
olivia kini telah berada di benteng ke dua tim lawan. sementara diandra terus mengawasi gerak - gerik lawan dengan teropong nya.
setelah melihat dengan teliti baru lah diandra ngeh bahwa mereka sedang berusaha menjebak olivia.
saat ini olivia tidak sadar bahwa dia telah di kepung tim lawan. ia masih saja masuk ke dalam perangkap lawan.
diandra berusaha memberi kode ke pada timnya untuk segera mundur namu mereka tidak mengerti kode dari diandra.
" ahhh sial" umpat diandra frustasi
diandra terus melambaikan tangan nya namun beberapa orang melihat kode dari diandra dan mereka mundur.
"ada apa ndra ?"...
"mundur semua mundur" kata diandra
olivia sudah menaiki tangga untuk menuju benteng ke empat di area lawan.
"sekarang" kata fay dengan senyuman licik nya
"baik lakukan sekarang tarik talinya agar olivia terjatuh" ....
"baik.." ...
saat olivia hampir membuka pintu benteng ke empat dan bruk...olivia terjatuh dari tangga tersebut. hingga membuat tangan nya terkilir dan wajah nya berdarah.
sontak melihat itu diandra menjadi geram. diandra langsung lompat dari benteng bertahanan nya dengan tinggi 2,5 meter. diandra langsung berlari ke arah olivia sementara olivia telah menangis ke saakitan.
prittt...peluit berbunyi menandakan para pemain harus istirahat karena ada yang terluka.
.
.
sementara di kursi penonton danuar merasa tidak tenang dia langsung masuk arena pertandingan kemudian menggendong olivia ke luar dari area pertarungan.
bimo yang belum pernah melihat danuar semarah itu hanya bisa diam.
"minggir" kata danuar sambil menggendong olivia
"auu sakit" kata olivia meringis ia memegang pergelangan tangan kanan nya yang terkilir
"awas kami akan mengobati luka nya" kata salah satu perawat yang berjaga
"eh fay lo curang" kata fely
"hehhh curang, apa yang gua lakuin sampai lo bilang gua curang" kata fay dengan sombong nya
"lo sengaja kan bikin oliv jatuh ?, gua lihat anak buah lo yang nggak tahu diri ini narik tali saat oliv melangkah biar dia jatuh iya kan" fely sudah mulai emosi melihat perbuatan fayzia terhadap olivia
"apa buktinya ..?" kata fay
"oh iya kita harap kalian nggak akan lupa taruhan kita waktu itu" kata salah satu teman fayzia
"taruhan, taruhan apaan ?" kata diandra datar
"heh lo nggak tahu ya, temen - temen lo yang lemah ini udah taruhan sama gua. siapa yang kalah akan jadi pembantu yang menang selama sebulan. maka nya lo,,lo,,dan lo siap - siap aja jadi babbbu" kata fayzia
"siapa yang buat taruhan ?" tanya diandra
"sory ndra gua" kata olivia murung
"berapa sekor kita ?" tanya diandra
__ADS_1
"sekor kalian 25 : 35 ndra, kalian sangat dikit menyerang" kata bimo
"berarti kita butuh lebih kurang 25 point lagi untuk menang" kata diandra
"iya ndra, pasukan kita juga udah hampir habis, sekarang yang bisa main lo, gua, nindi dan putri" kata fely
"sisa waktu juga tinggal 10 menit lagi ndra gimana ini ?" kata putri
"tenang aja gua nggak akan biarin kalian jadi babu orang ini" diandra mengangkat salah satu alis nya ia menatap fayzia dengan aura membunuh nya.
"ayo mulai" kata diandra sambil memakai pelindung kepala
"tapi ndra .." kata fely
"fely, putri lo jaga benteng, nindi lo tunggu di sana. biar gua yang nyerang. kebetulan gua udah bosan sedikit olah raga boleh juga" kata diandra dengan senyum licik nya.
"ndra maafin gua ya" kata olivia
"udah nggak apa - apa ?" kata diandra
.
.
mereka kembali ke arena pertarungan sekarang saat nya diandra yang memegang kendali arena.
diandra berjalan santai dengan ia membidik satu persatu musuh nya. ia juga melakukan beberapa gerakan parkur ia dengan santai melompat ke sana ke mari. saat ini diandra terlihat sama persis dengan tentara asli yang sedang melakukan peperangan.
dor..dor..diandra telah sampai di benteng pertahan ke dua. dor..dor...dor...diandra menembak semua lawan.
kini tinggal dua orang lagi yaitu fayzia dan teman nya.
"kepung dia " kata fayzia
fayzia ingin mencurangi diandra namun diandra mengetahui lebih awal rencana nya. saat fayzia mengejar diandra tanpa pikir panjang diandra langsung lompat dari ke tinggian 4 meter. kemudian ia bersembunyi di balik tiang - tiang yang telah di siapkan. diandra masih bersembunyi ia ingin mengumpulkan tenaga terlebih dahulu.
.
.
"gila apa dia monster" kata ranza
"dia udah mengalahkan 8 orang dalam kurun waktu kurang 4 menit" kata bimo
"bim gila cewek lo" kata marvi
"belum vi" kata bimo
"seperti nya mereka tak tahu kalau diandra adalah agen yang paling kuat di tim kami" kata atar dalam hati
ia melihat bos nya yang seperti singa liar yang hilang kendali sedang mengamuk.
"maka nya jangan ganggu singa kami yang sedang tidur" kata olivia
"maksud lo liv ?" kata bimo penasaran
"biar pun dia pendiam kayak gitu dia jago beladiri dan parkur" kata olivia
"oh gitu, masih sakit nggak ?" kata danuar
"masih sih cuman nggak seberapa" kata olivia
.
__ADS_1
.
di arena pertempuran diandra berhasil melumpuhkan satu musuh. kini hanya tinggal fayzia yang menjaga benteng.
saat fayzia ingin menembak diandra dengan cepat diandra menendang ke arah senjata fayzia dengan gaya memutar kan tubuhnya. alhasil senjata fayzia terjatuh saat ini fayzia tidak memiliki senjata.
diandra dengan tatapan dingin nya menatap fayzia. fayzia gemetar melihat tatapan diandra yang begitu mengerikan.
"kau tahu hal yang harus kau terima jika menyuntuh orang - orang di sekitar ku yang akan kau dapatkan adalah hal yang kau ingin lakukan akan kembali pada diri mu sendiri" diandra meletakkan pistol cat nya tepat di kening fayzia sementara fayzia sudah lemas oleh hal yang di lakukan diandra
"ndra gua cuman ber..." kata fayzia namun terpotong oleh diandra
"bukan nya lo ingin bermain peran jadi babu" kata diandra ia memperlambat waktu penembakan ia hanya ingin menakut - nakuti fayzia sedikit
"kalau begitu gua wujudkan" dor..diandra menembak tepat di kepala fayzia kemudian diandra menghembuskan ujung senjata nya.
fayzia tersungkur tak berdaya ia tak bisa mengangkat kan ke dua kaki nya begitu lemas. ucapan diandra seperti ancaman baginya.
"sial kenapa ,,kenapa seperti ini, gua nggak pernah kalah sebelum nya. siapa,,,siapa wanita ini kenapa dia begitu mengerikan awas lo ndra gua nggak akan terima semua ini gua bakal bales lo ndra" kata fayzia dalam hati
sementara itu diandra mencabut bendera lawan yang menandakan tim nya menang. semua orang bersorak pertandingan yang sengit di menangkan oleh tim diandra.
saat diandra membuka pelindung kepala nya rambutnya terurai dan dia sangat cantik. meskipun dia wanita yang dingin tapi siapa yang menyangkal bahwa memang diandra sangat lah cantik.
"pemenang nya tim olivia" kata wasit
"yeyy" semua tim berteriak
"gila diandra lo kejam banget" kata ranza
"ndra nih" kata bimo memberikan minuman pada diandra
"cie..." sorak anak - anak
drett,,drettt, ,,dret belum diandra mengambil minuman dari tangan bimo ponsel diandra bergetar. ia mendapat chat dari adrew yang meminta diandra berhati - hati.
"ndra seperti nya mereka akan bergerak besok, maka hati - hati lah. orang ku akan di sana selama kau di sana" chat adrew
diandra menghela napas panjang setelah melihat ponselnya.
"nih tadi lo nggak sempat minum" kata bimo
"thanks" diandra mengambil botol minuman tersebut dan meminum nya
"selamat ya, kalian menang" kata bimo
"emm" diandra hanya mengangguk
bimo tersenyum senang melihat diandra yang mengambil air dari tangan nya.
"dia sangat cantik dan mengerikan" batin bimo
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.
koh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