
"siang kak" ucap diandra saat masuk ruangan adrew
"eh diandra, kamu sudah datang tunggulah sebentar adrew lagi ke rumah sakit" kata dovi
"rumah sakit ?, ada apa kak ?" kata diandra
"tadi ada telepon dari rumah sakit mengenai kondisi nona amanda" kata dovi
"amanda kenapa ?" tanya diandra khawatir
"emm entah lah aku juga belum dapat kabar, dari tadi adrew belum dapat di hubungi" kata dovi
"ya sudah kalau begitu aku ke rumah sakit saja kak" kata diandra
"tunggu ndra aku ikut dengan mu" kata dovi
"tapi kalau kak dovi ikut siapa yang berjaga di sini ?" kata diandra
"kau benar, ya sudah pergilah tapi cepat kabari aku ya" kata dovi
"emm nanti aku kabari" kata diandra
diandra langsung pergi meninggal kan gedung tersebut. ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. tak butuh waktu lama kini diandra sudah berada di rumah sakit milik keluarga adrew.
diandra memarkirkan mobil nya tiba-tiba ia melihat dua orang yang sedang mengintari mobil adrew. melihat itu diandra juga diam-diam melihat mereka.
" apa yang ingin mereka lakukan" gumam diandra
"atau jangan-jangan" diandra mendekati mobil itu
plakkk sebuah lemparan kerikil mengenai kepala salah satu dari dua orang itu.
"aww sakit siapa yang melempar" kata mereka
"eh cabut-cabut jangan-jangan ada yang melihat kita" kata nya lagi
"ya sudah ayo" mereka berdua langsung pergi dengan mengendarai motor matic
diandra yang melihat hal itu langsung mengecek mobil adrew. ya dan benar saja diandra melihat bahwa kabel rem adrew sudah di potong oleh mereka.
agar adrew tidak mengendarai mobil tersebut diandra lebih memlih mengempesi ban mobil kakak nya itu. karena ia takut jika ia tak bertemu dengan adrew maka adrew mengendarai mobil nya tersebut.
"huh dasar kepa**** rupa nya mereka sudah mulai bergerak sekarang" kata diandra dingin
"baiklah kalau begitu aku juga harus siap-siap" kata diandra
setelah mengempesi ban mobil adrew diandra masuk ke dalam rumah sakit. dan ada beberapa petugas rumah sakit hormat pada nya. karena beberapa dari mereka tahu bahwa diandra adalah sepupu dari adrew.
diandra berlari ke ruang perawatan di mana amanda di rawat. di luar ruangan sudah terlihat beberapa orang menunggu. termasuk mama diandra, oma dan kedua orang tua adrew.
"maa,," teriak diandra memecahkan ke heningan di lorong rumah sakit itu
"diandra" kata mama
"ma, tante ada apa kenapa kalian berkumpul di sini" kata diandra namun semua orang terdiam
"kak ada apa" tanya diandra pada adrew saat ia tidak memperoleh jawaban dari mama nya
namun diandra juga tak mendapat jawaban apa-apa dari adrew. diandra bingung mengapa semua orang terdiam. apa yang sebenar nya terjadi itu lah yang ada di dalam pikiran diandra.
__ADS_1
merasa tak mendapat jawaban apa-apa diandra juga terdiam dan duduk di lorong tersebut. tak lama dokter yang menangani amanda kemudian keluar.
"dokter bagaimana anak saya dok ?" kata papa adrew
"iya dok bagaimana ke adaan adik saya dok" ucap adrew panik
"begini pak, jantung amanda seperti nya tak bisa bertahan lebih lama lagi. kita harus cepat menemukan obat nya pak. kita juga harus segera melakukan operasi. jika tidak kami juga tal bisa berbuat apa-apa" kata dokter
"dok cari obat nya dok berapa pun akan kami bayar" kata adrew
"ad, obat nya harus di pesan di kota k dan proses pembuatan dan uji coba nya juga membutuhkan waktu 2 minggu" kata dokter
"apa" kata adrew emosi
"ad kamu tenang" kata mama adrew
"baiklah dok. pesan kan obat itu jika kamu masih ingin bekerja sebagai dokter" teriak papa adrew
"baik pak saya akan memesan nya" kata dokter
"dok apa kami boleh melihat nya" kata mama adrew
"iya boleh, tapi bergantian sebab pasien juga butuh istirahat" kata dokter
"iya terimakasih dok" kata mama adrew
"kalau begitu saya permisi pak" kata dokter sambil membungkuk kan badan nya
"iya" kata papa adrew
setelah dokter pergi kedua orang tua adrew masuk ke ruangan. di mana sekarang tubuh amanda terlihat begitu lemah dengan alat media yang menempel di tubuh nya. hanya suara alah bantu pernafasan yang terdengar di sana.
"ndra ikut kakak" kata adrew
diandra mengangguki permintaan adrew ia mengikuti langkah kakak nya yang gontai.
"ndra kenapa kamu bisa tahu aku di sini" kata adrew sambil mendudukan tubuhnya di sebuah kursi taman rumah sakit
"tadi aku ke kantor kak" kata diandra
"oh iya masalah chip itu biarlah dulu. kini aku sedang fokus pada amanda" kata adrew
"emm" kata diandra paham
"kak, tadi aku lihat ada dua orang yang memutuskan rem mobil kakak aku rasa mereka orang suruhan...." kata diandra
"eemm aku tahu aku sudah melihat nya di alarm ponsel ku" kata adrew
"pulang lah dek, aja tante dan oma pulang kasian mereka dari semalam di sini" kata adrew
"semalam ?" kata diandra
"jadi ini mengapa mama menelpon ku berkali-kali" gumam diandra
"ya sudah kak, kakak hati-hati" kata diandra kemudian ia kembali menemui mama nya
.
.
__ADS_1
"ma, bagaimana keadaan manda ma ?" tanya diandra
"dia masih belum sadar nak" kata mama diandra
"ma kita pulang dulu yuk oma juga, tadi kak ad nyuruh aku nganterin mama sama oma pulang" kata diandra
"emm, sebentar mama sama oma masuk dulu kamu tunggu di sini" kata mama diandra
"iya ma" kata diandra
mama dan oma nya pun masuk keruangan tidak dengan diandra. dia tidak melihat amanda yang begitu lemah. entah mengapa ia merasa sakit jika harus melihat amanda tak berdaya.
begitulah diandra ia sangat menyangi keluarga nya. dan ia tak sanggup melihat salah satu dari mereka tersiksa. mungkin di luar diandra terlihat dingin dan cuek. tapi di dalam ia sangat perhatian pada keluarga dan orang-orang sekitar.
setelah begitu lama akhirnya mereka keluar dari ruangan. di ikuti kedua orang tua adrew.
"mbak, mas kami pulang dulu, kalau ada apa-apa cepat hubungi kami. oh iya nanti malam mungkin mas steven akan mampir sepulang nya dari kantor" ucap mama diandra
"nak mama pulang dulu ya" ucap oma sambil memeluk mama adrew
"iya ma hati-hati, ndra pelan-pelan bawa mobil nya" kata mama adrew
"iya tante" kata diandra singkat
"kamu nggak mau lihat amanda dulu ndra ?" kata mama nya
"nggak usah ma" kata diandra sambil pergi
"mbak maafkan diandra ya" kata mama diandra pada mama nya adrew
"iya nggak apa-apa kita semua tahu bahwa dia menyayangi nya. bahkan lebih dari diri nya sendiri. mungkin diandra butuh waktu untuk menerima keadaan manda saat ini. apa lagi trauma di tinggal aya dulu masih belum sembuh" kata mama adrew
"seperti nya begitu mbak. yah sudah kami pamit dulu ayo ma" kata mama diandra
"iya ayo. mama pulang dulu ya" ucap oma
mereka pun menuju loby sedangkan diandra telah mengambil mobil di parkiran.
"ma ayo" kata diandra membukakan pintu belakang
di perjalanan pulang diandra hanya diam seperti biasa ia begitu dingin. ia hanya fokus mengemudi dua orang yang berada di belakang juga terdiam.
sesampai nya di rumah diandra terlebih dulu turun. seperti biasa supir nya akan memarkir kan mobil nya.
diandra langsung menuju kamrnya tanpa berkata apa pun. kini merebah kan tubuh nya di ranjang dengan tangan satu di atas kepala. seakan menandakan banyak nya pikiran yang bersembunyi di kepalanya.
"huhhh apa ini ?" gumam diandra dengan menghela nafas panjang
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya