Cold Heart

Cold Heart
tantangan berat


__ADS_3

diandra dan cendana saat ini berbagi cerita tentang pekerjaan dan sekolah diandra. meski diandra tak seceria dulu namun jika untuk bercerita dia cukup menjadi pendengar yang baik. sebab diandra juga orang yang tertutup.


di sela-sela cendana bercerita dan diandra menjadi pensengar setia. tiba-tiba ada suara dari kejauhan memanggil mereka.


kakak, adek turun ayo makan" panggil mama diandra


"ayo dek dengar mama udah manggil tuh" kata cenda mengajak adik nya turun


"emm" diandra mengangguk dan mengekor di belakang cendana


mereka pun turun menuju ruang makan di sana sudah terdapat kedua orang tua nya dan oma. sementara para pekerja rumah biasa nya makan di faviliun yang di sediakan sebagai tempat tinggal mereka.


namun tak jarang juga mereka makan bersama dengan majikan mereka karena sering di paksa oleh mamanya diandra untuk makan bersama. dan membuat para pelayang merasa tidak enak hati.


mama menyiapkan nasi dan lauk di piring suami, mertua dan anak-anak nya. begitulah nyonya ghueta meskipun dia memilik banyak pekerja namun dia masih mengurus keluarga nya dengan baik. apalagi dengan status nya yang merupakan desain terkenal.


seluruh anggota keluarga diandra sudah memiliki kesibukan masing - masing namun mereka masih bisa berkumpul dan makan bersama setiap hari. terkecuali jika papa diandra lembur dan diandra menginap di apartemen nya.


"di, kamu malam tadi nginap di apartemen ya ?" tanya mama


"iya ma" kata diandra yang masih sibuk dengan makanannya


"oh iya udah, pokok nya apa pun uang terjadi kamu harus hati-hati" kata mama


"iya ma, andra hati-hati kok" kata diandra


"oh iya, sayang gimana keadaan amanda ?" tanya papa pada mama


"masih sama mas belum ada perubahan" kata mama


"yahhhh, kita hanya bisa berdo'a saja serah kan semuanya pada yabg diatas" ucap oma


"mama benar" kata mama


"oh iya cidra besok kamu nggak ke butik kan temenin mama ke rumah sakit ya" kata oma pada mama nya diandra


"iya ma besok cidra temenin mama sekalian kemarin mbak minta tolong jagain amanda soalnya mas dan mbak harus keluar kota dua hari katanya ada urusan pekerjaaan yang tidak bisa di wakilkan dengan yang lain" kata mama


"jadi dua hari nanti mama jagain amanda ma ?" kata cendana


"iya sayang" kata mama


"ya sudah malam nya ana akan ke rumah sakit juga, pulang dari kantor" ucap cendana


diandra hanya bisa diam mendengar mereka membicarakan amanda. tanpa ia sadari semua anggota keluarga melihat kearah nya.


"kenapa melihat seperti itu" kata diandra datar


"kamu nggak ke rumah sakit besok dek ?" tanya cendana


"nggak aku sibuk" kata diandra


"pah, mah, semua nya aku duluan aku sudah kenyang" diandra beranjak dari tempat duduk nya dan menuju kamar

__ADS_1


"diandra kamu" kata papa


"mas udah mas" kata mama


"kasian dia, dia pasti cemas steve padahal kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. tapi dia masih saja tak bisa melupakan nya" kata oma


"iya mama benar, apalagi melihat kondisi manda yang seperti itu membuat dia ingat akan anggraini lagi" kata mama


"ma, kak cahaya udah tenang di sana" kata cendana


"kalian semua tenang saja diandra pasti bisa melupakan semua" kata cendana meyakinkan orang tua nya


"iya sayang, benar kata cendana dia anak yang kuat" kata steve


"iya aku yakin" kata papa lagi


"ups udah sedih-sedih nya kasian makanan nya nanti nangis nggak dimakan. kalau kalian nggak mau biar ak makan semua" kata cendana mencair kan suasana


"kamu tuh ya kalau makan nomor satu gimana kalau kamu gendut terus nggak ada laki-laki yang mau sama kamu" kata oma


"hahhhh oma bicara itu terus deh" kata cendana


"gimana na, apa udah ada yang mau kenalin ke papa. papa kayak nya udah siap jadi ayah mertua" goda papa


"papa.." kata cendana cemberut dan yang lain tertawa melihat tingkah laku putri kedua mereka yang seperti anak kecil.


.


.


dia masih membayangkan kejadian tadi siang yang membuat nya tersenyum sendiri. bimo mencari sosmed milik diandra akhir nya ia menemukannya. namun tak ada yang spesial yang ia lihat. memang foto profilnya diandra namun postingan nya. kebanyakan tentang alam dan foto diandra sendiri.


tak ada foto keluarga atau pacar diandra. melihat itu bimo merasa semakin kepo ia ingin mencari tahu lebih lagi tentang diandra.


"jangan-jangan dia masih jomblo, atau dia juga udah punya pacar" gumam bimo dalam hati


"bim lo ngapain sih ngeliatin hp mulu" kata ranza


"bosan gua" kata bimo


"mending lo main game art online aja siapa tahu diandra juga main" kata ranza


"maksud lo, lah masa lo nggak tahu sih diandra kan esport juga" kata ranza


"kok gua nggak tahu ?" kata bimo


"gua tahu dari fely, waktu itu fely bilang kalau diandra sering mabar sama anak-anak lain. dia juga salah satu pengembang art online game" kata ranza


"pantesan dia bilang buat game bukan main game" kata bimo


"tapi bim lo kan juga pengembang, apa kalian nggak satu aplikasi ?" kata ranza


"iya sih di art juga kita sering rapat, tapi ada satu yang nggak pernah ikut dan membuat kami sering kesal. tapi berkat semua link dan desain yang ia buat bagus. mereka tidak bisa berkata-kata" kata bimo

__ADS_1


"jangan-jangan orang itu diandra lagi bim" kata danuar yang bangun tidur


"lah kok lo bangun" kata bimo


"gua dengerin lo ngomong jadi gua kebangun deh" kata danuar


"sory sory kita nggak sengaja" kata bimo


"udah santai aja. justru gua harus bilang terimakasih sama lo pada. lo udah mau nemenin gua di sini" kata danuar


"ngomong apa sih lo dan, kayak sama orang lain aja" kata ranza


"iya deh iya" kata danuar


"oh iya bim, ngomong-ngomong lo beneran udah masuk anggota nya detektif adrew ?" kata danuar


"emm, bokap yang nyuruh karena bokap nya kak adrew temen nya bokap gua" kata bimo


"wah bim lo udah pernah ke markas nya, gimana markas nya besar nggak ?" kata ranza


"kalau markas utama nggak pernah dengar-dengar sih hanya orang tertentu yang tahu markas utama. aku hanya pergi ke kantor nya saja cuman buat latihan fisik beladiri sama menembak" kata bimo


"tapi masa lo nggak pernah ke markas utama bim ?" kata danuar


"eem gua nggak pernah katanya sih semua informasi ada di sana termasuk informasi perusahaan bokap gua" kata bimo


"*dan gua juga nggak tahu kalau diandra sepupunya kak adrew" kata bimo dalam hati


"mungkin ini juga bakal jadi tantangan terberat untuk ku" katq bimo lagi*


"lo mikirin apa bim ?" kata ranza


"gua lagi mikir gimana cara nya gua harus lebih banyak belajar lagi. karena di dalam sana banyak orang-orang cerdas. kalau gua lihat sih kayak nya tempat perkumpulan orang-orang cerdas deh" kata bimo


"maksud lo bim ?" tanya ranza


"iya iya lah mereka harus cerdas, mereka kan detektif mereka harus memecahkan masalah tanpa masalah bener nggak bim" kata danuar


"bener banget" kata bimo


mereka pun larut dalam cerita dan tak terasa malam sudah semakin larut. akhirnya setelah danuar di periksa oleh dokter mereka memilih memejamkan mata nya masing-masin.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa fav, vote, like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya

__ADS_1


__ADS_2