Cold Heart

Cold Heart
serem dari macan


__ADS_3

bimo yang semakin kesal memutuskan meninggalkan mereka dia kantin. entah mengapa bimo berjalan menuju kelas diandra di sana ia melihat seorang gadis yang menempelkan kepalanya ke meja. mungkin ia tertidur bimo menghampiri gadis itu. bimo kemudian duduk di depan meja gadis itu bimo mencoba menyibak rambutnya yang menghalangi bimo untuk melihat wajah nya.


saat menyibak rambut gadis itu, gadis itu merasa tak nyaman. akhirnya dengan cepat bimo sembunyi di bawah meja. setelah merasa aman bimo kemudian bangkit dan kembali memandang wajah gadis itu.


"hemm imutnya biarpun tanpa ekspresi namun bagi ku sangat lah imut. wah gila jantung gua rasanya mau copot. ndra gua suka sama lo, ndra kapan lo bisa ngeliat gua my cold heart" batin bimo


bimo kemudian meninggal kan diandra yang masih asik dalam dunia mimpinya.


.


.


diandra yang asik tidur tak menyadari kedatangan bimo. ia merasa sangat mengantuk karena malam tadi ia tak bisa tidur karena mengerjakan tugas yang di berikan adrew. meski salah satu telah terbongkar, siapa pelaku pembobolan atm nasabah bank kota A. namun itu belum bisa menjamin bisa menangkap pelaku utama dalam kasus ini.


dertrr dertrr ponsel diandra berbunyi ia melihat ada yang memanggilnya.


"emm apaan..?"diandra menjawab ponselnya


"...."...


"oke pulang sekolah gua ke sana.." jawab diandra dan langsung mematikan ponselnya


tak lama kemudian bel masuk berbunyi dan anak-anak mulai masuk kelas satu persatu sementara diandra hanya diam dan masih menikmati alunan lagu yang ia putar melalui earphone miliknya.


"guys kalian ganti pakaian olah raga kita langsung ke lapangan, tadi guru nyuruh kita olah raga aja. soalnya mereka masih rapat dan kita gabung sama anak ipa 1 semoga kalian nggak bikin ribut ok" kata ketua kelas


"yeayyy bisa lihat tuan muda bimo dong" kata siswi di kelas itu. dan di soraki oleh siswa laki-laki


"ndra ayok ganti pakai olah raga" ajak olivia


"emm" diandra mengangguk meski earphone itu masih melekat di telinganya


setelah mengganti baju olah raga mereka menuju gedung olah raga di sana sudah ada anak kelas ipa 1 yang notabennya anak paling cerdas di sekolah.


sekarang masing-masing ketua kelas sedang berunding agar tidak terjadi keributan.


sekarang anak-anak sibuk dengan permainan mereka masing-masing hanya diandra yang duduk di barisan penonton dengan earphone yang terpasang di telinga.


"ndra lo dukung kita main basket melawan anak ipa satu dong" teriak olivia


sekarang siswa perempuan bersiap-siap main basket antar kelas.


dari kelas diandra terlihat olivia dan fely serta teman-teman lainnya sedang berusaha keras memasukkan bola ke ring lawan. olivia yang notabennya anak basket putri sejak ia masih duduk di bangku smp dengan mudahnya merebut bola dari tangan lawan.


melihat itu siswa putri dari kelas bimo merasa tidak senang. dan terjadilah tindakan senggol menyenggol antara lawan. para putra dari kelas diandra melihat apa yang di lakukan oleh anak kelas ipa 1 merasa tidak senang.


apa lagi mereka menargetkan olivia sebagai sasaran karena disini olivia berperan sebagai kapten kelas IPA 4.


buukk olivia terjatuh ia tersungkur hingga membuat kakinya berdarah.


"huhh syukurin lo hemmng " ucapa kapten ipa 2 yang bernama fayzia


"oliv..." melihat itu danuar langsung berlari dan menggendong olivia menuju pinggir lapangan.


"nih,,," sementara ranza memberikan obat kepada danuar agar memberikan kepada olivia


"eh fay, curang lo" kata danuar


"eh dan, kok lo belain anak kelas lain sih" kata fayzia


"udah gua nggak apa-apa kok gua jatuh sendiri" kata olivia


"tuh dengar kan" kata fayzia


mereka pun melanjutkan permainan dan siswi lain menggantikan olivia karena ia tak bisa melanjutkan permainan.

__ADS_1


"lo nggak apa-apa ?" kata diandra dari belakang sambil menepuk pundak olivia dan olivia hanya menggelengkan kepala.


"dengar ya kelas yang kalah bakal patuh sama yang menang selama dua hari" teriak fayzia


diandra masih santai di pinggir lapangan, masih sama ia dengan gaya cool nya yaitu earphone di telinga dan mengunyah permen karet.


para pemain terus berjuang namun mereka masih beruntung karena masih ada fely. diandra yang memperhatikan permainan anak kelas ipa 1 yang sangat kasar yang mengakibatkan anak kelas ipa 4 satu persatu terjatuh. hingga yang terakhir fely juga terjatuh alhasil ia pincang yang di papah oleh pemain lainnya.


melihat itu diandra langsung turun ke lapangan sambil melepas earphone nya.


