Cold Heart

Cold Heart
sakit


__ADS_3

setelah bel berbunyi yang menandakan mata pelajaran berikutnya akan di mulai. bimo dan yang lainnya mulai masuk kelas masing-masing dengan satu-persatu.


malas banget gua masuk, mending gua bolos aja kali ya" batin bimo


karena bimo masih merasa tidak nyaman akhirnya ia memilih keluar dari kelas dan tidur di uks.


"permisi buk saya boleh ke uks perut saya tidak nyaman" ucap bimo sambil mengangkat tangan kanannya


"kamu sakit bimo ? tanya guru


"iya buk, perut saya rasanya benar-benar tidak nyaman" ucap bimo dengan berpura-pura sakit perut


"baiklah silakan" ucap guru


"terima kasih buk" ucap bimo yang meninggalkan kelas


bimo pergi meninggalkan kelas ia menuju uks entah mengapa ia merasa sangat pusing.


brukk..di koridor sekolah bimo tiba-tiba pingsan.


"uh di mana ini" gumam bimo yang melihat sekeliling nya.


"lo udah sadar, lo kenapa bim pakai acara pingsan segala sih ?" tanya ranza


"za, bisa nggak tu mulut di jaga nggak lihat apa bimo lemas gini" ucap danuar


"kok gua bisa di sini sih ?, kalian yang bawa gua kesini ?" ucap bimo lemas


"bukan tapi dia" tunjuk danuar ke arah gadis yang sedang duduk di samping teman-temannya


"diandra" bimo bingung seketika itu wajah nya langsung berubah merah dan memanas


"bim, lo beneran sakit gimana kalau kita pulang aja bim badan lo panas banget nih" ucap danuar yang memegang kening bimo


"nggak usah gua nggak apa-apa kok" bimo menepis tangan danuar


"eh malu banget gua pingsan mana yang nolongin diandra lagi,, arghhh kenapa harus andra sih yang bawa gua kesini " batin bimo


flashback..


"ndra lo mau kemana ?" tanya olivia


"gua mau ke toilet bentar cuci muka ngantuk gua" kata diandra


"oh, ya sudah pergi sana" ucap olivia


"ni guru pada kemana sih nggak masuk-masuk kesal gua mana kelas udah kaya pasukan kambing liar lagi saking ributnya" gerutu fely


"....."diandra hanya mengangkat bahunya tak tahu kemudian pergi ke arah toilet


diandra berjalan di koridor ia melihat ada seseorang yang tergeletak di dilantai. kemudian ia menghampiri orang tersebut.


"nggak ada kerjaan apa tidur di lantai di koridor pula lagi" gumam diandra


"woi bangun" diandra membalikkan badan orang itu yang ternyata adalah bimo. diandra memegang kening bimo yang terasa sangat panas.


"nih orang demam kali ya" kemudian diandra memapah bimo ke ruang uks


tok,, tok tok.." permisi suster" ucap diandra sambil membuka pintu uks


"iya, ...ada apa ini" ucap suster jia


"sus seperti nya dia demam sama menemukan dia pingsan di tengah koridor" jelas diandra

__ADS_1


"kalau begitu baringkan di sini dulu saya akan periksa dia" ucap suster


"baik sus kalau begitu saya permisi dulu" ucap diandra yabg hendak meninggalkan ruangan


"tunggu kamu, oh iya nama mu ?" tanya suster


"diandra sus" kata diandra singkat


"kamu tolong tungguin dia sampai dia siuman ya, saya harus keluar sebentar. dia juga sudah saya berikan obat penurun panas" perintah suster


"tapi dok, saya .." ucapan diandra terpotong


"suster minta tolong sama kamu, nanti suster akan minta izin ke guru mu bahwa kamu ada tugas dari suster" kata suster


"saya hubungi temannya saja sus" diandra masih kekeh karena malas menemani bimo


"pokok nya kamu harus di sini ok" perintah suster


"huh, baiklah" ucap diandra dengan malas


"baiklah saya titip pasien saya ya" ucap suster sambil meninggalkan ruangan


"em huh sial coba gua nggak keluar tadi pasti gua nggak perlu ngurusin nih orang" gerutu diandra dengan ekspresi datar nya


setelah beberapa waktu diandra menelpon olivia, tut tut tu.."halo liv suruh pacar lo si danuar itu ke uks nih temannya pingsan dan udah gua bawa ke uks" tut diandra mematikan ponselnya


"huh merepotkan" ucap diandra


"tolong air" ucap bimo lemah dalam ke adaan belum sadarkan diri


"chih" diandra memberikan air pada bimo dengan hati-hati dan bimo kembali tertidur


"uh ....." bimo mulai merasa tidak nyaman dan keringat nya mulai bercucuran sampai baju nya basah karena keringat


"chih kenapa sih nih orang" diandra mencoba memegang kening bimo dan mengecek nya.


diandra membawa mangkuk yang berisi air dingin dan handuk " huh kenapa gua udah kayak suster aja sih sial banget dah gua, mana danuar belum datang lagi kamp***t emang tuh orang" gerutu diandra sambil mengompres kepala bimo.


samar-samar bimo membukakan mata nya berlahan ia melihat diandra yang sedang merawatnya dengan lembut. namun bimo menutup kembali matanya ia takut bahwa semuanya hanya mimpi.


"eh lo udah bangun oi oi..yah tidur lagi" ucap diandra yang masih mengganti kompresan bimo


"danuar mana lagi" gerutu diandra


tok tok tok " ndra oliv bilang bimo pingsan" danuar membuka pintu lalu masuk


"em tuh urusin teman lo, gua cabut" ucap diandra


"tunggu ndra, tadi suster udah periksa dia belum" tanya ranza


"em udah kok, dia cuman demam doang nanti juga sembuh" ucap diandra datar


"lo jangan pergi ndra lo di sini aja bentar lagi oliv sama fely ke sini ko, eh itu mereka" tunjuk danuar yang melihat olivia dan fely masuk


"em," diandra duduk di kursi dekat oliv


flasback off...


"bim kita anterin lo pulang aja ya" ucap danuar


"emm iya deh" bimo memilih untuk pulang ke rumah dari pada mukanya semakin merah dan panas karena ia terus melihat diandra


danuar membantu bimo dan memapah nya sampai ke mobil "za tolong ambil tas bimo sama kunci mobil gua di kelas" ucap danuar sambil memapah bimo

__ADS_1


"iya gua kelas dulu kalau gitu" ranza berlari ke kelas untuk mengambil tas bimo sekalian minta izin pulang pada guru


"ndra bantuin gua mapah bimo dong, tolong lo sebelah sana" ucap danuar


"lah kok gua sih tuh kenapa nggak oliv atau fely aja" ucap diandra malas


"udah ndra tolongin aja" ucap olivia


"huh nyusahin aja" diandra mengambil tangan bimo dan meletakkan di bahu nya dengan bertujuan memapah bimo yang benar - benar terlihat lemas


"makasih ya" ucap bimo tulus


mereka membawa bimo masuk ke dalam mobil kemudian mobil itu di kendarai oleh ranza.


"za lo yang bawa gua di belakang ama bimo" ucap danuar


"oke.." ranza melajukan mobilnya menuju rumah bimo


setelah sampai mereka langsung membawa bimo masuk ke dalam rumah di sana ada mama bimo dan beberapa asisten rumah tangganya yang sedang bersih-bersih rumah


"pagi tante" ucap danuar


"lo dan, za bimo kenapa ?" tanya mama bimo


"bimo demam tinggi tan, makanya kita bawa pulang" ucap danuar


"ya sudah tolong bawa ke kamarnya ya, tante telpon dokter dulu" ucap mama bimo khawatir akan ke adaan anaknya yang sedang lemas


"iya tante" danuar dan ranza mengantarkan bimo ke kamarnya dan membaringkan bimo di ranjangnya


"makasih ya bro" ucap bimo


"em, santai aja kita ke bawah dulu sekalian kita mau balik ke sekolah lagi ya" ucap danuar


"ok ok sekali lagi makasih ya" ucap bimo


mereka turun ke bawah sementara mama bimo masih menunggu dokter pribadi keluarga mereka datang.


"tan kita pamit dulu balik lagi ke sekolah nanti kita ke sini lagi" ucap ranza


"za gimana cerita bimo bisa sampai demam" tanya mama bimo


"jadi gini tan..." ranza menceritakan kronologi bimo yang demam dan jatuh pingsan sampai di tolong seorang gadis yang bimo sukai


kemudian ranza dan danuar kembali ke sekolah. karena mereka berdua sampai setelah jam istirahat berlangsung mereka menuju kantin dan menemui olivia yang sedang makan.


"eh dan gimana ke adaan bimo " tanya olivia


"dia di antar ke rumah sakit karena demam nya tinggi, oh iya nanti pulang sekolah kita pengen jenguk dia kalian ikut nggak ?" tanya danuar


"iya kita ikut, lo juga kan ndra" tanya olivia


"em" ucap diandra singkat


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2