Cold Heart

Cold Heart
dia lagi


__ADS_3

pagi itu seperti biasa diandra sudah siap dengan seragam sekolah nya. setelah siap ia turun untuk bergabung dengan keluarga nya yang tengah sarapan.


"pagi semua" sapa diandra


"pagi sayang, ini nasi goreng kamu mau nggak ?" tanya mama


"aku roti sama susu aja ma" jawab diandra


"dek kamu masih mau naik bus ?" tanya papa


"emmm kayak nya pakai mobi pa" kata diandra


"tumben kamu mau pakai mobil" kata cendana


"pa, ma dua hari ini aku tidur apartemen ya pa, ma soalnya ada yang harus andra kerjakan" kata diandra sambil mengunyah roti nya


"sayang...." kata mama


"ya sudah kamu hati-hati" kata papa


"dek kapan kamu ngerjain yang kakak bilang kemarin ?" kata cendana


"nih mau aku kerjain di apartemen" kata diandra


"permisi non andra mau pakai mobil mana, biar mamang panaskan" kata supir


"nggak usah mang aku pakai mobil ku saja" kata diandra


"baik non" kata supir undur diri


"kamu yakin mau pakai mobil kamu ?" tanya oma karena mereka tahu mobil diandra mempunyai alat yang canggih. dan pasti diandra ingin mengerjakan sesuatu itulah di pikiran mereka


"pa, aku juga mau mobil kayak diandra, dek kakak pakai satu ya" kata cendana


"nggak, mobil kakak kan lebih banyak dari pada aku" kata diandra


"sudah sudah ayo makan jangan ribut" kata mama


setelah selesai sarapan diandra pamit untuk berangkat ia menyalami satu-persatu anggota keluarga nya itu.


"semua nya andra berangkat dulu" kata diandra yang berlalu menuju garasi mobilnya


diandra berjalan menuju area garasi dimana untuk membuka garasi hanya diandra yang bisa. karena ia sudah menyetting nya dengan sensor sidik jari dan kornea mata.


diandra membuka pas bunga yang ada di sudut dinding, kemudian menempelkan tangan dan mata nya. dan halaman yang tadinya terlihat hanya reremputan berlahan berubah menjadi garasi mobil mewah.


di garasi itu terdapat tiga buah mobil mewah dengan segala fasilitas It yang lengkap. diandra tersenyum melihat tiga barang kesayangan nya yang begitu gagah.


"black out" kata diandra


dan benar satu mobil hitam tiba-tiba keluar dari garasi dan langsung terparkir di halaman rumah nya.


"black, ikut gua" kata cendana yang tiba-tiba muncul dari belakang


namun mobil itu tidak bergerak hanya mesin nya yang hidup. sementara itu diandra mengecek semua komponen mobil nya sebelum berangkat.


"kok dia nggak mau dengerin aku sih pa" kata cendana yang kesal karena mobil hitam itu hanya mendengar sensor suara diandra


"pa, cendana juga mau mobil tanpa kunci" kata cendana


"sana minta adik mu buatkan" kata papa


"jangan aneh-aneh cukup adik mu yang aneh" kata oma


"emang andra aneh oma" kata diandra


"iya lah aneh mobil kamu aja aneh, kamu tahu dulu oma pikir mobil kamu ada hantu nya tahu nggak. gara-gara di jalan sendiri" kata oma

__ADS_1


"iya iya lain kali andra nggak akan ngagetin oma lagi deh" kata diandra sambil menutup garasi mobil nya kembali


"dek kamu yakin mau pakai black, kamu tahu kan berapa banyak orang menginginkan black mu ini" kata papa


"maka dari itu pa, dia tidak boleh bersembunyi lagi. black ku harus meraung keras benar kan black" ucap diandra tersenyum mengelus mobil nya


dan benar mobil itu seketika mengegas sendiri dan membuat oma kaget. diandra hanya terkekeh melihat oma nya yang marah.


"udah andra berangkat dulu ya" kata diandra yang berlalu mengendarai mobil nya


"lihat steve kelakuan putra mu itu" kata oma


"ma dia putri ku" kata steve papa diandra


"tapi kelakuannya itu lo seperti lelaki, pakaian nya saja rok dan rambut panjang tapi aslinya...." oma tidak melanjutkan perkataan nya oma hanya menggeleng - gelengkan kepala ia tak mengerti akan cucu perempuan nya itu.


