
"dek lo emang terhebat" kata adrew dalam ponsel diandra
"pertolongan dari allah swt juga kak" kata diandra
"iya dek alhamdulillah" kata adrew sebelum mematikan ponselnya
akhirnya perampokan itu gagal dan pelaku langsung di bawa ke kantor polisi. dan membawa korban ke rumah sakit karena baku tembak yang di lakukan pelaku untuk melawan anggota polisi.
tak butuh waktu lama berita perampokan bank yang dapat di gagalkan oleh tim adrew menjadi topik pembicaraa teratas baik itu televisi, media sosial, atau pun dari mulut ke mulut.
diandra kini masih berada di apartemennya karena merasa lelah iya mandi dan memesan makan lewat online. setelah makan ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam ia memutuskan untuk menginap di apartemennya setelah menelpon orang rumah bahwa dia tidur di apartemen untuk malam ini.
skip pukul 6 pagi diandra terbangun ia sadar bahwa ia kesiangan belum lagi iya harus kembali ke rumah utama untuk mengambil baju seragam untuk festival dan diandra juga harus mengantarkan uang untuk ibu-ibu penjual pecel sayur itu.
akhirnya diandra memesan ojek online sesampai rumah diandra langsung berlari masuk tanpa menyapa mamanya yang membukakan pintu untuknya. dengan cepat diandra mandi kemudian ganti baju dan celana jeans panjang. untung beberapa ini ada festival hingga jika pun terlambat ke sekolah tak akan di hukum pikirnya.
merasa tidak sempat lagi untuk naik bus dengan terpaksa iya harus membawa motornya. sebenarnya ia tidak ingin terlihat mencolok tapi mau bagaimana lagi. jika ia meminjam mobil ia tidak bisa lewat jalan pintas karena ukuran mobil yang cukup besar. dan jika membawa mobilnya itu akan mencolok sekali mengingat mobil diandra yang merupakan mobil sport yang sangat mewah.
"pagi ma, pa, kak diandra berangkat dulu ya" sambil mencium pipi mereka bergantian
"sarapan dulu di !" kata kakak
"nggak sempat kak sekarang udah jam 7.39 mana aku belum memanaskan motor lagi" kata diandra gusar
"sini kuncinya non biar mamang yang panaskan" kata mang arif supir pribadi kak cendana
"ini mang tolong ya, yang hitam mang" kata diandra sambil meletakkan roti di mulutnya
"pelan-pelan anak gadis" kata papa
"ok pa, bye semua" diandra sambil meninggalkan ruang makan.
"dasar bar bar" kata cendana sambil menggelengkan kepala
sekolah
bimo dan kawan-kawan sudah merapikan stand mereka, kini hanya menunggu pelanggan yang membeli makanan mereka.
sambil menunggu pelanggan bimo memutus kan untuk berjalan-jalan ke stand depan yang tak lain stand kelas diandra.
"ada yang bisa kami bantu bim, mau pesan apa ?" kata olivia yang kebetulan menjaga stand
"kalian jual apa?" kata bimo sambil matanya mencari-cari seorang dari kelas itu
"ini menunya silahkan di lihat bim" olivia memberikan daftar menu kepada bimo dan teman-temannya
"em eh liv diandra belum datang ?" kata bimo
"wah menu yang lain itu kayaknya" danuar menyenggol ranza
"iya nih" kata ranza
"semua menunya ada di daftar kok nggak ada yang lain" olivia dengan tampang polosnya yang membuat danuar dan ranza tertawa tebahak-bahak
"maksudnya diandra temen lo itu belum datang ?" kata danuar yang di pelototi oleh bimo
"oh ya tumben tu anak belum datang biasanya dia datang cepat kok. kenapa ya ?" kata olivia dengan bingung
"wah hebat yang satu es batu yang satu otak teri buahahahaaa" kata danuar
"iya kok bisa klop ya ? menurut lo kok bisa sih bim ?" kata ranza sambil menepuk bahu bimo
"mana ku tahu" bimo dengan aura menghitamnya kemudian meninggal stand kelas diandra dengan sangat kesal
"loh nggak jadi beli es batunya" kata olivia
"ya ampun dek babang tak perlu es batu. nanti babang danuar kirim otak untuk adek olive ya" kata danuar sambil tertawa
"otak-otak bandeng ya bang" kata olivia serius
"bhuahahhaaa aduh dek dek" mereka berdua tak habis pikir mengapa olivia loding nya sangat lemot dan mereka berdua pergi mengekori bimo.
disisi lain diandra telah sampai di rumah ibu penjualan pecel sayur diasana ada keributan karena rentenir itu menagih hutang ibu penjual pecel itu. saat ingin menampar ibu penjual pecel diandra memblok preman itu kemudian mendorong hingga mereka terhuyung.
__ADS_1
"siapa kamu beraninya anak kecil ikut campur orang tua" kata preman 1
"berapa hutang ibu ini dengan anda ?" kata diandra tanpa melepas helmnya
" 2 juta itu sudah termasuk bunganya" kata ibu rentenir
"ini ambil uangnya dan pergi dari sini" kata diandra
"ok,, gitu dong kalau kayak gini gua nggak perlu pakai kekerasan sama lo emina" kata rentenir itu sambil mendorong ibu emina hingga iya tersungkur kelantai
"woi santai dong" diandra membalas dorongan rentenir itu
tak tinggal diam dua preman itu ingin memukul diandra dan di elak oleh diandra alhasil mereka yang diandra tonjok hingga babak belur
"masa sama anak kecil sma gini aja kalah bangun kalian mana dia perempuan lagi" kata rentenir
saat ingin menyerang kembali diandra membuka helmnya yang full face itu. betapa terkejutnya kedua preman itu mendapati bahwa ia adalah diandra yang pernah mengalahkan mereka berdua waktu diandra kelas tiga smp. bukan mereka berdua tapi Lima pria dewasa saat itu mereka sedang memalak anak smp. saat itu juga diandra menolong anak itu alhasil mereka berlima kalah.
"no no nona diandra ?" kata preman 1
"em kayaknya kita pernah bertemu sebelumnya" kata diandra
"maaf non kami tidak akan jahat lagi ampun non" kata preman 2
"gimana sih kalian masa sama perempuan aja takut" kata rentenir
bukannya menghajar diandra preman itu malah menakuti si rentenir untuk tidak mengganggu keluarga emina. kemudian rentenir itu pergi meninggalkan ibu emina dan berjanji tidak akan mengganggu keluarga itu lagi.
"eh lo bedua sini" diandra memanggi kedua preman itu
"iya bos" sambil membungkuk
"lo bedua punya tugas jagain keluarga ibu emina kalau gua dengar mereka di siksa lagi gua potong kaki dan tangan lo bedua ngerti" kata diandra
"siap bos" kata preman lalu diandra memberikan uang sebesar 2 juta untuk kedua preman itu agar mereka menjaga keluarga ibu emina dan membatu mereka jika kesusahan
"buk ini ada sedikit uang untuk ibu, biar ibu bisa buka warung lagi" diandra memberikan amplop yang berisi uang 10 juta rupiah kepada ibu emina. ibu emina kemudian menangis dan bersyukur
"terimakasih non" kata ibu emina
"iya bu. saya permisi buk saya harus sekolah saya sudah telat" kata diandra yang langsung memakai helem dan menghidupkan motornya menuju sekolah.
sekolah
"diandra mana sih..?" kata olivia
orang semakin ramai apa lagi bimo yang menjaga stand banyak anak yang membeli sampai mereka kuwalahan melayani pembeli. tiba-tiba keributan itu berubah jadi tatapan heran melihat orang yang mengendarai motor sport melintasi stand karena area parkir berada di belakang stand. seluruh mata tertuju pada diandra yang mengenakan celana jeans panjang dengan jaket dan kaos seragam putih yang bertulisan festival sekolah. seluruh anak heran melihat siapa anak yang mengendarai motor sport itu sampai bimo pun di buat penasaran.
tak lama diandra membuka helm nya dan turun dari motor dengan headset di telinga ia tak memperdulikan banyak mata yang sedang menatapnya. mereka kagum dan merasa heran siapa sebenarnya diandra ini mengingat selama ini ia hanya ke sekolah dengan naik bus saja namun apa sekarang ia bahkan mengendarai motor sport yang harganya ratusan juta.
diandra berjalan menuju standnya semua mata masih tertuju padanya bahkan bimo dan kawan-kawannya keluar dari stand karena penasaran.
"sorry gua telat gua kesiangan" kata diandra melapor ke pada ketua kelasnya
"i iya nggak ap apa-apa kok nd ndra" kata ketua kelas dengan gugup
"lo dari mana aja sih" kata olivia
"kesiangan gua" diandra dengan wajah datar tak bersalahnya
"wah parah lo nggak lihat udah hampir jam 10 ndra lo baru datang" kata olivia
"lo pilih mana gua telat atau gua nggak datang" kata diandra santai
"lo telat sih, eh gua baru tahu lo bisa mengendarai motor tumben" kata olivia
"busnya lama" kata diandra
"itu motor lo ndra ?" kata olive penasaran dan teman kelas juga menunggu jawaban diandra
"mm" diandra mengangguk
"wah gila.." kata olivia
__ADS_1
diandra duduk santai di kursi pelanggan melihat olivia dan teman-temannya kuwalahan diandra berinisiatif menolong ia mengambil celemek kemudian memakainya. sebelum itu ia mengikat rambutnya bimo menelan ludahnya ia melihat tengkuk jenjang dan putih diandra hingga membuat jantungnya bertdetak kencang.
"nih kopinya" diandra menyodorkan pesanan pelanggan kepada temannya yang bertindak sebagai pelayan.
diandra begitu keren saat membuat kopi dengan berbagai teknik. ia pandai membuat kopi karena ia pernah bekerja sebagai pembuat kopi di cafe milik sepupunya beberapa waktu yang lalau. tak terasa sudah pukul 1 siang semua nak memilih istirahat dan menutup sementara stand mereka.
"sendirian aja" kata bimo kemudian duduk di kursi depan diandra, namun diandra tak perduli
"cuek amat jadi cewek" kata bimo
diandra masih cuek dan mulai merasa risih dengan kedatangan bimo yang mengganggunya.
"kenalin gua bimo anak kelas 2 ipa 1" bimo sambil mengulurkan tangannya
namun diandra hanya mengangkat alisnya
"siapa sih,, nggak jelas banget dek bikin muak" bantin diandra
"bimo kamu dari mana aja sih" kata aurora sambil menggandeng tangan bimo
"apaan sih lo lepasin gua, lepasin nggak kalau nggak gua bakal dorong sampai lo nggak bisa bangun lagi" ancam bimo
"iya iya, kenapa lo lihat-lihat" kata aurora sambil melotot ke arah diandra
"berani lo pelototin dia lo berurusan sama gua" kata bimo dengan nada tinggi ke arah aurora
"apaan sih bim kok kamu belain dia sih" kata aurora
"ah berisik kalau mau ribut sana cari tempat lain" diandra berdiri dan menendang kursi bimo hingga bimo kaget
"eh gua datangin lo dengan maksud baik ya kenapa lo marah-marah sama gua" kata bimo
diandra diam saja meninggalkan bimo dan pergi. ia bermaksud mencari tempat istirahat yang pas untuknya.
"woi es batu tunggu" bimo berlari mengikuti diandra.
tanpa ia sadari ternyata bimo mengikutinya diam-diam. diandra duduk dibawah pohon kemudian mengeluarkan lebah dari sakunya. setelah mengeluarkannya, lebah itu kemudian terbang. setelah itu ia melihat layar ponselnya yang sudah terhubung kamera yang ia pasang di robot lebah itu. bimo yang mengintip merasa penasaran apa yang sedang gadis itu lakukan.
"ayo sayang kita lihat ke adaan kota aman kah" kata diandra sambil melihat layar ponselnya
"sayang ? apa iya dia sudah punya pacar ? " batin bimo
mendengar kata yang diandra ucapkan membuat hati bimo sakit ia tak tahu mengapa tapi rasanya seperti tertusuk duri.
"lihat aja ndra gua bakal bikin lo jatuh cinta sama gua. gua akan berusaha sekuat tenaga buat cairin hati lo yang es batu itu lihat aja ndra gua bakal jadi laki-laki pertama dan terakhir buat lo" batin bimo
diandra masih fokus dengan layar ponselnya setelah lebih dari 25 menit robot lebah itu terbang diandra memanggilnya kembali. tak lama robot lebah itu kembali kemudian diandra memasukkannya kembali ke dalam sakunya.
"aman.." kata diandra sambil tersenyum kemudian kembali ke stand karena ia rasa waktu istirahat sudah habis
"barusan dia senyum kayaknya cih..cantik sekali" batin bimo
bimo juga memutuskan untuk kembali kestand. ia kembali membantu teman-temannya membukakan stand kelas mereka begitu juga dengan diandra. banyak siswa yang berdatangan untuk membeli atau pun melihat-lihat bara yang mereka jual. merasa bosan olivia mengajak diandra berkeliling melihat-lihat stand dari kelas lain.
"ndra kita lihat stand kelas lain juga yok !" kata olivia
"eh liv kita ikut dong" kata 3 orang teman kelas mereka
"ayok, yok ndra" kata olivia sambil menggandeng tangan diandra.
diandra hanya pasrah mengikuti keinginan temannya itu. banyak sekali stand di sini sampai mereka bingung ingin membeli apa. lain halnya dengan olivia dan teman-teman yang sibuk memilih-milih barang yang akan mereka beli diandra malah tak tertarik dengan satu barang pun. diandra hanya mengekor mereka dari belakang dengan gaya coolnya satu tangan di masukkan ke saku celana satu tangan menyandang tas. bimo yang melihat gaya diandra menambah jantung bimo seperti akan melompat dari tubuhnya tapi dia berusaha semaksimal mungkin ia kendalikan.
bughh olivia menabrak aurora yang membuat aurora mara dan menarik rambut olivia
"eh lo kalau jalan pakai mata dong" kata aurora
"maaf, maaf nggak sengaja" kata olivia
"santai dong mbak" diandra mencengkram tangan aurora yang menarik rambut olivia
melihat itu bimo langsung mendekat ia takut aurora akan melakukan hal yang kasar terhadap diandra
"auuu sakit...." kata aurora
__ADS_1
bersambung maaf ya guys kalau banyak typo
jangan lupa like ya..