Cold Heart

Cold Heart
masa sih ?


__ADS_3

tok..tok..tok "permisi bu" ucap diandra sambil membuka pintu


"diandra kamu dari mana saja, kok sekarang baru kembali ?" tanya guru


"maaf bu, tadi saya di panggil oleh ibu sinta beliau ingin meminta tolong" jawab diandra


"baiklah kalau begitu, kamu ikut ibu ke ruangan ada yang ingin ibu sampaikan" kata guru


"baik bu" diandra kembali ke tempat duduknya


tring..bel berbunyi itu pertanda bahwa mereka sudah boleh pulang.


"anak-anak pelajaran kita cukup sampai di sini, di pertemuan selanjutnya kita akan bahas tentang tugas - tugas ini" ucap guru


"baik bu" jawab mereka serentak


"diandra ayo ikut ke ruangan ibu, ada yang ingin ibu sampaikan. dan yang lain silahkan pulang dan siapkan segala keperluan untuk besok, besok kita akan berangkat perkemahan. sebelum itu kalian ke papan pengumuman untuk melihat siapa saja kelompok kalian" guru menjelaskan


"baik bu" jawab mereka serentak


"ndra gimana lo ikut nggak ?, kita mau nyari peralatan untuk besok" tanya fely


"kalian aja gua udah punya" jawab diandra yang membereskan barang-barangnya


"tapi ndra kita nggak tahu mau bawa apa" kata olivia


"cari aja di mbah gugle" jawab diandra singkat


"yah diandra mah gitu" kata fely manja


"dah gua cabut dulu, gua mau ke ruangan guru, oh iya tolong liat nama gua gua kelompok mana ya" ucap diandra


"iya deh" jawab olivia pasrah


diandra pergi mengikuti guru menuju ruangannya.


sementara itu bimo dan teman-temannya sedang menunggu tim cewek buat pergi. mereka berencana akan berbelanja untuk kebutuhan besok.


"gimana dan, mereka jadi ngikut nggak ?" tanya ranza


"jadi kok, nih barusan olivia chat katanya mereka lagi ngeliat mereka kelompok mana" jawab danuar


"lah, emang lo nggak kasih tau kalau mereka satu kelompok sama kita ?" kata ranza


"alamak lupa gua" danuar menepuk jidatnya


"cepat kasih mereka biar kita bisa cabut" ucap ranza


"iya,,iya ini juga mau di kasih tahu kok, " ucap danuar


"tuh mereka noh" tunjuk ranza


"haii" olivia dan fely menghampiri mereka


"kalian berdua saja ?" tanya danuar


"iya, diandra masih ada urusan sama guru" jawab olivia

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu kita berangkat, kalian berdua nggak apa-apa nyetir sendiri kan ? kita bertiga ngikutin kalian dari belakang" kata danuar


"iya nggak apa-apa kok gua sama fely berdua aja" kata olivia


mereka pun menuju pusat perbelanjaan mereka mencari barang-barang yang mereka perlukan.


"guys kita istirahat dulu gua capek" kata ranza yang jadi tukang bawa barang-barang fely dan olivia yang begitu banyak nya


"ya udah yok kasian danuar tadi udah kayak zombie hahhaa" kata bimo sambil menatap kasihan sahabatnya itu


sambil menunggu makanan olivia menelfon diandra " halo ndra lo dimana ?" olivia


"gua masih di sekolah" jawab diandra


"lo masih di sekolah, ngapain ndra ?" fely menyaut karena ponsel di speaker oleh olivia agar mereka semua mendengar


tring,,ponsel fely berdering ia membuka ponselnya ternyata diandra sedang mengerjakan tugas dari guru yaitu mengerjakan semua buku pelajaran. dan diandra melakukannya tanpa ke sulitan.


"tuh gua lagi ngerjain ini, kalau mau kunci jawaban bayar satu soal 100 ribu gimana ?" kata diandra


"wah lo meras kita bedua ?" kata fely


"nggak mau nggak apa-apa kok gua juga nggak maksa" jawab diandra


"ndra lo satu kelompok sama kita besok kita berangkat jam tujuh" ucap olivia


"okeh" tuttt ponsel terputus


setelah menelpon diandra olivia dan yang lainnya melanjutkan makan mereka


"emang dia ngapain di sekolah ?" tanya bimo penasaran


"bener tuh kan aneh, mana satu buku udah dia kerjain semua lagi. bukan cuma satu mapel tadi, semua mapel di semester ini udah dia kerjain" kata fely tak percaya


"masa sih ?" tanya ranza penasaran


"tapi anak nya emang cerdas kok, kalian inget kan waktu kita pernah sekelas di mapel apa kemaren. diandra menjawab semua soal di papan tulis kurang dari 5 menit. dimana soalnya susah bahkan bimo sama zeria aja nggak tahu jawabannya" kata danuar


"iya sih, tapi kalau berdasarkan nilai akhir, nilai nya standar kok bukan siswa yang menonjol" kata bimo


"iya sih, seharusnya di satu kelas sama kita


iya kan bim ?" tanya ranza dengan berfikir keras


"oh jadi maksud lo pada kelas kita pada ***** gitu" balas fely


"bukan itu maksud gua, kalian tahu kan nilai siswa di kelas kita nggak ada yang rendah" kata danuar


"iya sih emang, kelas kalian kan terkenal dengan prestasi siswanya dan anak-anak di kelas kalian juga terkenal-terkenal" kata olivia


"tapi kenapa diandra nggak masuk kelas kita ya ?" ucap bimo


"mungkin emang nggak bisa kali" kata danuar


mereka melanjutkan kembali pencarian mereka setelah di rasa sudah lengkap mereka pulang ke rumah masing-masing


karena hari sudah mulai sore tim cowok mengantar olivia dan fely pulang terlebih dahulu

__ADS_1


.


.


rumah diandra


setelah selesai makan malam diandra menyiapkan segala keperluannya kemudian turun ke lantai bawah untuk mengobrol dengan keluarganya.


"di, kamu jadi berangkat kemah besok ?" tanya mama


"jadi ma, barang - barang diandra juga udah siap kok" kata diandra


"sini kamu" panggil papa diandra


"iya pa" jawab diandra sambil duduk di samping papanya


"tentang pelaku pembakaran pabrik sepatu waktu itu kami tahu kejadiannya ndra ?" tanya papa


"nggak diandra nggak tahu" jawab diandra


"tapi kenapa pas malam penangkapan tersangka kamu tidak ada di rumah ?" tanya papa


"oh aku tidur di apartemen pa, ma" jawab diandra


"beneran di ?" tanya mama curiga


"terus luka di muka sama lengan kamu kenapa ? jangan bilang nolong nenek-nenek lagi" kata cendana


"oh ini, kemarin kepleset kak di kamar mandi soalnya licin" diandra merasa ia semakin tersudut


"oh iya, setahu kak apartemen kamu semuanya serba canggih, jangankan licin bahkan kayaknya kita akan sangat kesusahan untuk mencari satu butir debu. karena di bersihkan oleh karyawan chip dan manusia alumunium kamu itu" kata cendana


karena merasa tersudut diandra memutuskan pergi dari mereka karena jika di lanjutkan bisa saja ia di larang membantu adrew lagi.


"pa, ma semuanya diandra ke kamar dulu ya, soalnya besok harus bangun cepat. diandra kan mau pergi ke perkemahan sekolah besok. pa kemarin diandra udah bilangkan soal perkemahan sekolah. kalian ngizinin kan pah, mah ?" tanya diandra


"iya,,iya tapi kamu jangan bikin ulah ngerti !" kata papa


"siap pah, diandra anak yang penurut kok. hehhe mungkin kali ya" kata diandra sambil menggaruk pundaknya ia merasa tidak yakin dengan perkataan nya sendiri yang mengatakan bahwa ia adalah anak yang penurut


"iya sudah kamu tidur duluan" kata oma


"dah semuanya selamat malam" ucap diandra sambil mencium pipi keluarga nya secara bergiliran


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.

__ADS_1


oh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗


__ADS_2