Cold Heart

Cold Heart
cemilan


__ADS_3

"iya sih gua yang dulu kaya orang yang nggak butuh teman, tapi semenjak gua ketemu nih dua orang yang bobrok nya nggak ketulungan eh mereka nularin gua. dari situ gua berlahan buka diri gua buat orang lain. walau pun terkadanh gua masih sering merasa sinis dan dingin sama orang - orang yang menurut gua, gua nggak suka" kata bimo


kring...kring...bel pertanda misi terakhir segera di mulai. para siswa sudah berkumpul dengan kelompok masing - masing.


"hai ndra, kita satu kelompok ya" kata bimo


"emm" jawab diandra


mendengar jawaban diandra yang sedikit ketus bimo teringat perkataan diandra tadi malam. diandra mengatakan ia tak suka laki - laki yang berisik.


mengingat hal tersebut bimo diam saja ia berubah menjadi bimo yang cool dan dingin yang lebih banyak bekerja dari pada bicara.


karena diandra dan bimo mendapat tugas yang sama yaitu mencari bendera hitam. akhirnya mereka berdua mencari bersama, sepanjang jalan mereka berdua sama sekali tidak mengobrol mereka hanya fokus pada pencarian mereka.


diandra yang memakai headset di telinga nya harus tetap fokus pada informasi yang ia butuhkan. diandra mendengar headset bukan tanpa alasan. saat ini ia sedang mengawasi mobil yang tadi malam ia periksa. dan ia sudah memasang alat penyadap di mobil tersebut.


sementara bimo masih fokus memungut bendera yang berwarna hitam sebanyak mungkin. kemudian bendera yang di ambil oleh bimo itu kemudian di pegang oleh diandra.


"ndra coba lihat peta ini kita harus kemana kanan apa kiri ?" tanya bimo karena melihat ada persimpangan


"kayaknya kanan" diandra putuskan ke kanan setelah melihat ke atas


"ndra lo lihat deh kayaknya lebah itu ngikutin kita dari tadi" kata bimo


"apa lebah" kata diandra


"wah dia udah sadar ternyata" batin diandra


"iya itu" tunjuk bimo


"iya lah orang dia ngikutin gua" kata diandra


"maksud lo" kata bimo bingung


"udah yang penting karena itu kita dan anak lain bakal tersesat" kata diandra


diandra berkata begitu karena itu adalah lebah ia bawa untuk mengawasi teman - teman nya dan di monitor langsung oleh atar. karena mereka dapat langsung di awasi oleh atar dan anak buah nya.


"ndra kita berhenti dulu ya, lo nggak capek apa. kaki gua udah pegel" kata bimo


"emm" diandra mengangguk


mereka duduk sebentar untuk mengumpul kan tenaga mereka sudah berjalan hampir tiga jam untuk mencari bendera tersebut.


"nih lo mau nggak" diandra mengeluarkan roti dan minuman kaleng dari dalam ransel nya


"lo bawa kayak ginian ?" kata bimo

__ADS_1


"emm mau nggak, kalau nggak gua makan sendiri nih" kata diandra


"buat lo ?" kata bimo


"tenang masih banyak kok" kata diandra memperlihat kan isi ransel kecil nya itu


"hehh kok bisa lo ke pikiran bawa cemilan sih ?" kata bimo


"gua udah sering camping ke hutan kayak gini sama anak gempa" kata diandra


"karena keseringan jadi nya gua paham kalau di hutan itu kita susah nyari makanan kalau lagi lapar, kalau air kita bisa langsung minum dari mata air. maka nya kalau pergi kayak gini gua sering bawa cemilan apa lagi yang bisa bikin perut kenyang" kata diandra


"iya sih, makasih ya makanan sama minum nya kebetulan gua lagi lapar" kata bimo


diandra hanya mengangkat satu alis nya, ia kembali diam. mereka berdua menikmati makan siang mereka meski pun hanya roti dan minuman kaleng.


"hutan nya indah ya, apa lagi di nikmati sambil makan cemilan seperti ini" kata bimo


"dari gaya bicara lo, kayak nya lo jarang ke hutan ya apa lagi camping kayak gini ?" kata diandra datar


"emm gua nggak punua waktu buat liburan apa lagi kayak gini" kata bimo sambil makan kripik kentang yang di bawa oleh diandra


"oh iya" kata diandra


" iya dari kecil gua harus belajar, ikut les ini ikut privat itu, latihan musik, basket, bela diri, apa lagi sekarang gua udah ikut ambil bagian dalam perusahaan bokap. alhasil gua punya kegiatan itu - itu saja seperti sudah terjadwal" kata bimo


"oh iya kau tahu detektif adrew, dia merupakan orang yang jadi panutan gua" kata bimo


"dia bisa ngebela orang yang membutuh bantuan, dan mengungkapkan kejahatan tanpa pandang bulu. dia juga orang yang adil dalam segala hal" kata bimo


"bukan nya dia nggak kerja sendiri dia juga punya orang - orang hebat di belakang nya. dari berbagai latar belakang" kata diandra


"iya sih, tapi kok lo bisa tahu ?" kata bimo


" semua orang juga tahu. dah dah cepat makan terus kita lanjut lagi" kata diandra


"em iya, oh iya gua mau kasih tahu lo rahasia" kata bimo


"emm" ...


"kalau gua merupakan salah satu tim it nya kak adrew" kata bimo


"hehh oh" kata diandra tak perduli


setelah mengumpulkan tenaga mereka memutuskan melanjutkan perjalan kembali. dan tak lupa bekas makanan mereka, mereka bawa kembali untuk di buang di kotak sampah. mereka tidak ingin membuang sampah sembarangan.


tak terasa hari sudah mulai sore seluruh anak telah berkumpul dan masing - masing dari mereka menghitung bendera yang paling banyak terkumpul. setelah menghitung semua nya juri memutuskan bahwa marvi dan zeria yang mengumpulkan bendera terbanyak.

__ADS_1


kini tiba saat nya pengumuman grup yang memenang kan misi demi misi yang telah di laksanakn. diandra berlahan melangkah kebelakang ia harus pergi sekarang. ia memiliki beberapa urusan yang harus ia selesaikan.


diandra menuju tenda ia mengambil beberapa kebutuhan yang ia perlukan. ia harus kembali sebelum pengumuman selesai.


tut..tut..diandra menelpon adrew setelah mengambil beberapa hal yang ia butuh kan. kemudian ia pergi mencari tempat yang aman untuk menelpon adrew.


"halo kak, gimana senjata nya sudah kalian temukan ?" kata diandra menelpon adrew


"belum kami belum bisa mengambil langsung karena mereka masih di sana. sejauh pemantauan kami mereka juga tidak tahu kalau senjata mereka udah lo ganti"..


"bagus lah kalau begitu" kata diandra


"baiklah jaga dirimu baik - baik"...


"emm gua ngerti kok" ....


diandra pergi menuju atar dan atar memerintah kan diandra untuk memasang alat anti bom pada setiap bus yang akan membawa mereka kembali.


"ndra lo yakin kalau mereka akan melakukan nya besok" kata atar berbisik


"gua yakin kak, bukan nya lo sendiri dengar mereka berbicara apa"kata diandra


"iya sih gua dengar, tapi gimana kita nggak mungkin menahan anak - anak untuk tetap di sini. terus kita juga nggak mungkin pulang sekarang. karena malam yang paling berbahaya" kata atar


"kakak tenang aja alat yang ku pasang akan mendeteksi bom, setidaknya kita akan tahu jika ada bom" kata diandra


"lo bener banget, sudah cepat pasang sebelum ada yang curiga" kata atar


"iya" diandra memasang alat yang ia rakit sendiri dan semua nya menggunakan koneksi yang langsung terhubung pada jam tangan yang ia pakai.


setelah beberapa lama akhirnya diandra selesai memasang semua alat. dan waktu nya sangat pas dengan selesai nya pengumuman dan pesta kemenangan.


setelah selesai diandra langsung ke tenda dan ganti baju, agar tak ada yang curiga pada nya. kemudian dia bergabung dengan teman - teman nya seperti tak terjadi apa - apa.


"lo dari mana aja sih ndra tadi lo menang lombak menembak" kata olivia


.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo

__ADS_1


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.


koh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗


__ADS_2