Cold Heart

Cold Heart
caper


__ADS_3

    Semalaman Diandra tidak tidur karena mencari informasi tentang


kematian kakaknya. Dia masih belum menemukan petunjuk apa-apa. Diandra merasa


frustasi dengan dirinya yang tak bisa berbuat apa-apa selama bertahun-tahun


ini. Dimana ia hanya bisa menyimpan semuanya sendiri tanpa ada yang tahu.


“aku yakin itu bukan lah kecelakaan,bahkan keluarga mereka sampai sekarang tak


terlihat kembali” gumam Diandra


“jika seperti ini apa yang harus ku lakukan kak ?, bahkan orang itu


tak memperlihatkan batang hidung nya setelah beberapa tahun ini” gumam Diandra sambil mengadahkan kepalanya kelangit-langit


ruangannya.


    Merasa sudah bosan akhirnya Diandra pergi untuk menenangkan


pikirannya. Ia biasa meluapkan segalanya dengan lari pagi di sekitaran gedung


apartemen miliknya.


    Diandra sudah siap dengan hodie dan celana hitam panjang di tambah


dengan topi hitam semakin membuatnya jadi misterius.


    Saat hendak keluar dari gedung tak sengaja Diandra menabrak seorang


laki-laki dewasa.


Bruk…”ah maaf dek saya tak melihat” kata laki-laki itu


“iya tidak apa-apa” jawab diandra dengan suara datar tanpa melihat


wajah laki-laki itu


    Diandra tak mempermasalahkan akan kejadian tadi dan ia memilih


untuk pergi dan melanjutkan kegiatannya. Sepanjang jalan banyak orang yang


melakukan hal yang sama seperti dirinya mungkin karena ini adalah akhir pekan. Maka


dari itu orang-orang memanfaatkan hari libur untuk olah raga.


“pak air mineralnya satu” ucap diandra


“ini nona” kata penjual


    Setelah menerima air mineral itu diandra membayar dengan pay***


melalui ponselnya. Sudah satu jam ia berlari keringat juga sudah bercucuran


bahkan menembus hodie nya untuk keluar. Setelah meminum air yang ia beli, ia


memutuskan untu istirahat sejenak kemudian kembali ke apartemennya.


    Ia duduk di bawah pohon dan bersandar sendiri, ia tersenyum pahit


melihat hanya dirinya yang sendiri. Sedangkan mereka dengan keluarga, ya sudah


hampir satu minggu Diandra tidak pulang ke rumah.


“ngapain sendirian aja ?” ucap seseorang yang mendekat kearah Diandra


    Namun seperti biasa bukan Diandra namanya jika langsung merespon


orang lain dengan cepat. Diandra masih diam dengan earphone bluetooth miliknya.


“emang ya, kalau cuek dari bawaan enggak bisa di ubah lagi” ucap


laki-laki itu


“ngapain lo ke sini ?” ucap Diandra dingin


“dingin banget sih Ndra, padahal gua udah berjam-jam nungguin lo


dari pagi. Jauh-jauh dari rumah gua. Masa yang lo enggak ada senyum-senyum nya


nyambut gua  gitu” ucap laki-laki itu


“langsung aja bim, apa mau lo ?” kata diandra tanpa basa-basi


“enggak ada sih cuman pengen nyapa lo aja, kenapa enggak boleh ya ?”


kata Bimo


“iya enggak boleh” ucap diandra setelah meneguk minuman nya kembali


“ternyata enak juga ya, taman dekat gedung lo. Cocok banget buat joging


pagi kayak gini apalagi enggak sendirian” sindir Bimo

__ADS_1


“hehh” diandra senyum sinis pada bimo ia tahu maksud dari perkataan


bimo


“emang lo enggak bisa lari pagi di dekat rumah sendiri ya, sampai


harus jauh-jauh kesini” ucap Diandra


“ahh ga tahu jangan-jangan lo takut ya, lari pagi di dekat rumah


lo. Secara lo itu caper parah” kata Diandra membalas perkataan Bimo


“siapa yang caper ?” jawab Bimo tak mau kalah


“itu buktinya” kata Diandra


“ahhh iya deh gua emang caper, puas lo” ucap Bimo mengalah


“tapi caper nya cuman sama lo hemm” kata Bimo menggoda Diandra


“udah lah gua enggak kemakan dengan omongan lo yang enggak jelas


itu” ucap Diandra yang kemudian berdiri hendak meninggalkan Bimo


“mau kemana ?” ucap Bimo sambil menahan lengan tangan Diandra


    Diandra melihat tangannya di tahan oleh Bimo menatap tajam kearah


Bimo seperti ingin membunuh Bimo.


