
prit permainan dimulai bimo sudah bersiap-siap untuk main. wasit mulai melemparkan bola ke atas dan bola pertama di dapatkan oleh bimo. bimo mengoper pada teman setimnya nya dan mulai menyerang.
sementara itu para suporter berteriak saling mendukung jagoan mereka masing-masing.
begitu juga olivia yang antusias meneriaki para pemain dari sekolah mereka.
waktu berlalu dengan sekor imbang kini tim bimo dan tim lawan istirahat.
"nih bim air minum nya" fayzia menyodorkan botol minuman
"....." bimo tak menjawab perkataan fay dan mengambil minuman yang berada di samping diandra
"bim ini minumnya kok malah ngambil yang itu sih bim ?" gerutu fay
"ayo guys kita ke pelatih" ajak bimo pada anggota nya
"kalau tim kalian menang seluruh pemain dan cerleaders bakal di traktir" kata olivia semangat
"beneran liv" tanya mereka
"emm gua janji" kata olivia
"iya kan ndra ?" kata fely
"....." diandra hanya mengangkat bahu cuek
mendengar itu tim bimo langsung bersemangat dalam pertandingan. sementara diandra fokus pada hp nya yang tadi fokus merekam kegiatan.
"liat tuh, tu cewek ngapain ikut kalau dia nggak kasih semangat tim sekolah kita sama sekali" kata fay yang melihat diandra yang hanya fokus pada hp nya.
meskipun telah di sindir habis-habisan oleh fay namun tak diperdulikan oleh diandra.
"eh fay lo kenapa sih usil kegiatan orang, upss gua lupa kalau lo emang suka ngurusin urusan orang lain padahal nggak diminta" ucap olivia dengan sinis
"lo berani sama gua" balas fay
"kalian sudah nggak usah berantem dulu sekarang kita harus sama pertandingan, dan fokus dukung mereka" ucap fely menengahkan mereka yang mulai memanas.
diandra hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap fay. ingin sekali rasa nya diandra membongkar siapa sebenarnya fay namun ia tak ingin melakukan hal itu sekarang. ia menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya
sementara bimo dan tim nya masih berusaha bertarung dengan tim lawan.
bugh..salah satu tim bimo terjatuh sehingga ia tak bisa mengikut permainan, dan harus di ganti oleh pemain lainnya.
melihat itu bimo mulai merasa gusar namun ia berusaha untuk tenang, karena ia tahu bahwa lawan mereka bukan lah lawan yang mudah terkalahkan.
__ADS_1
meski merasa was-was bimo berusaha meyakinkan tim nya agar selalu tenang dan tak terpancing emosi. karena jika mereka emosi maka sudah di pastikan mereka akan kalah.
"dengar apa pun yang terjadi kita harus selalu tenang, menang kalah itu urusan belakangan. namanya juga permainan menang kalah sudah biasa. apa pun yang terjadi kita harus sportif kita nggak boleh berfikir bahwa kita akan berbuat curang ok" ucap bimo memberi semangat ke pada teman satu tim nya.
"baik bim" jawab mereka bersamaan
para pemain kembali menuju lapangan dan mereka mulai bertanding. angka demi angka telah mereka kumpulkan dengan penuh perjuangan.
tak lupa sesekali bimo memandang diandra yang duduk tenang di kursi penonton. entah mengapa dengan melihat wajah diandra saja, dengan mengetahui di salah satu kursi penonton di sana ada diandra membuat bimo merasa semangat.
biar pun diandra tak meneriaki namanya seperti yang lain. namun dengan keberadaan diandra itu lebih dari cukup untuk bimo.
sementara diandra fokus pada layar segi empat yang ia pegang. saat ini ia sedang mengumpulkan dokumentasi pertandingan yang akan ia berikan pada pihak sekolah.
sebagai bahan evaluasi sekolah untuk tim basket sekolah.
"bimo sengat..." teriak para gadis
"huh masa mereka teriakin nama bimo doang sih" gerutu danuar di tengah lapangan
"danuar semangat semuanya semangat, kalian pasti bisa" teriak olivia yang membuat danuar tersenyum mendengar perkataan kekasihnya itu
"olivia paling ok dah" ucap danuar sambil berlari ke arah ring yang bersiap menerima bola dari bimo.
alih-alih memasukkan bola danuar memberikan bola kembali pada bimo dan bimo melakukan three point terakhirnya
prittt, , , peruit berbunyi menandakan pertandingan telah selesai serta pertandingan kali ini di menangkan oleh tim bimo. semua pendukung berteriak senang.
sekarang bimo dan kawan-kawan sedang menyalami tim lawan setelah itu mereka istirahat untuk memulihkan tenaga dengan minum.
setelah istirahat sebentar tiba saat nya tim bimo naik podium dan teriakan pendukung semakin heboh tak kala tim bimo satu persatu melepaskan kaos olah raga mereka masing - masing dan bertukaran dengan tim lawan.
saat bimo mulai membukakan kaosnya terlihat bentuk tubuh bimo yang kekar dan proposional membuat para gadis semakin histeris.
satu persatu para penonton meninggalkan tempat duduk nya. bahkan beberapa orang sedang berfoto-foto saat ini.
"ndra fotoin kita dong !" kata olivia kemudian diandra mengambil ponsel olivia kemudian memoto mereka.
"lo juga ndra" kata ranza
"ok..." kata diandra
saat ingin melakukan selfie tiba-tiba ponsel diandra bergetar.
dret,,,dret,,,dret diandra menghentikan kegiatan nya dan melihat layar ponselnya.
__ADS_1
"bentar gua ada telfon" ucap diandra sambil memberikan ponsel milik olivia kepada olivia
"emm ada apa ?" jawab diandra saat mengangkat panggilan pada ponselnya
"non apa yang harus kami perbuat dengan orang yang telah menculik nona ria ?"
"dimana mereka sekarang" balas diandra sambil pergi menjauh dari teman-temannya. karena ia tak ingin teman-temannya curiga terutama fay.
melihat diandra yang pergi setelah menerima panggilan dari ponselnya membuat bimo tidak senang.
"bim, senyum dong malah lesu lagi lo. cepetan siap-siap sini lihat ke kamera semua satu, dua, tiga" cheas mereka berfoto bersama.
setelah beberapa waktu diandra kembali mendatangi teman-temannya. ia menyimpan semua dokumentasi menjadi satu dan langsung mengeditnya saat itu juga sementara teman-temannya masih asik berfoto-foto.
setelah selesai mengedit diandra langsung memasukan semua file ke dalam kaset.
"nih kasetnya semuanya udah ada di sini, gua duluan gua masih ada kerjaan yang harus gua urus" diandra memberikan kaset itu kepada olivia
"yah ndra kok lo pergi sih kan kita mau makan bareng, masa ia lo nggak ikut" rengek olivia
"kalian wa aja tempatnya dimana kalau sempat nanti gua nyusul" ucap diandra sambil menyandang tas nya ke punggung
"tapi ndra..." kata fely
"nih pegang, gua cabut" ucap diandra sambil meninggalkan lapangan basket.
bimo hanya menatap punggung diandra yang semakin menjauh dengan sendu. namun ia berusaha menyembunyikan rasa sedih nya itu.
" mana orangnya biar gua yang ngarahin mereka"
"mereka di ruang tahanan, ayo lewat sini"
"hai apa kabar kalian semua, apa kalian pernah mendengar tahan semut ?, kalau belum sebutan itu paa untuk kalian"
"beri mereka pelajaran sampai mereka mengakui semua kejahatan mereka sampai saat ini, jika mereka tidak mengakui semuanya berikan hadiah yang istimewa untuk mereka....
.
.
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya