
diandra memulai untuk memperbaiki sistem keamanan bank kota A. setelah memperbaiki sistem keamanan nya diandra melanjutkan dengan mencari tahu transaksi apa saja yang di lakukan nasabah bank tersebut. diandra melihat email yang masuk ia melihat banyak sekali transaksi yang di lakukan tapi ada beberapa yang mencurigakan.
"buset iya kali gua di suruh ngecek semua bisa rontok rambut gua" batin diandra
diandra menyiapkan beberapa cemilan untuk menemaninya berkerja malam ini. ia yakin butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikan tugasnya ini.
tak terasa hari sudah pagi diandra bergegas siap-siap untuk pergi ke sekolah. seperti biasanya hari ini dia naik bus untuk sekolah.
ia tak suka membawa kendaraan pribadi.
diandra merasa beruntung karena hari ini masih ada festival di sekolah yang mengharuskan para siswa memakai baju bebas namun sopan. hal ini menjadi keuntungan bagi diandra ia tak perlu repot-repot kembali ke rumah untuk mengganti pakaian.
ia turun ke lantai satu kemudian berjalan ke seberang menuju halte bus. bus pun sampai ia menaiki bus tersebut. setelah melalui beberapa halte itu berhenti di salah satu halte di sana ia melihat bimo sedang nak bus juga.
plasback bimo pov...
mengingat hari ini acara festival terakhir itu berarti aku harus berusaha keras untuk mendekati diandra. aku sering melihat diandra naik bus berangkat ke sekolah. akhirnya aku memutuskan untuk naik bus jua, siapa tahu disana aku bisa bertemu dengannya. setelah rapi aku pun turun ke bawah untuk sarapan. di sana mama dan papa ku telah menunggu.
"pagi bim,," ucap papa
"pagi pa" ucap ku
"jam berapa pulang malam tadi bim ?" tanya mama
"jam sebelas ma" jawab ku
"dari mana kamu boy tumben pulang larut ?" tanya papa
"biasa pa anak muda" jawab ku
"terus perut kamu gimana udah baikan ?" tanya mama
"udah ma, kan udah minum obat yang fi berikat mama hehee" jawab ku
kami sekeluarga melanjutkan makan kami dengan penuh senyum dan candaan yang tak bermakna.
"pa, ma aku berangkat dulu ya. hari ini aku naik bus saja" kata ku
"loh kenapa naik bis bim, motor sama mobil kamu kenapa ?" tanya papa
"aman kok pa cuman lagi pengen naik bus aja" kata ku
"emang kamu ngerti cara naik bus" ledek mama mengingat ak tak pernah sekali pun naik transportasi umum.
"ma aku udah gede ma" jawab ku
"iya iya sudah pergi sana" kata papa
"ini udah mau pergi kok" kata ku sambil menyalami mereka
__ADS_1
aku berjalan beberapa menit dari rumah menuju halte. karena jarak dari komplek rumah ku dengan halte bus tak terlalu jauh. aku merasa sangat aneh banyak pandang mata orang- orang yang mandang ku seperti ingin menerkam saja.
aku merasa merinding dengan tatapan mereka. tak lama kemudian bus yang melintas ke sekolah ku sampai. aku naik sambil melihat-lihat apakah diandra juga naik bus yang sama dengan ku.
akhirnya mata ku tertuju pada gadis yang sedang duduk di palimg belakang kursi bus itu. aku senyum ternyata aki beruntung itulah yang aku pikirkan saat ini. aku melangkah kan kaki ku duduk di sampingnya. akan tetapi ia tak menghiraukannya sepertinya ia tertidur sambil memdengar alunan lagu dari headsetnya.
aku melihatnya yang sedang diam seperti itu hingga merasa ia sangat lah imut. wajah putih polos dan lesung pipi di sebelah kiri. rambut yang bergelombang saat terurai sungguh lah indah.
flasbakc off...
dret dret...
diandra meresa ponselnya ada panggilan ia membukakan mata nya ia melihat tulisan adrew di layar ponsel nya.
"mm apa, kalau tugas yang kemaren belum selesai, baru beberapa nati aku kirim ke email lo. jangan ganggu gua gua pengen tidur 10 menit sebelum sampai sekolah ngerti" diandra dengan nada kesal kemudian menutup sambungan telepon dengan orang seberang
mendengar jawaban diandra yang ketus dan dingin itu membuat bimo merinding di buatnya.
"gila ketua kali bicaranya, ampek merinding gini lagi gua" batin bimo
diandra kembali memejamkan matanya sampai ia sampai di pemberhentian halte menuju sekolah.
bimo melihat diandra yang mengernyit kan kening karena sinar matahari dengan sigap bimo meletakkan tangannya untuk menghalangi sinar matahari itu agar tidak membuat diandra silau.
tak terasa mereka sampai di sekolah diandra pun turun tanpa menghiraukan bimo. bimo terus berjalan di belakang diandra.
"lo nggak bawa mobil atau motor hari ini bim ?" tanya ranza
"nggak gua naik bus tadi" jawab bimo
"tumben bim ?" tanya ranza penasaran
mata bimo masih melirik diandra yang di seberang sedang menyiapkan bahan dagangan di stand. sementara yang lain menyiapkan bahan perform untuk tampil di panggung utama.
kini semua anak telah berkumpul di lapangan panggung utama. karena hari ini adalah penampilan dari beberapa siswa mulai dari fashion show sampai penampilan band.
anak-anak bersorak melihat penampilan para siswa yang membuat beberapa orang terpukau.
hal ini berbanding terbalik dengan diandra ia tengah fokus dengan layar ponselnya ia sedang mengirim tugas yang di perintahkan adrew ke padanya.
"ndra dukung gua dong bentar lo fokus hp mulu lo" rengek olivia
"iya" diandra bergegas dari tempat duduk nya dan mengekori olivia menuju back stag
di sana terdapat bimo dan kawan-kawan sedang bersiap-siap juga. karena mereka tampil setelah olivia.
"ndra gimana penampilan gua udah ok belum ?" tanya olivia
"mmm" diandra mengangkat kedua alisnya dan mengangguk
__ADS_1
"ndra berapa sih harga suara lo mahal banget ya ?" kata olivia
mendengar itu orang di sekitar hanya senyum namun tak di hiraukan oleh diandra
"emm" diandra cuek
tak lama terdengar suara yang memamggil olivia agar tampil.
"aaaa.. ndra gua grogi nih gua harus gimana nih ?" kata olivia
"kalau grogi dan gemeteran mending nggak usah" kata diandra
anak kelas hanya melongo mendengar jawaban diandra yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata
"diandraaaa lo bikin gua down deh" kata olivia
"naik panggung sekarang atau nggak sama sekali" kata diandra
"iya aku harus semangat" entah mengapa sekarang olivia sudah tidak merasa gugup sama sekali.
olivia sekarang bersiap-siap naik panggung sementara diandra menuju tempat di depan panggung ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yaitu lebah kamera.
ia ingin merekam penampilan olivia agar olivia bisa menilai sendiri bagaimana penampilannya.
semua mata terpukau dengan penampilan olivia bak seorang putri dengan suara nyanyian yang merdu.
setelah selesai tampil olivia kembali ke back stage di ikuti dengan diandra dan beberapa teman kelasnya.
"ya ampun liv lo keren banget tadi sumpah" kata fili teman kelas olivia dan diandra
"bener keren banget" ucap ke tua kelas
"ndra gua keren nggak tadi ?" kata olivia
diandra hanya mengangkat ke dua jempolnya yang menanda kan keren.
"keren dari mana orang kacau gitu suaranya juga fals" kata aurora
"sirik tanda tak mampu" ucap olivia yang membuat aurora geram
...
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya
__ADS_1