"ma, ayo kita berangkat ke rumah sakit kasian nanti amanda sendiri. lagi pula adrew harus ke kantor" kata cidra mama diandra


mereka pun berangkat dengan tujuan yang berbeda. begitu pun diandra ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"ini baru mobil" batin diandra


.


.


.


sementara bimo juga sudah memarkirkan mobil nya di sekolah. danuar juga sudah lumayan sembuh hingga ia sudah boleh sekolah.


saat bimo membuka pintu mobil nya ia melihat mobil sport hitam legam yang ingin parkir berhadapan dengan mobil nya. bimo menyipitkan mata nya ia menyelidik seperti nya mobil itu asing di mata nya.


tak butuh waktu lama diandra pun keluar dari mobil tersebut. sementara banyak mata yang menatap ke arah diandra. diandra turun dengan topi hitam yang menutupi sedikit wajahnya.


"diandra" gumam bimo


"heiii diandra" teriak nindy


diandra menoleh ke belakang ke arah sumber suara.


"hai pagi" kata nindy yang ngos ngosan mengejar diandra


"pagi" kata diandra dan berlalu pergi


"huh nih anak dingin amat sih" kata nindy


"eh ndra nanti makan siang bareng ya" kata nindy


"nanti gua ke kelas lo, sekalian ketemu oliv sama fely" kata nindy


"eem" diandra mengangguk kemudian memasang kembali headset di telinga nya kemudian menuju kelas.


saat diandra masuk banyak pandang mata melihat nya dengan takut. ada juga yang merasa kagum mengingat apa yang diandra lakukan waktu itu.


"tumben lo datang pagi ndra" kata ketua kelas


namun tak di tanggapi oleh diandra ia berlalu menuju meja nya dan memandang ke arah halaman sekolah.


tak berselang beberapa menit akhir nya mata pelajaran di mulai. hingga tak terasa jam makan siang pun tiba.


"diandra, oliv, fely" teriak dua orang siswi dari luar yang tak lain adalah nindy dan zeria


"kalian ke sini" tanya fely


"ayo kantin kita lapar" kata nindy semangat


"hari ini aku yang traktir" kata nindy

__ADS_1


"ndra ayo" kata olivia yang melihat diandra yang sibuk dengan ponselnya


mereka pun menuju kantin diandra yang berada paling belakang. menyadari beberapa tatapan mata tertuju pada diandra. ia melayangkan tatapan dingin pada mereka.


"eh bukan nya itu diandra" kata mereka berbisik


"ia dia kan yang sudah nyelamtin kita waktu itu dari penjahat"....


"tapi dia dingin sekali"....


"jangan-jangan dia gangster lagi" .....


"hus ngaco kamu, gimana pun dia udah nyelamatin kita waktu itu".....


.


.


"ndra lo mau pesan apa ?" tanya nindy


"apa aja" jawab diandra singkat


"sini biar gua aja yang pesan" kata olivia


"ndra lo sampai kapan mau main game" kata fely kesal


"......" sementara diandra masih tak mengubris perkataan teman nya itu


mereka pun bercerita namun tidak dengan diandra dia masih fokus pada ponsel nya.


"ini mbak pesanan nya" kata pengurus kantin


"terimakasih ya bik" ucap mereka kecuali diandra


"nih ndra" kata fely


"emm" ia masih fokus dengan ponselnya


"huhhh" fely menghela nafas panjang karena melihat diandra


dan akhirnya diandra menghentikan aktifitas nya kemudian memakan, makanan yang sudah ada di depan nya.


saat mereka makan tiba-tiba mereka melihat bimo dan yang lainnya juga datang ke kantin.


"bimo" panggil olivia


"chih" decakan tak suka keluar dari mulut diandra


"dia lagi" gumam diandra


"hai ndra, ehmm ehmm apa kabar ?" tanya bimo namun tak di gubris oleh diandra yang masih melahap makanan nya


bimo yang memilih duduk di meja yabg berbeda merasa canggung saat melihat diandra. apa lagi ia mengingat kejadian waktu itu dan tak terasa wajah bimo jadi panas.


"bim lo sakit ?"....


.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau up nya lama semoga kedepan nya up nya lancar. jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya

__ADS_1


__ADS_2