Cold Heart

Cold Heart
hammock


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan mereka pun sampai di tempat tujuan. satu - persatu siswa turun dari dalam mobil kemudian berkumpul perkelompok.


"anak-anak kalian harus membangun tenda kalian masing-masing, dan satu tenda 4 atau 5 orang nggak apa-apa" kata sinta


"baik bu" ucap mereka


"oh iya yang laki-laki jika kalian sudah selesai nanti kalian bantu yang perempuan ya" ucap erdan salah satu guru yang juga mentor


"baik pak" jawab siswa laki-laki


"dan, lo cari dua orang lagi buat satu kelompok sama kita !" perintah bimo pada danuar


"siap bos" jawab danuar


"bim mereka berdua belum dapat tenda gimana mereka ama kita aja ?" ucap ranza


"ya udah ajak mereka ke sini" kata bimo


"eh kalian berdua satu tenda sama kita bertiga aja" kata ranza


"ya sudah kalau begitu kita kelompok kalian" ..


"lo marvi kan ?" tanya bimo


"eh bimo, lo kelompok ini juga ? kok gua nggak tahu" kata marvi


"iya, eh kok gua nggak tahu kalau lo sekolah di sini ?" kata bimo


"hehhee gua kan nggak terkenal kayak lo bim, oh gua lupa kenalin ini teman sebangku gua lexi, lexi kenalin ini bimo teman gua di klub taekwondo" kata marvi


mereka pun berkenalan dan mereka juga cepat akrap satu sama lain.


.


.


sementara itu diandra masih butuh dua orang lagi untuk berbagi kelompok.


"ndra kira-kira siapa lagi nih yang bakal satu tenda sama kita ?" tanya fely


"emmm tuh zeria sama nindi aja" tunjuk diandra ke arah mereka


"tapi ndra, mereka kan ?....." kata olivia terpotong


"kenapa mereka nggak level, mereka miskin ?" kata diandra datar


"bukan gitu ndra maksud gua" kata olivia


"ya sudah mereka berdua aja, lagi pula kelihatannya mereka berdua asik kok kalau di ajak ngobrol" kata fely


"ok kalau gitu gua panggil, zeria, nindi" teriak fely sambil melambaikan tangannya

__ADS_1


"mulut lo kenceng amat sih fel, budek nih telinga gua dengernya" kata olivia


"hehheheeee sory-sory" kata fely


"kalian zeria sama nindi kan, kalian mau nggak satu tenda sama kita. kita butuh dua orang lagi soalnya" kata olivia


"mau kok, beneran nih ? dari tadi kita nyari-nyari yang mau satu tenda sama kita" kata nindi


"oh iya kenalin gua olivia, ini fely dan cewek dingin tanpa ekspresi ini namanya diandra. dia yang rekomendasiin kalian buat satu tenda sama kita" kata olivia


"oh iya, aku zeria kelas ipa 1, aku sama nindi satu kelas" kata zeria


zeria dan diandra pura-pura tak kenal karena diandra tak ingin identitasnya terbongkar. di sini hanya zeria yang tahu siapa diandra sebenarnya. ia yakin diandra memilihnya bukan tanpa alasan. ia yakin saat ini diandra tengah menolongnya agar ia tidak satu tenda dengan fayzia. karena jika itu terjadi bisa sangat gawat, bisa saja fayzia melakukan hal yang di luar batasnya.


setelah mengenal satu sama lain tim diandra mulai membangun tenda mereka. mereka membagi tugas agar mereka dapat selesai sebelum matahari tenggelam.


diandra mengeluarkan garam di dalam tasnya ia menaburkan garam pada tanah yang akan di bangun tenda. menurut pengalamannya yang notabennya anak gunung dan sering melakukan trip alam. garam berguna untuk menghalang binatang masuk ke dalam tenda seperti ular, kalajengking dan hewan kecil lainnya.


"ndra buat apa garam itu" tanya fely penasaran karena ini adalah lemah pertamanya lain hal nya dengan diandra yang bahkan melakukannya sebulan tiga kali bahkan lebih jika ia libur.


"buat jaga-jaga aja takut ada ular" kata diandra


"oh okeh" fely tidak ingin bertanya lagi ia yakin diandra lebih berpengalaman dalam hal ini


diandra masih fokus membangun tendanya dengan cara nya sendiri, dan akhirnya tenda mereka telah selesai. mereka bahkan mengalahkan anak laki-laki yang sampai kini belum selesai membangun tendanya.


"ok tendanya sudah siap kalian masukin barang-barang kalian ke dalam, oh iya tendanya jangan di biarkan terbuka agar nyamuk tidak masuk" kata diandra


"ndra, trus ini yang kayak bola nih apa ?" tanya olivia


"oh itu obat nyamuk, entar kalau malam bisa jadi lampu kok" kata diandra


"heeemm aromanya enak, kayak aroma greentea" kata olivia


"emm emang aroma greentea kok, kalau kalian nggak suka biar gua lepas" kata diandra datat


"jangan, kita suka kok, ya kan gang" kata fely


"iya suka kok wangi nya enak bikin damai" kata nindi


"oke" jawab diandra


"anak-anak bagi yang telah selesai memasang tenda jika ada yang ingin mandi atau bersih-bersih silakan. kemudian kalian istirahat dulu nanti jam setengah tujuh malam kita kumpul untuk makan bersama. karena hati ini kalian masih lelah maka pihak sekolah yang akan masak. lain hal nya besok kalian harus memasak dengan teman satu tenda kalian masing-masing mengerti ?" ucap erdan


"baik pak" jawab para siswa


mereka pun pergi mandi dan membersihkan diri setelah itu mereka beristirahat sambil menunggu matahari tenggelam sebentar lagi.


melihat dua pohon yang sepertinya bagus untuk bersantai dengan hammock, diandra mengeluarkan hammock nya dari dalam tas kemudian mengikat di dua sisi yang berbeda. diandra merasa spot nya sangat cocok untuk menikmati matahari terbenam sambil hammockan.


"ndra kok lo nggak bilang sih bawa hammock, kita juga pengen ndra" teriak olivia

__ADS_1


diandra hanya menggeleng kan kepalanya yang merasa kasihan dengan temannya itu yang merengek ingin naik juga.


"ndra curang lo" teriak danuar


diandra tak memperdulikan terikan mereka dibawah ia sedang menikmati pemandangan yang sangat indah. pemandangan ini seakan-akan hanya tercipta untuknya di tambah lagi alunan lagu yang santai makin membuat diandra nyaman.


sementara di bawah olivia dan anak lainnya masih saja menggerutu dengan kelakuan diandra.


"huhh apaan sih diandra masa cuman dia aja sih yang nyantai kan gua juga mau, eh danuar lo nggak bawa hammock juga nggak ?" gerutu olivia yang melampiaskan kekesalan pada danuar


"gua mana terpikir bawa hammock segala" kata danuar


"ah lo tuh ya. nggak bisa di andelin sebagai cowok" kata olivia tambah kesal


"iya,,iya gua salah deh" danuar pasrah melihat tingkah laku pacar nya yang kekanak-kanakan


bimo tersenyum dengan kelakuan diandra, bahkan ia sendiri tak pernah terpikir untuk membawa hammock untuk santai.


"bim lo yakin dia bakal suka sama lo bim ?, bukan apa-apa gua ngelihat dia kayak nya jauh banget buat lo gapai" kata ranza


"gua mikir juga gitu za, tapi gua yakin kok gua pasti bisa. hanya masalah waktu saja gua akan berusaha sebisa mungkin" kaya bimo yang masih melihat diandra yang dengan santai nya di atas hammock


setelah matahari sepenuh nya tenggelam diandra turun, dia juga menurunkan hammock menjadi lebih rendah agar olivia dan yang lainnya bisa duduk juga. ia tahu bahwa saat ini mungkin olivia sedang marah pada nya. tapi bukan diandra nama nya jika tidak bisa membujuk teman nya yang satu itu.


"tuh udah gua turunin sana duduk, kalau nggak gua lipat. satu dua ti.." perkataan diandra terpotong


"emh karena lo maksa jadi gua duduk deh" kata olivia dengan malu-malu


"chih dasar manja" gumam diandra


malam itu mereka lalui dengan bersenang-senang. besok adalah hari yang akan melelahkan bagi mereka karena besok hingga tiga hari kedepan banyak kegiatan yang akan mereka lakukan.


.


.


"ingin menjadi orang yang bisa mendengar dan merasakan apa yang orang lain rasakan. meski tak berbicara cukup dengan perbuatan tanpa orang lain tahu" author


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.

__ADS_1


koh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗


__ADS_2