawab siswa bersamaan dengan wajah yang tak bersemangat


semua siswa sibuk mengerjakan tugas tapi diandra masih terhanyut dalam dunia bawah sadarnya.


"ndra,,ndra bangun kerjain tugas lu tu, bentar lagi mau di kumpul" kata olivia sambil menggoyang-goyangkan tubuh diandra namu tak di perdulikan oleh diandra


"aish nih anak masih aja molor kebo-kebo" kata fely sambil menggeleng kan kepalanya


"udah lah biarin aja, cepet kerjain kalau kita selesai biar dia nyontek aja" ucap olivia dengan bangganya


"iya iya deh, emang lo jago kimia ?" tanya fely


"nggak hehheee" jawab olivia


"hadehhh" fely menepuk keningnya pasrah


siswa kelas itu masih serius mengerjakan tugas setelah 30 menit kemudian diandra terbangun.


"emm,, udah jam berapa sekarang ?" diandra berlahan membuka matanya sambil mencari keberadaan ponselnya


"diandra tugas mu sudah selesai ?" tanya guru yang melihat diandra telah bangun dari tidurnya


"tugas?" tanya diandra bingung


"iya tugas ini" bisik olivia sambil menunjuk halaman yang di suruh


"oh, sudah buk" jawab diandra


mendengar jawaban diandra seluruh siswa tercengang bagaimana bisa diandra yang sedari tadi tertidur telah selesai mengerjakan tugas itu ?, begitulah kira-kira yang di pikirkan guru terhadap diandra


"kalau selesai kumpulkan sekarang" ucap guru


diandra maju mengantarkan tugasnya yang telah selesai. kemudian guru memeriksa tugas yang diandra kerjakan. dan betapa terkejutnya saat guru melihat bahwa semua perintah yang ada dalam buku tersebut telah di kerjakan secara sempurna.


"buk saya mengerjakaannya di rumah tidak masalahkan asal selesai benarkan buk ?" tanya diandra dengan suara pelan


"apakan semua ini kamu yang mengerjakannya ?" tanya guru tak percaya


"emm iya buk, jika ibu tidak percaya saya bisa buktikan pada ibu dengan mengerjakan ini semua di depan ibu" kata diandra


"baiklah setelah istirahat ini kamu ke ruang ibu" ucap guru


"baik bu, sebelumnya saya permisi ke toilet untuk cuci muka bu" kata diandra

__ADS_1


"ia silahkan" kata guru


"terimakasih bu" ucap diandra yang pergi meninggalkan kelas


setelah merasa lumayan segar diandra kembali ke kelasnya di tengah perjalanan ia mendengar ada keributan di salah satu ruangan di sana. ia mendengar suara beberapa siswa yang sedang memaki seseorang.


untung diandra melihat ada guru di depan sana, diandra mencoba memanghil dan mengalihkan perhatian guru tersebut pada orang yang sedang melakukan perundungan dengan harapan mereka bisa berhenti. namun ia tidak ingin orang yang membuli itu mengetahui bahwa ia sedang melapor.


saat ingin memanggil guru diandra mendengar keributan itu semakin menjadi ia mencari cara yang tepat agar guru itu ke sana.


di dalam ruang olah raga


.


.


"sa sa saya kan siswa di sini juga"..


"wahhh lo udah berani ngejawab gua sekarang?..


"denger-denger kemaren lo hampir mati betulkah ?"..


"bu bukan itu maksud saya, saya bukan melawan nona fay, saya hanya" belum sempat ia melanjutkan ucapannya fay langsung menuangkan saos sambal ke dalam mulutnya


"mulut lo pedas juga ya, nih biar tambah pedas" fay menuangkannya tanpa ampun


"ampun nona, ampun hiks...hiks...hiks.." ucap gadis itu sambil menangis


"ta..ta..tapi nona saya tidak bisa keluar dari sekolah ini" ucap gadis dengan tangisan tersedu-sedu


"oke kalau gitu la harus tanggung sendiri akibatnya" ucap fay dengan mengangkat alis mata nya sebelah


"guys tunggu apa lagi ayo kita buat dia senang ha ha ha ha" ucap fay sambil mengajak teman-temannya membuli gadis tersebut


mereka semakin menjadi-jadi mereka menyiram gadis tersebut dengan saos sambal dan minuman es. sehingga gadis tersebut menjadi basah kuyup ia juga menangis.


"semoga ada orang yang baik hati yang bisa menolongku" batin gadis itu


"hu uuuuhuuu, ampun nona fay ampun hiks hiks"


"kok kayak suara zeria sih ? apa gua salah dengar ya ?" batin diandra sambil melintasi lorog sekolah ia mendengar ada yang menangis di dalam gudang peralatan olah raga tersebut


"tapi masa sih ria yang di buli lagi," batin diandra


karena merasa penasaran diandra mengintip lewat jendela dan ternya benar dugaan nya bahwa zeria sedang di buli lagi oleh fay dan teman-temannya.


"huhh tu anak lagi, kayaknya dia hobi di buli deh ?, mereka juga ngapain ngebuli gadis yang lemah kayak gitu emang nggak ada kerjaan lain apa? apa coba untungnya di melakukan pembulian ?" nggak capek apa ngebuli terus, gua penasaran apa yang mereka dapat dengan membuli orang yang terlihat lebih lemah" gumam diandra


diandra pelan

__ADS_1


"buk sinta tunggu" teriak diandra dengan keras agar orang yang di dalam gudang mendengar


"ia diandra kamu manggil ibu ?" tanya sinta


"eh iya bu, tadi pak damar minta tolong saya buat ngambil bola basket di dalam tapi pintunya terkunci" ucap diandra


"oh kebetulan ibu uga mau ke ruang olah raga untuk mengambil sesuatu, mari " ucap sinta


mendengar hal itu fay dan teman-temannya langsung kabur lewat pintu yang berada di sisi lain.


"fay kabur yok itu suara ibu sinta sepertinya"


"ah sial ngapain sih tuh guru pakai acara kesini juga" ucap fay dengan nada marah


" udah lah fay lagian nih anak udah pingsan juga"


"cepat-cepat lewat sini"


krekkk " bu, siapa itu" saat diandra dan ibu guru sinta masuk mereka terkejut melihat keadaan zeria yang sangat menyediahkan.


"zeria, zeria kamu kenapa ?" kata sinta dengan wajah panik


"bu, gimana ini ?" tanya diandra


"kamu ambil seragam yang baru, kita ganti dulu baju nya" ucap sinta


" baik bu, saya ambilkan" diandra berlari keruang seragam sekolah kemudian ia berikan pada sinta


"bu, siapa yang melakukan hal ini ?" tanya diandra setelah mereka mengganti baju zeria


"entahlah ibu juga tidak tahu di, dari dulu sangat banyak siswa yang di buli seperti ini, dulu ibu pikir pelakunya hanya anggota geng aorura saja tapi setelah aorura pindah sekolah ternyata kasus ini masih saja ada" jelas sinta


"tapi bu, apakah di ruang ini tidak ada cctv ?" tanya diandra


"tidak ada di, ruangan ini juga berfungsi sebagai tempat ganti baju siswi jiga ruang loker kalian sedang di bersihkan jadi pihak sekolah memang sengaja di memasang cctv di ruang ini" ucap sinta


"emm iya juga sih bu, kalau di sini di pasangkan cctv juga akan jadi masalah" sambung diandra


"di, nanti kita bicarakan hal ini lagi, sebaiknya kita bawa zey ke uks terlebih dahulu agar di periksa suster" ucap sinta


"iya bu, mari" jawab diandra


mereka membawa zeria ke uks ibu sinta bertugas menjaga zeria sementara diandra kembali ke kelas.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo

__ADS_1


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2