
"nih.."diandra memberikan nasi goreng itu kepada olivia untuk di antar ke bimo
"udah nih ?" kata olivia
"mampus lo makan tu cabai dan merica" gumam diandra
"apa ndra..?" kata ketua kelas
"huh nggak ada" diandra kembali ke belakang dan melepaskan celemeknya ia memutuskan untuk istirahat.
"gila bim pedas amat" kata ranza
"ia gua nggak kuat" kata danuar yang berlari mencari toilet dan di susul oleh bimo
padahal itu baru setengah porsi mereka makan tapi mereka merasa sangat kepedasan. biasanya bimo tahan pedas tapi sepertinya ini terlalu pedas dan akhirnya mereka bertiga izin pulang karena diare.
"bim mau kemana, kok pergi sih ? aku kan baru datang.." kata aurora dengan memanyunkan bibirnya kesal
"ehhh mau kemana kalian bayar dulu dong" ucap olivia bingung
"eh ra,, lo bayarin makanan kita yah nanti lo bimo yang gantiin uangnya" ucap ranza sambil berlari menuju toilet
"ya tapi kan..." belum sempat aurora berbicara mereka sudah hilang dari pandangan mata
"jadi siapa yang akan bayar makanan ini..?" ucap olivia
"emang berapa semuanya ?" kata aurora
"semuanya lima puluh ribu sama minumnya" kata olivia
"nih uangnya" aurora memberikan uang kepada olivia dengan rasa kesal
sementara itu diandra pergi ke taman samping stand. ia duduk dengan menyandarkan diri di pohon sambil mendengar lagu. diandra merasa lelah karena harus memasak makanan dan membuat minuman yang di pesan oleh pelanggan.
awalnya moodnya bagus sampai bimo datang ke stand. bimo terus menggodanya karena merasa risih akhirnya ia membuat nasi goreng super pedas untuk bimo. alhasil bimo dan kedua temannya sakit perut.
diandra melakukan itu dengan tujuan agar bimo tidak mengganggunya lagi.
"aku yakin orang gila itu sudah bernyanyi di kamar mandi sekarang" batin diandra
diandra tersenyum sinis melihat bimo dan kedua temannya bolak-balik toilet. itu membuat diandra merasa puas, salah sangat puas.
.
.
.
bimo dan kedua temannya masih mengantri di depan pintu toilet.
"woi kampr** buruan dong udah di ujung nih" kata bimo sambil menggedor pintu toilet yang pada saat itu toilet lagi penuh semua.
"....." orang di dalam toilet tidak menyauti apa yang bimo ucapkan
"woi buruan ngapain sih lo di dalem bertelur ya ?" ucap bimo dengan nada yang semakin tinggi
akhirnya ada seseorang keluar dari pintu toilet yang membuat bimo, danuar, dan ranza berebut untuk masuk.
"awas gua duluan" kata bimo sambil melototi danuar dan ranza
"iya deh lo duluan" kata ranza
"iya lo kan bosnya' kata danuar
stelah susah payah menahan rasa mules akhirnya mereka tenang juga. tapi untuk sementara tak lama kemudian mereka merasa sakit perut kembali. hingga hari itu mereka hanya berada di toilet akibat diare.
"dan, za gua ke uks ya, siapa tahu ada obat diare" kata bimo
"gua juga ah" kata danuar
mereka pergi ke uks di sana ada suster meri ia adalah suster yang bertugas mengobati siswa yang sakit.
"siang sus, ada obat diare nggak sus ?" kata danuar
"kalian bertiga kenapa ?" ucap suster meri
"kita sakit perut sus" ucap ranza
"ya sudah sini baring dulu biar suster periksa" kata suster meri
"iya sus" kata bimo
"kayaknya kalian kebanyakan makan pedas deh" kata suster meri setelah memeriksa mereka bertiga.
"iya sus tadi kita habis makan nas..." sebelun danuar melanjutkan ucapannya bimo langsung membekap mulut danuar
"iya sus kayaknya kita kebanyakan makan sambel tadi" kata bimo iya tak ingin suster tahu bahwa mereka diare karena makan nasi goreng yang di buat oleh diandra. ia takut diandra kena masalah nantinya.
"ya sudah ini minum dulu obatnya setelah itu kalian istirahat yah.." ucap suster
" iya sus terimakasih sebelumnya sus" kata bimo
"iyaa bim sama-sama " kata suster meri
suster meri pun kembali ke ruangannya sementara itu bimo dan temannya istirahat setelah minum obat yang di berikan oleh suster meri.
"gila ya bim nasgor diandra sama pedasnya kayak sikapnya" kata ranza
"bener tuh, bim gimana kalau lo jadi lakinya diandra emang lo sanggup diare tiap hari,,? terus lo nongkrong di toilet setiap hari emang lo siap bim,,?" kata danuar
bimo berfikir keras tentang hal itu ia merasa perkataan danuar untuk saat ini ada benarnya.
" iya ya,, apa sanggup gua diare setiap hari ?, apa gua sanggup nongkrong di toilet dengan waktu yang lama, huhhh kayaknya gua nggak sanggup deh" bati bimo
bimo yang mengacak-ngacak rambutnya membuat kedua temannya menjadi heran dengan tingkah laku bimo saat ini.
"kenapa lo bim ?", kata ranza
"tahu nih bimo marah nggak jelas lagi" kata danuar
"diem lu pada.." bimo dengan aura menghitam dan dinginnya keluar
__ADS_1
melihat bimo yang raut wajahnya berubah danuar dan ranza terdiam.
tok..tok..tok bunyi pintu uks kriet...
"beb kamu beneran skit ?" kata aurora di ikuti dua dayangnya yaitu feli dan haqui
"ngapain lo kesini ? " ucap bimo sini
"aku khawatir sama kamu beb" kata autora dengan nada manja
"pergi kalian dari sini atau nggak gue bakal.." belum selesai bimo berbicara aurora dan dayangnya memilih pergi.
aurora tidak ingin jika bimo marah padanya. jika bimo marah maka akan sulit baginya untuk mendekati bimo
.
.
.
disisi lain diandra masih terhanyut dengan suasana angin sepoi-sepoi dan di tambah dengan alunan lagu yang memperindah suasana.
bimo yang masih di ruang uks menatap ke arah taman lewat jendela. ia melihat diandra yang sedang santai menikmati suasana.
"lihat dia bahkan dia dengan cantiknya duduk disana tanpa rasa bersalah. sementara aku disini harus terbaring di ranjang uks di karenakan diare. benar-benar menyedihkan aku ini. batin bimo
"kenapa lo bim, diem-diem bae" kaga ranza
"tahu nih kesambet ntar" sambung danuar
"apaan sih.." kata bimo
bimo masih memandang ke arah taman. ia hanya bisa berharap bahwa suatu saat nanti diandra mau membukakan pintu hatinya untuk bimo.
.
.
.
skip rumah bimo
seperti biasa bimo pulang sore ia langsung masuk ke kamar. tanpa mengucapkan salam. hal itu membuat mamanya merasa aneh. tidak biasanya bimo seperti itu.
"nyah den bimo kenapa ..?" tanya bibik
"nggak tahu bik" jawab mama
"ya udah bik saya lihat bimo dulu ya" sambung mama
"iya nyah" bibik mundur lalu ke dapur
tok.. tok...
"bim boleh mama masuk ?" ucap mama
"bim,, bimo" sambung mama
saat mama masuk kamar bimo mama melihat bimo yang terbaring di ranjang.
"bim sayang kamu kenapa ..? mama sambil memegang kening bimo
"..." bimo hanya diam saja ia merasa perutnya sangat sakit
"bim kamu demam ?" kata mama
"nggak ma cuman sakit perut" kata bimo
"kamu sakit perut kenapa ? " tanya mama
"bimo diare ma kayaknya salah makan tadi" ucap bimo sambil memegang perutnya
"kamu tunggu disini ya mama ambil obat di bawah sebentar" ucap mama
mama bimo pergi mengambil obat, kemudian kembali ke kamar bimo sambil membawa oralit buatan mama.
"ini bim diminum dulu obatnya" kata mama
"iya ma,," bimo meminum obatnya dan kembali kembali istirahat
"kamu istirahat dulu ya, mama ke bawah kalau butuh apa-apa kamu panggil mama atau bibik ya" ucap mama
"iya ma" ucap bimo
.
.
rumah diandra
kini diandra sudah berada di rumahnya ia tidak merasa bersalah atau khawatir bagaimana dengan nasib tiga anak yang makan masakannya tadi.
tok tok tok..
"dek kakak boleh masuk ?" ucap kak cendana
"nggak di kunci" balas diandra
"dek tolong bantuin kakak dong" cendana masuk sambil membawa laptopnya
"kenapa kak" ucap diandra yang masih asik main game online di ponselnya
"ini kakak nggak ngerti tiba-tiba laptop kakak kursor nya nggak bisa jalan coba lihat deh" kata kak cendana
"bentar ya kak aku selesaikan permainan ku dulu kak tinggal beberapa musuh lagi" ucap diandra yang masih fokus dengan ponselnya
karena kak cendana meminta tolong untuk memperbaiki laptopnya. membuat diandra harua menyelesaikan permainannya dengan cepat. tak butuh waktu lama akhirnya diandra menang dari game petualangan ini.
setelah selesai ia langsung melihat laptop kak cendana. setelah ia lihat dengan teliti permasalahan yang terjadi pada laptop kak cendana. diandra mengetahui dimana letak permasalahannya. setelah menyimpan semua file penting milik kak cendana kemudian ia melakukan beberapa pembaruan aplikasi.
setelah selesai diandra memberikan laptop itu kembali kepada kak cendana.
__ADS_1
"nih kak coba lihat laptopnya udah cukup belum ?" kata diandra
"mana..?" cendana sambil memeriksa aptopnya
" gimana kak. ?" tanya diandra
"mm kayak nya udah dek" kata kak cendana
"file nya coba kakak cek ada yang hilang atau gimana" kata diandra
"bentar ya kakak cek dulu" ucap cendana
"mm" diandra menganggukkan kepalanya
"kayaknya udah cukup deh dek filenya juga nggak ada yang hilang kok
"ok kak kalau butuh bantuan lagi langsung ke andra aja" ucap diandra santai
"ok sip,, makasih ya dek" cendana keluar kamar menuju ruang kerjanya
"sama-sama kak" kata diandra
setelah menyelesaikan tugas dari kak cendana diandra melanjutkan permainan nya. ia kemudian mask ke dalam dunia game di mana ia dapat melakukan apa saja sesuai dengan imajinasinya.
ia mulai fokus dengan permainannya tiba-tiba ia mendapat telpon dari kak adrew.
diandra mendengar ponsnelnya yang berbunyi untuk sementara ia tak menghiraukannya. namun seperti nya penting, diandra melihat ponselnya kembali berdering hal itu membuat diandra semakin kesal sebab ia baru saja main. dengan adanya miscall ini ia merasa terganggu seharusnya ia naik rank tapi apa ini. bukannya naik rank malah ia turun dari rank pertama.
menerima telephon..
"mm apaan sih kak mengganggu orang lagi main aja" ucap diandra dengan ponselnya
"kamu ngapain sih ndra, kakak telpon dari tadi nggak di angkat - angkat.." ucap adrew
"hualagi main game nih, gara - gara kakak aku jadi kalah tahu" kata diandra kesal
"kakak punya tugas buat kamu " kata adrew
" tugas apaan kak ?" kata diandra penasaran
"kakak udah kirim tugasnya di email kamu co kamu buka pasti kamu suka fengan tugas yang kakak berikan" kaya adrew
diandra keluar dari game nya kemudian masuk ke email. di sana diandra melihat tugas yang di berikan oleh adrew adalah memecahkan kata sandi brankas elektronik mafia hitam di kota A.
akhir-akhir ini banyak warga yang mengeluh karena saldo mereka tiba-tiba berkurang. akhirnya ceo bank ternama di kota A meminta tolong kepada tim adrew untuk mengecek bagaimana bisa uang nasabah mereka menghilang.
bahkan pihak bank merasa mereka telah menjaga data privasi nasabah dengan baik. namun masih saja terjadi kebocoran informasi data nasabah.
"kak jadi gua harus apa ?" ucap diandra kembali menelpon adrew
"kamu harus perbaiki semua sistem kunci satelit bank. untuk menjamin keamanan data nasabah. kemudian kamu harus mencari transaksi yang keluar masuk oleh nasabah bank" kata adrew dalam telepon
"lo gila ya kak, mungkin kalau untuk memperbaiki sistem satelit gua bisa. tapi kalau untuk melihat transaksi nasabah apa iya bisa" ucap diandra
"udah lo pasti bisa ndra gua yakin" kata adrew
"ok gua perbaiki dulu sistem keamanan tapi beri gua waktu kak" kata diandra
"ok ndra kakak percaya kamu" kata adrew
diandra memutuskan teleponnya dengan kak adrew. tak butuh waktu lama ia bersiap-siap pergi ke apartemen nya untuk bekerja. mengapa ia tak bekerja di rumah. itu karena ia butuh konsentrasi penuh.. jika ia mengerjakan di rumah ia selalu di ganggu oleh kakaknya cendana . mulai dari laptop kakaknya rusak sampai ia harus mendengar candaan cendana yang menurut nya sangat tidak lucu.
diandra turun ke lantai bawah di sana ia mencari orang rumah untuk minta izin.
"tumben turun sendiri nggak usah di panggil" kaya cendana
"ayo makan malam sayang" kata mama
"emm iya mam" jawab diandra
"loh sayang kamu mau kemana malam-malam begini ?" tanya papa
"ada tugas pa diandra harus ngerjain di apartemen pa" jawab diandra sambil mengambil piring nasi yang di berikan mama
"tugas apa ? kenapa kamu banyak tugas sih dek, padahal kamu kan batu sma belum kuliah apa sebanyak itu tugasnya sampai harus ke apartemen kamu ?" tanya cendana
"iya dek, kamu beli apartemen dimana sih?" kata mama penasaran
"di gren englan tower ma" jawab diandra
"emang nggak bisa ya tugasnya dikerjakan di rumah" kata mama
"iya dek ini kan sudah malam" kata cendana
"baru jam tujuh juga" kata diandra
"udah pergi aja, nggak apa-apa kok papa yakin sama diandra. apa lagi dengan ilmu bela diri yang diandra punya papa yakin diandra bisa jaga diri ma" papa sambil memegang pundak mama
"iya deh kalau papa udah yakin kita nurut aja ya kan kak ?" ucap mama
"iya ma" cendana mengangguk paham
"oke ma, pa, kak andra pergi dulu ya. pa diandra bawa mobil ya"ucap diandra
"iya kuncinya minta sama mang adin ya " ucap papa
"siap pa" diandra dengan gaya hormat kepada papa nya.
.
.
.
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya semakin menarik*...
__ADS_1