
semua orang di sana sudah tegang mereka saling berpelukan karena merasa takut.
"arghhh pada hal gua nggak mau nunjukin wajah asli gua di depan kalian" ucap diandra pada laki - laki itu
"tapi mau bagaimana lagi kalian yang meminta nya, oh iya kau tangan ini yang sudah menyentuh kulit sahabat ku bukan" diandra menginjak salah satu dari enam laki - laki yang sudah tidak berdaya itu.
krakkk diandra menginjak kepala nya lalu memutar tangan laki - laki itu hingga tangan nya berputar arah.
"argghh aku sungguh bosan dengan kalian yang sok - sok an berkuasa ini" kata diandra sambil mengacak rambut nya
sekarang diandra seperti iblis yang tak terkendalikan. bahkan teman - teman nya sangat takut memandang diandra.
"siapa gadis ini, siapa dia" batin bimo
bimo melihat diandra seperti akan memakan semua orang sekarang. bimo hanya bisa diam melihat kelakuan diandra yang hilang kendali. karena saat ini ia sudah tak berdaya.
"berhenti di sana" kata pria itu melihat diandra yang semakin mendekat ke arah nya yang sedang membekab danuar
namun diandra tidak memperdulikan itu semua ia masih melangkah kan kaki nya mendekat ke arah danuar.
"ku bilang berhenti atau tidak ku tembak teman mu ini" ancam nya
"tembak lah" kata diandra datar
dorr...pria itu melepas pelatuk pistol itu tepat di kening danuar.
"arghhhh" semua orang memejamkan mata mereka karena takut.
"tidakkkk..." olivia langsung pingsan melihat hal itu
"oliv, oliv bangun" kata fely dan nindy
mereka berusaha menyadar kan olivia yang syok berat.
suara hening seketika terpecah kan dengan tawa diandra. " hahhahaa hanya pistol angin bukan" mendengar ucapan diandra semua orang kembali mendongak
"kan aku sudah bilang om, kau harus mengembalikan mainan anak mu itu" kata diandra remeh
sementara olivia sudah sadar " danuar " ucap nya lirih
"tenang liv, danuar masih selamat" kata fely
"fel, gua takut, zer gua takut hiks hiks hiks" kata olivia
"lo tenang diandra nggak akan biarin kita dalam bahaya, percaya sama dia. kita bantu do' a saja" ucap zeria
"tapi zer" kata olivia
"udah percaya aja sama dia, dia tak selemah yang kita kita" kata zeria
"maksud lo zer ?" tanya bimo penasaran
"bim kalian tak kenal diandra sesungguh nya, dia bukan gadis sma biasa seperti kita" ucap zeria pelan
sementara di barisan tengah fayzia sudah mengompol karena takut. ia ketakutan bahkan pangkat ayah nya pun tak bisa menolong nya saat ini.
"fay kok celana lo basah"..
"diem lo" kata fayzia
__ADS_1
sementara itu diandra masih berusaha mendekati pria yang menyekab danuar.
"kau sudah mengeluarkan senjata mu bukan, kini giliran ku" ucap diandra melepas jaket hitam yang ia pakai
betapa terkejut nya orang yang ada di sana melihat tubuh diandra yang terdapat empat pistol khusus dengan peluru yang sudah ada di dalam nya.
diandra mengambil dua pistol dan melempar kan pada dua anak buah adrew.
"sory bang gua nyuruh lo berdua babak belur dulu, lumayan dari pada lu babak belur sama abang gua hehhe" kata diandra santai
kini diandra siap membidik mereka dorrr suara tembakan yang diandra lesatkan. tepat mengenai kaki mereka. diandra menembak enam orang itu dengan membabi buta.
namun hanya tangan dan kaki diandra tidak sampai membunuh mereka.
"ndra cukup kalau nggak adrew akan marah" kata salah satu anak buah adrew
"benar ndra adrew sudah sampai" kata satu nya lagi
"ahhh nggak seru pada hal tangan gua masih gatal bang, apaan nggak ada perlawan" kata diandra santai tanpa memperdulikan orang lain yang sudah hampir mati ketakutan.
diandra mencopot ikat pinggang para pria itu dan menjadikan nya ikatan untuk mereka. diandra mengikat mereka berenam menjadi satu.
plak...plak..plakkk" dasar tak tahu diri" ucap diandra sambil mengikat mereka yang dapat pukulan satu persatu di kepala mereka.
"huh dah," kata diandra
"kalian ngapain masih tegang, pertunjukan nya sudah selesai yang mau minum, minum dulu yang dari tadi nahan ke toilet silah kan" kata diandra santai
sementara teman - teman nya melongo melihat diandra tak percaya seorang gadis muda kelas 2 sma bisa melawan enam orang penjahat. bahkan diandra juga memiliki senjata.
wiwww.....wiww....wiwww suara ambulan telah datang bersamaan dengan polisi yang di pimpin oleh adrew.
ia melihat enam orang itu sudah bersimbah darah meski tak mati tapi luka tembak mereka cukup parah.
di sisi lain diandra hanya diam ia menggaruk kepala nya yang tak gatal itu. ia yakin bahwa ia akan di marahi adrew habis - habisan setelah ini.
srettt..."aw aw aw ampun bang" kata diandra meringis kesakitan karena telinga nya di tarik oleh adrew
"kamu tuh ya di bilangin ngeyel aja bla...bla...bla..." omel adrew pada adik perempuan nya itu
karena tak mau mendengar ia lantas memakai earphone di telinga kemudian ia pergi.
"bang gua pinjam mobil lo" kata diandra masuk ke dalam mobil sport milik adrew
"andra sini kamu" bentak adrew frustasi
ngung...diandra menyalakan mobil sport itu dengan kecepatan tinggi.
entah lah diandra mau kemana itu urusan nya memang benar tak ada yang tahu apa yang ada di dalam otak diandra.
"huh anak itu benar - benar" kata bimo tak habis pikir
"kak adrew" ucap bimo
"bimo ?" kata adrew
"kamu di sini juga, itu muka kamu kenapa ?" tanya adrew
"oh iya kak, aku ikut kemah juga. kok kakak kenal diandra" tanya bimo
__ADS_1
"oh gadis nakal itu, dia sepupu ku harap maklum lah" kata adrew bimo mengangguk paham
"ayo kita lihat yang lain" ajak adrew
"iya kak" kata bimo
bimo pergi melihat danuar yang terluka parah dan beberapa teman lain nya juga terlihat syok. sementara olivia masih saja menangis karena danuar yang belum sadar - sadar.
"dan bangun hiks...hiks..." kata olivia
"udah liv lo jangan nangis terus" ucap nindy
"iya nin" kata olivia sambil menghapus air mata nya
"oh iya diandra mana ?" tanya olivia sejak tadi ia tak melihat diandra di sana
"nggak tahu setelah semua nya selesai diandra menghilang" kata fely
"sebenar nya diandra itu siapa sih, apa benar usia nya sama seperti kita" kata olivia lirih
"entah kenapa sejenak gua mikir kayak nya dunia diandra berbeda dengan kita" sambung olivia
"tapi dia tetap sahabat kita, gimana pun dia udah nyelamatin kita" kata zeria
"zer tadi lo bilang diandra bukan gadis biasa maksud lo apa ?" kata olivia
"sory gua nggak bisa cerita biar diandra aja yang cerita" kata zeria
"zer lo tahu siapa diandra ?" kata nindy
"yang aku tahu dia pernah nyelamatin aku saat aku di culik dan di buly oleh seseorang" kata zeria melirik sekilas fayzia
fayzia yang mengingat kembali apa yang udah dia lakukan pada diandra. ia takut bahwa diandra akan membalas nya.
mengingat cara diandra mematahkan, memukul dan menembak penjahat tanpa ampun. kini fayzia hanya pasrah pada nasib nya.
"anak - anak kalian akan diantar ke sekolah dengan pengawasan anak buah saya, sisa nya yang terluka akan ke rumah sakit" kata adrew
di sisi lain diandra pergi mengambil satu senjata yang ia curi dari musuh yang ia sembunyikan di dekat tenda.
ia mengambil senjata itu dan langsung pergi dengan mobilnya. kemudian ia berhenti di pinggir danau. ia melihat ada sebuah simbol di senjata itu. simbol yang sama yang ia lihat di peluru samping cahaya waktu itu.
"arghhhh kak aku harus apa hiks...hiks..." kata diandra sambil terperosot duduk di tanah dan bersandar di badan mobil. diandra menangis ia mengeluarkan segala amarah nya.
"hiks..hiks bagaimana ini, arghhhhh...argh.....argh..." saat melihat senjata itu ia melampiaskan amarah nya pada senjata itu.
ia menghancurkan nya dengan membakar senjata itu. namun satu peluru ia pegang untuk ia bawa pulang.
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya😉😉