Cold Heart

Cold Heart
tanggung jawab


__ADS_3

setelah menghindari dua orang barusan akhirnya diandra kembali ke rumah dengan jalan kaki. setelah ia sampai ia terkejut dengan siap yang berada di ruang tamu sekarang


"sini kamu ..." nenek diandra yang biasa di panggil oma


"oma..." diandra tak menyangka bahwa neneknya ada di indonesia


"kamu tuh ya kebiasaan kalau mask rumah langsung ke kamar. sini dulu peluk oma" sambil melentangkan tangan oma berharap di peluk oleh diandra


"apaan sih oma pakai peluk segala aku bukan anak kecil oma" kata diandra


"dasar anak tak tahu sopan santun kayak gini yang harus di ajari" kata oma sambil memeluk diandra


"emmm" diandra berusaha melepaskan pelukan dari oma nya


"diandra.."mama melirik diandra dengan isyarat jangan seperti itu


"emm, oh ya ma teman-teman ku jadi nginap di sini malam ini ma. kebetulan besok kan sabtu akhir pekan jadi libur" kata diandra


"wah dek jadi kamu punya teman ya, kakak penasaran siapa yang tahan temenan sama kamu..?" goda cendana


"serah,," diandra pergi ke kamarnya, ia merasa kesal dengan ucapan kak cendana yang meremehkan nya


olivia dan fely sudah berada di depan rumah diandra mereka memberitahu satpam bahwa mereka adalah sahabat diandra. setelah mendapat izin akhirnya mereka masuk fely yang baru pertama kali mengetahui rumah diandra yang begitu besar membuatnya tercengang mengingat gaya diandra yang sederhana jika di sekolah.


"assalamu'alaikum" kata olivia dan fely


"waalaikum salam" jawab penghuni rumah


"sore tante diandra nya ada ?" tanya olivia


"oh kalian temannya diandra ya" kata mama


"iya tante" jawab olivia


"olivia kan ?, wah olive sudah besar ya makin cantik lagi. kalau yang ini siapa namanya ?" mama melirik fely


"fely tante, teman sekelasnya diandra" kata fely


"iya tante terakhir olive kesini kan waktu smp hehe" kata olivia menjawab perkataan mama diandra


"kalian langsung ke kamarnya diandra aja. bik antar mereka ke kamarnya diandra" kata mama


"iya nyah, sini non ikut saya. biar saya saja nin yang bawa barangnya" kata bibik


"eh nggak usah bik, biar kita saja toh ini nggak banyak kok" kata olivia


tok tok tok..


"non andra ada temannya non" kata bibik


"masuk aj bik nggak di kunci kok" sahut diandra dari dalam kamar


kriekk pintu kamar terbuka


"andra..." olivia langsung masuk dan merebahkan dirinya di kasur milik diandra


"lagi ngapain ndra ?" tanya fely


"aku ada tugas bentar kalian istirahat aj dulu di sini" kata diandra


"ok ndra" kata mereka


dua orang itu sibuk melihat apa saja yang ada di kamar diandra yang sangat luas ini. mereka duduk di balkon kamar diandra dari sini juga terlihat pemandangan yang indah serta nyaman tentunya.


sementara itu diandra masih fokus dengan layar laptopnya ia sedang mencari sesuatu. namun karena ada dua orang temannya itu di rumah. ia memutuskan untuk berhenti mencari informasi yang ia butuhkan. karena ia tak ingin kedua sahabatnya itu tahu apa yang ia kerjakan.

__ADS_1


"non,, nona di suruh nyonya turun untuk makan non" kata bibik


"iya bik" kata diandra


"eh kita turun yuk di suruh makan sama mama" kata diandra datar


"ok dek" kata olivia


"ndra gila rumah lo gede amat sih ndra" kata fely


"bukan rumah gua, tapi rumah bokap nyokap gua" kata diandra


"iya sih" kata olivia


di meja makan keluarga diandra sudah berkumpul mereka hanya menunggu diandra dan temannya


"malam tiga princes mama" kata mama


"apaan sih ma nggak usah lebay deh" kata diandra


"ih Siapa yang lebay, ayo ke taman depan" ajak mama ke pada semua orang


"lo mah kata nya mau makan mana makanannya ?" tanya diandra ia bingung melihat meja makan yang kosong melompong


"hari ini kita pesta di taman depan untuk merayakan kamu ngajak teman nginap di rumah. lihat oma sampai pulang ke indonesia lo saking ke senang nya" kata oma


"apaan sih kalian berlebihan" diandra dengan muka datarnya


"ayo sayang-sayang ku, pokok nya kalian nggak boleh kapok main ke sini yah" kata mama merangkul olivia dan fely


sementara olivia dan fely tidak bisa berkata-kata lagi mereka merasa sangat senang dengan perlakuan keluarga diandra yang sangat ramah.


malam itu mereka makan banyak sekali keluarga diandra juga menyiapkan bahan untuk mereka bakar-bakar. tidak hanya makanan diandra juga memainkan piring hitam dan memainkan beberapa lagu. itu semakin membuat olivia dan fely terkejut mereka baru tahu bahwa diandra pandai memainkan alat musik dan bernyanyi bahwa suara diandra lebih bagus dari olivia.


"baik om, mereka juga titip salam buat om dan sekeluarga" kata olivia


"kamu juga fel, nggak usah sungkan ya sama om tante dan semuanya, karena kalian udah kita anggap keluarga mungkin kamu baru tahu keluarga diandra seperti apa" kata papa sementara diandra masih asik dengan urusan nya yaitu main musik


"maaf om, fely mau nanya, kenapa diandra selalu naik bus kalau berangkat sekolah ?, padahal ia bisa bawa kendaraan pribadi om" tanya fely penasaran


"oh dia emang anak nya kayak gitu om aja bingung kenapa dia mau naik angkutan umum" kata papa


"diandra itu emang dari smp suka naik bus ke sekolah" kata olivia dan di angguki oleh fely


mereka melanjutkan pesta kecil-kecilan mereka dengan gembira. keluarga diandra yang ramah membuat fely dan olivia.


.


.


skip pagi hari rumah bimo


"pagi ma pa" sapa bimo yang turun dari tangga


"pagi bim, tumben libur bangun cepat ranza mana ?, ayok ajak turun sekalian kita sarapan" kata mama


"dia masih mandi ma, bentar lagi juga turun anak nya" kata bimo


tak perlu waktu lama ranza turun dan langsung mendatangi meja makan.


"pagi tante cantik, pagi om" sapa ranza


"pagi za ini sarapannya tante masak nasi goreng" mama bimo sambil memberikan piring yang berisi nasi goreng lengkap dengan pendamping nya


"tumben cuman kamu yang nginap za, danuar mana ?" tanya papa bimo

__ADS_1


"danuar sibuk kasmaran om, dia lagi berbunga-bunga sekarang. lain hal nya dengan orang yang itu om hati nya masih berbentuk kuncup" ranza terkekeh mengejek bimo


"maksud lo apa ?" kata bimo


"emang belum mekar bim, mau papa sama ranza bantuin nggak biar mekar" goda papanya


itu lah yang terjadi jika teman-temannya bergabung dengan papa. mereka akan mati-matian menggoda bimo kadang-kadang membuat bimo merasa kesal


"sudah-sudah jangan ganggu bimo terus lihat dia mulai nggak mood kan" bela mama


"bener tuh ma, mereka udah bikin bimo nggak mood jadinya marahin ma" kata bimo dengan nada manja nya


"kamu tuh ranza... kalau tahu ada gadis yang di sukai bimo bilang sama om dan tante dong biar om dan tante bisa langsung lamar hehheee" mama pun ikut membuly putranya itu dan bimo hanya bisa diam dengan wajah yang seperti kepiting rebus karena malu


"om, tan lihat wajah bimo merah hahahaa.." kata ranza dan membuat kedua orang tua bimo tertawa


"ndra ini semua gara-gara lo ndra lo harus tanggung jawab sama perasaan gua ke elo. lo harus tanggung jawab ndra gua nggak mau tahu. ahhh sial gua jadi malu banget lagi nyesel gua ngajak nih bocah nginap. mana harus sarapan dengan bulian mereka lagi. ahhhh sial...sial..sial" umpat bimo dalam hatinya


setelah selesai sarapan bimo dan ranza kembali ke kamar. ranza yang sibuk main game milik bimo sementara bimo mandi.


"za, keluar yuk udah jam 11 nih, kafe kek kemana kek bosan gua" ajak bimo


"ayok.." kata ranza


"ajak danuar gih dia ada acara nggak ?" tanya bimo


"ok siap boss laksanakan" ranza langsung menelpon danuar ia mendapat informasi yang bagus saat ini dari danuar


" bim kata danuar dia juga mau ke mall nemenin olivia, dan kebetulannya lagi oliv sama fely dan ada diandra juga. gimana lo senang kan" kata ranza sambil mengangkat-ngangkat ke dua alisnya


"nggak biasa aja tuh" kata bimo padahal dalam hati ia rasa nya ingin melompat-lompat senang


mereka telah sampai di parkiran mall, di sana bimo dan teman-temannya sudah menunggu diandra dan pasukannya. diandra turun dari mobil setelah memarkirkan mobil milik olivia. mereka tercengang dengan skil menyetir olivia yang bisa memarkirkan mobil di tempat itu bahkan danuar saja tidak jadi parkir di sana karena merasa tak muat. sementara diandra dengan santainya memarkirkan mobil milik olivia yang kalau di lihat dari ukurannya sih lebih besar dari pada milik danuar.


"wah hebat muat bro.." kata ranza


"apa yang muat, .." kata bimo cetus


"mobilnya, nggak usah nyolot bim" kata ranza


mereka pun berjalan masuk ke dalam mall, sementara diandra berada paling blakang.


saat sedang asik memilih-milih barang bimo dan kawan-kawan di kejutkan dengan seorang wanita yang memeluk bimo dari belakang.


"bimo sayang..."......


"lo, ngapain lo di sini lepasin gua" bimo berusaha melepaskan pelukan wanita itu


"bim aku kangen sama kamu, bim maaf atas semua nya bim" ...


"lepasin gua dasar lo orang gila" bimo melepaskan pelukan wanita itu dan langsung menggandeng diandra


"sory gua udah punya" kata bimo sambil memeluk diandra.


sontak diandra membulatkan mata nya merasa kesal...


...


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin

__ADS_1


__ADS_2