Cold Heart

Cold Heart
perampokkan bank


__ADS_3

"bosan ma tadi di suruh nonton orang latihan basket trus nggak belajar" kata diandra


"loh bukannya nggak belajar malah bagus dek ?" kata cendana


"ngapain ke sekolah kalau nggak belajar mending di rumah tiduran ya kan mah ?" kata diandra


"ia sekolah memang untuk belajar namun bukan belajar matematika fisika dan kawan-kawannya tapi juga bagaimana cara kita beradabtasi dan berinteraksi dengan teman, guru baik itu siapa pun dek" kata mama


"tuh dengerin mama ngomong dek ! kamu udah punya teman belum. udah hampir dua tahun kamu sekolah loh.." kata kak cendana


"ada olivia" kata diandra


"hadeehh itu namanya bukan nambah teman tapi nggak berkembang dek dari smp temenannya sama olivia aja" kata cendana


"iya dek coba deh kamu cari teman lain tambah dong dek temannya jangan cuma olivia saja" kata papa


"mm iya pa, ma.." jawab diandra singkat


setelah makan mereka duduk di ruang tamu sambil berbagi cerita yang mereka alami seharian ini. mereka tertawa lepas hanya diandra yang diam karena ia merasa tak ada yang lucu.


.


.


.


skip rumah bimo


"hayo boy lagi mikirin apa ?" papa pramudia


"eh pa, sejak kapan papa di sini ?" kata bimo


"sejak tadi papa udah panggilin kamu berkali-kali nggak nyaut-nyaut juga. lagi mikir apa sih hah ?" kata papa


"nggak ada kok pa bimo cmn mikir gimana bisa papa menjalankan perusahaan sendiri ?" kata bimo mengalihkan pembicaraan


"papa nggak kerja sendiri bim banyak karyawan papa yang membantu papa hanya mengawasi mereka saja. oh bim gimana kamu sudah punya pacar belum ?" kata papa menggoda dan seketika wajah bimo menjadi merah merona


"belum pa masih nyari" kata bimo sambil menyeruput teh miliknya


"masih nyari kok wajahnya merah gitu ?" goda papa


"benar pa belum ada" kata bimo


"mau papa kenalin sama anak rekan bisnis papa nggak, anaknya om ghueta anaknya cantik loh bim, seusia kamu lagi papa setuju kalau dia jadi mantu papa hehhe.." kata papa


"pa jangan main-main deh bimo nggak mau ya di jodoh-jodohin kalau sampai mama dan papa coba jodohin bimo, bimo bakal kabur dari rumah" ancam bimo dengan ke kanak-kanakan yang membuat papanya geleng-geleng kepalaa


"iya iya kan papa cuman bercanda bim, kok serius sih" kata papa


"sudah godain anaknya, lihat tuh anaknya jadi ngambekkan" kata mama sambil membawa kue bolu kesukaan bimo


"tahu nih mama, masa papa mau cariin bimo jodoh anaknya om ghueta lagi" kata bimo sambil cemberut


"oh anaknya ghueta ya mas boleh juga tuh dia cantik" kata mama menambah kerutan di kening bimo


"mah masa aku disuruh sama kak cendana si, ak baru 17 tahun dan kak cendana 25 tahun pa masa iya kak cendana dapat brondong kayak aku kan nggak etis pa" kata bimo


"siapa bilang cendana sama yang bontot boy seusia kamu, iya kan ma?" kata mama


"emang om ghueta masih punya anak selain kak cendana dan kak anggraini pa, ma?" bimo penasaran


"iya sayang tapi anaknya yang bontot nggak mau muncul ke publik semenjak kecelakaanya anggraini" kata mama


"oh, tapi biarpun dia seusia ku aku masih nggak mau ma, aku udah punya kok.." bimo menutup mulutnya yang keceplosan berbicara


"wah beneran boy ?" kata papa


"nggak kok pa maksud bimo tuh.." merasa tersudut bimo meninggalkan kedua orang tuanya yang terus menggoda bimo


"lihat tuh pa, anaknya ngambekkan" kata mama


"biarin aja nanti juga luluh sendiri dia" kata papa sambil memeluk istrinya


bimo merasa kesal di kerjai oleh papanya sampai mengatakan bahwa dirinya akan dijodohkan pula. hal membuat bimo sangat kesal akhirnya ia kembali ke kamarnya untuk istirahat karena besok harus bangun pagi.


.

__ADS_1


.


.


setelah banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya diandra kembali ke kamarnya melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.


diandra terus berkutat dengan layar di depannya mencari tahu apa saja rencana yang akan dilakukan kelompok elang untuk mencuri bank. dari hasil rekaman mereka merencanakan untuk merampok bank besok hal ini diketahui diandra dari alat penyadap dan kamera pengawas yang telah di pasang di markas mereka. setelah lama mencari akhirnya diandra mengetahui rute yang akan mereka gunakan sampai bank mana saja yang akan mereka rampok. diandra mengirim semua data yang telah ia ketahui kepada detektif adrew dan membiarkan mereka melanjutkannya. memang diandra hacker andalan mereka yang bisa melakukan apa saja dengan jari lentiknya.


.


.


.


skip sekolah


para siswa bergelombolan melihat informasi di mading yang mengatakan bahwa ada festival selama 3 hari untuk memperingati hari ulang tahu sekolah yang ke 50 tahun. untuk itu sekolah mengadakan festival mulai dari kuliner, seni dan masih banyak lagi. dalam festival ini setiap kelas diwajibkan membuat stand makanan atau pun permainan.


kelas bimo menyiapkan stand makan seperti cafe kecil dengan layanan yang baik. bimo juga sudah menyiapkannya akan tampil dengan bandnya yang membuat anak kelas semakin semangat.


tak hanya kelas bimo kelas diandra juga sangat bersemangat dalam mempersiapkan segala sesuatunya. mulai dari persiapan di panggung sampai pembukaan dan dekorasi stand mereka rencanakan dan siapkan hari ini juga dengan semangat hanya diandra yang tidak bersemangat.


"ok teman-teman semua persiapan telah selesai mulai dari siapa yang tampil di panggung sampai yang menunggu stand, tapi kita belum punya orang untuk meracik kopinya, bagi teman-teman yang bisa meracik minum atau bartender boleh mengajukan diri" kata ketua kelas


"diandra aja pak ketua" kata olivia sambil mengangkat tangan diandra


"emm di,,diandra bi,, bisakah ka,,kamu jadi bartendernya ?" kata ketua kelas kaku


"nggak" kata diandra dan langsung di angguk oleh ketua kelas


"ndra jangan gitu dong, lo harus bantuin kelas kita dong" kata olivia


"gua nggak bisa buat kopi" kata diandra


"ya sudah yang lain saja jangan diandra" kata ketua kelas karena mereka tidak ingin memaksa diandra mereka merasa takut apa lagi kalau diandra sudah bertatapan dingin nyali mereka langsung ciut


anak kelas tidak ada yang berani melawan atau pun menentang diandra karena diandra dikenal dengan orang yang penyendiri dan dingin. bahkan saat diskusi kelompok di kelas mereka tak pernah membantah pendapat dari diandra di samping mereka takut dan semua pernyataan yang diandra berikan sesuai dengan teori yang ada.


seharian kelas sibuk mempersiapkan bahan festival ada yang latihan untuk tampil di panggung. kali ini olivia berkesempatan untuk tampil sebagai penyanyi mewakilkan kelas mereka.


"siang mbak tari, mama ada ?" kata diandra


"ada mbak di ruangannya masuk aja" kata pegawai butik


"iyaa mbak" diandra pergi menuju ruangan mamanya. disana ada dua orang ibu-ibu yang seumuran dengan mamanya.


tok,, tok "siang ma" kata diandra


"loh sayang kamu disini ?, ayo masuk kenalkan ini tante siren dan tante moza" kata mama


"diandra tante" kata diandra


"loh jeng ini anak perempuannya juga toh" kata tante moza


"iya cantik jeng" kata siren


"kamu ada perlu apa sayang sampai kesini nggak nunggu mama di rumah aja ?" kata mama


"ini ma andra mau kasih desain baju ma" kata diandra sambil menyodorkan kertas desainnya


"sini sayang coba tante lihat, wah modelnya zaman sekarang sekali ya, memang selera anak muda, gimana kalau tante bayar aja sepuluh desain ini 50 juta gimana sayang. tapi nanti brandnya nama kamu mau nggak?" kata tante moza


"iya udah kasih tante moza aja lagi pula mama masih minta sama kamu kapan aja kan" kata mama


"ok deal tante, tapi tante namanya jangan full name aku tante cukup agr aja untuk kak anggraini" sambil menjabat tangan


akhirnya diandra mendapatkan uang yang ia butuhkan. kemudian dia pergi ke markas adrew. di sana tim adrew bersiap-siap untuk menangkap para perampok bank.


"gimana kak udah siap ?" kata diandra


"udah ndra sebagian personil polisi juga sudah berjaga-jaga di beberapa titik bank mereka menyamar sebagai nasabah dan pegawai bank di sana kamu terus awasi mereka dari jauh ya ndra !" kata adrew


"iya kak, kalau gitu aku langsung ke apartemenku kak karena disana jaringannya lebih kuat" kata diandra


"oh ya kamu kesini naik ap ?" kata adrew


"aku naik bus kak" kata diandra

__ADS_1


"kamu akan diantar anak buah kakak ke apartemen mu yah !" adrew sambil menunjuk dua anak buahnya


"ok" kata diandra


diandra pergi menuju apartemennya dengan dua orang anak buah dari adrew. setelah sampai di parkiran diandra turun dan menyuruh dua orang itu kembali ke markas. sementara itu adrew sudah siap menjalankan misi sesuai dengan apa yang di arahkan oleh diandra.


.


.


.


malam pukul 7 apartemen diandra. diandra masuk ke apartemennya dengan cara menempelkan lima jarinya dan mata kirinya.


your succes kata robot penjaga pintu apartemen diandra


diandra masuk lalu mengatakan " lampu nyala"


seluruh apartemen itu berubah terang dan ada robot kecil bulat yang sedang membersihkan debu di lantai


"sistem are you ready ? nyalakan komputer" kata diandra


dengan otomatis semua layar kompter menyala dan siap untuk di kerjakan.


"bot haus" kata diandra dan mesin air minum langsung menghampiri diandra untuk memberikan minuman.


diandra memulai pencarian dengan layarnya dan dibantu oleh satelit. dengan waktu yang lama akhirnya diandra tahu apa yang ke lompok elang lakukan dengan di ikuti kamera pengawas yang menyerupai lebah yang selalu mengikuti mereka.


"halo kak mereka sudah bergerak dan sekarang mereka berada 150 meter dari bank A" kata diandra lewat telepon


"ok ndra awasi mereka terus" kata adrew


setelah kurang 30 menit kelompok elang berhasil memasuki bank meski telah dijaga ketat oleh anggota polisi namun ternyata para perampok melaksanakan rencana malam hari hal ini membuat tim adrew kuwalahan.


"kak kepung mereka dari tiga posisi kak" kata diandra dari ponsel


"...." kata adrew


akhirnya mereka berhasil menangkap semua pelaku. namun mereka tak bisa senang terlebih dahulu karena telah memasang bom di gedung bank yang menunggu untuk meledak dalam waktu 30 detik saja. suasana semakin menegangkan semua anak buah adrew berlarian keluar.


"ha ha ha adrew kau tak mudah mengalahkan ku biar pun aku tertangkap maka gedung itu akan meledak ha ha ha" kata ketua elang


"cepat katakan pasword untuk memadamkan bomnya" sambil memukul ketua elang


"aku tak kan mengatakannya, ayo kita mti bersama adrew ha haaa ha.. kau tahu kan jangkauan bom rakitan ku hahahahaaa" ketua elang sambil tak berdaya karena luka tembak di kaki karena mencoba melawan


para penjinak bom sudah berusaha untuk menjinakkan bomnya namun bukannya berhenti waktunya malah menjadi cepat.


"bos bagaimana ini bomnya berjalan cepat bos !" kata anak buah adrew melalui ponsel


"ndra bagaimana ini ?" kata adrew menelepon diandra


"tenang kak ak akan berusaha meretas sistemnya" kata diandra yang masih berusaha di layar komputer di apartemennya


waktu bom untuk meledak semakin mendekat lima, empat, tiga, dua, satu teeettt ........


akhirnya bom itu gaga meledak dan ada tulisan unvalid yang artinya bom itu gagal meledak. semua orang disana melakukan sujud syukur mereka semua menangis karena selamat.


"dek lo emang terhebat" kata adrew dalam ponsel diandra


"pertolongan dari allah swt juga kak" kata diandra


"iya dek alhamdulillah" kata adrew sebelum mematikan ponselnya


akhirnya perampokan itu gagal dan pelaku langsung di bawa ke kantor polisi. dan membawa korban ke rumah sakit karena baku tembak yang di lakukan pelaku untuk melawan anggota polisi....


.


.


.


besambung....


happy reading guys maaf kalau banya typo ya..


jangan lupa tinggalkan jejak kalian para pembaca..

__ADS_1


__ADS_2