
"gimana cara nya untuk mendapatkan obat ini ?, agar amanda bisa sembuh dia nggak boleh pergi. gua nggak mau di tinggal lagi" batin diandra sambil fokus pada ponsel nya
"apa gua minta maaf aja ya soal yang kemarin, tapi gua ngeri sih kalau dia marah" batin bimo
bimo masih fokus pada makanan nya sesekali ia melirik diandra dengan tatapan berharap. jujur saja sebenar nya diandra juga sudah lupa dengan kejadian waktu itu.
karena diandra tidak terlalu memikirkan hal - hal yang di anggap nya tak berguna. ia masih punya banyak hal lainnya yang harus ia pikirkan.
setelah selesai makan tidak seperti biasa nya bimo memilih langsung kembali ke kelas. jika biasa nya ia akan duduk santai di kantin. karena merasa canggung dengan diandra dia lebih baik menghindar.
"bim lo selesai makan nya ?" tanya ranza
"gua udah selesai, gua balik kelas dulu ya" kata bimo lesu
"kenapa tu anak lesu amat ?" kata danuar
"tahu" kata ranza sambil mengangkat bahu nya
bimo pun berlalu sambil sedikit melirik ke arah diandra. namun orang yang ia lirik tak menganggap nya.
setelah sampai di kelas bimo langsung duduk di bangkunya sambil melihat langit-langit ruangan yang hanya berwarna putih polos.
"huuuhh" helaan nafas panjang dan berat lolos dari mulut bimo
"kenapa dia dingin banget sih, gua salah apa coba" gumam bimo sambil meletakkan tangan kanan nya di atas kepala
"diandra huuuhh" ucap bimo sambil tersenyum kecut
tak terasa bell masuk pelajaran selanjutnya berbunyi. dan tiba saat nya jam olah raga semua anak kelas ipa 1 keluar namun bimo masih saja termenung.
"wooii bim" teriak ranza hingga membuat bimo terkejut
"apaan sih za teriak-teriak emang lo pikir di sini hutan apa" kata bimo kesal
"justru lo yang kenapa dari tadi bengong mulu. ayo cepat ganti baju sebelum monster marah" kata danuar
setelah mengganti baju olah raga bimo dan yang lain nya menuju lapangan dan melakukan beberapa pemanasan. kemudian guru olah raga memberikan beberapa materi pembelajaran yang berkaitan dengan penting nya menjaga kesehatan tubuh.
setelah selesai memberikan materi kemudian mereka bebas bermain apa saja. dan yang laki-laki memilih bermain basket. sedangkan yang perempuan main bola beracun.
"bim lo nggak main"...
"kalian duluan aja gua lagi nggak mood" jawab bimo malas
"bim kok kamu nggak main" kata fayzia
",......." bimo hanya diam dia malas meladeni fayzia yang terus menempel pada nya
"nih aku bawain kami minum" kata fayzia
"......." masih belum di gubris oleh bimo hingga bimo memilih bermain basket
"huh sial malah nyuekin gua lagi, awas aja kamu ya bimo. lihat aja hua bakal bikin lo bertekuk lutut sama gua" ucap fayzia sinis
"anak-anak kalian main sendiri ya bapak harus ke ruang rapat
akhir nya para siswa yang sekelas dengan bimo belajar secara mandiri. tapi ada juga yang berkeliaran di kantin.
bimo yang sedari tadi uring - uringan saat main basket pun begitu. ia terlihat tidak fokus dia masih memikirkan diandra. apa lagi dia merasa bahwa diandra saat ini makin menjauh dari nya.
"ahh gua nggak bisa kayak gini gua harus nyelesain semua dari pada gua ke pikiran terus" pikir bimo
tanpa memberitahu yang lain bimo memutuskan untuk mencari diandra. bimo menuju kelas diandra karena ia tahu bahwa saat ini pasti di kelas diandra tidak ada guru. karena semua guru sedang rapat.
__ADS_1
ternyata dugaan bimo benar ada nya ia mengintip dari balik pintu bahwa di kelas tidak ada guru nya. semua siswa perempuan heboh melihat kedatangan bimo yang merupakan siswa populer nomor satu di sekolah.
"wah coba lihat siapa yang datang"....
"bukan nya itu bimo"..
"wah dia memang tampan apa lagi dengan baju basket yang ia pakai"....
"uhh tambah seksi"....
tok ....tok...tok..."sory numpang nanya diandra nya ada" tanya bimo sambil mengetuk pintu
"wahhh calon iman ku"....
"teduh nya".....
"suara bass dan berat nya keren" begitulah semua siswa perempuan di kelas itu terpesona melihat bimo namun bimo cuek saja.
"liv diandra ada ?" kata bimo yang melihat olivia yang sibuk menyalin tugas
"ooi" tegur bimo
"ehhh" olivia dan fely terkejut karena suara tepukan meja
"diandra mana" kata bimo yang mulai agak kesal
"tuhhh" tunjuk fely ke arah bangku diandra yang berada di samping olivia
"lo nggak lihat dia ngebo" kata olivia
"ndra,,,, ndra,,,. ndra,, bangun ada yang yang nyariin lo tuh" kata olivia sambil menggoyang kan tubuh diandra
"ndra..." kata olivia lagi
"lo lihat kan anak nya nggak mau bangun, sana bangunin sendiri gih kita pengen buat tuga" kata olivia
akhirnya bimo mendekati diandra ia melihat sejenak wajah diandra yang di terpa angin menjadi begitu menyejukkan.
"ndra,. andra... diandra" kata bimo membangun kan diandra
setelah sekian lama mencoba membangunkan diandra namun orang yang di bangun kan tak kunjung terjaga. akhirnya bimo menarik headset yang di pakai oleh diandra.
"uhhh apaan sih" kata diandra kesal
"gua mau ngomong sama lo ikut gua" kata bimo menarik pelan tangan diandra agar tidak berasa sakit
"apaan sih lo" kata diandra kesal dan dengan nada yang tinggi
"gua bilang gua mau sama lo" kata bimo
"males gua" kata diandra memarik tangan nya kembali
namun di tarik kembali sama bimo melihat kejadian itu. kini diandra dan bimo menjadi pusat perhatian orang-orang yang membuat diandra merasa tidak nyaman.
"udah lah ndra ikut aja" kata fely
"tahu nih cuman ngomong doang juga" kata olivia
"cepetan sana, mau lo di anggap pacaran sama bimo terus lo lagi marahan" kata fely
diandra membulat kan mata nya melihat sekeliling dengan malas.
"chih" diandra kemudian keluar mendahului bimo
__ADS_1
"makasih ya," kata bimo sambil tersenyum pada olivia dan fely
"aman" kata fely
"udah cepetan nanti anak nya ke buru kabur loh" kata olivia
"iya iya" bimo berlari mengikuti diandra
"tunggu" kata bimo
"kita bicara di taman belakang aja" kata bimo
"nggak kalau mau di atap oke" kata diandra
"oke oke kita bicara di atap" kata bimo
mereka pun berjalan menelusuri koridor sekolah untuk menuju atap.
sesampai nya di sana diandra langsung berhenti dan menaruh tangan nya di saku rok milik nya.
"ada apa" kata diandra
"itu gua... gua,,,emh gua..." kata-kata bimo terpotong
"gua kasih waktu lo tiga menit untuk ngomong kalau nggak gua tinggal" ucap diandra dingin
bimo masih terdiam merasa waktu nya terbuang percuma diandra beranjak pergi. namun tangan nya di hentikan oleh bimo.
"tunggu ndra, gua mau,,ehmm gua mau" kata bimo
"mau apa" diandra mendongak kan wajah nya kearah bimo membuat bimo semakin gugup.
"gua mau,,mau,, gu..gu...gua" ...
"ah lama lo" kata diandra kesal
"gua mau minta maaf sama yang kemarin ndra, soal gua yang anu"...
"dasar gak jelas" kata diandra yang berlalu pergi meninggal kan bimo
"diandra tunggu..akhhh adeh..." saat bimo ingin menarik tangan diandra tiba-tiba diandra langsung melintir tangan bimo dan menjatuhkan nya kelantai hingga bimo merasa kesakitan
"hehh" di andra tersenyum remeh melihat bimo yang langsung tergeletak di sana
"dasar lemah" kata diandra remeh
setelah nya diandra pergi meninggalkan bimo
sementara bimo yang tergeletak hanya tersenyum sambil memegang bahu nya yang terasa sakit akibat ulah diandra.
"huh dia benar-benar ya" gumam bim sambil tersenyum
.
.
.
.
bersambung...
happy reading all
__ADS_1
jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya