Cold Heart

Cold Heart
berangkat


__ADS_3

chit..chit suara burung telah bersenandung dan sinar mentari berlahan masuk menyinari kamar bimo. bimo yang ke tiduran setelah subuh pagi tadi baru tersadar bahwa ia hampir saja terlambat. hari ini adalah jadwal sekolah xx melakukan perkemahan rutin di salah satu daerah kabupaten k.


"bimo bangun ini sudah jam 7 bim" teriak mama bimo dari luar kamar


"iya ma, ini bimo baru selesai mandi mah, bentar lagi turun" jawab bimo


"ya sudah kalau begitu cepat turun kita sarapan dulu" kata mama


"iya ma" jawab bimo


setelah siap bimo pun turun menuju meja makan di sana mama dan papa nya telah menunggu.


"pagi pa, ma" sapa bimo


"pagi juga sayang" jawab mama dan papa bimo


"bim barang-barang kamu sudah siap semua ?" tanya papa


"sudah kok pa, kita hanya perlu membawa pakai dan perlengkapan mandi saja serta alat-alat yang lainnya kalau peralatan masak dan bahan makanan sudah di siapkan oleh sekolah. paling bimo cuman bawa makan ringan saja hanya untuk jaga - jaga siapa tahu tiba-tiba lapar pa" jawab bimo


"jangan lupa bawa alat penerangan bim kan kalian di hutan nginap nya, sama satu lagi harus permisi, jangan berbuat yang tidak-tidak pokok nya kamu jangan macam-macam deh. hati-hati juga pokok nya kalau ada apa-apa langsung kasih tahu papa, atau mama ya bim" kata mama


"iya mah, panjang banget ceramah nya hehhe" kata bimo yang masih melahap nasi goreng sambil angguk-angguk mendengar ceramah mamanya


"mama bukan ceramah bim, tapi..." belum selesai mama bimo berbicara sudah di potong oleh suaminya


"tapi buat kebaikan kamu bim, benarkan ma hehehhe" kata papa


"iya itu maksud mama, sudah cepat makan nanti kamu ketinggalan bus lagi" kata mama


"bim kamu diantar pak suman saja ya, papa harus berangkat cepat papa ada metting hari ini" kata papa


"iya pa nggak apa-apa kok" jawab bimo


"atau mama aja yang antar sekalian mama sama bibi mau ke pasar belanja" kata mama


"nggak usah ma, sama pak suman aja nggak apa-apa ma biar pak suman aja, kalau mama nganterin bimo dulu entar kuburu habis sayur segarnya" kata bimo


"iya juga sih, ya sudah kalau begitu kamu sama pak suman aja ya berangkat ke sekolahnya" kata mama


"ok mah, lagi pula ransel ku sudah tak masukin ke mobil kok ma" kata bimo meniru gaya bicara mamanya


setelah selesai sarapan bimo pamit pada ke dua orang tuanya setelah itu ia berangkat. namun, bimo menjemput ranza dan danuar terlebih dahulu karena mereka tidak bawa mobil dan lagi supir mereka hari ini juga sibuk.


.


.


skip sekolah

__ADS_1


saat ini para siswa telah bersiap untuk berangkat setiap kelompok berada di barisan bus mereka masing - sesuai dengan arahan guru.


"sebelum kalian berangkat saya selaku kepala sekolah ingin menyampaikan beberapa pesan, semua nya harap berangkat dengan tertib setiap setiap kelompok akan di bimbing oleh 5 orang mentor dan asistennya. kalian harus patuh pada aturan yang di berikan oleh masing - masing mentor kalian. dan yang paling penting adalah kalian harus tetap menjaga diri kalian. semoga kalian selamat sampai tujuan dan kembali lagi ke sekolah ini tanpa kekurangan satu apa pun. untuk para mentor saya harap kalian menjaga anak-anak dengan baik, saya harap para mentor dapat mengawasi anak-anak. mungkin itu saja sedikit arahan dari saya. sebelum semuanya berangkat mari kita berdo'a menurut kepercayaan masing-masing agar kita selalu di lindungi oleh tuhan yang maha esa. baik untuk bus pertama silahkan berangkat" kepala sekolah memberikan beberapa arahan sebelum mereka berangkat


setelah mendapat arahan dari kepala sekolah dan guru akhirnya mereka berangkat. diandra dan semuanya naik bus satu - persatu. diandra memilih duduk di sebelah kanan paling belakang karena itu adalah posisi yang paling ia sukai. sementara bimo dan yang lain duduk di depan diandra.


diandra memilih tidur selama perjalanan karena butuh waktu 8 jam untuk sampai di perkemahan. diandra mengeluarkan masker dan topinya kemudian ia kenakan tak lupa headset yang terpasang di telinga ia tak ingin mendengar keributan teman-temannya.


bimo yang sedari tadi memperhatikan diandra hanya bisa memandang diandra dari jauh. diandra begitu tidak perduli dengan orang sekitar yang ia pikir adalah cara yang membuatnya nyaman saja.


"bim kenapa lo nggak duduk samping diandra aja tadi ?" kata ranza


"nggak ah, gua di sini aja nanti dia nggak nyaman lagi gua duduk sama dia" kata bimo


"iya sih, tapi bim walau pun lo duduk sebelahnya lo juga nggak akan di anggap ada. lihat tuh dia aja udah mulai cari posisi buat ke dunia mimpi hihih...hiiii" kata ranza


plak sebuah sentilan keras mendarat di kening ranza yang di berikan bimo.


"bisa diam nggak lo, mai lagi" ancam bimo sambil ingin menyentil ranza


"iya,,iya,,iya" ranza mengusap-ngusap keningnya ia meringis kesakitan dengan sentilan bimo


bus terus melaju dengan santai sementara para siswa asik dengan teman mereka masing-masing.


ada yang main mini game, ada yang main gitar sambil bernyanyi ada juga yang tertidur seperti diandra.


"anak-anak kita berhenti terlebih dahulu untuk makan, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan kita kembali" ucap sinta salah satu mentor disana


"baik bu" ucap siswa bersamaan


"ndra lo mau makan apa ?" tanya fely


"gua ayam penyet aja sama es jeruk" jawab diandra


"ya udah kalau gitu gua tulisin" ucap fely yang bertugas memesan makanan


.


.


"eh kayaknya mereka semua anak orang kaya deh".


"iya kayaknya mereka akan ke perkemahan, kalau begitu kita akan ikutin mereka''...


.


.


"hehh apa yang orang ini pikirkan ?" batin diandra ia tak sengaja mendengar beberapa orang berkata ingin melakukan sesuatu

__ADS_1


"ndra lo dari mana sih tiba-tiba ngilang, nih makanannya udah sampai" kata olivia


"toilet gua cuci tangan kotor" jawab diandra


"ohh gitu" kata olivia


dret..dret diandra melihat ada pesan masuk chat dari adrew.


"lo dimana sekarang ?, lo jadi ke perkemahan ? kalau jadi hati-hati di jalan pegunungan karena di sana banyak penjahat. apa lagi lo nggak bisa melawan karena takut teman-teman lo tahu. jadi lo tenang saja gua udah kirim beberapa anak buah kita kesana" chat adrew berakhir


melihat isi chatan itu diandra mengangkat satu alisnya kemudian tersenyum licik.


"ada apa ndra ?" tanya olivia penasaran


"nggak" jawab diandra kemudian melanjutkan makannya


setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalan kembali. di jalan pegunungan banyak polisi lalu lalang mereka adalah anak buah adrew.


"heh mereka beneran datang, chih kita lihat apa mereka akan berhasil" gumam diandra saat melihat beberapa motor yang mencurigakan sementara di sana juga terdapat anak buah adrew.


"tumben pak, buk, banyak polisi yang patroli di sini" ucap pak supir


"loh pak biasanya nggak ada yang patroli apa ?"..


"ada pak cuman jarang, oh iya semuanya saya akan mengebut sedikit karena kita tidak boleh lama-lama di jalan ini banyak penjahat.


bus melaju dengan kecepatan tinggi sampai beberapa siswa menjadi takut.


"anak-anak kalian bangun tenda kalian satu tenda 4 atau 5 orang nggak apa-apa" kata sinta


"baik bu" ucap mereka


"oh iya yang laki-laki jika kalian sudah selesai nanti kalian bantu yang perempuan ya" ucap erdan salah satu guru yang juga mentor


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.


oh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗

__ADS_1


__ADS_2