Cold Heart

Cold Heart
bosan sekolah


__ADS_3

hari ini bimo memutuskan naik bus untuk pergi ke sekolah entah sejak kapan bimo yang terkenal tajir dan sering gonta-ganti kendaraan pribadi. kini lebih memilih menggunakan alat transportasi umum.


setelah berjalan beberapa lama ia sampai di halte dekat perumahannya. sembari menunggu bus yang menuju sekolah nya datang ia memilih mendengarkan musik dengan headset de telinga.


bushh....bus yang di tunggu bimo akhirnya datang. setelah masuk ia melihat seorang gadis yang sedang tertidur di kursi tengah.


senyum bimo terbit di bibirnya melihat gadis itu. bimo lalu duduk di samping gadis itu.


"emmm manisnya, kalau lagi tidur seperti ini dia terlihat sangat cantik" batin bimo


karena bus yang terus bergoyang saat berjalan, diandra yang sedang terlelap tiba-tiba kepala nya menyandar pada bahu bimo.


deg..deg.. hal itu membuat jantung bimo berdetak kencang. mungkin jika orang melihat wajah bimo saat ini orang itu pasti menyangka bahwa ia memakai make up karena wajah nya yang memerah.


kemudian bimo melepaskan jaketnya lalu meletakkan di dekat jendela karena sinar matahari yang masuk membuat silau. ia takut jika terkena matahari diandra akan terbangun.


melihat bus yang sebentar lagi sampai pada halte dekat sekolah mereka bimo berinisiatif untuk membangun kan diandra.


"ndra, ndra bangun bentar lagi sampai" bimo sambil menggoyangkan bahu diandra untuk membangunkan diandra sambil berkata lembut


"emm,," diandra yang merasa bahwa ia akan sampai membuka mata nya pelan.


meskipun diandra tidak di bangunkan oleh orang-orang di sekitarnya. ia pasti akan bangun karena ponselnya di lengkapi alarm yang dia buat agar dia tidak salah tirun di halte seharusnya.


"hai ndra" bimo tersenyum melihat diandra yang terbangun dari tidurnya


"....." diandra hanya mengangkat alisnya sebelah dan merasa heran siapa orang tidak ia kenal ini


mereka pun turun dengan bimo yang berjalan di belakang diandra. diandra yang masih menggunakan earphone berjalan masuk ke sekolah. sementara bimo terus berusaha agar bisa di perhatikan oleh diandra.


"eh ndra nanti lo naik bus lagi pulangnya, bareng ya nanti gua ke kelas lo ok" kata bimo.


bimo tahu bahwa perkataannya itu tidak akan di gubris oleh diandra namun ia tak perduli.


"pagi ndra..." sapa olivia yang baru turun dari mobilnya


"emm" ..


"huhh lo tu ya semangat dikit kek ke sekolah murung terus kayak bosan hidup lo ndra" kata olivia


"bukan bosan hidup gua bosan sekolah, gua pengen sekolah di rumah. tapi ama nyokap gua di gibeng gua" kata diandra santai


mendengar itu bimo yang masih berjalan di belakang mereka merasa heran mengapa diandra tak suka sekolah.


"kok bosan sih, kan seru tahu ndra bisa ketemu cowok-cowok ganteng di sekolah" kata fely


"gua nggak suka sekolah karena berisik tahu nggak, " kata diandra tegas


"lo mau nggak berisik ke hutan sana, kalau nggak ke goa yang tak berpenghuni" kata olivia


"emm, kayaknya perkataan lo benar juga, boleh gua coba tuh" diandra sambil mengangkat kedua bahu nya


"diandraaaaa,,,, lu mah, aukh ahh kesal gua lama-lama" kata olivia yang berlari meninggalkan diandra dan bimo serta fely


"chih ngambek tu anak" kata diandra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


.


.


"pagi bim tumben lo lama ?, lo nggak bawak mobil bim ?, gua nungguin lo di parkiran sampai jamuran tahu nggak ?" kata ranza


"nggak, mulai hari ini dan kedepannya gua nggak akan bawa mobil lagi kecuali ada alasan mendesak, gua mulai hari ini naik bus" kata bimo dengan santai dan membuat teman sekelasnya merasa heran


"apa bim lo naik bus ?" kata ranza


"yap, gua naik bus mulai sekarang" kata bimo


"bim lo sakit ya, atau salah minum obat ?" kata ranza


di tengah percakapan bimo dan ranza tiba-tiba danuar datang.


"pagi bocah sialan" danuar yang merasa kesal langsung menggebrak meja bimo


"paan sih lo pagi-pagi udah kecut aja tu muka" kata ranza


"bim mobil lo mana ? gua jamuran nungguin lo di parkiran. gua kira lo belum datang" kata danuar


"gua nggak bawa mobil, gua naik bus tadi" kata bimo santai


"apa naik bus, elo bim nggak salah lo ?" kata danuar penasaran sambil memegang kening bimo dan membandingkan dengan suhu tubuhnya


"sehat kok nggak demam lo bim, apa jangan-jangan lo salah minum obat kali ya ?" kata danuar


"sehat gua, udah nggak usah ribut malu di lihatin orang, lagi pula lo pada nggak usah kayak gitu juga ekspresinya biasa aja kali" kata bimo


"dia..dia siapa ?" bimo sebenarnya mengerti apa yang di bicarakan ranza namun ia berpura-pura tak tahu


"siapa lagi kalau bukan diandra, eh bim jangan - jangan lo udah pacaran lagi sama dia. wah gila lo bim" kata danuar


"kini sih belum tapi bentar lagi tunggu aja" kata bimo dengan semangat


"semangat bim" kata danuar


"gua mau nanya dong sama kalian, kalian bosan nggak ke sekolah " tanya bimo ia teringat ucapan diandra tadi


"ya nggak lah, justru kalau nggak sekolah malah bosan" kata ranza


"tapi kenapa dia bosan sekolah ya ?" gumam bimo


"siapa ?" perkataan ranza terpotong karena guru pun masuk dan mereka memulai pelajaran....


"baik anak-anak pelajaran hari ini cukup sampai di sini kita sambung di lain waktu, oh iya ibu ada sedikit informasi untuk kalian. mengingat bahwa kalian akan melaksanakan karya wisata yang akan di laksanakan dua minggu lagi jadi ibu harap kalian mempersiapkan segala keperluan kalian masing-masing ya" kata guru bahasa indonesia


"siap buk,," jawab siswa bersamaan


"sampai di sini ada pertanyaan" kata guru


"buk, dalam karya wisata kita perkelas apa di campur dengan kelas lain buk ?" tanya salah satu siswa


"kemungkinan besar kalian akan di campur dengan kelas lain. biasanya si akan di jadikan beberapa kelompok. namun kita lihat saja bagaimana kebijakan sekolah" kata guru

__ADS_1


"baik buk" jawab mereka


"kalau begitu ibu permisi dulu selamat siang" guru pergi meninggal kan ruang kelas.


sementara satu persatu siswa mulai meninggalkan kelas


"bim kantin yuk" ajak fay dengan manja


"...." bimo hanya diam


"eh fay, lo nggak usah gangguin bimo mood nya lagi kurang bagus tuh. dari pada lo jadi bahan pelampiasan mau lo" kata danuar


"bim..."fay yang duduk di atas meja bimo


bimo menatap dingin fay yang membuat fay merinding. akhirnya ia memilih untuk meninggalkan bimo.


"bim, lo nggak laper kan ?, ke lapangan yuk lihat tuh banyak anak main basket" ajak ranza


"yook, kebetulan gua belum lapar nih" kata bimo


.


.


semua orang bersorak ria melihat bimo dan kawan-kawan yang asik main basket. di sana juga ada olivia dan teman-temannya, olivia ke sana untuk memberikan semangat kepada danuar yang tak lain adalah kekasih nya.


"nih minum buat kalian" olivia menyodorkan minuman untuk beberapa laki-laki yang sedang beristirahat di pinggir lapangan


"widih mantap cewek lu dan, pengertian parah" goda mereka


"iya dong pacar siapa dulu" kata danuar bangga


"eh,, ndra lo liatin apa sih ? dari tadi serius amat" fely menepuk punggung diandra, sontak diandra di buat kaget olehnya


"ehh nggak kok" kata diandra


"kasian tu cewek pasti di rundung lagi" batin diandra


"nih kalian mau main nggak" ranza memberikan bola ke pada para gadis itu


"ayok, liv main yok, ndra lo mau main nggak ?" ajak fely


"kalian aja gua nggak suka main basket" ucap diandra sambil matanya terus melihat ke arah ruangan yang terlihat bayangan seseorang yang sedang di rundung


"ya udah kalau gitu kita main ya" para gadis itu tak ingin kalah dari laki-laki mereka juga jago dalam main basket


"dia ngeliatin apaan sih sampai fokus gitu, asalkan yang dia lihat bukan cowok sih gua nggak apa-apa" batin bimo yang menatap diandra intens


brukk...suara keras terdengar dari ruangan itu sontak membuat anak-anak kaget dan....


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo

__ADS_1


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2