
tiga hari kemudian...
seperti biasa diandra berangkat sekolah dengan sikap dingin dan cueknya. begitulah diandra ia tak terlalu mencolok di sekolah bisa di bilang ia adalah siswa yang tak perduli dengan kegiatan orang lain.
pada jam istirahat diandra dan dua temannya menuju kantin. bukan olivia namanya jika tidak bisa membujuk diandra keluar dari kelas mengingat sahabatnya yang satu ini adalah siswa yang memiliki tingkat ke mageran yang tinggi. mungkin itu lah yang di pikirkan oleh olivia melihat diandra yang setiap harinya tidur terus di kelas. meskipun begitu diandra tak pernah ketinggalan pelajaran yang membuat olivia heran mengapa bisa begitu.
"eh bim, lo udah sehat ?" tanya fely yang melihat bimo dan yang lainnya menuju kantin
"em ya gua udah mendingan dokter juga udah ngebolehin gua sekolah. kalian apa kabar ?" tanya
bimo
"kita baik," jawab olivia yang menghentikan makannya dan menjawab pertanyaan bimo
"oh iya ndra, makasih ya lo udah ngebantuin gua waktu itu. sekali lagi makasih ya ndra" ucap bimo tulus
"eh ndra lo denger nggak" kata fely sambil menyenggol diandra yang fokus pada ponsel dan telinga yang terpasang earphone
"uh apa ?" jawab diandra datar sambil melepaskan earphone nya
"makasih udah ngebantuin gua waktu itu" ucap bimo
"oh iya" jawab diandra singkat kemudian ia fokus kembali pada ponsel dan earphone nya.
diandra sedang fokus melihat rintihan dan tangisan beberapa korban kebakaran yang tidak mendapatkan pertanggung jawaban dari perusahan.
dret..dret..dret "emm" diandra menjawab ponselnya dan meninggalkan kantin menuju atap sekolah
"ndra besok malam lo sama anak - anak beraksi"
"ok,,besok gua ke sana" jawab diandra yabg kini berdiri di atas atap sekolah sambil melihat pemandangan yang menyedihkan
"heh lucu sekali mereka" batin diandra
.
.
.
kring..kring..kring..
pertanda bel masuk telah berbunyi seluruh siswa masuk ke kelas masing begitu pun dengan diandra.
saat ini diandra merasa bosan dengan penjelasan guru sebab pelajaran yang guru jelaskan saat ini sudah ia ketahui dan sudah ia pelajari saat jauh hari sebelumnya.
__ADS_1
beberapa guru juga tidak meragukan kemampuan diandra bahkan beberapa di antara para guru tersebut malahan heran mengapa diandra di masukkan pada kelas yang terdapat siswa - siswi
yang tergolong kurang pintar.
"ndra lo ngerti apa yang di bicarakan oleh guru ?, habis lo ngeliatin ke luar mulu sih" bisik olivia
"nggak lo nggak usah ngikut-ngikut gua nanti lo kena masalah sendiri" balas diandra
"apaan sih lo ndra kalau lo tahu ajarin kita dong" bisik olivia
"emang lo mau ke perpustakaan ?, mendingan lo ke mall kan ?" bisik diandra yang membuat olivia tersenyum
"hehehe.." balas olivia
"anak-anak seperti yang kita ketahui bahwa sekolah kita akan mengadakan acara perkemahan alam pada hari sabtu sampai hari selasa depan itu berarti tiga hari lagi. ini adalah surat izin yang harus orang tua kalian tanda tangan sebagai bentuk pemberitahuan ke pada orang tua kalian juga. maka kumpulkan kembali surat yang telah di tanda tangan pada besok hari. kalian mengerti ?, satu lagi kalian juga harus mempersiapkan segala keperluannya masing-masing. namun untuk tenda dan logisktik lainnya akan di tanggung dari pihak sekolah" ucap guru
"buk, apa manfaat dari kita yang mengikuti kemah apakah ada sanksi jika kita tidak ikut ?" tanya salah seorang siswa di kelas
"acara ini adalah acara rutin yang di laksanakan pada setiap tahunnya, di akhir nanti kalian di suruh membuat laporan apa saja yang kalian lakukan di alam, serta apa saja yang dapat kalian ambil manfaatnya. dan laporan tersebut akan di gunakan sebagai bahan pertimbangan untuk kalian memilih perguruan tinggi nantinya" ucap guru
"buk apakah kita akan satu kelompok pada satu kelas atau di kelompokkan dengan kelas lain ?"
tanya siswa
"kalian akan di lakukan tes khusus sesuai dengan minat kalian nanti setiap satu kelompok terdiri dari 30 orang yang di dalamnya terdapat laki-laki dan perempuan. kemudian kelompok besar itu akan di bagi lagi menjadi tiga kelompok kecil yang mempunyai misi yang berbeda-beda. meski pun dalam satu kelompok terdapat laki-laki dan perempuan mereka memiliki tenda dan kamar mandi yang jauh terpisah. jadi jangan harap bagi yang berpacaran ingin terus bersama karena ada guru yang ikut adil dalam mengawasi kalian. kalian mengerti ? sampai di sini ada pertanyaan ?" ucap guru
"baiklah ketua kelas cepat bagi selembarannya dan kumpul dengan ibu besok pagi ya" ucap ibu guru
"baik bu, besok saya kumpulkan" jawab ketua kelas
setelah mereka mendapat kan masing-masing selembaran tersebut mereka pun pulang ke rumah masing-masing sebab waktu telah menunjukkan waktu pulang.
"ndra nanti h-1 kita belanja semua keperluannya ya. lo ikut kan ?" tanya olivia
"belum tahu kalau dapat izin gua ikut tapi kalau nggak ya gua di rumah aja" jawab diandra
"ya udah deh, lo bareng kita aja ya sekalian gua antar" ucap olivia
"oh nggak usah gua masih ada urusan. gua duluan ya da.." jawab diandra sambil berlari meninggalkan mereka
"kemana diandra buru-buru banget ?" tanya bimo
"tahu..?" jawab fely sambil mengangkat ke dua bahu nya
"sabar ya bim" kata ranza sambil menepuk bahu bimo yang alhasil dapat bogem mentah dari bimo dan ranza meringis kesakitan
__ADS_1
"hahhahaa rasain lo emang enak, lo sih usil" kata danuar
"apaan sih gua kan becanda" ucap ranza
"maka nya bercanda itu lihat-lihat dulu situasinya kondusif apa tidak hahaha" ucap olivia senang melihat ranza yang mendapat bogem dari bimo
"emang bener ini sih ini candaan membawa bencana" gumam ranza yang mengelus kepalanya sakit.
"bim emang lo beneran suka ama diandra ?" tanya fely
"siapa gua nggak" jawab bimo
"beneran nggak bim ?" tanya danuar penasaran
"iya nggak gua cuman pengen jadi teman doang, gua juga penasaran sama tu anak cuek nya minta ampun" kata bimo
"bener sih bim, bahkan sama lo yang mendapat cap cowok paling ganteng aja nggak di lirik sama diandra. duhhh kasih bim..bim.." ucap ranza sambil geleng-geleng kepala
peletakkk..kembali kepala ranza di jitak oleh bimo membuat ia kembali meringis.
"terus...terus bim ikhlas gua asal lo senang" ucap ranza
sementara yang lain tertawa melihat penderitaan yang di terima oleh ranza.
.
.
.
tok..tok .tok.."kak gua masuk ya" ucap diandra
"ia silakan"
"kak gua melakukan operasi malam ini saja karena lusa gua ada acara sekolah yang tak bisa di tinggal" kata diandra
"ok, kebetulan malam ini mereka akan melakukan transaksi untuk menutup mulut orang-orang yang terlibat"
"ok siap, kumpulkan sua anak buah biar gua yang mimpin...
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya