
saat berjalan di koridor tiba-tiba pengeras suara berbunyi "semua siswa-siswa kelas dua harap berkumpul di lapangan basket untuk menyaksikan latihan dari tim basket kita"
"aduhhh pagi-pagi udah di suruh latihan kita" kata ranza sambil menepuk jidatnya
"tahu nih, orang masih pagi juga" kata danuar
"udah jangan ngeluh ayok" kata ranza
mereka bertiga pergi ke ruang ganti kemudian pergi menuju lapangan. di lapangan sudah ada tim lawan yang menunggu bimo. dan teman-temannya sudah berada di lapangan saat ini. entah mengapa suasana sangat mencekam antara ke dua tim padahal ini hanya latihan saja bukan pertandingan sungguhan. sekolah ini memang memiliki dua tim utama hal ini di karenakan banyaknya siswa yang berminat dengan permainan basket. karena menurut mereka jadi anak basket itu keren.
suara riuh penonton mulai menggelegar saat bimo dan teman-teman memasuki arena pertandingan.
mata bimo masih mencari sesosok wanita yang ia tunggu dari tadi. ia melihat dengan teliti di setiap bangku penonton namun ia tak menemukan sosok itu. pruit pertanda pertandingan di mulai bola pertama di pegang oleh tim satu yaitu bimo. bimo yang cekatan langsung mengoper ke teman satu timnya tak butuh waktu lama tim bimo langsung mencetak angka. hal ini menambah semangat para penonton yang memberi semangat ke pada bimo.
disisi lain olivia membujuk diandra dengan sekuat tenaga agar ia mau menonton pertandingan basket tapi diandra sangat malas ia lebih memilih untuk tidur di ruang uks karena semalam ia tidak dapat tidur karena ada tugas yang harus ia kerjakan.
"ayo lah ndra kita nonton, lihat tuh anak-anak pada nonton kan. paling tidak kita jadi suporter pemain yang berasal dari kelas kita ndra" kata olivia
"males ah lo aja ndiri" kata diandra sambil membenamkan kepalanya di ranjang uks
"ayo lah ndra" sambil menyeret tangan diandra
"males liv" kata diandra ketus
"ok kalau gitu aku juga nggak mau nonton paling juga ntar kita berdua di suruh keliling lapangan 35 kali. lo tega ama gue ndra gue kan bukan anak strong kayak lo. bisa-bisa gue pingsan ndra" olivia sambil memperlihatkan wajah menyedihkan senjata pamungkas olivia untuk merayu diandra
"aihhhs ya udah ayok" kata diandra dan langsung pergi menuju lapangan basket
diandra memang dingin dan cuek namun itu tak berlaku bagi orang yang sudah ia anggap teman ini. memang olivia adalah teman yang paling betah di samping diandra mengingat sikap diandra yang dingin dan tertutup sangat sulit untuk di dekati. tapi olivia berusaha keras agar bisa dekan dengan diandra. waktu dua tahun yang lalu diandra pernah menolong olivia dari jambret semenjak itu lah olivia bertekad untuk berteman dengan diandra.
skip lapangan basket
"bimo go bimo go" para cheerleader basket
"ayo bimo kamu pasti bisa beb" kata aurora
babak pertama pertandingan sudah berakhir dan para pemain di bolehkan untuk istirahat sejenak. banyak dari gadis-gadis itu menyodorkan handuk kecil dan minuman kepada bimo namun semuanya di tolak oleh bimo secara dingin.
tiba-tiba mata bimo tertuju kepada sosok wanita yang baru masuk ke kursi penonton. masih sama dengan headset terpasang di telinga tentunya.
"akhirnya dia datang juga" kata bimo sambil tersenyum
"siapa yang datang bim" kata ranza
"es batu" kata bimo
"es batu bisa jalan beb ?" kata aurora
"ya bisa jalan" kata bimo dengan aura menghitam
"kok dingin ya dan ?" kata ranza
"tahu nik kayak ada apa gitu ?" kata danuar
diandra memang berada di barisan penonton namun dia bukannya menonton pertandingan basket malah main game online di ponselnya.
bahkan suara teriakan orang-orang yang mendukung ke dua tim tak di dengar oleh diandra karena fokus pada gamenya.
"eh ndra lo dukung siapa ?" kata olivia dengan semangat
"apaan ?" kata diandra
"lo jagoin siapa ?" kata olive
"ya mia lah" kata diandra
"mia ? ndra lo ngawur deh yang main saat ini mana ada yang namanya mia, yang ada tuh bimo ndra" kata olive
"oh" tak perduli
"aduh ndra kapan sih lo bisa berhenti main game ?" kata olive kesal
sepertinya bukan hanya olive yang kesal melihat diandra tak memperhatikan permainan basket bahkan kapten tim satu juga sama.
bimo mulai tak fokus dengan permainannya dia banyak melakukan kesalahan dari menabrak lawan sampai salah mengoper bola.
"bimo fokus" kata pelatih
__ADS_1
"bim lo kenapa sih dari tadi bengong mulu gitu ?" kata danuar
"tahu nih fokus bim kalau kayak gini kita bisa kalah. tapi untung ini cuman latihan" kata ranza
"kenapa lo bim ?" kata kapten tim dua
"nggak kok tiba-tiba perasaan gue nggak enak aja" kata bimo
"fokus bim kan lo harus serius buat pertandingan minggu ini" kata kapten tim dua
"ok bro" kata bimo senyum
diandra masih fokus dengan ponselnya yang tiba-tiba di rebut oleh olivia.
"mulai sekarang hp kamu aku sita" cetus olivia
"lah kenapa ?" diandra heran
"pokoknya sekarang kamu nonton aja titik nggak pakek koma. sini headset kamu juga" olivia sambil merampas headset dari telingan diandra
"mm" diandra akhirnya menonton pertandingan namun ia bingung harus mendukung siapa pasalnya ia tidak mengetahui satu orang pun yang berada di lapangan.
"eh ndra nanti temenin gue yah ngantar minum sama handuk buat bimo" olivia semangat
"mm" diandra mengangguk malas
bimo dan teman-temannya istirahat kembali membuat anak-anak berlari mendekati bimo untuk memberikan minuman. sama halnya dengan olivia tapi tidak dengan diandra dia bahkan tidak membawa apa-apa.
"bimo ini untuk kamu" olivia menyodorkan botol minuman kepada bimo
"kamu tidak membawakan aku minum" bukannya mengambil minuman yang ada di tangan olivia bimo malah melirik diandra
diandra hanya mengangkat alisnya tak perduli
"wah ada ya perempuan yang tidak ingin membawakan aku apa-apa" kata bimo sambil mendongak kearah diandra namun tak diperdulikan oleh diandra
"kacang rebus" kata danuar
"wah kompor meleduk men" kata ranza
"eh liv gue cabut dulu ngantuk gue" kata diandra sambil pergi
"woi es batu" kata bimo marah
"lah itu diandra bukan es batu" kata olivia polos
"aduh dedek cantik minumannya buat abang aja yah" danuar mengambil botol minuman dari tangan oliv
"eh ya udah kalau bimo nggak mau buat kamu aja" olivia memberikan minuman kepada danuar
"kenalin namaku danuar, nama kamu siapa ?" kata danuar
"olivia nama ku olivia dan yang di samping ku barusan namanya diandra anaknya emang gitu judes hehehe" kata olivia
"ohh namanya diandra toh" kata danuar sambil menyenggol bimo
selang beberapa waktu mereka memulai pertandingan kembali.
pertandingan masih berlangsung dan tim bimo menang meskipun bimo melakukan beberapa kesalahan saat permainan namun hal itu bisa di atasi oleh anggota timnya.
karena pertandingan basket tadi anak kelas dua tidak masuk kelas mereka di suruh menonton pertandingan hal ini untuk melatih mental pemain saat di tonton oleh orang banyak supaya mereka tidak grogi dan merasa terbiasa.
di sisi lain diandra mencari tempat yang enak untuk ia tidur. akhirnya di pergi ke taman dan melihat pohon rindang ia berinisiatif untuk tidur di atas pohon. tanpa pikir panjang diandra langsung naik pohon dan memejamkan matanya di atas pohon itu.
bimo telah selesai mandi dan ganti baju. sekolah ini memang luar biasa ada fasilitas kamar mandi di sana khusus untuk anak-anak yang selesai olah raga. bimo pergi ke taman untuk mencari udara segar.
karena merasa kesal tadi ia tidak diperdulikan oleh diandra
"aaarghhhh sial sial sial dasar es batu tak punya hati" bimo berteriak sambil mengacak-ngacak rambutnya
mendengar itu diandra langsung terbangun dan melihat kebawah ada anak laki-laki yang sedang kesal
"woi kalau mau tes suara di tempat karokean sana" kata diandra sambil melempar ranting pohon ke atas kepala bimo
"lo ngapain lo di atas ?" bimo heran sambil meringis kesakitan
"tidur dan lo udah gangguin gue tidur" diandra datar
__ADS_1
"turun lo" tunjuk bimo
diandra kemudian turun dan pergi meninggalkan bimo sendirian. itu membuat bimo semakin kesal
"woi mau kemana lo ?" kata bimo dengan nada tinggi
tapi itu tak di gubris oleh diandra ia terus berjalan meninggalkan bimo
"dasar es batu, padahal dia es batu kenapa gue panas banget ya, perasaan baru selesai mandi gue. aaarggh ... kenapa gue marah ama tu cewek sialan" kata bimo sambil mengacak rambutnya
skip rumah bimo di sore hari..
"aku pulang" kata bimo
"eh anak mama udah pulang ?" kata mama
"emm iya mah" kata bimo
"loh kok mukanya nggak senang gitu sih, sana mandi dulu biar segeran setelah itu turun makan yah" kata mama
"iya ma, mama sudah makan ?" kata bimo
"udah bim" kata mama
"bimo keatas dulu ma, oh ya ma..nggak usah siapin makanan bimo dulu nanti bimo turun makan bareng papa aja. bimo mau tiduran dulu ma" kata bimo
bimo menghempaskan tubuhnya di atas kasur miliknya. kemudian dengan malas pergi ke kamar mandi. setelah selesai membersihkan badan bimo tiduran. saat terpejam bimo melihat ada diandra disana. diandra seperti tersenyum kepadanya.
"apaan sih gue udah gila ya masa sampai keinget terus tuh cewek es batu. sadar bim lo nggak boleh suka sama dia nggak akan" batin bimo
skip rumah diandra
tok..tok tok.."dek makan dulu yok" kata cendana sambil membuka pintu ia menggelengkan kepala melihat adiknya yang serius menatap layar laptopnya.
" dek makan dulu " kata cendana sambil melepas eaphone milik diandra
"hah..?" diandra kaget
"makan dulu nona" kata cendana
"ia kak bentar aku simpan ini dulu" kata diandra
setelah menyimpan file yang dikerjakan diandra mereka menuju meja makan yang sudah di tunggu oleh papa dan mama.
"malam ma" kata cendana
"gimana butik dan restoran mu cen ?" tanya mama
"aman ma apa lagi baju hasil karya bontot laku keras" kata cendana
"baguslah kalau gitu, kamu ndra gimana sekolahnya" kata papa
"emm bosan" kata diandra
"loh kok bosan sih sayang ?" kata mama
"bosan ma tadi di suruh nonton orang latihan basket trus nggak belajar" kata diandra
"loh bukannya nggak belajar malah bagus dek ?" kata cendana
"ngapain ke sekolah kalau nggak belajar mending di rumah tiduran ya kan mah ?" kata diandra
"ia sekolah memang untuk belajar namun bukan belajar matematika fisika dan kawan-kawannya tapi....
.
.
.
.
bersambung...
sampai ketemu di episode berikutnya reader
jangan lupa tinggalin jejak ya..
__ADS_1