Cold Heart

Cold Heart
penyelamat dalam diam


__ADS_3

zeria yang tak yang tak bisa melakukan apa-apa ia merasa sangat lemah karena mendapatkan beberapa pukulan dari penjahat itu.ditambah lagi pukulan dari fay di sekolah tadi.


"boss ada kucing kecil yang berani masuk bos" kata salah satu anak buah preman


"bawa kemari"


"mana, ah cuman seekor kucing sana buang kucing ini keluar"


bugh..bugh diandra menghajar beberapa penjahat itu sendirian. dan salah satu penjahat melepaskan tembakan ke arah diandra. dan diandra mengelaknya ia bersembunyi di balik kayu-kayu itu.


dorr..suara tembakan yang membuat zeria terbangun. dan penjahat itu tinggal tiga orang lagi. diandra berjalan dengan anggun menuju penjahat itu.


melihat itu zeria langsung melakukan pemberentokan namun di pegang oleh satu penjahat lainnya.


"siapa kamu ?"


"lepaskan gadis itu"


"jika kami tak mau kau mau apa ?"


diandra sudah mendongakkan pistolnya ke arah bos penjahat.


"coba saja, satu tembakan yang kau keluarkan satu tembakan juga yang akan di dapat kan temanmu ini. bagaimana setimpal bukan"


"hehh berapa yang bos lo bayar buat menangkap teman gua, gimana kalau gua bayar lo semua tiga kali lipat" kata diandra


"gadis kecil sepertimu tak tahu bahasa menghormati orang tua ya, jaga sopan santun mu nona"


"tunggu apa lagi cepat hajar gadis kecil ini"


"ayo kita bertarung maju satu persatu atau bersamaan juga tak masalah" kata diandra dengan santai


"huh serang gadis itu" perintah bos penjahat kepada dua anak buahnya


diandra dengan sikap waspadanya yang bersiap menerima serangan lawan. bugh lawan sudah mulai menyerang namun dapat di tangkas oleh diandra.


satu laki-laki menyerang dari belakang dan satunya lagi menyerang dari depan. diandra sudah mulai kewalahan menerima serangan dari mereka.


"cuih..sial, kalian sendiri yang memintanya bukan" diandra mengusap pinggir bibirnya yang kembali berdarah


bugh bugh bugh diandra menyerang mereka berdua tanpa ampun. akhirnya kedua orang itu terkapar tak berdaya. sekarang diandra menatap bos penjahat yang sedang menyekap zeria.


"jangan mendekat, jika tidak gua bakal pecahin kepala teman lo"


"coba aja kalau berani, jika kepalanya pecah maka gua sendiri yang bakal buat lo lebih ingin mati dari pada hidup" ucap diandra dengan aura menghitamnya.


diandra semakin mendekat ke arah penjahat itu. langkah kaki diandra terus maju ke depan ia tak memperdulikan ancaman si penjahat.


tap diandra langsung memegang ujung pistol yang di todong penjahat itu kepadanya.


"ayo tembak, gua beri lo kesempatan nembak gua lima detik di mulai dari sekarang. lima, empat, tiga, dua, satu" krak pistol itu berceceran di lantai karena diandra telah membongkar pistol itu dengan satu jarinya.


"maaf anda terlalu lama menekan pelatuknya, ternyata lima detik terlalu lama untuk anda melepas pelatuknya huhh, anda belum tahu siapa yang menjadi musuh anda ?" diandra langsung menyergap penjahat namun ia melawan dan akhirnya terjadi perkalian.


dan diandra terlempar oleh bos penjahat itu namun sepertinya diandra masih bisa bertahan dengan terpaksa diandra melepaskan sebuah tembakan tepat di kaki kiri laki-laki itu yang membuat nya tak bisa berjalan akhirnya laki-laki itu kalah.


dengan cepat diandra melepaskan ikatan yang terikat pada zeria. sementara zeria yang sedari terus menangis karena ketakutan.


"lo nggak apa-apa ?" tanya diandra tanpa ekspresi


"hik hik hiks.." gadis itu menggeleng sambil menangis tersedu-sedu ia merasa syok dengan kejadian ini

__ADS_1


sementara itu zahra dan dilry menunggu kabar dari diandra dari dalam mobil


"mas bagai mana ini sudah hampir satu jam nona diandra tida ada kabar mas" zahra yang merasa panik tidak bisa diam ia sangat cemas pada adiknya


dorrr suara tembakan terdengar dari dalam gudang


"mas apa itu" zahra sambil menangis


"za, kamu tenang kita tak boleh gegabah"


"tapi mas..." sebelum zahra melanjutkan perkataannya terlihat dari jauh diandra sedang memopong zeria berjalan.


"za, lihat itu zeria dan nona diandra" kata kak dirly ke pada istrinya


"mana mas"


"itu mereka di sana" tunjuk dirly


melihat dua orang gadis yang memakai baju seragam sma yang berjalan tertatih-tatih. zahra langsung mendekati mereka berdua dan membantu diandra memopong zeria.


"dek, kamu tidak apa-apa ?" zahra sambil memeriksa zeria


"nggak kok kak, aku nggak apa-apa cuman ada bekas luka memar di wajah dan siku ku kak" jawab zeria


"untunglah kamu tidak apa-apa dek, oh iya nona bagaimana ?" kata dirly


"emm nggak apa-apa kok kak, cuman ada sedikit luka kecil bukan masalah kok. oh iya kak kalian bawa zeria ke mobil dulu aku masih ada urusan sebentar" kata diandra


"tapi non, kita harus melaporkan kejadian ini pada polisi non" ucap dirly


"nggak bisa kak, jika kita melaporkan pada polisi. bukannya mendapat hukuman malah mereka akan langsung bebas kak. kakak serahkan mereka pada ku. biar aku yang urus kak" ucap diandra yang langsung di angguki oleh dirly dan zahra.


dirly dan zahra membawa zeria ke dalam mobil dan langsung memberi tahu orang rumah bahwa zeria telah selamat dengan aman tanpa kurang satu apa pun


"baik, sekarang dimana ?" jawab orang itu


"gua udah kirim alamatnya, cepat datang kurang dari dua puluh menit dari sekarang"


"baik kami ke sana sekarang bos"


"emm" tutt diandra memutuskan sambungan ponselnya dengan orang itu.


setelah 30 menit akhirnya orang suruhan diandra tiba. mereka melihat ada mobil dirly yang terparkir di sana.


"dirly, nagapain kamu di sini ?, mana nona" kata salah satu orang yang turun dari mobil


"iya tuan, nona menyelamatkan adik ipar saya. sekarang nona masih di sana" dirly menunjuk sebuah gudang


"kalian bawa mereka ke mobil" para orang suruhan diandra membawa satu persatu dari penjahat itu masuk kedalam mobil


"nona apa anda tidak apa-apa ?" tanya salah satu dari mereka


"emm gua nggak apa kok, bawa mereka ke tempat biasa. nanti gua ke sana ada yang harus gua urus dengan mereka. dengar jangan sampai mereka kabur"


"baik nona andra, tapi apa tuan besar tahu apa yang anda terjadi pada nona andra dan teman nona ?"


"jangan sampai mama, dan papa tahu soal ini. gua udah punya rencana sendiri untuk mereka"


"baik nona, kalau begitu kami undur diri dulu"


"emm, mana seragam yang gua minta" diandra mengambil seragam itu dan membrikannya pada zeria. ia tahu zeria tidak mungkin mampu membeli seragam sekolah lagi dengan kondisi keuangan mereka yang tidak mendukung

__ADS_1


"nih buat lo" kata diandra sembil memberikan seragam pada zeria


"em terimasih" ucap zeria yang masih gemetar karena syik


"kalau begitu kami pergi dulu nona, dir, gua cabut ya"


"iya, sekali terimakasih ya" ucap kak dirly


"kak dirly apakah aku boleh ikut dengan kalian ada beberapa hal yang harus aku bicara dengan kalian semua"


sesampainya di rumah zeria bunda langsung menangis sekaligus senang bahwa putri nya selamat,


"nona mari makan" ajak bunda


"nggak usah panggil nona bun, panggil andra saja" kata diandra sambil tersenyum


"kenalin aku zeria" zeria mengulurkan tangan nya kepada diandra


"emm diandra, panggil saja andra" diandra menyebut jabatan tangan zeria dengan senyuman tulus


" kamu kan yang dari kemaren udah nolongin aku"


"udah santai aja, lagi pula gua nggak suka ada kekerasan di sekolah"


"iya, bun diandra ini yang ria bilang penyelamat dalam diam bun"


"apaan sih biasa aja"


stelah makan diandra menjelaskan rencananya kepada mereka dan mereka mengerti.


setelah menjelaskan rencana nya diandra memutuskan untuk pulang ke rumah.


skip rumah diandra..


"darimana ndra ?"


"malam ma, pa" diandra yang tersenyum paksa pada kedua orang tuanya


"kenapa muka kamu, sini mama lihat kamu berantem lagi, sama siapa preman apa penjahat?


"itu mah, andra mandi dulu nanti andra turun lagi yah"


" cepat mandi kemudian turun biar mama obati luka mu itu"


"siap buk boss"


.


.


.


"auu au sakit ma pelan dikit au..au..


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2