Cold Heart

Cold Heart
pertunjukan


__ADS_3

setelah selesai berdiskusi mereka menuju parkiran untuk pergi ke tempat berikutnya. di sana juga teman-teman diandra sudah menunggu mereka telah menyelipkan gas bius pada mobil pemilik perusahan dan rekannya yang merupakan orang pemerintah yang tak jujur.


sementara diandra telah menghilang dari rombongan dan bersiap mengikuti mereka dengan motornya.


"kak ikuti mereka, gua yakin mereka tidak akan bertahan kurang dari sepuluh menit perjalan" ucap diandra pada headset nya


"baik ndra lo juga hati-hati"


"oke" jawab diandra


"hehh hebat sekali mereka ingin bersenang-senang sementara mereka yang di sana menangis kesakitan dan tak berdaya" batin diandra sambil terus mengawasi mereka


diandra mengikuti mobil mereka, tepat seperti dugaan diandra setelah lima menit berjalan mobil tersebut berhenti, karena pengemudi dan penumpangnya merasa pusing dan pingsan.


namun diandra salah perhitungan ia tak mengira bahwa satu mobil lainnya tidak terdapat gas beracun.saat diandra berusaha membuka pintu tiba-tiba diandra di sekap dari belakang.


namun dengan cekatan diandra langsung membanting orang tersebut hingga jatuh.


"siapa kamu"


"gua orang yang akan mengantarkan kalian ke jeruji besi" ucap diandra


"hahhaa, " mendengar perkataan diandra mereka tertawa remeh


"hajar dia" mereka pun melawan diandra


bughh..bugh..buhg..pukulan bertubi-tubi melayang kearah diandra tapi di tangkas semua olehnya.


plak..plak..diandra membalas pukulan mereka dan melempar obat bius pada mereka.


kini tinggal dua orang lawan,,brughh "aw,," diandra meringis satu pukulan mengenai wajahnya


"sial" balas diandra


plakk sebuah pukulan dengan kayu mengenai lengan diandra. saat ingin menyerang diandra kembali tiba-tiba dua orang teman diandra tiba tepat waktu.


bugh..bugh..bugh mereka melumpuhkan lawan sementara diandra menerima beberapa luka akibat musuh yang kembali menyerangnya.


"makasih ya" ucap diandra


"iya lo nggak apa-apa ?, sori kita telat"


"gua nggak apa-apa kok, oh iya ikat mereka dan dua orang ini biar gua yang urus" ucap diandra


mereka mengikat lawan dan membawa nya ke kantor. sementara dua orang pimpinan perusahan dan rekannya diandra yang mengurusi.


setelah tugas selesai mereka kembali ke markas di sana adrew dan yang lain telah menunggu. adrew gagal dengan rencana nya begitu juga dengan kelompok yang lain karena salah perhitungan. lain hal nya dengan diandra yang telah menangkap ikan besar.


"nih hasil tangkapan kita" ucap diandra sambil menyeret tangkapannya


"lo gila ya, kita gagal semua sementara lo bertiga dapat ikan besar" ucap adrew sambil geleng-geleng

__ADS_1


"kalian ambil mereka, dua orang ini gua masih butuh buat pertunjukan besok. kak lo siap dampingi korban besok ok. gua punya sedikit kejutan besok hemm" ucap diandra dengan senyuman jahatnya


mereka yang mendengar perkataan diandra sekita merinding membayangkan apa yang akan diandra lakukan besok.


diandra membawa dua orang yang masih dalam pengaruh obat bius tersebut. diandra memasukkan ke dua orang tersebut kedalam plastik kemudian di lakban diandra memberikan sedikit celah agar mereka bisa bernapas.


setelah di bungkus rapi diandra masukkan mereka ke dalam kardus.


tak terasa hari sudah pagi diandra juga sudah siap dengan aksinya dengan di bantu oleh dua orang temannya.


