
malam semakin larut diandra baru saja bangkit dari tempat duduk nya. ia masih termenung di pinggir danau sambil menggenggam selosong peluru di tangan nya.
diandra melihat ke arah jam tangan nya sudah pukul 23.45 wib. diandra masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil sport milik adrew menuju apartemen nya. malam ini diandra tidak ingin pulang ke rumah. ia merasa sangat malas pulang ke rumah karena saat ia masuk ia selalu teringat kakak perempuan nya yang telah pergi.
meski kejadian itu sudah terjadi bertahun - tahun silam. namun diandra tak mampu melupakan semua nya.
dret...dret..dret...ponsel diandra berdering ia melihat papa nya sedang menelpon. kemudia diandra mengangkat telpon papa nya dengan headset.
📱 diandra : " halo pa" jawab diaandra
📱 steven ghueta : "darimana kamu, dan di mana kamu sekarang"
📱diandra : "diandra di jalan pa"
📱cidra : "diandra pulang sekarang juga ya sayang, jangan bikin mama khawatir"
📱diandra : "diandra pulang ke apartemen ma, pa ada yang harus diandra kerjakan. laporan perkemahan juga harus selesai besok ma. diandra nggak bisa bertele - tele ma, pa" jawab diandra sambil mengemudi mobil dengan fokus karena walaupun diandra melepaskan tangan nya dari kemudi. mobil itu masih bisa di kendalikan dengan sistem otomatis ride.
📱 steven ghueta : " ya sudah besok temui papa di kantor ya ndra ada yang ingin papa omongin sama kamu. kamu belum sekolah besok kan ?" tanya papa
📱diandra : " iya pa, besok andra ke kantor papa jam 11 siang pa, sudah dulu ya pa, ma diandra lagi nyetir nih. ma mama nggak usah khawatir andra bisa jaga diri kok. oh iya ma, pa kalian tidur lah ini sudah malam. selamat malam pa, ma diandra tutup ya bye..."
📱 steven ghueta : " ya sudah kamu hati - hati di jalan. papa tutup ya sayang" ucap steven mengakhiri panggilan nya.
setelah kurang lebih satu jam mengemudi dengan kecepatan tinggi diandra sampai di parkiran apartemen nya. ia keluar mobil dengan langkah yang berat. ia masih penasaran siapa nona muda clarison. jika benar nona muda clarison berada satu sekolah dengan nya maka sekolah nya berada dalam bahaya sekarang.
diandra membuka pintu apartemen nya dan seketika semua lampu menyala dengan otomatis. seakan mereka sangat menyambut diandra.
sebuah robot pembantu langsung membawakan diandra air putih. diandra mengambil air itu dan meneguk nya hingga habis.
diandra langsung menuju kamar nya dan membersihkan diri. setelah mandi dan membersihkan diri diandra menuju dapur ia merasa lapar. untung nya masih ada makanan instan di dalam kulkas nya.
diandra makan sambil menonton tv, ia melihat berita tentang penyanderaan bus anak sekolah tadi siang. sangat terlihat jelas para pelaku yang terikat dengan ikat pinggang mereka. dan luka tembakan di lengan dan kaki pelaku.
di dalam berita tersebut tidak di sebutkan siapa yang mengikat dan menembak pelaku. diandra masih beruntung karena wajahnya tak terekspos media. kebetulan juga saat itu teman - teman nya tidak menghidupkan ponsel mereka. karena saat itu ponsel mereka sedang di sita pelaku.
"ahh untunglah, huhhh kok bisa gua seceroboh tadi apa yang harus gua jelasin sama olivia dan yang lain nya" gumam diandra sambil menyandarkan diri nya pada kursi di depan tv.
"baiklah pertama ayo kita selesaikan laporan nya, setelah itu baru nona muda clarison" kata diandra
ia mengerjakan laporan sekolah nya, setelah selesai dengan tugas ia kemudian mencari informasi tentang clarison grup.
"ahhh akhirnya selesai juga, kayak nya gua bisa tidur bentar nih, besok juga harus ke kantor bokap lagi" gumam diandra setelah mengeprint tugas sekolah nya dan menyimpan semua file yang ia cari tadi.
.
.
__ADS_1
pagi ini diandra memutuskan untuk menjenguk danuar dan yang lain nya di rumah sakit. namun ia ragu, ia memikirkan apa tanggapan teman - teman nya setelah melihat diandra kemarin. dia juga tak bisa menjelaskan apa - apa pada olivia. dulu waktu smp ia berjanji pada olivia bahwa diandra tidak akan berkelahi lagi.
saat memarkirkan mobil milik adrew di rumah sakit diandra melihat olivia, fely, dan nindy juga berada di sana. diandra turun dari mobil dan olivia melihatnya.
"ndra,, diandra" panggil olivia
"emm, liv gua" kata diandra ragu
"udah gua ngerti kok, nggak usah di pikirin lo berantem juga ngelindungin kita kan" kata olivia paham
"emm" diandra mengangguk kan kepala nya
"lo mau jenguk danuar juga kan, ayok bareng sekalian gua mau ngantan makanan" kata olivia
"ndra lo nggak apa - apa kan, kemarin lo langsung pergi aja" tanya fely
"nggak kok gua nggak apa - apa, kemarin gua ada urusan yang belum selesai aja" kata diandra
"ndra jadi ini maksud lo yang bilang sama gua jangan jauh - jauh dari lo waktu di perkemahan" tanya nindy
"emm" kata diandra
"ndra lo tahu semua" kata fely
"tentang ?" tanya diandra
"emm" diandra mengangguk
saat berjalan ke dalam rumah sakit mereka juga bertemu dengan bimo dan yang lainnya. mereka baru selesai dari sarapan karena tadi malam bimo dan yang lain nya menginap di rumah sakit.
"eh ndra, lo datang juga ?" tanya ranza ramah
"emm " diandra mengangguk
"lo nggak apa-apa ?" tanya bimo
"nggak" kata diandra cepat
"kalian dari mana ?" tanya olivia mengalikan pembicaraan
"kita habis sarapan soal nya lapar banget dari kemarin nggak makan, lebih tepat nya nggak sempat makan sih hehehe" kata ranza
"jadi siapa yang jagain danuar ?" kata olivia nyolot
"ada kok tadi marvi sama lexi baru sampai maka nya gua sama bimo keluar" kata ranza
"ohh gitu kirain" kata olivia
__ADS_1
"ahk elah liv, perhatian amat lo sama danuar" kata bimo
"tahu nih kayak..." kata ranza
"kaya apa" kata fely
"la kok lo yang nyambung, kabel dari mana lo nyambung - nyambung aja" kata ranza
"dah,, dah,,, dah diem nggak lo pada" kata bimo tegas
"ya elah bim, dia duluan yang mulai" kata ranza
mereka menaiki lift yang isi nya hanya mereka saja kebetulan lift itu sepi. bimo memandang diandra yang dari tadi hanya diam saja tanpa berkata apa pun. ingin rasa nya bimo bertanya semua hal yang ingin ia ketahui tentang gadis ini. tapi mulut nya bungkam ia tak bisa berbicara normal pada diandra. karena saat ia memulai pembicaraan jantung nya sudah mau meledak duluan.
"bagaimana ini" kata bimo dalam hati sambil memegang dada nya yang dari tadi gugup
"kenapa lo bim sakit" kata ranza
"nggak kok, gua cuman sedikit sesak aja" kata bimo
"luka lo yang kemarin di obatin kan bim ?" tanya nindy
"udah kok sama dokter, dokter nya juga hilang nggak apa - apa" kata bimo sambil mata nya tak bisa lepas dari diandra
diandra yang sadar bimo menatap nya balik menatap bimo penasaran.
"lo ngapain ngeliatin gua dari tadi" kata diandra dingin
"si...si..siapa ya..ng ngeliatin lo hahh" elak bimo
"oh bagus la kalau bukan" kata diandra datar
"ya elah ndra, jutek amat si lo" kata ranza yang langsung di pelototin sama diandra
"hheheh santai ndra" kata ranza
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komen biar authornya makin semangat bikin