"nih liv titip barang gua" kata diandra


"bim cewek lo tuh" kata ranza


"lo mau jatuh juga kayak anak kelas lo yang nggak guna itu" kata fayzia


"....." diandra tak mengubris perkataan fay, melihat itu fay merasa kesal.


sementara diandra hanya fokus pada bola dan teman-temannya.


"huh harus patuh kita lo yang harus patuh" batin diandra


melihat senyum miring diandra membuat bimo merinding.


"eeehhh gila tu cewek, amat sampai gua merinding gini lagi" gumam bimo


bola masih di tangan siswi kelas ipa 1 tak lama kemudian di rebut diandra. dan shot tiga poin di dapatkan oleh kelas ipa 4. melihat itu bimo tersenyum miring.


permainan masih berlangsung kini sekor ipa 1 yaitu 128 sementara ipa 4 82 mereka ketinggalan jauh karena olivia yang keluar tadi.


diandra mulai mengejar point demi point dan sekarang sekor sudah 132 : 130. diandra dan teman-temannya mampu mengejar ketertinggalan mereka. sementara fay berusaha untuk mencekal kaki diandra namun tak pernah berhasil dan diandra masih terus mencetak point sekarang point sudah 132 : 136 diandra memang hebat dalam basket ia selalu mencetak tiga point sekali shot.


"ini bonus untuk kalian" batin diandra sambil memasukkan bola ke ring lawan dengan jarak yang jauh dan shot tiga point tercetak dan waktu habis.


"gila diandra udah kayak monster aja mainnya" kata ranza


"bener tuh, bahkan jarak sejauh itu aja masuk ama dia gua aja, boro-boro jarak sejauh itu masuk three point lumayan dekat aja gua nggak pernah masuk" kata danuar


.....


"yeyy kita menang" sorak kelas ipa 4


"kalian siapkan jadi babu" kata olivia sinis


"sory ya kita nggak akan pernah mau jadi babu kalian" kata fay


"sportif dong kan lo yang bilang" kata fely


"nggak akan" kata fay dengan sombongnya


"eh fay lo harus nurutin apa kemauan mereka karena lo udah kalah taruhan" kata bimo


"bimm,, kok lo belain mereka sih" fay yang tak terima


"di kelas gua, nggak ada yang pengecut kayak kalian" kata bimo dingin


akhirnya fay dan satu timnya menuruti apa yang di katakan bimo karena mereka tak ingin terlihat buruk di mata bimo


"liv diandra mana ?" kata bimo dengan nada lembut


"cabut lah kapan dia betah denger berisik kayak tadi, apa lagi dengar orang ribut-ribut" kata olivia


"gila diandra mainnya serem cuy" kata ranza


"emm bener gua aja baru tahu dia bisa basket" kata fely

__ADS_1


"dia emang jago basket bukan basket aja sih, mungkin hampir semua jenis olah raga dia menguasai" kata olivia


"masa sih ?, orang dia diem kayak gitu" kata danuar


"iya kalian nggak tahu aja dia lebih mengerikan dari pada macan" kata olivia yang membuat mereka merinding mendengar pernyataan olivia


"iya kah ?" kata ranza


"emm, live lo tahu banyak tentang diandra ?" tanya bimo


"iya lah gua kan satu smp yang sama, sama diandra, satu kelas terus malah" kata olivia


mereka mengangguk mengerti sementara diandra sudah selesai membersihkan badan dan mengganti seragamnya. saat mengganti seragam ia melihat seorang gadis yang penuh dengan pecahan telur dan tomat yang sedang berlari ke ruang ganti. diandra hanya memperhatikan anak itu lalu ia melempar handuk miliknya ke arah gadis itu. lalu gadis itu mengambil handuk yang di berikan diandra kemudian masuk kamar mandi khusus ruang ganti.


"masih ada ya gadis malang seperti itu kasian sekali" batin diandra


saat melewati koridor sekolah ia mendengar beberapa siswa sekolah sedang bergosip.


"eh lo bener keterlaluan, lihat tuh cewek miskin sampai gonta-ganti baju terus"..


"biarin"..


"gua bakal bikin dia nggak betah di sekolah ini"


"parah lo"


"berani-beraninya anak tukang laundry murahan bisa masuk sekolah kita yang elit ini"


"tahu tuh kok bisa sih sekolah kita nerima tu anak ?"


"lo nggak tahu dia kan peringkat ke 2 di sekolah kita, bahkan nilainya selisih dikit ama bimo"


"jangan sampai deh bimo kalah"


"gimana pun cara nya gua harus rebut posisi tu cewek, enak aja gua yang pintar dan anak orang kaya dapat posisi ke tiga gua nggak terima"


"bener tuh"


"gua bakal lakuin apa pun buat bikin tu anak keluar dari sekolah kita"


mendengar percakapan mereka diandra merasa kesal hingga ia menendang kaleng minuman yang tergeletak dilantai.


prakkk suara kaleng minuman masuk ke kotak sampah yang berada di dekat siswa yang menggosip itu hingga membuat mereka kaget dan langsung terdiam.


"siapa itu.." kata salah satu mereka


"sial siapa sih ganggu aja" ucap mereka


"eh kayaknya ada yang nantangin lo tuh"


"gua bakal bikin perhitungan siapa pun yang nantangin gua"...


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya

__ADS_1


__ADS_2