
setelah selesai tampil olivia kembali ke back stage di ikuti dengan diandra dan beberapa teman kelasnya.
"ya ampun liv lo keren banget tadi sumpah" kata fili teman kelas olivia dan diandra
"bener keren banget" ucap ke tua kelas
"ndra gua keren nggak tadi ?" kata olivia
diandra hanya mengangkat ke dua jempolnya yang menanda kan keren.
"keren dari mana orang kacau gitu, suaranya juga fals" kata aurora
"sirik tanda tak mampu" ucap olivia yang membuat aurora geram
"apa kamu bilang aku sirik huh nggak tuh" ucap aurora dengan nada tinggi
mereka akhirnya terus beradu mulut hingga akhirnya mereka saling menjambak rambut. diandra yang melihat itu hanya diam, dia tidak ingin ikut campur urusan mereka. ia berfikir temannya tak akan terluka jika hanya saling jambak rambut lain hal nya jika aurora punya skil beladiri maka ia akan turun tangan.
setelah membuat gaduh tiba-tiba seorang guru datang melerai mereka dan pada akhirnya mereka yang bertengkar di hukum.
"eh olivia lihat aja gua bakal bales lo ini belum selesai" ancam aurora
"ok gua tunggu lo" balas olivia
"ndra kenapa lo nggak belain gua sih" tanya olivia kesal
"lo salah, lo tahu dia itu nenek lampir kompor eh malah lo siram minyak ya meleduk jadinya" ucap diandra datar
"ah lo mah nggak ada perhatian-perhatiannya sama teman. ndra gua teman lo bukan sih ? kok lo gitu ama gua" kata olivia
"iya lo teman gua, gua perhatiin lo kok" kata diandra datar
mendengar olivia bertengkar dengan aurora dan temannya. danuar langsung menghampiri olivia.
"liv lo ngga apa-apa ?" tanya danuar sambil memeriksa olivia dan memastikan bahwa ia tak terluka
"nggak gua nggak apa-apa kok" kata olivia
"kenapa bisa bertengkar sih ?" kata ranza
"mereka tuh yang duluan cari gara-gara" kata olivia
semua orang menanyakan keadaan olivia dan memberikan perhatian pada olivia. lain hal nya dengan diandra ia seperti orang yang tak perduli dengan apa pun bahkan mereka sempat berfikir sahabatnya aja tidak ia tolong apa lagi orang lain ia sangat cuek.
saat ini diandra masih sibuk dengan ponsel nya, dia bukan nya diam melihat sahabatnya di buli melainkan ia sekarang sedang mencari cara untuk mempermalukan aurora karena sudah berani mengganggu sahabatnya.
__ADS_1
"gua pergi bentar ada urusan, gua pengen ngasih kejutan untuk seseorang kalian semua jagain olivia bentar" kata diandra menyambar tasnya ia hendak pergi
"mau kemana lo ? woi..teman baru di keroyok lo malah kabur, eh diandra" teriak olivia
"udah kalian ke depan panggung aja, gua udah nyiapin film bagus cepet sana" kata diandra dengan senyum miring dan alis diangkat sebelah
setelah diandra pergi kelang beberapa menit layar infokus menyala. disana terlihat ada tiga orang anak yang sedang membuli siswa. ia sangat kejam dan bahkan ada beberapa diantara korban masuk rumah sakit.
semua melihat itu merasa tak percaya ada yang berani mengungkapkan apa yang wanita itu lakukan. bahkan kepala sekolah saja diam selama ini karena pelaku adalah anak salah satu pemegang saham terbesar di sekolah ini.
setelah vidio itu di tayangkan muncul beberapa anggota detektif yang tak lain adalah adrew dan timnya. pihak sekolah merasa heran siapa yang membocorkan informasi ini keluar. bahkan selama ini pihak sekolah menutup rapat-rapat dengan semua hal bulian yang gadis itu lakukan. gadis itu tak lain adalah aurora dan dua temannya.
melihat itu aurora langsung mengamuk ia tidak terima.
"siapa yang nyalakan videonya cari mati ya, belum tahu aku ini siapa ? haaah" kata aurora dengan sombongnya
belum selesai aurora berbicara ada satu vidio lagi yang membuatnya dan seluruh orang di depan panggung tak percaya.
berita itu mengatakan perusahan milik keluarga aurora bangkrut karena ayahnya terbukti terlibat dalam pencurian dan pembocoran data pribadi nasabah bank kota A. tak tangung-tanggung uang itu bisa di kuras habis oleh orang suruhan ayah aurora yang merupakan hacker yang handal. namun semua rencana yang tersusun rapi kini telah gagal di tangan adrew itulah yang masyarakat pikirkan. padahal semuanya adalah hasil jerih payah diandra yang tak tidur semalaman mencari informasi dari mencari dalang sampai siapa yang terlibat.
melihat itu aurora yang tadinya sombong bukan kepalang kini jatuh tersungkur di tanah. ia tak dapat memopang tubuhnya dengan kakinya sendiri.
tak hanya ayah aurora yang terlibat bahkan kepala sekolah juga. kepala sekolah bersalah karena telah melindungi pelaku buli.
kini para siswa merasa tenang akhirnya tiada lagi gadis penguasa yang semena-mena pada mereka.
kini mereka bertanya-tanya siapa yang melakukan semua ini. siapa yang berani menentang keluarga aurora siapa yang menyelamatkan mereka.
semua siswa melanjutkan pesta festival terakhir dengan penampilan bimo sebagai dj semua orang menari senang. lain hal nya dengan diandra yang masih sibuk dengan ponselnya ia tersenyum sinis melihat foto pelaku yang tengah di wawancarai media dengan banyak pertanyaan yang memojokkan pelaku pembobolan atm.
"nih lo kurang tidurkan, sekarang lo bisa tidur dengan nyenyak" adrew sambil meletakkan cuca cula dingin di pipi diandra
"emm" diandra mengambil minuman itu dan meneguknya
"baru satu kak masih ada lagi aku belum bisa tidur sepertinya dalam minggu ini" kata diandra
"apa masih ada dalangnya lagi ?" tanya adrew ia pikir ini sudah berakhir ternya ini awal dari pembukaan kasus pembobolan atm
"emm masih ada dan orang nya lebih tinggi pangkatnya, ia juga misterius kak. aku yakin sekarang ia tengah gusar dengan berita papa aurora barusan" kata diandra
"emm yang penting kamu harus hati-hati dek" adrew sambil mengusap kepala diandra dan di tepis oleh diandra. melihat itu bimo merasa cemburu raut muka nya langsung berubah menjadi hitam.
"iya kak selama tak ada yang tahu identitas ku aku aman" bisik diandra
"ternyata sekolah kamu keren juga ya, ngomong-ngomong kamu udah punya pacar belum ?" tanya adrew ia merasa sedari tadi ada pasang mata yang mengawasinya saat ia berbicara dengan diandra dan mata itu seperti orang yang ingin membunuh menatap adrew
__ADS_1
"ada nih" diandra mengeluarkan lebah kecil dari saku nya dan ia terkekeh karena itu
"dek..." kata adrew
"udah sana lo pulang atau nggak cari pacar sana kayak kak cendana aja lo nggak punya pacar padahal kan lo bedua tuh udah tua pakai banget lagi" kata diandra
"aelah ngapa lo hubungin gua ama cendana sih" kata adrew
"emang lo bedua tuh sama sekalian aj lo bedua nikah" kata diandra sambil memainkan alisnya
"ngaco lo cendana tuh juga adek gua sama kayak lo" kata adrew kemudian menjitak kepala diandra. dan diandra meringis kesakitan karena nya
"udah gua pulang masih banyak yang harus gua urus sekarang" kata adrew yang pergi menjauh dari diandra
"emm" diandra hanya menganyunkan tangannya seperti mengusir adrew hanya senyum geleng-geleng melihat adik kecilnya begitu ketus terhadapnya
"ndra dari tadi lo disini mana film yang lengen lo putar tadi ?" kata olivia
"oh itu nggak jadi malah keduluan sama video nya aurora. kebetulan juga fd nya ketinggalan lagi, pas gua cari eh nggak ada" elak diandra
"oh ok, gua nggak nyangka deh keluarga aurora yang tadinya tajir melintir penguasa yang selalu di atas tapi dalam sekejap ambruk ketanah" kata olivia tak percaya
"itu artinya roda kehidupan memang berputar sesuai aturannya, yang baik akan selalu stabil dan yang sombong plus jahat akan jatuh tak tersisa" kata diandra dan di
angguki oleh teman-temannya
"eh ndra tumben lo bijak,,? tapi siapa ya yang udah dapetin vidio itu padahal kan susah buat lihat kamera cctv sekolah yang di jaga ketat kecuali orang itu mencurinya" kata olivia penasaran
"paling hacker mungkin, udah nggak usah mikirin siapa yang udah bongkar semuanya yang penting sekarang nggak akan ada buli-bulian lagi. udah ahh gua mau cari tempat tidur ngantuk gua" diandra pergi meninggalkan teman-temannya yang masih berpesta.
"dasar lo keboooo" teriak olivia
tiba-tiba ponsel diandra berdering ia tak mengenal nomor itu, ia kemudian mengangkat ponselnya
"halo andra.." kata orang di seberang sana
mendengar itu diandra langsung membelalakkan matanya dan menghentikan langkahnya
"lo.." kata diandra
...
*bersambung...
happy reading ya reader
__ADS_1
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya