
"dan bangun dan" kata olivia sambil membantu para suster mendorong brankar danuar di ikuti bimo, ranza, fely, dan nindy
karena kejadian tadi pagi itu membuat danuar terluka cukup parah. sementara siswa yang lain telah di pulang kan ke rumah mereka masing - masing.
"maaf kalian tunggu di luar" kata dokter
"tapi dok" ucap olivia sambil menangis
"liv kita tunggu di luar saja, sebaik nya kita berdo'a untuk ke sembuhan danuar" ucap fely
"iya baik lah" kata olivia yang mulai merasa tenang
saat dokter tengah memeriksa danuar tiba - tiba ke dua orang tua danuar datang ke rumah sakit. mereka yang mendengar kabar bahwa putra mereka mengalami luka yang cukup parah. memutuskan untuk segera ke rumah sakit.
"bim" panggil mama danuar
"tante" ucap bimo saat melihat ke datangan orang tua danuar
"bim, kamu nggak apa - apa ? kamu juga za gimana ?" tanya papa danuar
"kami baik om, hanya luka memar biasa saja" ucap bimo
"maaf om, kami tak bisa menolong danuar" kata ranza lirih
"sudah, sudah ini bukan salah kalian tante ngerti kok. kita do'a kan saja supaya danuar tidak apa - apa" kata mama danuar
"oh iya om kenalin ini olivia pacar nya danuar" kata bimo
"oh jadi kamu yang bernama olivia ?, makasih ya kamu udah ada buat danuar" kata mama danuar saat menyambut saliman dari olivia
"justru saya mau minta maaf sama om, dan tante gara - gara melindungi saya danuar jadi seperti ini tante hiks...hiks..hikss" kata olivia yang masih menangis
"sudah nggak usah di pikirkan, kamu juga jangan nangis lagi. coba lihat mata mu sudah bengkak gitu" kata mama bimo
"eh i...iya tan....te" kata olivia yang masih menahan tangis nya
"kalau mata mu bengkak nanti danuar nggak suka lagi" kata papa danuar
"eh..?" olivia bingung sambil menghapus air mata nya
"maklum ya liv, papa nya danuar memang suka bercanda" kata mama danuar
setelah beberapa saat dokter memeriksa danuar akhir nya dokter tersebut keluar.
"dok, bagaimana keadaan anak saya dok ?" kata papa danuar
"dia baik - baik saja hanya saja luka di kepala nya membuat dia tak sadar kan diri. namun itu tidak mempengaruhi syaraf nya. kami juga sudah memberi obat. mungkin beberapa saat lagi ia akan sadar. namun dia harus di rawat di rumah sakit untuk sementara waktu" kata dokter
"terimakasih dok" ucap papa danuar
"berarti kami sudah boleh melihat dia dok ?" tanya olivia
"oh iya sudah boleh, silakan oh iya tuan tansa saya ingin bicara dengan anda. mari ikut ke ruangan saya" ajak dokter
"baik dok, mari. anak - anak om pergi dulu ya ayo ma, anak - anak om titip danuar sebentar ya" kata papa danuar
"iya om" jawab mereka bersama
bimo dan lain nya masuk ke ruangan danuar. di sana danuar terlihat tak berdaya dan ada beberapa alat bantu pernapasan yang terpasang di tubuh nya. olivia melihat hal itu merasa tak tega ia melihat orang yang selama ini yang selalu melindungi nya. kini terbaring tak berdaya.
__ADS_1
"dan bangun" kata olivia lirih
"dan lo nggak apa - apa kan" kata bimo
"dan maaf kita nggak bisa nolong lo tadi" ucap ranza
"dan lo nggak asik banget sih" kata ranza
"gua rela lo pukul dan asal lo sadar" kata ranza
"dan lo harus bangun" kata mereka lirih
mereka masih terus mengajak danuar berkomunikasi namun tak ada tanggapan dari danuar. ia tidak memberi respon apa - apa terhadap mereka.
seperti nya danuar masih nyaman dalam tidur nya. sementara tidak terasa hari sudah malam jam juga sudah menunjukkan pukul 19.45 wib danuar belum juga sadar.
"bim kamu antar olivia dan teman nya pulang ya" kata mama danuar
"tante saya boleh nunggu danuar bentar lagi tante, sampai dia sadar saya mohon tante" kata olivia
"tapi ini sudah malam nak" kata mama danuar
"saya mohon tante" kata olivia
"kalau begitu tante minta no hp mama kamu, biar tante hubungi mama kamu. nanti dia khawatir" kata mama danuar
"ini tante" kata olivia
"loh ini kan no sofia, kamu anak nya sofia ?" kata mama danuar
"iya tante" kata olivia
setelah saling memperkenalkan diri mereka mengobrol satu sama lain. fely dan nindy juga ikut dalam obrolan. mereka menceritakanw kronologi kejadian tadi siang.
"a....air...air" kata danuar
"dan kamu sudah bangun" kata olivia
"to...long...a..air" kata danuar
"ini pelan - pelan" kata olivia sambil memberi kan air pada danuar
"ada yang sakit nggak nak ?" kata mama danuar
"nggak ma" kata danuar
"kalian nggak apa - apa ?" kata danuar pada bimo yang lain nya
"lo tuh ya, lo yang sekarat" kata ranza
"hheheh sory kalian khawatir ya sama gua ?" kata danuar
"menurut lo" kata bimo
"eh oh iya, diandra mana tumben liv kalian nggak sama dia ?" kata danuar
"nggak tahu gua, dia ngilang" kata bimo murung
"liv, ayo gua antar pulang sama ranza ini udah malam juga" kata bimo
__ADS_1
"tapi" kata olivia
"liv, kita pulang dulu malam ini besok kita ke sini lagi, oh iya gua sama nindy nginap rumah lo aja gimana ?" kata fely
"bener ya lo nginep sama gua" kata olivia
"iya iya" kata nindy
"tante kita pulang dulu ya" ucap mereka sambil salam pada ke dua orang tua danuar
"dan aku pulang dulu ya" ucap olivia
"dan kita ngantar mereka pulang bentar, setelah itu kita ke sini dulu ya" kata bimo
"iya iya, jagain cewek gua ya bro" kata danuar cengengesan
"dasar lo" kata ranza
akhir nya mereka pergi mengantar olivia dan teman - teman nya pulang. di perjalan mereka membicarakan tentang diandra. mereka benar - benar tidak menyangka diandra akan melakukan hal itu.
"liv, lo bener udah kenal diandra dari lama ?" tanya bimo
"emm iya gua kenal sama dua sejak smp" kata olivia
"lo tahu kalau diandra suka berkelahi ?" kata bimo
"gua nggak tahu dia siapa sebenar nya, karena dia emang pendiam anak nya. dan juga dia tertutup sekali" kata olivia
"oh gitu" kata bimo
"tapi yang bikin gua penasaran siapa nona clarison ?" kata ranza
"iya benar, gua juga penasaran kenapa mereka mencari dia, apa dia buronan tapi kayak nya nggak mungkin" kata fely
nindy hanya diam mendengar obrolan teman - teman nya. ia juga sadar bahwa ia dan olivia juga baru kenal karena zeria yang mengenalkan.
"maaf guys gara - gara aku kalian jadi korban" kata nindy dalam hati
.
.
๐ฑ : "dari mana kamu"....
๐ฑ : "diandra"
๐ฑ : "diandra pulang sekarang juga"
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya๐๐