Cold Heart

Cold Heart
anak pintar


__ADS_3

setelah nya diandra pergi meninggalkan bimo


sementara bimo yang tergeletak hanya tersenyum sambil memegang bahu nya yang terasa sakit akibat ulah diandra.


"huh dia benar-benar ya" gumam bim sambil tersenyum


"kayak nya gua harus belajar beladiri lagi" gumam bimo


butuh waktu yang lama untuk bimo berdiri kembali mengingat hantaman diandra yang banting nya begitu keras. bimo masih merasa sakit di punggung nya ia memilih mengganti baju nya.


setelah mengganti baju bimo pergi menemui danuar dan yang lain nya. mereka masih terlihat semangat main basket.


"oi bim, lah lo udah ganti baju aja" kata danuar


"lo juga nggak main dari tadi" kata bimo


"lah kan gua masih sakit" kata danuar


"dasar lo" kata bimo


"eh ngomong - ngomong lo dari mana" kata danuar


"nggak dari mana-mana" kata bimo datar


"apa yang lu omongin sama diandra tadi" tanya danuar penasaran


"pasti oliv nih yang ngadu iya kan" kata bimo


"hehhe..." danuar hanya terkekeh


"gua cuman mau ngobrol santai sama dia tapi gua nggak tahu tiba-tiba gua jadi gagap di depan dia. aaarhhg memalukan" ucap bimo frustasi


"tapi emang dia orang nya cuek abis sih bim gua akuin" kata danuar


"bukan cuman cuek kayak nya dia tuh enggak nganggap ada orang lain lagi di dunia nya dia" kata bimo kesal


"bim lo beneran suka sama diandra ?" kata danuar


"nggak tahu gua ini tu suka apa cuman rasa penasaran gua doang" kata bimo


"eh balik sekolah gua mau latihan tinju lo mau ikut nggak ?" kata bimo


"lo udah merambat ke tinju juga, bukan taekwondo lagi ?" kata danuar


"kalau bisa semua jenis beladiri gua harus kuasai" kata bimo sambil memegang punggung nya yang masih terasa sakit


"oke gua ikut, gua juga harus ngelatih skil gua lagi, setelah kejadian kemarin gua ngerasa kayak nya fisik gua lemah banget" kata danuar


"lo bukan lah dasar mereka nya aja yang kuat" kata bimo


"iya sih, sebenar nya gua malu sama diandra yang bisa ngalahin mereka semua" kata danuar murung


"lo pikir gua nggak maka nya gua mau latihan lagi biar nggak malu-maluin kayak waktu itu" kata bimo


mereka pun lanjut mengobrol hingga guru memutuskan agar para siswa di pulangkan lebih awal. hal ini terjadi karena para guru masih rapat dengan ketua yayasan mengenai kejadian waktu itu.


bimo dan yang lain nya pulang dari sekolah, sebelum pergi latihan bimo terlebih dahulu pulang ke rumah nya. setelah mengganti baju dan makan siang bimo pun bersiap-siap untuk pergi.


"bik,, nanti kalau mama nanya bilangin kalau bimo latihan tinju ya bik" kata bimo pada hik imah

__ADS_1


"iya den, hati-hati" kata bik imah


"iya bik, assalamu'alaikum" kata bimo


"wa'alaikum salam, hati - hati den" kata bik imah


bimo melajukan mobil yua dengan kecepatan sedang. karena ia tidak terlalu buru - buru untuk sampai tempat tujuan


setelah sampai bimo langsung mendatangi pelatihnya dan memulai pemanasan kemudian memulai latihan nya.


saat sedang latihan tiba-tiba ranza dan danuar juga ingin latihan agar pisik mereka menjadi kuat.


akhirnya danuar dan ranza pun ikut berlatih hingga baju yang mereka pakai basah oleh keringat saat latihan. sebenar nya mereka jago berkelahi namun akhir-akhir ini mereka di sibukkan dengan kegiatan basket dan sekolah membuat mereka jadi jarang latihan beladiri.


setelah di rasa cukup akhirnya mereka beristirahat dan melanjutkan kegiatan mereka pada esok hari.


"eh bim, lo mau langsung pulang ?" tanya ranza


"iya, kalau kalian ?" kata bimo


"kita mampir di cafe biasa bentar yuk sekalian nongki-nongki" kata ranza


"ayok, lo mau ikut nggak bim ?" kata danuar


"oke" jawab bimo


mereka pun melajukan mobil masing-masing menuju cafe yang biasa mereka tuju dengan kecepatan sedang.


.


.


apartemen diandra..


ia masih memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan obat penyakit jantung untuk amanda.


drett...drett....drett sebuah pesan masuk ke ponsel milik nya.


"ndra coba kamu cari tahu siapa yang berani mengusik perusahaan papa, papa yakin kami bisa jika anak buah papa langsung yang turun tangan takut nya orang itu tak kan selamat"


diandra menerima pesan dari papa nya, kemudian diandra membalas pesan tersebut.


"ia pa akan ku kerjakan" balas diandra


akhirnya diandra mengurungkan niatnya untuk tidur sejenak. ia menyambar handuk kemudian masuk ke kamar mandi.


selesai mandi diandra menyiapkan makanan yang telah ia beli seperjalanan menuju apartemen nya.


diandra memanaskan makan tersebut, sambil menunggu makanan nya hangat. diandra menuju ruang rahasia nya untuk melaksanakan ugas negara yahh begitulah pikir andra.


"robot open" kata diandra memberikan instruksi pada ruang kerja nya


"computer open" semua komputer nya otomatis menyala


ting...ting...ting...pertanda bahwa makan yang ia panaskan sudah cukup.


"bawa makanan ku kemari dan bersihkan pantry serta padam kan api" kata diandra pada robot yang selalu menjadi asisten rumah tangga


"..,........." robot itu pun pergi dan tak lama kemudian ia membawa makanan dan minuman diandra

__ADS_1


diandra pun memonitor setiap ruangan agar aman. diandra tidak ingin ada kesalahan sedikit pun di apartemen nya mengingat apartemen nya di penuhi dengan komputer dan jaringan internet yang tinggi.


diandra melanjutkan pencarian nya dengan komputer canggih milik nya. dimana komputer itu tidak hanya satu namun ada lebih dari lima dengan kapasitas kerja yang berbeda-beda.


setelah berkutat dengan layar di depan mata nya akhir nya diandra mengetahui letak kebocoran informasi perusahaan ayah nya dan perusahaan milik kakak nya.


ternyata di lakukan oleh orang yang sama diandra dengan tangan cekatan nya mengotak atik layar tersebut hingga perusahaan ayah dan kakaknya menjadi aman. tidak hanya itu diandra mengirimkan beberapa data tentang orang yang sudah berani mengusik keluarga nya.


diandra punya cara nya sendiri untuk membuat mereka jera. ya tentu cara diandra ini sangat lah kejam.


📱diandra : " halo pa, andra sudah mengurus semua nya besok andra ke kantor papa pulang sekolah" kata diandra yang menelepon papa nya


📱papa : "cepat sekali ndra, apa orang nya juga sudah kamu ke tahui ?" jawab papa


📱diandra :" iya sudah pa, dia hanya orang kecil yang perlu uang, papa tidak perlu khawatir karena dia baru ingin mencoba belum masuk pa" kata diandra


📱papa :" oh baiklah, jika selesai istirahat lah ini sudah larut" kata papa


📱diandra :" oh iya pa satu lagi masalah perusahaan kak cendana juga sudah selesai, tolong papa beritahu kakak kalau semua nya sudah andra ganti kuncinya" kata diandra


📱papa : " iya sayang istirahat lah selamat malam"


📱diandra :" iya pa selamat malam" ucap diandra sambil memutuskan sambungan telepon nya


.


.


di rumah diandra kedua orang tuanya tengah mengobrol santai di teras kamar mereka. tiba-tiba papa mendapat telepon dari putri bungsu nya. setelah menerima telepon steve kembali pada istri nya.


"diandra pa ?" tanya cidra mama diandra


"iya mah, dia sudah menyelesaikan masalah kantor dengan hitungan jam saja" jawab steve


"pa, dia benar-benar darah daging mu pa" kata cidra


"tapi dia lebih cerdik di banding aku ma" kata steve


"dia benar-benar anak yang pintar" kata steve lagi sambil membayangkan wajah putri bungsu nya itu


"semoga kedua putri kita sehat selalu ya pa" kata cidra


"amin ma, aku juga sudah menempatkan anak buah kita untuk selalu menjaga mereka, apa lagi cendana karena dia hanya bisa beladiri sedikit. lain halnya dengan diandra yang sudah pandai menjaga diri" kata papa


"sudah pa ini sudah larut ayo kita istirahat, lagi pula kita bukan anak muda lagi yang bias begadang" kata cidra


"ayo sayang" ucap papa


setelah membicarakan putri mereka akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat. papa diandra juga merasa sudah aman bisa tertidur dengan nyenyak malam ini.


.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


happy reading all


jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2