
akhir nya mobil yang di kendarai bimo memasuki mansion besar. bimo memarkirkan mobil milik diandra di depan rumah.
"yuk turun mampir dulu" ucap bimo
"nggak usah gua langsung aja" kata diandra
"nggak mau makan dulu sekarang nyokap gua pasti udah masak makan siang" kata bimo
"nggak usah gua langsung aja" kata diandra yang turun bermaksud mengganti posisi menjadi pengemudi
"ya udah kalau gitu, lo hati-hati di jalan kabarin gua kalau udah sampai" ucap bimo
saat diandra ingin masuk ke mobilnya tiba-tiba mama bimo keluar dari dalam rumah. dan melihat anak nya yang sedang bersama dengan seorang gadis cantik
"eh bimo udah pulang, kamu pasti diandra iya kan. mau kemana ayo masuk dulu ke betulan sekali tante udah masak kamu makan dulu. ayo masuk" kata mama bimo sambil merangkul diandra dan sedikit paksaan agar diandra masuk
"emm makasih tante, tapi aku langsung pulang aja" ucap diandra
"nggak-nggak pokok nya kamu masuk dulu makan, setelah itu baru pulang oke" kata mama bimo
bimo menggaruk tengkuk nya sambil tersenyum kecil melihat diandra yang tak berkutik oleh tingkah laku mama nya. sementara diandra melihat sekilas ke arah bimo.
bimo melambaikan tangan dengan artian masuk aja. diandra yang pasrah hanya mengikuti kemauan mama bimo.
"ndra gua ke atas dulu ya, ganti baju lo sama nyokap dulu. ma titip diandra dulu" kata bimo menuju tangga
"tenang mama jagain kok" jawab mama bimo
"eh sayang rumah kamu di mana ?" tanya mama bimo
"diandra tinggal di apartement tante" kata diandra
"sama siapa ?" tanya beliau lagi
"sendiri tante" kata diandra
"loh kok sendiri, anak gadis cantik nggak boleh tinggal sendirian loh" ucap mama bimo
"emm lebih tepat nya diandra di apartemen kadang-kadang sih tan, kalau rumah orang tua di perumahan xx" kata diandra
"loh dekat dong dari sini, tante juga sering lo main ke sana sama bimo" kata beliau
"kemana tante ?" kata diandra
"ke.."
"maff buk makanan sudah siap" ucap bibik
"ayo kita makan" ajak mama bimo
__ADS_1
"iya" ucap diandra sopan
tak lama kemudian bimo sudah berada di antara mereka.
"bimo ayo cepat kenapa lama sekali" kata mamanya
"iya ma" kata bimo sambil duduk di samping diandra
"eh ayo di makan diandra, jangan sungkan anggap aja rumah sendiri" kata mama bimo yang memberikan nasi dan lauk pada diandra dan diandra hanya tersenyum menerimanya tanpa banyak bicara
"iya tante" kata diandra canggung
selama makan mereka mama bimo bertanya tentang banyak hal pada gadis cantik itu. tentang bagaimana kelakuan bimo di sekolah bagaimana sikap bimo terhadap gadis-gadis yang membuat diandra sedikit kesulitan menjawab nya.
hal ini di karenakan diandra tidak begitu dekat dan tidak terlalu perduli dengan orang sekitar. iya memang seperti itu lah diandra ia hanya berangkat kemudian pulang sekolah. masa sekolah yang monoton tak ada warna mungkin.
"setelah makan kita ngobrol dulu yuk di teras samping. diandra suka bunga nggak ?, tante suka banget loh sama bunga. tante mau nunjukin sedikit kebun bunga kecil yang tante rawat. diandra mau kan lihat" kata mama bimo setelah mereka selesai makan
"emm tante kayak nya diandra.."
"sudah ayo kamu pasti senang ayo" ucap mama bimo yang menarik tangan diandra agar menuruti nya
"bik, tolong bawakan makan ringan dan minuman ya ke samping" kata mama bimo
"ma,,, kasian diandra nya di tarik-tarik kayak gitu ma" kata bimo dengan wajah memelas
"aduh maaf ya di, tante kelepasan habis nya tante gemes banget sama kamu, pengen deh punya anak perempuan kayak kamu" kata mama bimo
setelah puas bercerita tentang kebun bunga nya mama bimo mengajak diandra duduk di saung dekat dengan kolam ikan di samping nya. mereka beristirahat sejenak sambil memakan kue dan minuman yang di bawakan oleh bibik.
"uhh diandra gemes deh" kata mama bimo sambil mengunyel-nguyel pipi diandra
diandra sesekali melihat kearah bimo, dan bimo merasa kasihan pada diandra atas sikap mama nya.
"di," panggil mama bimo
"iya tante" jawab diandra
"di, kamu mau nggak jadi anak tante. jadi adik nya bimo mau nggak" kata mama bimo
uhhukk...uhhukkk " ma, mama ngomong apa sih" ucap bimo kesal
"adik apaan kita tuh cuman beda beberapa bulan ma, mana ada adik kakak beda beberapa bulan" lanjut bimo
"loh kok kamu marah ?" kata mama bimo
"ma, mama boleh nganggep diandra anak, tapi bukan sebagai adik bimo ma" kata bimo
"enak aja di suruh jadi kakak, gua mau nya jadi suami. ahh mama ada - ada aja. jangan sampai setelah ini diandra ngamuk sama gua. bisa ****** gua mana deketin nya susah kali. uhh mama jangan mempersulit anak mu ini ma" batin bimo
__ADS_1
"eh ndra omongan mama jangan di pikirin ya" kata bimo
"eeem" diandra mengangguk
"maaf tante kayak nya diandra harus pulang tan, hari juga udah sore" kata diandra sambil berdiri
"yahhh kok pulang sih sayang, nanti aja pulang nya" kata mama bimo
"ma ini udah sore kasian nanti diandra pulang nya malem. kalau ada apa-apa gimana ?" kata mama
"emm ya sudah kalau begitu, ayo tante antar ke depan" kata mama bimo
mereka pun berjalan ke depan, saat sampai di depan rumah kebetulan papa bimo sudah pulang kerja.
"ehh ada tamu" kata papa bimo
"eh papa udah pulang, kenalin pa diandra temen bimo" ucap bimo dan diandra pun salim pada tuan pramudia
"diandra om, kalau begitu diandra pamit dulu om, tante mari" ucap diandra
"loh kok pulang" kata papa bimo
"saya sudah lama main nya om, udah di kasih makan juga sama tante. ini udah sore jadi saya pamit dulu om tante. mari" ucap diandra setelah pamit dan masuk ke dalam mobil nya
diandra menurunkan kaca mobil nya sambil mengangguk pamit. dan menjalankan mobil putih milik nya.
"BESOK-BESOK KESINI LAGI YA" teriak mama bimo dan di balas dengan suara klakson mobil diandra
setelah mobil diandra sudah hilang dari pandangan mereka pun masuk ke dalam rumah. mama bimo merasa heran ada apa dengan wajah anak nya yang terlihat kesal pada nya.
"kamu kenapa bim, bukan nya seneng ada teman main ke rumah. malah ngusir-ngusir suruh dia cepat pulang" ucap mama ketus
"ma, mama ngapain sih bilang ke diandra mau jadiin dia adik aku. ma aku nggak mau dia jadi adik ku ma. kalau dia jadi adikku terus aku pacaran terus nikah nya sama siapa mama" jawab bimo
"lahhh kamu suka diandra rupa nya" kata mama dan di tertawai oleh papa nya
"tahu aaa mama nggak ada peka-peka nya" jawab bimo sambil melangkah menuju kamar milik nya
"huhhh jangan sampai diandra marah sama gua, karena ucapan gua tadi" gumam bimo sambil menatap langit-langit kamar milik nya
.
.
.
bersambung...
happy reading all
__ADS_1
jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat