Cold Heart

Cold Heart
mau copot


__ADS_3

stelah sarapan bimo dan ranza memutuskan berangkat ke sekolah


"bimo juga ma, pa" lanjut bimo dengan melakukan hal yang sama seperti ranza


"iya kalian hati-hati di jalan, kenapa nggak bawa mobil aja bim atau bareng papa aja" ucap papa


"nggak usah pa, bimo jalan kaki aja" ucap bimo yang meninggal kan rumah untuk menuju halte bus bersama ranza


setelah menunggu beberapa menit akhirnya bus yang biasa bimo tumpangi pun datang


seperti biasa bimo tersenyum melihat diandra yang selalu tertidur di kursi paforitya.


bimo masuk dan di ikuti oleh ranza, ranza duduk di bangku yang berada di seberang bimo, sementara bimo duduk di bangku samping diandra.


"huh pantesan setiap hari pengen naik bus mulu, eh ternyata ada udang di balik bakwan hadehhh, jadi obat nyamuk dah gua" ucap ranza yang geleng-geleng kepala saat ia mengetahui alasan kenapa bimo selalu ingin naik bus pergi ke sekolah


di perjalan menuju sekolah pandangan bimo selalu tertuju pada diandra sedangkan diandra masih terlelap dalam mimpinya.


"gila jantung gua mau copot rasanya" batin bimo sambil memegang dada nya


seperti biasa sekolah berjalan dengan semana mestinya. bimo mengikuti kelas dengan semangat. sementara ranza hanya tersenyum melihat bimo yang lebih semangat dari biasanya.


"oi oi oio bim" colek ranza


bimo menggerakkan kepalanya seakan memberi isyarat ada apa begitulah kira


"lo beneran suka sama diandra" bisik ranza


mendengar pertanyaan ranza hanya mengangkat bahunya tak perduli yang membuat ranza merasa kesal.


"bimo, ranza apa yang kalian diskusikan di belakang sana ?" tegur guru


"bukan apa-apa pak, ranza menanyakan cara mengerjakan soal nomor tiga pada saya pak" jawab bimo


"benar ranza ?" tanya guru


"iya pak, saya takut bertanya pada bapak sebab bapak kelihatan sibuk menjelaskan soal yang lain" jawab ranza


"baiklah soal nomor tiga silahkan bimo maju ke depan untuk menjelaskan" ucap guru


"baik pak" bimo maju ke depan kelas dan mengerjakan soal yang di berikan


"baik bimo lain kali jangan di ulangi pagi mengerti ? untuk kali ini kamu bapak maafkan karena kamu bisa mengerjakan soal dengan benar" kata pak guru yang mulai mengeluarkan ceramahnya


tak lama kemudian bel berbunyi menandakan bahwa jam mata pelajaran telah berakhir dan mereka memutuskan untuk ke kantin makan bersama


di kantin ranza bertugas sebagai pemesan makanan.

__ADS_1


"lo pada mai pesan apa ?" tanya ranza yang seakan-akan memegang pulpen dan buku layak nya pelayan


"gua emm, apa ya,,,gua bakso terus minum nya es jeruk peras aja" ucap bimo sambil memegang dagu


"gua mie ayam minum nya es teh aja" ucap danuar


"ok siap" ranza pergi memesan pesanan nya dan teman nya.


"lihat tuh bimo, biar pun dia tajir tapi dia masih mau makan di kantin seperti ini, nggak kayak anak orang kaya lainnya yang makan di kantin khusus" ucap murid-murid yang suka dan hobi ngegibah


"bener tuh, jadi tambah kesemsem deh sama bimo and gang"...


"hus kalian jangan sembarang ngomong suka nanti kalian sendiri yang bakalan kena masalah"


"em bener tuh, tapi si anak buli itu kan udah nggak di sini lagi"


"iya sih tapi kan"


"shut lihat tuh ada fayzia"


"ups diam, diam dia kan udah makin berkuasa semenjak nona muda aurora keluar dari sekolah"


"ngomong apa kalian awas minggir gua mau duduk di sini" kata aurora dengan kasarnya


"tapi kan kita belum selesai makan" ucap mereka takut


karena takut para siswa itu akhirnya mengalah dan mereka memilih mencari tempat duduk lain sebelum fay benar-benar mengamuk.


sejenak suasana hening kemudian olivia dan teman-temannya juga ke kantin dan semua orang ribut karena memuji olivia dan ke cantikan yang ia miliki. tidak hanya olivia semua gadis yang berteman dengan olivia bisa di bilang semuanya cantik-cantik dan mereka sangat menonjol.


diantara mereka ada satu anak yang sangat menonjol dan dia terkenal dengan sikap cuek dan dinginnya. dan dia juga terkenal sebagai gadis yang tak suka bergaul dengan banyak teman.


olivia memilih duduk di bangku yang jauh dari fay, ia tak ingin mencari masalah dari mereka.


setelah olivia dan teman-temannya duduk, di tempat lain ranza membawakan pesanan yang di minta bimo dan danuar.


"nih pesanan kalian" ranza meletakkan pesan di depan masing-masing


"makasih za, gini dong rajin-rajin ya" ucap danuar sambil menggoda ranza


"ogah gua ini yang terakhir, eh lo nggak nyamperin yayang beb lo sono" ucap ranza


"nggak gua lebih baik makan dulu lagian dia juga punya privasi lain yang nggak boleh buat gua ikut campur" ucap danuar


"buset tu mulut bukan main benarnya" ucap ranza


"bim lo nggak makan" tanya ranza yang sadar sedari tadi bimo melihat seseorang sampai ia tak menyadari ranza yang memanggilnya berulang kali

__ADS_1


"woi kebakaran" sambung danuar dengan nada yang tinggi hingga bimo kaget bukan kepalang ia sampai berdiri dari tempat duduknya alhasil semua siswa melihat aksi bimo.


"apaan sih kalian bikin orang jantungan aja" ucap bimo marah dan menahan rasa malunya


"abis lo sih, dari tadi nggak nyaut-nyaut pas di panggil, mikirin apa sih lo sampai nggak fokus gitu" ucap danuar sambil memulai makan makanannya


"nggak bukan apa-apa" ucap bimo sambil mengunyah makanannya


"ok,,ok,, bukan apa-apa tapi dari tadi ngeliatin tu gunung es mulu" ucap ranza


"siapa yang lo panggil gunung es" ucap bimo sambil mengeluarkan hawa menghitam nya yang membuat ranza merinding


"bukan kok bukan siapa-siapa lupain aja ayo makan nanti ke buru dingin lagi" jawab ranza demi mengalihkan pembicaraan dengan bimo yang mulai terasa dingin


"wah gila hampir aja ****** gua" batin ranza


mereka pun menghabisi makanan mereka sebelum bel masuk pelajaran berikutnya berbunyi.


setelah bel berbunyi yang menandakan mata pelajaran berikutnya akan di mulai. bimo dan yang lainnya mulai masuk kelas masing-masing dengan satu-persatu.


malas banget gua masuk, mending gua bolos aja kali ya" batin bimo


karena bimo masih merasa tidak nyaman akhirnya ia memilih keluar dari kelas dan tidur di uks.


"permisi buk saya boleh ke uks perut saya tidak nyaman" ucap bimo sambil mengangkat tangan kanannya


"kamu sakit bimo ? tanya guru


"iya buk, perut saya rasanya benar-benar tidak nyaman" ucap bimo dengan berpura-pura sakit perut


"baiklah silakan" ucap guru


"terima kasih buk" ucap bimo yang meninggalkan kelas


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya

__ADS_1


__ADS_2