Cold Heart

Cold Heart
anjing kucing


__ADS_3

setelah beberapa lama akhirnya diandra selesai memasang semua alat. dan waktu nya sangat pas dengan selesai nya pengumuman dan pesta kemenangan.


setelah selesai diandra langsung ke tenda dan ganti baju, agar tak ada yang curiga pada nya. kemudian dia bergabung dengan teman - teman nya seperti tak terjadi apa - apa.


"lo dari mana aja sih ndra tadi lo menang lomba menembak" kata olivia


"oh iya bagus lah" kata diandra santai


"selamat ya ndra" kata zeria


"emm" diandra tersenyum paksa


"nih ndra buat lo, gua udah olesin margarin sama saos nya" kata nindi yang memberikan jagung bakar pada diandra


"bentar gua pakai ini bentar" kata diandra sambil memakai headset di telinga nya


"eem" nindi menunggu diandra memakai headset sebelum ia memberikan jagung bakar nya


mereka menghabiskan malam dengan bergurau ria. karena malam ini adalah malam terakhir mereka berkemah.


.


.


sejak sore tadi aku mencari keberadaan diandra yang selalu hilang dari pandangan bimo. ia hanya ingin mengucapkan selamat pada diandra karena diandra banyak mendapat penghargaan dalam perlombaan.


"dia kemana ya kok nggak kelihatan" batin bimo


jam sudah menunjukkan pukul 22.48 bimo masih mencari sosok yang ia cari. ia memeriksa di setiap anak yang bergerombolan mereka sedang menikmati malam dan api unggun yang indah.


akhirnya bimo menemukan seseorang yang sedari tadi ia cari. ia melihat ke arah gadis itu yang sedang duduk sambil menikmati jagung bakar nya secara malas - malasan.


sebuah senyum terbit di bibir bimo ketika ia melihat diandra yang tak terlalu fokus dengan ponsel nya seperti biasa.


"ternyata dia di sini, pantesan dari tadi gua nyari nggak ada" gumam bimo


bimo pun memutuskan untuk bergabung dengan diandra dan yang lainnya.


"eh bim lo lihat danuar nggak ?" tanya olivia


"tuh dia ke sini" kata bimo menunjuk ke arah danuar dan yang lain nya


"nih buat kalian" danuar memberikan ayam mentah yang harus mereka bagikan untuk di bakar bersama


"apa ini" kata olivia mengambil ayam yang siap di bakat


"ini tadi guru nyuruh bagiin buat bakar - bakar bersama" kata danuar


mereka pun membakar ayam tersebut dan memakan nya bersama. lain hal nya dengan diandra ia mulai fokus dengan ponsel dan telinga nya.


"hai ndra,, lo lagi ngapain sih ?" kata bimo


"nggak ada" kata diandra


"eh diandra gua heran sama lo, lo kemana aja sih ngilang - ngilang mulu" kata ranza


"huhh ngilang siapa yang ngilang gua" ucap diandra datar sambil menunjuk diri nya sendiri

__ADS_1


"iya lah lo siapa lagi" kata ranza


"gua nggak ngilang cuman nggak keliatan doang" kata diandra tanpa ekspresi


"haahh apa,, apaan sikap lo itu datar banget" kata danuar


"biasa aja" diandra datar


"udah,, udah kalian ngapain sih nanya kayak gitu sama diandra ?, lihat dia kan jadi sedih" kata olivia dengan ekspresi pupy


mendengar perkataan olivia diandra mengangkat satu alis nya tak perduli.


sementara bimo hanya bisa diam melihat tingkah laku diandra. ia sedang berfikir bagai mana cara nya agar ia bisa masuk dalam kehidupan diandra.


"bim,, kita boleh gabung kan ?" kata fayzia dan teman - teman nya


"nggak boleh" ucap fely


"hehh gua nggak ngomong samo lo ya, dasar cewek u******" kata fay dengan sombong nya


"apa lo bilang tadi lo yang u******, enak aja ngatain orang kayak nya mulut lo harus di ajarin deh" kata olivia


"oh jadi lo udah berani ngelawan sama gua sekarang ?" kata fayzia dengan suatu isyarat pada olivia


"gua.." kata olivia


"oh jadi lo udah bisa ngelawan oke kita lihat aja nanti gimana cara lo ngelawan gua, dan lo zeria austin urusan kita belum selesai" kata fayzia meninggalkan mereka


diandra melihat zeria sangat cemas dan takut dengan ancaman dari fayzia. sementara yang lain berusaha meredam amarah mereka pada fayzia.


"ahhh gua lapar sini ayam nya kalau lo nggak mau, kasian di anggurin" kata bimo mencair kan suasana.


"heeeh kalau lapar makan aja yang itu kenapa harus ambil punya gua" kata diandra dingin


"yang itu kejauhan" jawab bimo singkat sambil memakan ayam bakar diandra


"huhh kenapa gua kesal ya" gumam diandra hampir tak terdengar


"gua dengar lo ngomong apa" kata bimo


"chih dasar" umpat diandra


"lo ngumpat gua ?" tanya bimo


"siapa ?" kata diandra datar


"lo" jawab bimo


"eh tunggu - tunggu kok kalian jadi berdebat sih" kata ranza


"siapa yang berdebat dengan siapa ?" kata bimo dingin


"lo sama diandra lah" kata danuar


"gua nggak" kata diandra


"gua juga nggak" kata bimo

__ADS_1


"tuh kan nggak ada yang mau ngalah" kata olivia kesal


"lo kesal sama gua liv, dia nih biang kerok nya masa dia ambil yang gua" kata diandra marah


"gua nggak ngambil" kata bimo


"terus yang baru saja lo makan itu apa" kata diandra


"ayam" kata bimo singkat


"chih awas ya lo" ancam diandra


"eh lo berdua ngapain sih debat mulu gua do'ain biar lo berdua jadi pasangan suami istri yang langgeng dan...." belum selesai ranza berbicara sudah di potong oleh bimo dan diandra


"diam" bentak bimo dan diandra bersamaan


seketika suasana berubah jadi canggung dan dingin. olivia yang melihat diandra yang sedang kesal mencoba mencairkan suasana.


"aduh anjing kucing jangan berantem dong" kata olivia sambil senyum berusaha mencairkan suasana


"apa lo bilang" kata bimo dan diandra bersamaan


"ngapain lo ngomong nya sama sama gua" kata bimo


"heh lo yang nyamain gua" kata diandra


"lo berani sama gua" kata bimo


"heehh lo nantangin gua ?" kata diandra nyolot


"wahhh kok ada cewek devil kayak lo" kata bimo tak mau kalah


"oh gua devil, ok gua bakal bikin lo kayak gini" diandra yang mulai terpancing emosi meremas sendok plastik yang ia pegang sampai remuk.


glekk bimo menelan ludah nya, ia melihat nasib sendok yang remuk dan menjadi beberapa bagian. entah mengapa tiba - tiba ia merasa merinding melihat diandra dengan aura dingin nya.


teman - teman di sana juga melihat diandra sangat berbeda biasanya ia hanya diam saja. tapi siapa yang mengira diam nya diandra jika ia marah ia berubah menjadi sosok yang mengerikan.


dret..dret..dret..ponsel diandra berbunyi ia mengangkat ponsel nya dan berbicara.


"emm apaan" jawab diandra ketus


"...." ....


"chih sial" jawab diandra kesal lalu ia menutup telpon nya


.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo

__ADS_1


jangan lupa like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya ,🤗🤗


__ADS_2