
'kita berhenti di apotek sebentar" kata diandra dan di iya kan oleh bimo
saat diandra sudah menjauh mobil itu mati dengan sendiri nya.
"apa kuncinya sensor tubuh, atau ponsel diandra ?" gumam bimo
setelah membeli obat merah dan es batu diandra kembali ke mobil nya.
"sini" ucap diandra
"apa ?" balas bimo
diandra mengompres luka di wajah bimo dengan menggunakan es. kemudian dia membersihkan dengan cairan alkohol.
"shht ahhh au pelan-pelan ndra" kata bimo meringis
namun tak di gubris oleh diandra wajah datar nya seakan tak menunjukkan ekspresi apa-apa. ia juga tak memperdulikan ringisan bimo yang kesakitan.
"udah" ucap diandra setelah menempelkan beberapa plaster pada luka bimo
"makasih ya" ucap bimo
"emm, jangan salah paham gua ngobatin luka lo buat karena lo udah nolongin gua. tapi tanpa lo turun tangan juga mereka bakal habis sama gua" ucap diandra
"iya iya gua percaya kok" kata bimo sambil mengelus lembut pucuk kepala diandra
"apaan sih lo, ayo jalan" kata diandra
"gimana ngidupin nya gua nggak tahu" kata bimo mengangkat ke dua bahu nya
"ahhhh terus lo ngapain sok-sok an mau nganterin gua pulang kalau nggak bisa ngendarai mobil gua hah" kata diandra
"hehehehe udah hidupin nggak usah marah-marah" ucap bimo
diandra menekan tombol yang berada di sambil stir seketika mobil itu hidup. kemudian ada pilihan, diandra memilih menu manual.
"sudah ayo jalan, ikuti maps" kata diandra
setelah berjalan hampir 20 menit akhirnya mobil tersebut berhenti di depan gedung tinggi nan mewah. itu merupakan apartemen elit yang di milik orang kelas atas.
"lo tinggal di sini ?" tanya bimo
"emm, cepat masuk parkiran. itu parkiran gua nomor 1797" kata diandra
bimo memarkirkan mobil hitam pekat itu sesuai arahan diandra.
"ayo turun" ucap diandra
"hah ?" bimo bengong mendengar ucapan diandra
"lo ngapain bengong sih, ayo turun" kata diandra
"wah jangan-jangan dia mau ngajak gua nginap lagi. aduh gimana nih" batin bimo
"woi,," ucap diandra
"iya iya" balas bimo sambil melepas sabuk pengaman dan kemudian keluar dari mobil
"ayo masuk" ajak diandra
bimo yang tak percaya mengikuti diandra masuk ke gedung tersebut. saat sampai di lobi diandra menghentikan langkah nya dan berbalik ke arah bimo.
__ADS_1
"lo tunggu di situ, gua ambil kunci mobil di atas bentar" ucap diandra dengan menunjuk ke arah kursi yang ada di lobi
"hah ?" ucap bimo
"lo kenapa sih dari tadi hah hoh hah hoh, lo nggak lagi mikir kalau gua bakal ngajak lo nginep kan" ucap diandra
"eh ng. nggak lah" kata bimo cepat
"ya sudah lo tunggu di sini" ucap diandra
"emm" kata bimo
Bimo pun duduk di kursi yang telah di sediakan. sesaat setelah diandra masuk ke lift. ia melihat-lihat sekitaran ruangan itu benar-benar elegan dengan gaya eropa.
"sekaya apa dia sampai tinggal di gedung ini, apa dia sama kaya gua ?" batin bimo
"mas pacar nya ya ?" kata resepsionis
"bukan mbak saya teman sekolah nya" kata bimo
"oh kirain pacar nya, soalnya mbak diandra itu susah untuk di dekati" kata resepsionis
"hehe iya sih mbak" kata bimo
"mau pdkt ya mas, pepet aja terus jangan sampai lepas. mbak diandra anak nya baik ko cuman jarang ngomong aja. anak nya pendiam banget soalnya" bisik resepsionis satu nya lagi dan di balas senyum oleh bimo
"wah mas nya tampan sekali" gumam orang-orang sambil berbisik
"bukan nya dia putra dari tuan pramudia ?" bisik mereka
tingg suara ponsel bimo berbunyi ia melihat nama diandra tertulis di sana.
"oii gua udah di depan lo mau pulang nggak" pesan dari diandra
setelah membalas pesan dari diandra bimo berjalan menuju depan gedung tinggi tersebut. setelah keluar pintu bimo melihat diandra sudah berdiri di sambil mobil BRV putih.
"nih lo pakai mobil ini aja pulang nya, sory tadi lama gua ngambil kunci mobil dulu di atas" kata diandra
"ini mobil lo juga" kata bimo
"emm iya, tenang aja masih layak pakai kok. cuman jarang di pakai aja karena gua ke sekolah naik bus" kata diandra
"ya sudah gua cabut ya, lagian udah malam banget. oh iya bsok pagi gua jemput" kata bimo
"nggak usah besok gua bawak mobil sendiri" kata diandra
"pokok nya besok gua jemput lo titik nggak pakai protes" kata bimo sedikit memaksa
"ya udah besok gua tunggu tapi jangan lama kalau lama gua tinggal" kata diandra ia menerima tawaran bimo karena tidak ingin berdebat dengan laki-laki itu
"dahh gua pulang ya" kata bimo sambil melambaikan tangan dari dalam mobil
diandra membalas nya dengan senyuman kemudian masuk ke dalam gedung.
"ciee ndra siapa pacar nya ya" kata resepsionis
"bukan" ucap diandra datar
"ya ampun di datar sekali ya, padahal dia cantik lo" ucap mereka yang tidak di hiraukan oleh diandra
diandra sangat malas mendengar ocehan mbak-mbak yang bertugas di sana. ia memilih masuk ke apartemen nya kemudian membersihkan diri.
__ADS_1
setelah itu ia melanjutkan tugas nya yaitu mencari dalang dari kematian kakak nya. sudah beberapa tahun namun diandra masih belum bisa melupakan semuanya.
meski keluarga nya menyakini bahwa kakak nya meninggal karena kecelakaan tapi tidak dengan diandra. ia percaya pasti ada sesuatu di balik itu semua.
.
.
setelah menempuh perjalanan beberapa menit bimo sampai di depan rumah nya.
"eh den bimo baru pulang" ucap supir
"iya mang, eh oh iya mang tolong masukin mobilnya ya" kata bimo
"iya den"
bimo melenggang masuk ke dalam rumah dengan senyum mengembang. ke datangan bimo sudah di sambut oleh kedua orang tua nya yang sedang menunggu nya di ruang keluarga.
"assalamu'alaikum" kata mama bimo
"eh, wa'alaikum salam, ma pa" kata bimo terkejut
"nggak salah" sindir mama
"hehhe assalamu'alaikum, ma , pa. hehe maaf ma" kata bimo yang garuk-garuk ke pala nya
"wa'alaikum salam" jawab kedua orang tua bimo
"gimana hari ini bim ?" tanya papa
"gimana apa nya pa ?" kata bimo yang masih berdiri di anak tangga
"itu cewek yabg kamu suka itu loh udah ada kemajuan belum hi hih hi.." kata papa sambil cekikikan
"apaan sih pa, kirain nanyain bimo sekolah nya gimana, atau nggak latihan bimo gimana. ini malah nanyain cewek" kata bimo yang duduk di tangga rumah nya
"pa" mama membulatkan mata nya
"enggak ma, papa cuman penasaran kapan anak papa yang buruk rupa ini punya pacar" ledek papa
"kok bimo buruk rupa sih pa, gini - gini anak papa lo" kata bimo
"pa, itu anak mu loh" kata mama
"iya deh iya, anak papa yang ganteng" kata papa
"tenang aja pa, butuh proses heheh. sudah duku ma, pa bimo mau ke kamar mandi terus ngerjain tugas, terus pergi ke dunia mimpi hehehe" kata bimo menaiki tangga
"ya sudah, kami mau makan dulu nggak bim ?" tanya mama
"nggak usah ma, bimo sudah makan sama teman bimo tadi" kata bimo
.
.
.
bersambung...
happy reading all
__ADS_1
jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat