
setelah puas mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. di perjalan bimo di cegat oleh beberapa orang yang menggunakan topeng.
"keluar lo..." ucap pria bermotor sambil mengetuk mobil yang di kendarai oleh ranza
"bim siapa mereka lo kenal" tanya ranza bingung
"nggak, gimana nih" ucap bimo
"udah layani apa yang mereka mau gua juga udah lama nggak olah raga" ucap ranza yang membuka pintu mobilnya dan turun
"ada apa om" ucap bimo
"serahkan mobil itu pada kami" ucap para begal itu sambil menodongkan senjata tajam ke arah bimo dan ranza
"oh iya, ini silahkan" ucap ranza santai sambil memainkan kunci mobilnya
bugh "kalian berani mengambil ini dari ku" bugh..bugh..pukulan ranza mengenai salah satu dari mereka
"kalian berani melawan" ancam empat orang itu
"oh iya,," ucap bimo dengan tatapan dingin nya
akhirnya bimo dan ranza berkelahi dengan empat orang begal itu. seperti biasa bimo memang tak mudah di kalahkan karena bimo juga merupakan atlet beladiri yang sangat hebat.
begitu pun dengan ranza ia juga menangkis semua serangan yang di berikan oleh lawan. bugh bimo memukul habis-habis empat orang itu. kemudian bimo mengambil tali yang berada pada motor mereka dan mengikat mereka menjadi satu.
"za panggil om polisi sekarang, gua udah cukup main-main nya" ucap bimo
"siap bos" ranza tersenyum miring melihat empat orang itu yang telah babak belur oleh bimo dan ranza
ranza pun memanggil polisi untuk membawakan empat orang ini ke kantor polisi untuk di proses secara hukum.
tak butuh waktu lama akhirnya mobil patroli polisi telah tiba.
"pak tolong ajari mereka berkelahi sebelum mereka membegal orang, oh iya satu lagi nggak usah bawa-bawa golok karatan kayak gitu, kayak anak sma mau tauran aja hahhaa" ucap ranza
"za, jaga ucapan lo sama yang lebih tua" bisik bimo sambil menyenggol ranza
"apaan sih" ucap ranza
"terimakasih ya adek-adek kalian sudah membantu kami dalam menangkap sekelompoyan begal yang selama ini meresahkan warga" ucap pak polisi
"iya pak sama-sama" ucap bimo ramah
"oh iya kalian dari mana jam segi belum berada di rumah" tanya pak polisi
"kita dari turnamen basket antar sma pak" jawab ranza
__ADS_1
"oh iya, baik lah kalau begitu kalian hati-hati di jalan ! atau mau kami antar sampai ke rumah ?" ucap pak polisi
"nggak usah pak kami bisa pulang sendiri, mari pak kami pamit dulu" ucap bimo
"bye pak jangan sampai lepas hehehe.." ucap ranza yang mulai menghidupkan mesin mobilnya
mereka pulang ke rumah bimo karena hari ini ranza menginap di rumah bimo karena ia malas pulang ke rumah.
keesokan harinya di rumah bimo, bimo sudah selesai siap-siap sementara ranza masih menggeliat di tempat tidur ia masih malas - malasan. sementara mama bimo sibuk menyiapkan sarapan di dapur.
"woi kebo bangun lo, udah siang woi lo nggak sekolah ?" bimo membangun kan ranza
"emmm jam berapa sekarang bim ?" tanya ranza yang masih enggan keluar dari selimutnya
"udah jam 6 lewat tuh" tunjuk bimo sambil memakai sepatu
"apaaaaa ? ah lo kenapa nggak bangunin gua anying ,hwuaaaa telat nih gua" ucap ranza sambil menendang-nendang selimut
"lebay lo, sana mandi gua turun duluan hari ini gua mau naik bus lo mau naik bus apa bawa mobil sendiri ?" tanya bimo
"gua penasaran apa yang bikin bimo pengen naik bus dari pada bawa mobil sendiri ?" batin ranza
"woi gua nanya lo malah bengong sendiri" ucap bimo
"gua ikut lo naik bus" ucap ranza yang bergegas mandi
bimo turun menuju meja makan, sebelum berangkat ke sekolah bimo seperti biasa ia sarapan terlebih dahulu.
"pagi bim, ranza mana ?" tanya mama yang menyerahkan piring nasi goreng pada bimo
"lagi siap-siap mah bentar lagi turun" ucap bimo
"gimana turnamen nya kemaren boy ?" tanya papa
"alhamdulillah bimo dan tim menang pa, walau pun skor nya tipis, karena lawan bimo benar-benar tangguh pa. kami saja sampai kewalahan menghadapi mereka. untung para pemain dari tim bimo semua nya hebat-hebat dan mereka juga sangat berjuang keras hingga akhirnya kami keluar sebagai juara" jelas bimo
"iya,,iya kalian memang hebat" ucap papa
"iya dong om, siapa dulu kaptennya iya..nggak bim" ranza yang tiba-tiba muncul di meja makan
"pagi tante cantik, om ganteng heheeee" ucap ranza
"pagi juga, ini nasi goreng nya" ucap mama sambil memberikan piring nasi goreng
"terimakasij tante cantik" ucap ranza sambil tersenyum
"chih dasar lo" ucap bimo lada ranza
__ADS_1
"sudah-sudah cepat kalian berdua makan lalu berangkat sekolah, ma tolong ambil tas papa di meja kerja ma !" ucap papa
"iya pa, sebentar" jawab mama
"za papa, dan mama kamu belum pulang juga ?" tanya papa
"belum om, katanya nunggu bayi kakak berumur 2 minggu baru balik ke jakarta. soal nya kasian mbak di sana nggak ada teman nya kakak ipar ku juga harus bolak balik bandung jakarta karena pekerjaan nya, makanya bunda yang temenin mbak di sana kalau ayah dia sekalian ngeliat perkembangan kebun teh nya om" kata ranza
"oh iya iya kalau kamu nggak mau sendiri nginep di sini aja sama bimo" ucap papa
"iyaa om hehe,, sekali lagi makasih om udah nampung ranza" ucap ranza tulus sambil cengengesan tentunya
"apa sih kamu, kamu dan danuar sudah om sama tante anggap anak sendiri" ucap papa sambil mengelus punggung ranza
"iya za, bahkan mama sama papa pengen kalian panggil mama dan papa juga tapi kalian bilang kalau panggil gitu agak canggung" timbal mama sambil membawa tas papa
"hehheee iya tante" ucap ranza
setelah beberapa lama mereka pun selesai sarapan bimo dan ranza juga akan berangkat sekolah.
"za lo naik bus nggak, gua naik bus soalnya kalau mau ikut cepetan jalan ke halte" ajak bimo
"siap bos, om tante kita berangkat dulu ya" ucap ranza sambil menyalami ke dua orang tua itu
"bimo juga ma, pa" lanjut bimo dengan melakukan hal yang sama seperti ranza
"iya kalian hati-hati di jalan, kenapa nggak bawa mobil aja bim atau bareng papa aja" ucap papa
"nggak usah pa, bimo jalan kaki aja" ucap bimo yang meninggal kan rumah untuk menuju halte bus bersama ranza
setelah menunggu beberapa menit akhirnya bus yang biasa bimo tumpangi pun datang
seperti biasa bimo tersenyum melihat diandra yang selalu tertidur di kursi paforitya.
bimo masuk dan di ikuti oleh ranza, ranza duduk di bangku yang berada di seberang bimo, sementara bimo duduk di bangku samping diandra.
"huh pantesan setiap hari pengen naik bus mulu, eh ternyata ada udang di balik bakwan hadehhh, jadi obat nyamuk dah gua" ucap ranza yang geleng-geleng kepala saat ia mengetahui alasan kenapa bimo selalu ingin naik bus pergi ke sekolah
di perjalan menuju sekolah pandangan bimo selalu tertuju pada diandra sedangkan diandra masih terlelap dalam mimpinya.
"gila jantung gua" batin bimo sambil memegang dada nya
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya