Cold Heart

Cold Heart
masih belum di baca


__ADS_3

“bagaiman apa ada informasi tentang obat untuk Amanda” Tanya


diandra


“sudah nona, obat itu akan di kirim oleh pusat penelitian


clarison” kata Ren yang merupakan salah satu anak buah diandra yang terpercaya.


“apa mereka sudah menyiapkan semua nya, dan jangan sampai


orang lain tahu bahwa obat itu sudah selesai. Dan kirin juga mata-mata kita


agar mereka dapat mengawasi orang-orang sekitar” ucap diandra


“saya sudah mengirimkan beberapa orang kita untuk mengawasi


mereka. Namun ada masalah nona. Em itu sepertinya kelompok mafia Elang masih


mengincar chip yang di miliki oleh clarison grup” jelas ren


“iya saya tahu, untuk sementara kita tidak usah menghiraukan


chip itu terlebih dahulu. Fokus dulu pada kesehatan Amanda, jika kesehatan Amanda


mulai membaik maka saya dan kak adrew bisa berkonsentrasi pada masalah itu”


kata diandra


“iya baik nona” jawab ren


“ren, meskipun saat ini kita fokus pada kondisi Amanda, kita


juga tidak boleh lengah oleh mereka. Apalagi mereka juga mulai mengancam salah


satu keluarga clarison dan perusahaan papa. Saya yakin semua nya ulah orang


yang sama” kata diandra


“nona apakah teman-teman nona tahu bahwa nindy adalah target


mereka nona” Tanya ren


“seperti nya tidak ren, karena pada saat ini mereka tidak


langsung membawa nindy pergi. Atau juga mereka ingin memperingati ayahnya bahwa


jangan main-main dengan mereka. Inti nya dalam kasus ini apa pun bisa terjadi,


maka dari itu kita harus mempersiapkan diri dari segala hal baik itu yang


menguntungkan atau pun sesuatu yang buruk” kata diandra


“iya nona saya mengerti” ucap ren


“sekarang kamu bantu kak adrew untuk mencari bukti dari


kasus yang dia ambil. Saya akan pulang terlebih dahulu. Jika ada yang ingin kau


tanyakan hubungi saya mengerti ?” ucap diandra


“baik nona” ucap ren


Setelah urusan nya selesai diandra memutuskan untuk pulang,


di perjalan ia hanya fokus pada jalan. Ia berharap bisa menyelesaikan semua


dengan baik agar kejadian lalu tak terulang.


Seperti hari kemarin diandra masih menginap di apartemen


milik nya. Setelah sampai, ia langsung membersihkan diri. Hari ini ia tidak


masak karena ia merasa masih kenyang karena tadi sore ia makan di rumah bimo.


Sebelum melanjutkan tugasnya diandra memutuskan untuk


berbaring sejenak di ranjang milik nya samba menatap ponsel miliknya.


Ia melihat banyak pesan yang masuk ke dalam ponsel milik nya.


Tring suara ponselnya kembali berbunyi, diandra melihat pesan dari bimo.


“hai udah sampai belum” pesan bimo


“udah” balas diandra


“syukurlah kalau gitu, besok mau berangkat sekolah bareng


nggak” Tanya bimo lagi

__ADS_1


“gua nggak sekolah


besok” jawab diandra


“loh kenapa kamu sakit ?” balas bimo


“justru sebaliknya, cuman


orang sakit yang sekolah besok.


atau sekolah nya


yang terlalu rajin” balas diandra


“maksud lo ?” Tanya bimo


“nih orang oo* apa pura-pura oo*. Ah bodoh amat gua


tidur aja dari pada ngelayanin chat orang bloon kayak dia” gumam diandra


“hei kok nggak dib alas ? “ Tanya bimo lagi


“besok sabtu kelas


gua libur” jawab diandra


Setelah membalas chat bimo yang menurut nya sangat bodo* itu


diandra memejamkan mata nya sejenak.


.


.


.


“argh…..bodoh  bimo bodoh


ahkkkrrrr kok bisa sih gua lupa kalau besok libur. Pasti diandra mikir gua


enggak jelas nih” erang bimo frustasi karena merasa diri nya benar –benar bodoh


“gua lupa ndra kalau besok libur” chat bimo


“kok belum di baca-baca ya sama dia?” kata bimo penasaran


Bimo masih setia menunggu balasan dari diandra yang tak


cuek mintak ampun.


Kali ini bimo benar-benar seperti orang gila, ia


uring-uringan sendiri dikamar nya. Karena belum mendapatkan balasan dari


diandra. Bimo memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai siswa sma.


Tak terasa tugas yang di kerjakan bimo selesai. Namun chat


nya untuk diandra tak dapat balasan, jangankan balasan di baca pun tidak.


“huh bahkan dia tidak membaca pesan ku kali ini” gumam bimo


Karena tak mendapat apa yang ia tunggu akhirnya bimo larut


dalam kantuknya dan membaringkan diri nya di ranjang king size miliknya.


Berharap ia bisa memimpikan gadis pujaan hati.


.


.


.


Pagi menyambut dengan indah bimo mengerjap kan matanya untuk


menetralkan otaknya yang masih loading. Ia meraba-raba di nakas di samping


tempat tidurnya untuk mencari keberadaan ponselnya.


“masih belum di baca” lirih bimo


Akhirnya bimo memutuskan untuk mandi, setelah mandi ia


memakai pakaian santai kaos putih, celana batas lutut dan sandal jepit khas


rumahan.


“pagi pa, ma” sapa bimo

__ADS_1


“pagi bim, gimana tidurmu nyenyak ?” Tanya siren pada putra


satu-satunya itu


“em lumayan mam” jawab bimo lesu


“kok lesu sih boy ?” Tanya pramudia papa bimo


“cuman masih ngantuk aja pa, kalau nggak di paksakan bangun


pasti aku bangun nya tengah hari hehehee” jawab bimo cekikikan


“dasar kamu” kata papa


“oh iya hari ini ada acara apa pa?, kalau papa sama mama


nggak ngajak bimo kemana-mana bimo mau nginep di rumah danuar mala mini pa. apa


boleh ?” kata bimo


“boleh lah, paling papa, sama mama kamu mau pergi ke pesta


pernikahan anak rekan papa. Kalau kamu enggak mau ikut juga enggak apa-apa bim.


Kamu boleh nginep di rumah danuar tapi ingat jangan ketangkep polisi kalau


kalian lagi nya** atau apa hahahaa”kata papa sambil tertawa


“nggak lah pa, bimo nggak ada niat buat nyentuh barang haram


itu. Jangankan itu rokok aja bimo enggak bisa. Anak papa ini anak rumahan yang


taat akan agama dan orang tua hehhhee….ia nggak ma ?” kata bimo bangga akan


dirinya


“iya..iya..sudah cepat makan sarapan nya nati lanjut lagi


ngobrolnya. Oh iya  bim, kapan-kapan kamu


ajak lagi ya teman kamu yang kemarin ke rumah. Nama nya diandra kan cantik


heheheh..” ucap mama


“ma, tadi bilang jangan ngobrol  kalau lagi makan” jawab bimo


Akhirnya mereka menghabiskan sarapan mereka pagi itu dengan


hikmat dan sedikit canda tawa terselip di sana sebagai pelengkap bumbu harmonis


nya keluarga pramudia wijaya.


Setelah selesai makan bimo memilih duduk di halaman bunga samping


rumah, dengan di temani the hangat dan suara music santai.


Bimo duduk di ayunan tersebut sambil memandang langit pagi


yang cerah. Namun tak secerah hatinya ia masih menunggu kabar dari diandra.


“telpon aja bim kalau kangen” kata mama


“hemm mama,telpon siapa ma. Mau kangen sama siapa juga kedua


orang tercinta ada di depan mata hehehe” kata bimo menggoda mama nya


“ emmmm gimana kalau diandra” kata mama


“mama enggak arisan hari ini” kata bimo


“kamu ngusir mama” kata mama


“bim kok mama kayak nya pernah ketemu diandra tapi dimana ya


?, mama lupa tempat nya dan kapan ketemu nya” kata mama


“mungkin pas-pasan di jalan atau anak teman arisan mama


heheheee” ucap bimo meninggalkan mama nya ke kamar


“iya kali ya,eh bimo kamu ya ninggalin mama nya sendirian


lagi dasar anak siapa sih” kata mama marah


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2