
citt suara rem mobil terdengar kasar saat terpaksa berhenti. semua siswa terkejut di buatnya.
"pak supir ada apa ?" tanya bu santi
"anu bu, di depan ada macet" kata pak supir
"oh begitu" kata bu santi
.
.
📱adrew : " ndra mereka mulai bergerak"
📱diandra : "emm aku tahu"
.
.
setelah bus itu berhenti tiba - tiba beberapa orang pria dengan senjata lengkap masuk dan menyuruh mereka turun.
"semua nya turun jangan ada yang bergerak" ucap mereka kasar
"cepat berkumpul"....
"ndra apa ini, ini prank atau pembajakan bus" ucap olivia takut
"kalian apa yang kalian bicara kan, serahkan tas kalian"..
"ndra gua takut hiks... hiks..." kata olivia
"udah nggak usah takut, ikuti aja" kata diandra
mereka pun turun sementara bus yang lain sudah di bawa pergi oleh anak buah adrew yang menyamar.
sementara bus yang diandra naiki hanya ada dua orang anak buah adrew yang membuat diandra harus berpikir seribu kali untuk melawan.
apa lagi saat ini lawan memiliki senjata lengkap. salah - salah nyawa diandra yang akan terancam.
jika dia seorang diri mungkin ia sudah melawan sedari tadi. namun kondisi sekarang sangat lah berbeda. ia harus memikirkan nyawa orang lain juga.
"cepat periksa mereka satu persatu" ..
"baik bos"..
"kamu maju" tunjuk mereka ke arah olivia
"nggak hiks...hiks.." kata olivia menolak
"sini kami cepat tak usah membantah, kamu periksa yang lain"...
saat ingin memeriksa olivia danuar yang tak terima memukul pria besar itu dengan kasar. sehingga pria itu tersungkur ke tanah.
"kamu nggak apa - apa kan liv ?" tanya danuar khawatir
"nggak kok dan aku nggak apa - apa hiks hiks, aku takut dan " kata olivia memeluk danuar erat
"wah bagus juga kalian ya, mempertontonkan adegan remaja yang romantis"..
bukk...bukk..pria itu menarik danuar kasar dan memukul danuar dengar keras. namun tak ingin mengalah danuar membalas pukulan mereka.
__ADS_1
sekarang bukan hanya danuar yang menyerang bimo dan yang lain nya juga ikut menyerang.
terlihat jelas di mata diandra dan yang lain nya. bahwa bimo memiliki teknik bela diri yang baik di sini. tak tinggal diam ke dua anak buah adrew juga ikut membantu.
bukk...bukk..bimo melesat kan pukulan keras untuk para penjahat itu. namun bimo pun mendapat beberapa pukulan juga di wajah dan tubuh nya.
"sial mereka kuat juga" umpat bimo sambil memegang bibir nya yang berdarah
"kalian boleh juga" kata pria itu sambil melud**** darah dari bibir nya
"tunggu apa lagi habisi mereka"...
pertarungan masih berlanjut sementara siswi perempuan terus menangis ketakutan kecuali diandra yang sangat terlihat santai.
ia sedang mencari celah untuk melawan ia juga tak tega melihat siswa laki - laki yang sudah tumbang akibat perlawanan.
kini tersisa bimo dan dua anak buah adrew yang masih bertahan sisa nya sudah tumbang.
"huh cuman segitu kemampuan kalian ingin sok sok an melawan kami"...
"kalian akan mati" ucap salah satu dari mereka yang sedang memegang dagu danuar yang sudah tak berdaya.
bukk...bukk..pria itu memukul danuar hingga danuar tak sadar kan diri. sementara itu olivia yang melihat itu menangis histeris. ia melihat pujaan hati sedang terkapar tak berdaya.
"dannnn" teriak bimo namun ia sudah di pegang oleh dua pria bertubuh besar itu
"lepasin gua, lepasin gua" ucap bimo berontak
"diam" bentak mereka
"dann bangun dannn" ucap ranza
"diam kalian atau ku pecahkan kepala laki - laki ini" ancam mereka dengan meletakkan pistol di kepala danuar
"baiklah siapa di antara kalian yang merupakan nona muda clarison"..
"cepat jawab atau tidak ku pecahkan kepala anak muda ini"...
"jangan ku mohon jangan"..
mereka saling melirik satu sama lain pasal nya mereka tak tahu siapa nona muda clarison itu.
diandra terus memperhatikan senjata yang mereka bawa. diandra berusaha mengingat seri senjata itu.
saat ada salah satu anak ingin mengangkat kepala nya tiba - tiba diandra tertawa dengan keras nya.
" hahhaaa hahhahaa hhaaaa aduh om, kau membuat ku tertawa lepas hari ini hahhaa huhh hahhaa lihat lah sampai air mata ku pun keluar karena kalian hahha hahhaa hahhaaa aduh aduh sakit perut gua" diandra tertawa terpingkal - pingkal ia sampai meneteskan air mata sakit keras nya ia tertawa
semua orang bingung menatap diandra mereka heran ada apa dengan nya. itu hal pertama ia melihat diandra tertawa.
bahkan ia tertawa terpingkal - pingkal namun teman - teman nya bingung apa yang lucu di sini. yang ada hanya suasana mencekam dan menakut kan.
"kau apa kau nona clarison" bentak mereka pada diandra.
sementara diandra masih saja tak berhenti tertawa.
"aku meps meps bukan hahha huh" kata diandra
"ngapain kamu tertawa"...
"aku merasa lucu saja, ngapain om bawa pistol mainan anak om kemari. aku yakin sekarang anak om sedang menangis minta pistol main nya kembali hahhaha aduh" kata diandra yang masih tertawa
__ADS_1
"diam kau" ....
"oh oke oke" kata diandra sambil menghapus air mata nya
"sini kamu"..
"di jangan" ucap bimo lemah
" pukul dia"...
"wah om mau main pukul - pukulan emm oke kebetulan sepertinya teman - teman ku sudah lelah" kata diandra ia melirik sekilas ke arah bimo dan dua anak buah adrew sambil mengedipkan mata nya sebelah
"berani kamu ya" teriak mereka
"oh iya, uhhh kebetulan gua udah lama nggak olah raga iya nggak zer" kata diandra sambil merenggang kan tubuh nya
"it's show time" kata diandra dengan hawa dingin. seketika wajah nya dari tadi santai berubah serius.
itu membuat semua orang merinding melihat diandra. diandra yang mereka tahu adalah gadis yang pendiam dan dan dingin.
tiga orang yang sudah tahu bentuk aslinya diandra tiba - tiba berdigik ngeri.
brukkk....brukk diandra langsung menangkas pukulan mereka tanpa ampun. ia tak segan - segan mematahkan tangan pria bertubuh besar itu.
kini diandra melawan mereka 6 orang laki - laki dewasa dengan tubuh yang kekar melawan seorang gadis yang berusia 17 tahun.
pletak..krakkk.."ini hukuman karena kalian telah berani menyentuh sahabat ku" diandra mematahkan tangan lelaki yang berusaha membuat olivia takut.
sesekali diandra melirik kearah orang yang mereka sakiti. saat ia memukul mereka membalas semua yang mereka lakukan.
"jangan bergerak atau tidak aku akan menembak" ancam pria yang masih memegang danuar
"lo mau nembak dengan pistol main itu, bahkan angin nya pun tidak akan berani sama gua" kata diandra dengan senyuman licik nya
semua orang di sana sudah tegang mereka saling berpelukan karena merasa takut.
"arghhh pada hal gua nggak mau nunjukin wajah asli gua di depan kalian" ucap diandra pada laki - laki itu
"tapi mau bagaimana lagi kalian yang meminta nya, oh iya kau tangan ini yang sudah menyentuh kulit sahabat ku bukan" diandra menginjak salah satu dari enam laki - laki yang sudah tidak berdaya itu.
krakkk diandra menginjak kepala nya lalu memutar tangan laki - laki itu hingga tangan nya berputar arah.
"argghh aku sungguh bosan dengan kalian yang sok - sok an berkuasa ini" kata diandra sambil mengacak rambut nya
sekarang diandra seperti iblis yang tak terkendalikan. bahkan teman - teman nya sangat takut memandang diandra.
"siapa gadis ini, siapa dia" batin bimo
bimo melihat diandra seperti akan memakan semua orang sekarang.
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komen biar authornya makin semangat bikin novelnya😉😉