"yok cabut" ucap diandra


"siap bos hahhaaa" ucap mereka tertawa menahan rasa geli melihat dua kotak yang mereka bawa


"nona diandra luka anda sudah di obati ?" tanya salah satu anak buah adrew


"udah kok, setelah kita selesai gua harus cepat-cepat ganti baju sekolah, gua nggak mungkin pulang dengan luka ini" ucap diandra


.


.


gedung tempat keluhan para karyawan


saat ini para karyawan pabrik sedang melakukan demo mereka menuntut hak mereka dan mereka ingin pimpinan perusahaan di tangkap karena telah menyalah gunakan kekuasaannya.


"tuntun tuan jeko,,sebagai ceo,,tuntut tikus pemakan uang kami"


"berikan hak kami"


"keluar kalian"


para pendemo terus mengeluarkan keluhan mereka namun tidak di tanggapi oleh pihak perusahan. malah mereka mendapat kabar bahwa ceo mereka telah menghilang.


di tengah bentrokan demo antar korban dan pihak karyawan. datanglah sebuah mobil misterius berhenti di tengah mereka dengan tiga kardus besar.


mereka bertiga menurunkan kardus tersebut satu persatu. melihat kegiatan mereka bentrokan pun berhenti. adrew dan anak buahnya yang berada di tempat telah di tempat kejadian hanya tersenyum ia mengetahui bahwa mereka adalah diandra.


"dasar mereka benar-benar ya" gumam adrew


"tuan itu nona.." bisik karyawan adrew sambil tersenyum


"shutt kita lihat pertujukan apa yang mereka berikan" ucap adrew


"baik tuan" jawabnya


setelah menurunkan tiga kardus tersebut diandra menghidupkan sebuah video percakapan antara tuan jeko dan rekannya.


setelah menghidupkan video mereka bertiga pergi dan menonton pertunjukan dari dalam mobil dengan di awasi lebah kamera dan adrew tentunya.


sebelum video di putar para korban mendekati tiga kardus tersebut. dan melihat ada tulisan di luar kardus, dua kardus bertuliskan "kepada tuan adrew tolong antar hadiah gua pada jeruji besi"

__ADS_1


adrew membuka dua kardus tersebut yang ternyata adalah jeko dan rekannya yang terbungkus rapi sepaket dengan bukti kesalahannya


sementara satu kardus bertuliskan "untuk kalian yang membutuhkan" kardus tersebut berisi uang yang telah terbagi-bagi di dalam amplop sesuai dengan nama korban dan karyawan yang belum mendapatkan gaji.


melihat semua itu para korban melakukan sujud syukur mereka menangis akhirnya pahlawan bagi mereka telah datang.


"hiks..hikss akhirnya kita bisa mendapat hak kita"


"iya..terimakasih siapa pun orang nya semoga mereka selalu di lindungi yang maha kuasa hiks..hikss"


"benar dengan uang ini kita bisa kembali ke rumah sakit hiks...hikss"


pagi itu semua media heboh di buatnya berita yang sangat memalukan bagi dua orang jahat tersebut telah tersebar bahkan sampai ke pelosok wilayah.


tring.."sisa nya lo yang urus gua harus sekolah". adrew mendapat pesan washap dari diandra


"hahaha pertunjukan dan hadiah dari lo bertiga bikin mereka menangis senang" balas adrew


"makanya itu hadiah terbaik buat lo dan tim lo" balas diandra


"sudah jangan pamer lo, sekolah sana belajar yang baik" chat adrew


"lo bantuin gua jelasin ke bokap nyokap ya, gua nggak berani pulang nih" balas diandra


"oooogahhhh" balas adrew sambil senyum-senyum


"okeh kalau gitu gua nggak mau bantuin lo lagi" chat diandra


"aihh jangan marah bos, aman dah gua bakal bantuin lo" balas adrew


"ok sip dah, kalau gitu gua sekolah dulu" chat diandra.


chat end..


hari ini sepertinya diandra akan terlambat karena urusan yang harus ia selesaikan tadi.


"bentar gua ganti baju" ucap diandra saat mereka berhenti di salah satu pom


"cepat sana"


"iya bawel lo pada" ucap diandra sambil berlari ke toilet sementara dua orang ini mengantri minyak.


.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2