Cold Heart

Cold Heart
bimo stalker


__ADS_3

"udah pergi aja, nggak apa-apa kok papa yakin sama diandra. apa lagi dengan ilmu bela diri yang diandra punya papa yakin diandra bisa jaga diri ma" papa sambil memegang pundak mama


"iya deh kalau papa udah yakin kita nurut aja ya kan kak ?" ucap mama


"iya ma" cendana mengangguk paham


"oke ma, pa, kak andra pergi dulu ya. pa diandra bawa mobil ya"ucap diandra


"iya kuncinya minta sama mang adin ya " ucap papa


"siap pa" diandra dengan gaya hormat kepada papa nya.


mama dan kak cendana merasa penasaran mengapa papanya begitu yakin dengan semua yang diandra lakukan.


papa percaya dengan semua yang di lakukan diandra adalah hal yang baik. karena seluruh kegiatan diandra tidak luput dari pantauan papanya.


flasback..


ponsel papa berdering ia melihat layar ponselnya tertulis nama adrew.


"halo ada apa rew ?" ucap papa terhadap orang di seberang


"om adrew ingin minta tolong"...


"tolong ap rew ?" ucap papa penasaran


adrew menjelaskan permasalahan yang adrew alami bersama timnya yang memerlukan bantuan diandra dalam menyelesaikan semuanya.


"baiklah om izinkan" kata papa


"makasih om, om tenang aja adrew pasti merahasiakan identitas diandra om" ucap adrew


"iya rew om percaya sama kamu" ucap papa


flasback off..


adrew selalu minta izin kepada om nya yang tak lain papanya diandra. sebelum ia minta tolong diandra turun tangan terlebih dahulu ia memberi tahu papa diandra.


tapi tanpa sepengetahuan mama diandra tentunya, karena mama tidak pernah mengizinkan diandra terjun dalam dunia yang berbahaya itu. meskipun diandra melakukannya untuk kebaikan namun masih saja mama tidak mengizinkannya.


....


rumah bimo


jam sudah menunjukkan pukul 8 malam bimo merasa lapar akhirnya ia memutuskan untuk turun ke lantai bawah ia ingin mencari makanan untuk mengganjal perutnya. ia ta ikut makan bersama keluarganya jam tujuh tadi, karena perutnya masih sakit.


namun setelah istirahat sebentar tadi membuat ia merasa baikan. bimo masih mencari makanan di dapur. ia melihat ada sup iga sapi yang masih tersisa di atas meja.


dan kebetulan sup itu masih hangat ia memutuskan untuk memakannya.


"eh den bimo sudah bangun ? " kata bibik


"iya bik, bimo lapar kayaknya" kata bimo


"mau bibik buatkan nasi goreng den ?" tanya bibik


"nggak usah bik, aku makan sup ini saja sama nasi" entah mengapa mendengar kata nasi goreng membuat bimo trauma


"ini nasi nya den" bibik sambil memebrikan nasi putih kepada bimo


"makasih ya bik, bibik udah makan ?" tanya bimo


" udah den barusan sama mamang juga" ucap bibik


"emm iya bik" kata bimo


"kalau gitu bibik ke belakang lagi den, bibik masih ingin melanjutkan pekerjaan bibik" ucap bibik


"iya bik, oh ya bik jangan terlalu di paksa kerjanya nanti bibik sakit" ucap bimo tulus


"wah den bimo sudah besar sekarang ya" bibik sambil mengelus pucuk rambut bimo


"hehe,," bimo hanya senyum


bimo melanjutkan makannya saat makan ia masih teringat dengan diandra. ia bingung dan penasaran mengapa gadis seperti diandra bisa ia ingat terus. padahal ia tak pernah seperti ini sebelumnya terhadap perempuan setelah nania. iya nania nugroho dia adalah cinta pertama bimo ia putus enam bulan yang lalu.


mereka putus karena nania ketahuan selingkuh oleh bimo. yang lebih menyakitkan lagi niana selingkuh dengan sepupu bimo yaitu ziko.


stelah kejadian itu bimo berubah menjadi orang yang dingin terhadap gadis. ia menganggap mereka hanya pelepas rasa sakitnya terhadap niana sampai ia bertemu dengan diandra.


diandra sangat berbeda dengan gadis lain diandra sangat tertutup dan cuek. bahkan di saat gadis lain berusaha dengan susah payah berinteraksi dengan bimo diandra malah tidak perduli dengan keberadaan bimo.


grup chat trio gege..


"gimana kabar kalian" chat danuar


"aman gua untung nggak masuk rumah sakit gua" chat ranza


"bimo mana nih ?" chat danuar


"iya nih bim lo masih hidup kan ?" chat ranza


"apaan sih masih hidup gua" chat bimo


"eh muncul ni anak, kirain udah di ugd hahaha" chat danuar

__ADS_1


"sembarangan aja lo punya mulut nyerocosnya" chat bimo


"hehehe kirain gitu" chat danuar


"eh bim lo punya masalah apa sih ama diandra sampai kayak gitu ?" chat ranza


"masalah ? gua nggak ada masalah ama dia. dianya aja yang sensi ama ketampanan gua" chat bimo


"udah bim lo nggak usah ngayal orang anaknya nggak ngerespon lo sama sekali. apa yang lo harapin coba ?" chat ranza


"eh bim lo mau no hp nya diandra nggak kalau lo mau gua mintain sama olivia" chat danuar


"wah lo deket sama olivia kini ?" balas ranza


"hehehe" balas danuar


"kalau lo bisa dapat no hp nya diandra sekarang gua kasih pinjam mobil gua selama tiga hari gimana dan setuju nggak ?" balas bimo


"ok" balas danuar


sekarang danuar sibuk merayu olivia agar ia bisa memberikan no hp diandra. tak butuh waktu lama akhirnya danuar mendapatkan no hp diandra. danuar yang notabennya playboy yang suka merayu gadis-gadis sekolah begitu mudah merayu olivia.


setelah mendapatkan no hp diandra danuar langsung menelpon bimo.


bimo melihat ponselnya sedang berbunyi ia melihat nama danuar di layar ponselnya.


bimo mengangkat ponselnya danuar mengatakan bahwa ia mendapatkan no hp diandra. tanpa basa-basi danuar memberikannya ke pada bimo.


bimo yang mendapat nomor itu merasa senang. sebelum ia menghubungi diandra ia ingin mengecek sesuatu dari nomor ponsel diandra.


kini bimo sudah menghadap lemari di kamarnya ia menggeser lemari ini seketika ia langsung terhubung dengan ruangan rahasianya. ruangan itu berisi semua komputer yang sering ia gunakan untuk mencari sesuatu.


"baiklah kita lihat dimana pemilik ponsel ini berada" gumam bimo


bimo mencari pemilik nomor ponsel itu dengan salah satu aplikasi yang mirip dengan gps. bedanya dengan ini ia bisa langsung mengetahui dimana letak ponsel itu berada.


setelah mencari cukup lama bimo melihat ada titik merah yang berarti ia mengetahui di mana lokasi orang yang dicari ketemu.


"ketemu bagus aku akan datang malam ini diandra" bimo dengan senyum menyeringai nya.


bimo langsung menyalin informasi itu dengan ponselnya.


"kok gua kayak stalker ya ngikutin dia kemana ia berada. ah bodo emang gua pikirin yang penting gua tahu dia dimana. padahal baru siang tadi gua ketemu tu orang kenapa sekarang kangen yan ?" batin bimo


bimo menyambar jaket dan kunci motornya, ia berjalan kebawah.


" mah, bimo keluar sebentar ya ma" ucap bimo


"mau kemana kamu malam-malam begini bim ?" ucap mama


"iya udah jangan pulang pagi ya bim" kata mama sambil senyum


"kok jangan pulang pagu si ma ?" kata bimo


"hati-hati di jalan" kata mama


"iya ma" kata bimo


bimo menuju parkiran kotornya kali ini memilih motor sport putih. ia melajukan motornya menuju lokasi yang sesuai dengan ara gps. setelah 15 menit melaju motornya ia sampai di salah satu mini market. di sana ia melihat diandra sedang memilih beberapa cemilan.


bimo memutuskan masuk ke mini market itu ia membeli beberapa barang sambil mengikuti diandra dari belakang.


stelah belanja beberapa kebutuhannya diandra menuju kasir untuk bayar di susul oleh bimo.


"wah kita jodoh ya" kata bimo


".......' diandra hanya diam


setelah bayar diandra keluar dan duduk di kursi depan mini market ia membuka minuman dingin dan meneguknya beberapa tegukan.


sementara orang yang berada di mini market sedang heboh membicarakan bimo yang terlihat tampan seperti model dengan proporsi tubuh yang ideal di tambah lagi gaya pakaiannya yang modis dan bermerk.


diandra masih duduk di kursi teras mini market tiba-tiba bimo duduk di sampingnya.


"lo nggak ngerasa bersalah apa, sama apa yang lo perbuat tadi siang sama gua " kata bimo


"......." diandra masih diam ia masih menikmati minuman yang ia beli barusan


"wah dasar nggak punya perasaan, lo nggak ..lo benar benar ya" kata bimo


dan tidak di respon oleh diandra, tiba-tiba ada beberapa preman yang mengamuk di depan mini market itu.


mereka mengancam ibu-ibu yang baru selesai belanja.


"eh bagi duit" ucap preman itu


"jangan ganggu saya, saya ingin pulang. enak aja mintak duit mintak sama bapak mu sana" ucap ibu itu


"berani lo ya ama kita, belum tahu kita siapa ?". ucap preman itu dengan nada tinggi


"emang lo siapa" ibu itu mencoba melawan biasa the power of emak-emak


melihat ibu itu melawan para preman akhirnya merebut paksa tas si ibu.


"copet,,, copet, tolong saya copet" teriak ibu itu

__ADS_1


mendengar itu bimo langsung mengejar copet sementara diandra mencoba menenangkan ibu itu.


di sisi lain bimo masih mengejar beberapa preman akhirnya bimo melempar salah satu dari mereka menggunakan botol minuman.


dan mengenai salah satu dari mereka, akhirnya mereka berhent. melihat itu bimo langsung melesatkan tendangannya tepat di tengkuk salah satu preman itu. kini bimo melawan tiga orang preman sementara ia sendiri. namun itu bukan apa-apa bagi bimo.


tak ingin kalah preman itu kembali menyerang bimo dengan tinju yang di tunjukkan ke wajah bimo namun di blok oleh bimo alhasil preman itu yang kena tonjok oleh bimo.


setelah beberapa menit bertarung, para preman itu telah terkapar satu persatu dengan banyak dara.


akhirnya mereka mengaku kalah namun sayang mereka berhasil melarikan diri. bimo memang pandai dalam beberapa teknik bela diri mulai dari silat, taekwondo, judo dan masih banyak ilmu bela diri yang di kuasai oleh bimo.


saat ingin mengejar para preman itu, tiba-tiba ibu yang menjadi korban menghampiri bimo.


"tak usah di kejar nak biarkan saja mereka pergi" ucap ibu


"oh ini tasnya buk" kata bimo


diandra yang sedari tadi menemani ibu itu terlihat sangat santai dengan kondisi seperti ini. lain halnya dengan para gadis yang berada di dalam dan luar mini market.


mereka teriak histeris sangat ketakutan.


"terimakasih ya, oh iya siap nama kalian ?' tanya ibu itu


"nama saya bima buk tapi biasanya teman-teman dan keluarga memanggil saya bimo buk" kata bimo


" nama ibu susanti, panggil saja tante susan. kalau kamu nama nya siapa ?" tanya tante susan ke pada diandra


"diandra tan" ucap diandra singkat


"kalian berdua pacaran ya, kalian pasangan yang serasi" ucap tante susan


"bukan tan, saya aj nggak kenal sama dia" ucap diandra


"do'ain aja tan supaya kita cepat ke pelaminan iya kan" bimo sambil mengedipkan matanya


yang membuat diandra merasa jijik


"amin, yaa sudah tante duluan ya. terimakasih sebelumnya ini kartu nama tante kalau ada waktu mampir lah ke cafe tante. tante akan menyambut kalian dengan senang hati" ucap tante susan


"iya tante pasti kapan-kapan kita pasti datang kok" ucap bimo sambil tersenyum


stelah tante susan pergi diandra memutuskan pergi ke apartemennya untuk melaksanakan tugasnya. saat ingin pergi bimo memegang pergelangan tangan diandra. hal ini sontak membuat diandra terkejut.


"tunggu ndra gua pengen ngomong sama lo" ucap bimo


"apaan sih lo lepas nggak ?" diandra mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman bimo.


namun sayang sepertinya tenaga bimo lebih kuat darinya.


"oke gua bakal lepasin lo tapi kita ngobrol sebentar" pinta bimo


"kok lo di sini jangan-jangan lo stalker ya ?" ucap diandra sambil mencoba melepaskan genggaman tangan bimo


"ndra pleass kita bicara sebentar saja" ucap bimo


"ok 5 menit" kata diandra


"lo gila ya lima menit mana cukup" kata bimo


"lima menit atau nggak sama sekali" kata diandra


"oke lima menit deal" bimo melepaskan tangan diandra


"lima menit kurang" kata diandra


"ndra gua cuman mau.." ucapan bimo terpotong dengan kalimat diandra


"udah lima menit gua pergi" kata diandra


"ndra kenapa lo nggak suka deket gua. gua salah apa sama lo ndra. lo bilang ama gua, gua cuman pengen ngenal lo lebih jauh" kata bimo sambil mengejar diandra


"...." diandra diam saj ia membuka pintu mobil lalu menghidupkan mobil nya kemudian melaju dengan kecepatan tinggi..


"ndra kenapa lo susah di taklukkan ndra gua cuman pengen deket sama lo ndra" batin bimo lirih


sementara itu diandra tak mengubris perkataan bimo ia tak memperdulikannya. beberapa saat kemudian diandra sampai di apartemennya. ia membukakan apartemen nya dengan cara seperti biasa.


mesin pembersih datang menyambut diandra. diandra menjadikan apartemennya seperti markas besar kepolisian dengan semua sistem pelacak dan pertahanan yang tangguh.


tidak hanya itu di apartemennya juga terdapat alat olah raga dan ring tinju kecil. kini diandra meletakkan beberapa makan kecil di dalam kulkasnya sebagai bahan makan jika nanti malam ia merasa lapar dan mengantuk ia membutuhkan cemilan.


diandra memulai untuk memperbaiki sistem keamanan bank kita A. setelah memperbaiki sistem keamanan nya diandra melanjutkan dengan mencari tahu transaksi apa saja yang di lakukan nasabah bank tersebut. diandra melihat email yang masuk ia melihat banyak sekali transaksi yang di lakukan tapi ada beberapa yang mencurigakan.....


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya ......

__ADS_1


__ADS_2