“ah sory gua enggak maksud” kata Bimo melepaskan tangan Diandra


berlahan


“lo mau kemana ?” kata Bimo lagi


“pulang” kata Diandra


“lah terus gua gimana Ndra ?” kata bimo


“serah lo la, emang gua perduli” jawab Diandra yang pergi


meninggalkan Bimo yang masih berdiri mematung di bawah pohon tersebut.


“yahhh hehh gua di tinggal lagi” kata bimo lirih melihat Diandra


yang semakin menjauh


.


.


menyangka bahwa saat lari pagi tadi, ia bertemu dengan Bimo laki-laki yang


selalu mengusiknya beberapa lama ini.


    Laki-laki itu berbuat semaunya meski ia bersikap dingin namun


laki-laki itu tetap di samping nya.


    Bahkan Diandra sudah terbiasa dengan keberadaan nya, ya meski


awalnya laki-laki itu sangat menggangu. Namun entah sejak kapan lambat laun ia


tak mempermasalahkan nya. Hingga terkadang Diandra terpaksa merespon nya karena


jika tidak laki-laki itu tidak akan diam.


    Dan menggunakan nya terus sampai Diandra meresponnya. Setelah


membersihkan diri diandra pergi ke dapur ia mencari sesuatu yang mungkin bisa di


jadikan sebagai pengganjal perutnya.


    Diandra melihat nasinya masih ada, kemudian di kulkas juga ada


telor, potongan dada ayam, sosis dan beberapa sayuran. Karena nanti siang ia


akan pulang ke rumah orang tuanya maka Diandra memutuskan untuk membuat nasi goreng


saja.


    Diandra memang pandai memasak karena sejak ia memutuskan untuk


tinggal sendiri semenjak smp. Kedua orang tuanya tak mengizinkan Diandra untuk


terlalu sering membeli makanan di luar.


    Oleh karena itu, setiap pagi dan sore bik Marni mengantarkan


makanan untuknya. Membuat wanita paruh baya yang sudah bekerja di rumahnya itu


harus bolak-balik rumah dan apartemennya.

__ADS_1


    Melihat itu Diandra menjadi tak tega, akhirnya ia mencoba untuk


memasak apa saja yang bisa di makan. Selagi ia tidak keracunan itu lah yang


ia pikirkan saat itu. Meski pun percobaan pertamanya adalah memasak telor dan


itu gosong.


    Ia belajar masak dengan sendirinya, ia tak pernah meminta bantuan mama,


atau bik marni untuk mengajarnya. Bahkan saat pertama juga ia tak tahu


bagaimana cara menghidupkan kompor.


    Namun sekarang Diandra tumbuh menjadi gadis yang mandiri. Dan punya


tujuan hidupnya sendiri.


    Setelah setelah selesai masak Diandra memakan masakannya. Kemudian melihat


beberapa email yang di kirim oleh anak buahnya.


Tring..ponsel Diandra berbunyi ia melihat nama yang tertera di


ponselnya.


“Di, hari ini kamu pulang kan ?” pesan


mama


“iya ma” balas Diandra


Setelah mendapat pesan dari mamanya, Diandra membereskan semua  file dan email yang di kirim oleh anak buah


nya.


Hari mulai siang, Diandra bergegas ke luar ruangan karena ia sudah


janji dengan orang tuanya, bahwa ia akan sampai di rumah sebelum jam makan


siang.


“di, nanti malam kakak tunggu di kantor, ada beberapa hal yang harus


kita bahas” Diandra


mendapat pesan dari Adrew


“baik kak, nanti Andra ke sana” balas


Diandra


“kamu, di mana sekarang ?” chat


Adrew


“baru mau jalan pulang ke rumah kak”  balas Diandra


**“ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan” **chat Adrew


“iya kak” balas diandra


    Setelah selesai membalas pesan dari Adrew diandra menyalakan mobil


hitam miliknya. Ia menunggu sejenak agar mesin kuda besi miliknya nya panas. Setelah


itu ia menuju rumah kediaman keluarga Ghueta.


    Tak butuh waktu lama Diandra sampai di lahaman rumah miliknya. Suasana


rumah Nampak sepi ya begitulah keadaan rumah milik mereka. Tak ada kegaduhan


atau pun suatu hal yang membuat berisik.


    Karena penunggu rumah merupakan orang-orang dewasa yang tak suka kebisingan.


“selamat dating nona” sambut bik Marni ketika melihat nona muda nya


itu dating


“nona, bapak dan ibu sudah menunggu nona di meja makan” ucap bik


Marni


“emm iya bik” ucap Diandra


“siang es batu…..”


.


.


Bersambung…….

__ADS_1


__ADS_2